"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20 Cerita masa lalu ibu
Kami Sampai di unit apartment kami kemudian kami membawa belanjaan yang cukup banyak dan yang bawa paling banyak mas Bayu kemudian ibu mengeluarkan belanjaan kami yang kering di taruh di lemari yang basah di taruh di kulkas untuk peralatan ,di taruh di tempat biasanya sambil menata kami bercanda
" Dulu jangan kan belanja banyak belanja di warung saja uangnya kurang" kata ibu
" Ayahmu dulu masih belum di angkat PNS gajinya tiga bulan sekali jadi ibu sambil kerja menjahit biar cukup buat makan dan akhirnya ayahmu lolos ujian CPNS kehidupan kita membaik tapi kita pindah ke kota dan bisa kredit perumahan yang sederhana yang kita tempati dulu itu dan ibu punya anak lagi ya kamu itu" kata ibu bercerita
" Emang ayah selingkuh dengan tante gundik mulai kapan Bu" tanya ku
"Mulai pastinya ibu nggak tahu yang ibu tahu ketika kamu kelas enam SD sebenar nya ibu mau bertahan untuk kalian biar kalian tetap punya ayah dan tetap ada yang membiayai kalian tapi ayah mu pilih kasih ketika kamu sakit ibu telephon biar pulang tapi ayah mu memilih menemani anaknya Sayekti selingkuhannya dari situ ibu ambil keputusan ternyata ayahmu lebih sayang anaknya Sayekti dari pada anaknya sendiri"kata ibu sambil meneteskan kan air mata
" Bu kalau sakit nggk usah cerita aku nggak menyalahkan keputusan ibu kok" kata ku
" Ayah mu sering menyalahkan dan membenci kamu karena hobi main game karena itu ibu memutuskan berpisah dari ayah mu biar ibu dan anak anak ibu tetap Waras dan tidak selalu di marahi oleh ayahmu katanya anak Sayekti lebih cantik dan manis dan prosesnya:perceraian nya memang cukup lama akhirnya ibu bisa berpisah tapi tidak dapat harta Gono gini juga lainya tapi ibu menang di pengadilan tentang hak asuh anak ada di tangan ibu dan kewajiban nafkah di berikan ke ayah mu sebesar satu setengah juta dalam sebulan dan sama ayah mu cuma di beri dua kali saja setelah itu tidak pernah di kasihkan" kata ibu
" Terima kasih ibu telah membesarkan kami dengan kasih sayang" kata ku
" Alhamdulilah keputusan ibu tidak pernah salah alloh memberi rejeki anak ibu tidak melalui perantara ayahnya tapi langsung di berikan ke orang nya ibu bersyukur karena itu ibu selalu bersyukur alloh mengabulkan doa doa ibu" kata ibu
" Ya kalau ibu nggak berpisah dari ayah pasti Anisa sering di marahi dan di bandingkan sama Selly jangan jangan Selly anak biologis ayah Bu" kata ku
" Ya ibu nggak tahu yang membuat sakit hati pada waktu kamu sakit ayah mu malah memilih merawat anak nya Sayekti sehingga ibu yakin untuk berpisah" jawab ibu mengulangi kata kata nya
" Sesakit itu ya Bu" tanya ku
" kalau ibu bisa tahan si nak tapi yang nggak bisa ibu maafkan adalah perlakuan pada anak ibu terutama kamu dia selalu marah menghina dan tidak ada kasih sayang jadi ibu mantap untuk berpisah biar anak ibu tetap Waras tidak mengharapkan kasih sayang bapaknya" kata ibu
" Karena itu ibu mengajak kami menjauh" tanya ku
" Iya Bayu pindah sekolah di desa juga kamu karena biaya murah" jawab ibu
" Ayo Bu bobok sudah malam" ajak ku dan kami pun tidur sesudah sholat isya dulu aku tidur di peluk sama ibu.
Aku bangun ibu sudah tidak ada di sisi ku pasti dia sudah bangun sebelum subuh ku lihat jam sudah jam lima aku segera berwudhu dan sholat subuh yang hampir kesiangan kemudian aku ke dapur lihat ibu
" Ibu kelihatan bahagia banget"tanya ku
" Iya dong ibu sekarang merasa orang yang paling berhasil mendidik kalian sekarang ini Bayu mau kuliah kamu sudah sarjana dan mau menempuh paska sarjana ini adalah kenikmatan yang tak terhingga" kata ibu senang
" Mas Bayu mana Bu" tanya ku
" pagi sudah bangun pakai pakaian olah raga dan katanya mau jogging" kata ibu
" Rajin dia Bu" kata ku
" Jadi masak kwetiau pakai toping apa" tanya ibu
" kasih sayur sawi bakso sama telor bu pasti enak" kata ku
" Semua ada bahan nya di kulkas tadi malam kita beli lengkap jadi enak nanti siang di masakin apa" tanya ibu
" Nggak usah bu nanti aku kan kerja nggak tahu pulang jam berapa" kata ku
Kwetiau masakan ibu sudah meteng aku ambil satu mangkuk aku makan sampai mas Bayu datang dia mencari gelas dan minum air galon
" kamu sarapan dek kayaknya enak banget" kata dia
" Iya mas itu kwetiau bikinan ibu sudah mateng enak banget" kata ku
Mas Bayu pun duduk sambil menikmati kwetiau bikinan ibu
" Dek nanti mas ke kampus ya lihat pengumuman sekalian daftar ulang" kata mas Bayu
" Iya bawa mobil saja biar nggak panas" kata ku
" Mas mau beli motor saja nanti buat kuliah kamu saja yang pakai mobilnya" kata dia
" Ya sudah nanti kalau gitu uang pembelian mobil aku ganti" kata ku
" Kan yang banyak uang kamu dek nggk usah di ganti juga di pakai bersama mas juga sering pakai" kata dia
" Mas mau beli sepeda motor yang bagaimana apa aku belikan saja" tanya ku
" Nggak usah mas beli pakai uang sendiri saja kan uang mas masih banyak " jawab dia
" Ya sudah kalau begitu uangku aku kumpulkan nanti buat membelikan ibu sawah biar ibu di panggil juragan Amina " kata ku sambil tergelak
" Itukah cita cita mu selama ini adek ku yng cantik" kata mas Bayu tersenyum
" Iya kakak cita cita ku membangun rumah mewah dan membelikan ibu sawah yang luas biar Tante gundik beli kulkas saja karena kepanasan" kata ku sambil tertawa terbahak bahak
" Semoga cita cita mu tercapai adek ku semakin cantik" kata dia
" Sarapan kali ini enak banget saya harus bayar berapa Bu Amina" kata mas Bayu bercanda
" Untuk den Bayu gratis uangnya di simpan saja buat kebutuhan kuliah" jawab ibu
Aku selesai makan segera cuci piring membantu ibu kasihan dia sudah masak dan mas Bayu nyapu dan mengepel lantai aku dapat telephon dari mbak Maura aku harus segera ke PT Adi Darma karena sistem nya kena virus jadi aku segera bersiap dan pamit sama ibu untuk berangkat kerja sama mbak Maura dan pesan kalau ada apa apa ibu bisa telephon nomer keamanan di sini
Aku sama mbak Maura ketemu di tempat parkir kemudian kami segera berangkat semoga serangan virus PT Adi Darma dapat segera di atasi sebelum melebar kemana mana. Kami Sampai dan di tunggu oleh para teknisi dan kami di ajarkan ke ruangan teknik di tempat komputer server berada kami segera bekerja dengan serius melawan virus virus nakal yang menyerang sistem PT Adi Darma.
Bersambung