NovelToon NovelToon
MATA SAKTI

MATA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

"Dulu aku hanyalah sampah yang diinjak-injak, kurir miskin yang tak punya masa depan. Namun, satu tetes darah dewa mengubah segalanya. Dengan Mata Sakti ini, tidak ada rahasia yang tersembunyi, tidak ada musuh yang tak punya celah, dan tidak ada harta yang tak bisa kuraih. Dunia modern ini akan bertekuk lutut di bawah tatapanku!"

#urban_fantasi
#harem #romance#cultivasion

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: PASAR HANTU DAN HARGA SEBUAH NYAWA

Hujan yang mengguyur Jakarta malam ini terasa berbeda—lebih dingin, lebih pekat, seolah-olah langit sedang mencoba mencuci dosa-dosa yang tersembunyi di bawah aspal beton. Arka mengarahkan mobilnya menuju kawasan pelabuhan tua di Jakarta Utara. Di sini, lampu jalanan banyak yang mati, digantikan oleh temaram lampu merkuri dari gudang-gudang kontainer yang berkarat.

Kartu hitam pemberian Tuan Besar Yan bergetar pelan di saku kemejanya. Arka bisa merasakan denyut energi dari kartu itu, semacam navigasi gaib yang menuntunnya ke sebuah lokasi yang tidak terdaftar di peta GPS mana pun.

Mobil berhenti di depan sebuah gudang tua yang tampak terbengkalai. Dindingnya penuh coretan vandalisme dan aroma air laut yang asin bercampur minyak mesin menusuk hidung. Namun, saat Arka mengaktifkan Mata Dewa, pemandangan di depannya berubah total.

Di balik dinding seng yang berkarat itu, terdapat lapisan pelindung energi berwarna ungu transparan. Sebuah array ruang yang menyembunyikan aktivitas masif di bawah tanah.

"Sampai di sini saja, Pak," ucap Arka kepada supirnya. "Tunggu saya di tempat yang aman. Kalau dalam tiga jam saya tidak keluar, segera pergi dan jangan pernah kembali ke sini."

Supir itu mengangguk kaku, wajahnya pucat melihat kegelapan di depan mereka. Arka melangkah keluar, payung hitamnya terbuka, melindunginya dari gempuran air hujan.

Arka berjalan menuju pintu besi kecil di samping gudang. Dua pria raksasa dengan topeng porselen putih polos menghadang jalannya. Mereka tidak bicara, hanya mengulurkan tangan. Begitu Arka memberikan kartu hitam itu, salah satu dari mereka menempelkannya ke sebuah sensor batu hitam.

KREEEKKK...

Lantai di bawah kaki Arka bergetar. Sebuah lift barang tua perlahan muncul dari kegelapan. Arka masuk tanpa ragu. Lift itu turun jauh ke kedalaman bumi, melewati lapisan tanah dan pipa-pipa pembuangan kota, hingga akhirnya berhenti di sebuah lorong yang diterangi oleh obor-obor yang apinya berwarna biru pucat.

"Selamat datang di Pasar Hantu, Tuan Muda," sebuah suara parau menyambutnya saat pintu lift terbuka.

Pemandangan di depannya sangat kontras dengan kemiskinan di atas sana. Sebuah aula bawah tanah yang sangat luas, bergaya arsitektur gotik dengan pilar-pilar batu hitam yang menjulang tinggi. Ratusan orang berlalu-lalang mengenakan jubah hitam bertudung, menutupi identitas mereka. Di kiri-kanan lorong, kios-kios kecil menjajakan barang-barang yang tidak akan pernah ditemukan di toko mana pun: jantung monster laut dalam, botol berisi jiwa yang meratap, hingga senjata-senjata kuno yang masih berlumuran darah kering.

Arka berjalan menembus kerumunan. Mata Dewa-nya bekerja lembur. Dia bisa melihat aura setiap orang di sini. Kebanyakan adalah praktisi bela diri tingkat rendah, tapi ada beberapa yang auranya begitu pekat hingga menyerupai kabut hitam—pembunuh bayaran dan kultivator liar.

"Batu Nadi Naga..." gumam Arka, mengingat tugas dari Yan.

Langkahnya membawanya ke pusat aula, sebuah panggung lelang yang dikelilingi oleh tribun melingkar. Arka mengambil tempat di sudut yang gelap, menarik tudung jubah yang diberikan petugas di pintu masuk.

Lelang dimulai dengan barang-barang "kecil"—ramuan pemurni darah dan teknik bela diri tingkat bumi. Harganya bukan lagi rupiah, melainkan Essence Stones atau barter dengan organ tubuh yang langka.

