NovelToon NovelToon
GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Idola sekolah
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Zea pernah diam-diam mencintai Bara, sang kakak kelas di SMA . Namun sebuah kejadian memaksanya pergi, meninggalkan perasaan itu tanpa sempat terungkap.

Sepuluh tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali dalam posisi yang berbeda yaitu Bara sebagai atasan dan Zea sebagai bawahan.

Perasaan lama yang Zea kira telah hilang, ternyata masih tersimpan rapi. Tanpa ia sadari, Bara pun menyimpan hal yang sama selama ini.

Namun waktu telah mengubah banyak hal. Rahasia masa lalu, jarak yang dulu tercipta, dan keadaan sekarang menjadi penghalang yang tak mudah dilewati.

Kini, keduanya harus memilih bertahan dalam diam, atau akhirnya memperjuangkan cinta yang sempat tertinggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu milikku sejak dulu sampai sekarang

Pintu ruangan tertutup rapat dengan suara DAB! yang cukup keras, menandakan suasana hati sang Bos sedang tidak baik-baik saja.

Zea berjalan tertatih di belakang Bara. Jantungnya berdegup kencang; ia tahu betul pria ini sedang dilanda kecemburuan yang luar biasa besar.

Bara berjalan cepat menuju mejanya, lalu mendudukkan tubuhnya ke kursi dengan kasar. Kedua tangannya menyangga dagu, manik matanya menatap Zea dengan tatapan tajam nan membara, yang membuat cewek itu langsung berdiri mematung tak bergerak tepat di dekat pintu.

Suasana hening mencekam menyelimuti ruangan itu.

"Masuk sini. Jangan berdiri di situ kayak orang yang bersalah." ujar Bara dengan suara rendah dan berat, penuh tekanan yang membuat siapa saja merinding mendengarnya.

Zea pun berjalan pelan mendekat, langkahnya ragu dan hati-hati.

"Ma... Maaf, Tuan. Tadi kan jam istirahat, jadi saya pikir nggak masalah kalau saya makan di kantin bersama yang lain." gumam Zea pelan, berusaha menenangkan diri meski suaranya sedikit bergetar.

Bara mendecakkan lidah dengan keras, matanya menyipit menatap tajam ke arah Zea seolah sedang menahan amarah yang meluap.

"Masalahnya bukan di mana kamu makan! Tapi masalahnya... kenapa kamu biarin dia mendekatimu sedekat itu?! Kenapa kamu mau menerima minuman dari dia?! Dan kenapa kamu senyum-senyum manis gitu saat ngobrol sama dia?!" desis Bara dengan nada tajam, suaranya perlahan meninggi penuh rasa tidak terima dan kecewa.

Zea terkejut bukan main, lalu segera mencoba membela diri.

"Ya kan itu cuma sopan santun, Tuan! Dia nawarin dengan baik, masa saya harus menolak dengan kasar? Lagian kan dia cuma teman kerja biasa, nggak ada apa-apanya!" seru Zea, berusaha menjelaskan posisinya.

Tanpa aba-aba, Bara langsung berdiri serentak dari kursinya, membuat Zea refleks mundur selangkah karena ketakutan. Pria itu berjalan mendekat dengan langkah cepat, hingga wajahnya tepat di depan wajah Zea, dan menjepit tubuh wanita itu di antara meja kerja dan tubuhnya yang tegap.

"Biasa apanya?! Dia menatap kamu itu bukan menatap teman kerja! Itu tatapan cowok yang suka sama ceweknya! Dan kamu... kamu biarin aja semua itu terjadi, kan? Kamu seneng ya diperhatiin sama dia?!" ujar Bara, menatap lurus ke dalam manik mata Zea, suaranya terdengar serak, dalam, dan penuh kepemilikan.

Zea membuang muka ke samping, pipinya memerah merona karena campuran rasa takut, kesal, dan rasa malu yang tiba-tiba muncul.

"Aduh, Tuan ini kok lebay banget sih! Saya nggak seneng apa-apa dari semua itu! Lagian urusan saya sama dia, kenapa Tuan harus marah-marah dan ikut campur gitu sih?!" desis Zea, berusaha memberanikan diri meski suaranya terdengar kecil.

PLAK!

Bukan memukul, tapi tangan besar Bara langsung menempel keras di dinding tepat di samping kepala Zea, membuat jarak mereka menjadi sangat dekat dan Zea sama sekali tak bisa lari ke mana-mana.

"KENAPA SAYA MARAH?! KARENA SAYA TIDAK SUKA! SAYA TIDAK SUKA LIHAT CEWEK SAYA BERADA DEKAT DENGAN COWOK LAIN!" bisik Bara tepat di depan wajah Zea, dengan nada suara rendah yang kental akan rasa posesif yang tak terbantahkan.

DEG!

Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutnya, jujur, tegas, dan terasa begitu telak menembus hati Zea.

Zea membelalakkan mata lebar-lebar, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Ce... Cewek Tuan?! Sejak kapan saya jadi cewek Tuan itu?! Bagi saya, Tuan itu cuma Bos saya, tidak lebih!" seru Zea terbata-bata, bingung sekaligus kaget luar biasa.

Bara menyeringai tipis, seolah mendengar pertanyaan yang sangat konyol. Tangannya kini bergerak naik, memegang kedua bahu Zea dengan lembut namun kuat, memastikan wanita itu tak beranjak sedikit pun.

"Sejak saya memutuskan menjadikanmu Asisten Pribadi saya. Sejak saya membawa kamu masuk dan bekerja di ruangan ini. Dan yang paling penting... sejak dulu, sejak zaman kita masih SMA, kamu sudah menjadi milik saya. Cuma kamu saja yang selama ini nggak sadar akan hal itu." ujar Bara dengan nada tegas dan sangat serius, tak ada keraguan sedikit pun di matanya.

Ia lalu mengusap pelan pipi Zea dengan ibu jarinya, tatapannya perlahan melembut namun tetap memancarkan dominasi yang kuat.

"Dengerin baik-baik ya, Zea... Mulai detik ini, jangan pernah biarkan laki-laki lain menyentuhmu, menawari kamu apa saja, atau bahkan mengajakmu mengobrol terlalu akrab. Kamu itu milik saya seutuhnya. Cuma saya yang boleh perhatiin kamu, cuma saya yang boleh pegang kamu, dan cuma saya satu-satunya orang yang boleh punya kamu." lanjut Bara, berpesan dengan nada yang terdengar lembut namun bernada perintah mutlak.

Zea terpaku diam di tempat, napasnya tercekat di tenggorokan. Rasanya dunia di sekelilingnya berhenti berputar. Pria di depannya ini benar-benar serius, dan sama sekali tidak bercanda.

Bara menatap dalam ke manik mata Zea, lalu bertanya dengan nada suara yang lembut namun memaksa, menuntut kepahaman.

"Paham?! Atau mau saya ulangi lagi sampai kamu benar-benar hafal dan ingat seumur hidup?" tanya Bara.

Zea hanya bisa mengangguk kaku berkali-kali, mulutnya terkunci rapat dan tak mampu berkata apa-apa lagi.

"Gila... Gila banget sih dia! Posesifnya kelewatan batas! Tapi... kenapa rasanya dada saya berdebar kencang dan malah bikin saya seneng banget ya?!" gumam Zeam dalam hatinya yang kacau balau.

1
paijo londo
aduuuh zea kamu bikin bara gregetan campur penasaran tuh🤦🤦🤭🤭🤭
paijo londo
lucu ya kalo malu malah g mau ketemu🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!