NovelToon NovelToon
Sultan Desa

Sultan Desa

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:49.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Menikahlah dengannya, atau kamu pergi dari rumah ini tanpa membawa apa pun!"

​Tepat dua hari sebelum pernikahan adiknya, Aira dipaksa menikah dengan pria kusam dari ujung desa demi membuang sial. Dewa, pria yang hanya bermodalkan motor tua dan pakaian lusuh, menjadi suaminya dalam semalam.

​Aira sudah bersiap hidup melarat. Namun, saat ia mulai tulus mencintai sang suami di tengah kemiskinan, sebuah iring-iringan mobil mewah datang menjemput.

​Siapa sangka, pria yang dihina keluarganya sebagai fakir itu ternyata pemegang tahta tertinggi di kota ini. Saat topeng terbuka, mampukah Aira bertahan di dunia suaminya yang penuh intrik, atau justru ia yang akan berbalik meninggalkan kemewahan itu?

Simak Kisah Selanjutnya Di Cerita Novel => Sultan Desa.
By - Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Waktu berjalan dengan cepat, dan hari ini adalah hari di mana Arka genap berusia empat bulan. Meskipun bukan ulang tahun besar, Nyonya Widya tetap bersikeras ingin mengadakan acara syukuran kecil-kecilan di taman belakang rumah dengan mengundang beberapa kerabat dekat dan tentu saja, keluarga besar Aira.

Sore itu, taman belakang kediaman Pradipta disulap menjadi area pesta kebun yang sangat cantik dengan dekorasi balon-balon berwarna pastel dan tenda putih kecil. Aroma hidangan penutup dan panggangan daging barbekyu memenuhi udara.

Aira tampil sangat anggun dengan gamis berwarna krem yang senada dengan kemeja batik yang dikenakan Dewa. Sementara Arka, si bintang utama, terlihat sangat menggemaskan dengan setelan baju monyet denim kecil dan topi kupluk rajut.

"Aduh, cucu Oma ganteng sekali!" Nyonya Widya tidak henti-hentinya mengambil foto Arka dengan ponselnya, lalu memamerkannya ke grup WhatsApp sosialitanya dengan takarir.

"Arka Pradipta Junior, masa depan Pradipta Group."

Papa Surya dan Mama Aira duduk di kursi taman, menikmati suasana dengan senyuman bahagia. Namun, pandangan Aira tertuju pada gerbang taman saat melihat sebuah mobil mewah berhenti.

Pintu mobil terbuka, menampilkan Siska yang turun dengan gaun kasualnya. Namun, yang membuat semua orang terkejut adalah sosok pria yang keluar dari pintu pengemudi.

Itu Arvin.

Siska berjalan di samping Arvin, namun ada yang berbeda dari gestur tubuh mereka hari ini. Arvin tidak lagi berjalan di depan dengan terburu-buru sambil memeriksa ponselnya.

Pria itu berjalan santai, dan tangannya menggandeng erat jemari Siska. Wajah Siska merona merah, memancarkan kebahagiaan yang sudah lama tidak terlihat dari wanita itu.

Aira langsung menyenggol lengan Dewa dengan sikunya. "Mas... itu Mas Arvin ikut datang? Bukannya kata Siska kemarin dia ada proyek di Kalimantan?"

Dewa hanya tersenyum misterius, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. "Kalimantan bisa menunggu, Sayang. Tapi kebahagiaan istri tidak bisa ditunda."

Siska dan Arvin berjalan mendekati area pesta. Begitu sampai di depan Papa Surya, Arvin langsung membungkuk hormat dan menyalami mertuanya dengan takzim.

"Papa, Mama... maaf Arvin baru bisa ikut berkumpul hari ini," ucap Arvin tulus.

Papa Surya menepuk bahu menantunya itu. "Tidak apa-apa, Arvin. Yang penting kamu ada di sini sekarang untuk istrimu."

Siska kemudian mendekati Aira, matanya terlihat sedikit berkaca-kaca namun dipenuhi rasa syukur. Ia membisikkan sesuatu di telinga adiknya.

"Ai... terima kasih ya. Kemarin malam Mas Arvin tiba-tiba pulang membawa bunga, dan dia bilang... dia mau membatalkan semua perjalanan luar negerinya selama sebulan ke depan cuma untuk menemaniku di rumah. Dia juga bilang... dia dapat nasihat berharga dari seorang CEO hebat."

Aira menoleh ke arah Dewa yang sedang asyik berpura-pura memeriksa panggangan barbekyu bersama para pelayan. Hati Aira membuncah oleh rasa cinta yang semakin dalam pada suaminya. Pria itu tidak hanya memperbaiki hidupnya, tapi juga diam-diam memperbaiki keretakan dalam keluarga besarnya.

"Sama-sama, Sis. Semoga setelah ini, Arka cepat dapat sepupu ya," goda Aira yang sukses membuat pipi Siska semakin memerah seperti tomat matang.