"Dan sekarang, barang koleksi khusus malam ini," suara pembawa acara, seorang pria kurus dengan lidah bercabang, menggema. "Ditemukan di reruntuhan kuil kuno di pegunungan Himalaya. Sebuah wadah energi murni yang sanggup membangkitkan bakat terpendam."

Dua penjaga mendorong sebuah kotak kaca besar ke atas panggung. Di dalamnya, sebuah batu kristal berbentuk jantung manusia berdenyut dengan cahaya emas redup. Nadi Naga.

Arka bisa merasakan matanya memanas. Di penglihatannya, batu itu bukan sekadar kristal; itu adalah pusaran energi yang sangat murni. Jika dia mendapatkan batu itu, kekuatannya mungkin bisa melompat ke tahap kedua dalam semalam.

Namun, perhatian Arka teralihkan oleh barang selanjutnya yang ditarik ke panggung. Bukan benda mati.

"Dan sebagai bonus sebelum penawaran Nadi Naga dimulai... kami mempersembahkan 'Barang Dagangan No. 09'. Seorang budak dengan garis keturunan murni yang telah punah."

Seorang wanita dengan rantai di tangan dan kakinya diseret ke tengah panggung. Kepalanya tertunduk, rambut panjangnya yang kusam menutupi wajahnya. Dia hanya mengenakan kain putih tipis yang kotor.

Arka awalnya tidak peduli, sampai wanita itu sedikit mengangkat wajahnya.

Deg!

Dunia seolah berhenti berputar bagi Arka. Jantungnya berdegup sangat kencang, hingga terasa menyakitkan. Mata Dewa-nya berdenyut hebat, melakukan analisis otomatis tanpa diperintah.

‘Analisis Subjek: Struktur DNA Identik 99.8%. Status: Hidup. Nama: Maria...’

Napas Arka memburu. Wanita itu... wanita di atas panggung itu adalah Maria, ibunya yang seharusnya sudah meninggal sepuluh tahun lalu dalam kecelakaan pesawat itu. Meskipun wajahnya lebih tua dan penuh bekas luka, Arka tidak mungkin salah mengenali wanita yang melahirkannya.

Kemarahan yang belum pernah dirasakan Arka sebelumnya meledak. Energi emas dari matanya meluap, menciptakan retakan kecil di lantai batu tempat dia berdiri.

"Harga pembuka untuk Nadi Naga dan Budak ini sebagai satu paket adalah... 500 batu energi!" seru pembawa acara..

"1.000 batu!" teriak seorang pria bertubuh tambun di barisan depan.

"2.000!" sahut yang lain.

Arka berdiri dari kegelapan. Dia tidak peduli lagi dengan penyamarannya. Dia melepaskan jubahnya, memperlihatkan setelan mahalnya yang kini tampak seperti zirah di bawah cahaya api biru.

"Aku tidak punya batu energi," suara Arka menggelegar, memotong semua tawaran.

Semua orang menoleh. Tawa mengejek terdengar dari seluruh penjuru aula. "Dasar bocah ingusan! Kalau nggak punya uang, jangan masuk ke sini!"

Arka berjalan menuruni tribun menuju panggung. Setiap langkahnya menciptakan gelombang kejut yang membuat orang-orang di dekatnya terlempar.

"Tapi aku punya sesuatu yang lebih berharga," Arka mengangkat tangan kanannya. Cahaya emas meledak dari telapak tangannya, membentuk sebuah bola energi yang sangat padat hingga udara di sekitarnya mendesis. "Aku menawarkan nyawa setiap orang yang berani menawar barang ini setelah aku."

Hening.

Keheningan yang mencekam menyelimuti Pasar Hantu. Belum pernah ada yang berani membuat keributan di tempat ini. Penjaga-penjaga bertopeng porselen mulai bergerak mengepung Arka, memegang tombak-tombak panjang yang dialiri listrik.

"Bocah sombong! Kamu pikir ini pasar kaget?!" Pria tambun tadi berdiri, mengeluarkan sebuah kapak besar. "Aku akan mencincangmu dan menjual dagingmu sebagai umpan ikan!"

Pria itu melompat ke arah Arka. Arka tidak menghindar. Dia hanya menatap pria itu dengan Mata Dewa yang sekarang berpendar penuh.

"Hancur," ucap Arka dingin.

Tanpa sentuhan fisik, tubuh pria raksasa itu meledak di udara, berubah menjadi kabut darah yang menyiram panggung lelang. Tidak ada sisa, tidak ada teriakan. Hanya kematian instan yang sunyi.

Pembawa acara melangkah mundur ketakutan. "K-kamu... siapa kamu?!"

Arka naik ke atas panggung. Dia menatap wanita yang dirantai itu. Maria mendongak, matanya yang sayu bertemu dengan mata emas Arka. Ada secercah pengenalan di sana, setetes air mata jatuh membasahi pipinya yang kotor.

"Ar... ka?" bisik wanita itu lirih, hampir tidak terdengar.

Arka mencengkeram rantai besi yang mengikat tangan ibunya. Dengan satu sentuhan energi, besi setebal lengan manusia itu hancur menjadi debu.

"Aku pulang, Bu," kata Arka, suaranya bergetar karena emosi.

Dia kemudian berbalik menghadap ratusan orang di aula itu, termasuk para penjaga yang mulai ketakutan. Dia mengambil batu Nadi Naga dengan tangan kirinya, membiarkan energi batu itu terserap ke dalam tubuhnya, membuat auranya meluap hingga menghancurkan beberapa pilar di aula tersebut.

"Mulai detik ini, Pasar Hantu resmi ditutup," Arka menunjuk ke arah kerumunan dengan jari yang membara. "Siapa pun yang ingin hidup, lari sekarang. Siapa pun yang ingin mati... silakan maju satu langkah."

Dari bayang-bayang di belakang panggung, muncul tiga sosok berjubah merah darah. Mereka adalah penguasa Pasar Hantu yang sebenarnya—tiga praktisi tingkat Grandmaster yang selama ini bersembunyi.

"Berani sekali seekor anak anjing menggonggong di kandang singa," salah satu dari mereka berbicara, suaranya seperti gesekan logam. "Kembalikan batu itu dan tinggalkan budak itu, atau kami akan memisahkan jiwamu dari ragamu secara perlahan."

Arka memeluk ibunya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya bersiap untuk serangan mematikan. Matanya berkilat, pola geometris di pupilnya berputar lebih cepat dari sebelumnya.

"Kalian menyebut diri kalian singa?" Arka tersenyum miring, sebuah senyum yang mengandung kegilaan. "Mari kita lihat, seberapa kuat singa-singa ini saat berhadapan dengan Dewa."

Pertempuran besar pertama Arka melawan tiga Grandmaster Pasar Hantu. Di saat terdesak, Arka terpaksa melakukan evolusi darurat pada Mata Dewa-nya yang berisiko menghancurkan penglihatannya selamanya. Sementara itu, Tuan Besar Yan yang memantau dari jauh mulai menyadari bahwa dia telah melepaskan sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada yang dia bayangkan.

1
SANG
Berlanjut terus💪👍
SANG
Semangat👍
SANG
Lanjut terus
SANG
like👍
Tang xu
terlalu terbuka soal kekuatannya
the misterius author 🐐: buka dikit aja bg belum semua
total 1 replies
the misterius author 🐐
asik juga nih
SANG
Like, suka
SANG
menarik
SANG
Mampir Thor
the misterius author 🐐: ok bg
total 7 replies
Sules Tiyanto
👍👍,, lanjut Thor,,
the misterius author 🐐: nanti lanjut kan bg
total 1 replies
Gege
dahlah otor menyembah AI buat generate kata..
the misterius author 🐐: bg bukan nyembah itu di gantung cerita nya soal nanti Abraham bakal mati sabr aja
total 1 replies
Gege
yaaah ga dapat duit jadinya si MC.. gass teroos bang 10k kata sekali update...jangan nanggung keluarkan semua...🤭
the misterius author 🐐: fokus perbaiki plot nya sistem si mulut pedas dulu bg
total 1 replies
Manusia Biasa
jadi MC🤣
Manusia Biasa
yakin?? kwk
Manusia Biasa
lanjutt 😂 ditunggu next Thor semangat
the misterius author 🐐: sudah tu thor
total 1 replies
Manusia Biasa
ngakak gw sekilas mikir santet😂
the misterius author 🐐: jangan bg itu paru paru ada gumpalan darah hitam bg 🤣
total 1 replies
Manusia Biasa
Menarik, novelnya berpotensi masuk jajaran Rekomendasi NT dan halaman beranda

semangat kak👍
the misterius author 🐐: ARKA cocok jadi Sigma 🤣 kak
total 6 replies
Manusia Biasa
potensi menjadi sigma ini mc🗿
the misterius author 🐐: tenang bg nanti bab tertentu ada saingan Clarissa bg 🤣
total 1 replies
Manusia Biasa
seperti biasa🗿
Manusia Biasa
iyalah boss, untuk rakyat jelata kaya kita kita bisa buat generasi beberapa keluarga itu😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!