Acara pemotongan tumpeng kecil sebagai simbol rasa syukur pun dimulai. Dewa diminta berdiri di depan untuk memberikan sepatah dua kata sebagai kepala keluarga. Ia berdiri dengan mikrofon di tangannya, sementara Aira berdiri di sampingnya sambil menggendong Arka yang mulai mengantuk.

Dewa menatap satu per satu orang yang hadir di taman itu, ibunya yang kini selalu tersenyum tulus, mertuanya yang sudah kembali sehat, kakak iparnya yang kini kembali harmonis, dan yang paling penting... wanita bersahaja di sampingnya yang telah mengubah seluruh hidupnya.

"Terima kasih untuk semua keluarga yang sudah hadir sore ini," buka Dewa, suaranya terdengar berat dan berwibawa namun penuh kehangatan. "Empat bulan lalu, Tuhan menitipkan sebuah amanah yang sangat luar biasa di dalam hidup saya dan Aira... Arka Pradipta Junior."

Dewa menatap Arka yang ada di gendongan Aira, lalu beralih menatap mata istrinya. "Sebelum saya mengenal Aira, saya adalah orang yang berpikir bahwa kesuksesan diukur dari seberapa tinggi gedung yang saya bangun atau seberapa besar angka di dalam laporan keuangan Pradipta Group. Tapi... berdiri di sini hari ini, melihat seluruh keluarga berkumpul dengan tawa dan kedamaian... saya sadar saya salah besar."

Suasana taman mendadak hening, menyisakan suara desir angin sore yang sejuk.

"Kekayaan sejati saya tidak ada di dalam brankas bank atau di papan saham. Kekayaan sejati saya sedang berdiri di sini, memegang anak saya, mengenakan senyuman yang dulu saya beli dengan mahar seratus ribu rupiah namun nilainya jauh lebih mahal dari seluruh aset yang saya miliki," lanjut Dewa dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Nyonya Widya menghapus air mata di sudut matanya menggunakan saputangan sutranya, sementara Mama Aira mengusap air matanya di bahu Papa Surya.

"Terima kasih, Aira... terima kasih sudah membawa 'rumah' yang sesungguhnya ke dalam hidupku yang kaku ini. Dan untuk anakku, Arka... tumbuhlah menjadi pria yang menghargai manusia, bukan karena hartanya, tapi karena ketulusan hatinya, persis seperti ibumu," tutup Dewa.

Tepuk tangan yang meriah membahana di taman belakang kediaman Pradipta.

Dewa langsung merangkul bahu Aira, menarik istrinya dan anak mereka ke dalam dekapan dadanya yang bidang. Aira menyandarkan wajahnya di dada Dewa, air mata bahagianya menetes perlahan, membasahi kain kemeja suaminya.

~~

Malam harinya, setelah seluruh rangkaian acara selesai dan para tamu telah pulang, rumah kembali ke dalam ketenangannya yang damai. Arka sudah tertidur sangat lelap di dalam kamarnya setelah kelelahan menjadi pusat perhatian seharian.

Aira sedang berdiri di depan cermin meja rias di kamar utama, menyisir rambut panjangnya yang hitam berkilau.

Dewa berjalan mendekat dari belakang, mengambil alih sisir dari tangan Aira, lalu mulai merapikan rambut istrinya dengan gerakan yang sangat lembut, mengulangi momen romantis yang selalu berhasil membuat hati Aira berdesir.

"Mas... pidato Mas tadi sore membuat aku malu tahu di depan Mama dan Siska," ucap Aira memecah keheningan sambil menatap pantulan wajah Dewa di cermin.

"Kenapa harus malu? Semua yang aku katakan itu adalah kebenaran, Ai," sahut Dewa sambil tersenyum menatap cermin. Ia meletakkan sisir, lalu memeluk leher Aira dari belakang, menumpukan dagunya di bahu istrinya. "Aku benar-benar bahagia, Ai. Rasanya semua kepingan teka-teki hidupku sudah lengkap sekarang."

Aira memegang tangan Dewa yang melingkar di dadanya. "Aku juga, Mas. Aku harap kebahagiaan ini bisa bertahan selamanya..."

Bzzzt... Bzzzt...

Ponsel Dewa yang diletakkan di atas meja rias tiba-tiba bergetar, memotong kalimat Aira. Sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal dengan kode area luar negeri.

Dewa mengerutkan dahi, ia melepaskan pelukannya dan mengambil ponsel tersebut. Ia menatap layar ponselnya sejenak dengan ragu sebelum akhirnya menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya.

"Ya, dengan Dewa Pradipta di sini," ucap Dewa formal.

Suasana kamar yang tadinya hangat mendadak berubah menjadi dingin membeku saat sebuah suara dari seberang telepon mulai berbicara.

Wajah Dewa yang tadinya penuh senyuman perlahan memucat, matanya melebar, dan rahangnya mengeras dengan sangat rapat hingga urat-urat di lehernya menegang.

Aira yang memperhatikan perubahan drastis suaminya langsung berdiri dari kursi rias dengan perasaan cemas yang mendadak menyerang dadanya. "Mas? Ada apa? Siapa yang menelepon?"

Dewa tidak menjawab pertanyaan Aira. Ia hanya mendengarkan suara di telepon itu selama beberapa detik dengan napas yang memburu, sebelum akhirnya suara di seberang sana mematikan sambungan secara sepihak.

Pip.

Dewa menurunkan ponselnya dengan tangan yang sedikit bergetar. Ia menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong, seolah-olah baru saja melihat sebuah hantu dari masa lalu yang paling ia takuti.

"Mas Dewa! Bicara sama aku, ada apa sebenarnya? Jangan buat aku panik!" tuntun Aira sambil memegang kedua lengan Dewa, mencoba menarik suaminya kembali ke kesadaran.

Dewa menatap Aira dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh rasa takut yang mendalam, sebuah ekspresi yang belum pernah Aira lihat dari sosok Dewa Pradipta selama ini.

Dewa menarik Aira ke dalam pelukannya dengan sangat erat, bahkan terlalu erat hingga membuat Aira sedikit sesak, seolah-olah ia takut jika ia melepaskan pelukannya sekarang, Aira atau Arka akan hilang dari hidupnya esok hari.

"Mas... ada apa..." bisik Aira lirih di dalam dekapan suaminya, mulai merasakan firasat buruk yang besar sedang mendekat.

Di luar jendela kamar mereka, angin malam bertiup kencang, menggoyahkan daun-daun pohon di taman, seakan memberi pertanda bahwa ketenangan di dalam istana mewah Pradipta baru saja terusik oleh sebuah rahasia besar yang siap mengguncang pondasi pernikahan mereka di episode berikutnya.

...----------------...

To Be Continue ....

1
Rahmawati Amma
aku suka ceritanya ngak terlalu muter2 bagus thor 👍😍
Rahmawati Amma
iya kayanya 36 37 juga kayanya di ulang🤔😅
Estu Suet
memang g masuk akal seh,terlalu hiperbola kalimatnya
Estu Suet
ceo yang menyamar y, pura-pura miskin dan gembel 👍😍
Edy Kurnia
6 BAB hanya di habiskan oleh obrolan dewa & aira, sekali kali buk Widia.
rumah-kantor rumah-kantor rumah-kantor gtu² aja terus..
APA KABAR DENGAN ORANG² YANG MENGHINA DEWA & AIRA DULU.???
EMANG NYA GAK MAU BALAS DENDAM, KALO GAK MAU BALAS DENDAM YA TAMATIN AJA CERITA INI.
PARA PEMBACA TIDAK MAU TERUS²AN BACA YG ISINYA HANYA OBROLAN ITU² SAJA
Edy Kurnia
nulis ceritanya usahakan buat para pembaca nyaman bacanya Thor.
jangan bikin jengkel dengan alur ceritanya yg muter² di situ² aja.
memang nya per 3 bab hanya di isi oleh obrolan dewa dan Aira terus.
Edy Kurnia
mana balasan buat orang² yg dulu menghina mereka woooii.??
Edy Kurnia
mana pembalasan buat pak Surya dan Siska.??
cuma segitu doang Thor.?
Edy Kurnia
Naaah kalo ini baru top cer.
rahang mengeras, sorot mata tajam mengintimidasi nya di barengi dengan tindakan nyata.
Edy Kurnia
gak usah nyalahin musuh²nya.
dari awal Dewa nya sendiri yg cari penyakit.
CEO goblok ya dia.
Edy Kurnia
ini mah ceo goblok nama nya.
Edy Kurnia
alur ceritanya nii bikin bingung, selain gak nyambung juga muter² gak jelas.
kekonyolan dewa tidak menggambarkan sosok CEO cerdas, tegas, dan bertangan dingin seperti yg di gaung² kan dari awal.
Goblok iya.
Edy Kurnia
ceritanya bagus banget Thor mirip TAIK.
apa maksud nya "tinggal satu menit, kedatangan 10 mobil SUV" klo ujung²nya dewa belum buka identitas aslinya.
menuh²in halaman aja, gak nyambung banget.
Edy Kurnia
ekspresi kemarahan dewa jangan terlalu di ulang² Thor klo ending nya masih mau bersandiwara miskin.
bikin bosen bacanya + muak denger nya.
wajahnya gelap lah, rahangnya keras lah dan bla bla bla.
taik banget.
Rika
bagus
Rahmawati Amma
lah katanya dapat uang 50jeti kenapa ngak baikin kontrakannya 🤔😅
Rahmawati Amma
ceritanya masih baru jadi blm banyak yg baca sepertinya ceritanya bagus gaskun😁✌️
Hatijah Cantik
mungkin Aira bukan anak kandung
Hatijah Cantik
menarik
Hatijah Cantik
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!