NovelToon NovelToon
LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: ꧁Diajeng rini꧂

Elara Safira Nirmala hanyalah gadis yatim piatu biasa di dunia modern, ia ditinggal oleh orang tuanya sejak kecil dan dia tinggal di kos-kos an sederhana di salah satu kota. Pagi itu Elara hanya ingin pergi ke sekolahnya tetapi ada suatu yang terjadi padanya, ada sebuah tragedi membuatnya terbangun sebagai Elara Mirabel Astoria, lady terbuang dan tak berguna di kerajaan kuno, dengan kemampuan modern yang canggung dan komentar sarkastiknya Elara harus bertahan di tengah drama keluarga bangsawan, intrik politik, dan mungkin sedikit cinta yang tak terduga. Langsung baca aja yuk ceritanya daripada penasaran!!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ꧁Diajeng rini꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Tepat di depan pintu kereta kuda yang megah langkah Elara pun terhenti. Dia melihat Rhea yang berdiri kaku seperti manekin toko baju baja dan Kaelen yang memasang wajah formal khas putra mahkota yang sedang jaga image di depan Mansion Astoria.

Elara menghela napas panjang "Aduh ini kita mau pergi petualangan ap mau upacara bendera sih? Kaku amat kaya kanebo kering"

Kaelen menoleh lalu melihat ke sekeliling. Setelah memastikan jarak mereka sudah cukup jauh dari jangkauan telinga Duke Alaric dan antek-anteknya,

(waittt, author keinget 'HEIII ANTEK-ANTEK ASING' ngga becanda, lanjut-lanjut) 

"Rhea Mina" panggil Pangeran Kaelen.

"Ya Yang Mulia Pangeran?" sahut keduanya serempak, Rhea dengan nada tegas sedangkan Mina dengan nada riang dan agak santai sedikit atau seupil, ngga terlalu kaku-kaku amat seperti Rhea.

"Selama perjalanan ini lupakan protokol istana" ucap Kaelen sambil melonggarkan kerah kemejanya sedikit "Jangan panggil aku Yang Mulia atau Pitra Mahkota, panggil aja Pangeran Kaelen jika kita sedang tidak di depan umum. Dan kamu Elara..." Kaelen menatap Elara "Berhentilah bersikap seolah aku ini patung keramat yang harus disembah"

Mina langsung bersorak kecil "Aseek, brarti saya boleh panggil Kak Kaelen ngga? Biar lokal dikit gitu hehe"

Rhea melirik Mina dengan tatapan maut "Mina jaga lisanmu. Pangeran bilang jangan formal bukan berarti kau boleh jadi kurang ajar"

"Yah Rhea kok gitu, padahal kan biar akrab aja gitu" gerutu Mina sambil mengerucutkan bibirnya.

Elara nyengir lebar dan dia menepuk bahu Kaelen dengan akrab, tindakan yang kalau dilihat bangsawan lain pasti bakal bikin mereka pingsan di tempat "Nah gitu dong Pangeran, kalau kaku terus nanti tulang nya bunyi krek gitu, lagian perjalanan kita kan jauh masa mau diem-dieman kaya musuhan kan ngga azekk aja gitu ya ngga?"

Kaelen hanya bisa menggelengkan kepala melihat tangan Elara di bahunya "Aku sudah menduga kau akan mengambil keuntungan dari kata-kataku secepat ini Elara"

"Hehe mumpung dapet izin gratisan" sahut Elara enteng "Ya udah ayo masuk, aku udah nyiapin daftar pertanyaan buat Mina soal gosip istana dan daftar permintaan buat Rhea supaya ngga terlalu galak"

"Daftar permintaan saya?" Rhea menaikkan sebelah alisnya.

"Iya poin pertama yaitu Rhea harus senyum minimal sekali sehari biar aku bisa liat muka mu yang maniez itu" canda Elara sambil melompat masuk ke dalam kereta.

Rhea hanya bisa menghela napas sementara Mina sudah tertawa terpingkal-pingkal sambil menyusul Elara masuk. Kaelen berdiri paling akhir menatap pintu keretanya sejenak sebelum tersenyum tipis, senyuman tulus yang jarang dia tunjukkan di istana.

"Sepertinya ini akan jadi perjalanan paling berisik dalam sejarah hidupku" gumam Kaelen pelan lalu ikut masuk ke dalam.

Di dalam kereta kuda yang luas dan empuk suasana yang seharusnya tenang dan berwibawa khas bangsawan mendadak berubah jadi seperti pasar pagi. Elara duduk berhadapan dengan Mina sementara Pangeran Kaelen duduk berhadapan dengan Rhea yang duduk tegak dengan ekspresi sedatar papan gilasan. Bisa dibilang Elara disamping Pangeran.

"Jadi Mina... serius Prajurit itu bilang gitu sama si Lilian?" Elara bertanya sambil asyik mengunyah cupcake pemberian Xander yang entah bagaimana sudah dia selundupkan ke dalam kereta secara diam-diam seperti biasa. Bahkan Pangeran bingung kenapa bisa ada cupcake di keretanya.

"Serius Lady" Mina menjawab dengan gerakan tangan yang heboh "Katanya dia sampai naik ke atas jeruji besi sambil teriak-teriak panggil 'Ayah Ayah', padahal Duke kan lagi sibuk pucet di rumah, prajuritnya sampai pake penyumbat telinga saking berisiknya!"

Elara tertawa sampai tersedak remahan cupcake "Bwahaha gila gila, day satu anak manja di penjara"

Kaelen berdehem pelan mencoba mengembalikan martabat kekaisaran yang mulai luntur "Elara bisakah kau fokus sebentar? Perjalanan ke desa ini tidak mudah, kita akan melewati hutan yang punya distorsi ruang"

Elara menoleh ke Kaelen dengan mulut masih penuh roti "Distorsi apa Pangeran? Distorsi gitar?"

Kaelen memijat keningnya "Distorsi ruang, kau bisa tersesat selamanya kalau tidak waspada"

"Tenang aja Pangeran" Mina menyela sambil mengeluarkan sebuah kristal kecil "Saya kan penyihir kalau kita nyasar saya tinggal bikin portal balik ke pasar di ibukota kerajaan buat belanja, aman aman!"

Rhea yang sedari tadi diam akhirnya bersuara "Mina, portal bukan untuk belanja dan Lady, singkirkan remahan roti itu dari gaun Anda, itu merusak estetika"

"Galak amat sih Rhea" gumam Elara sambil membersihkan gaunnya asal-asalan "Eh Pangeran, kakek pahlawan ini orangnya kaya gimana sih? Jangan-jangan kaya di cerita-cerita yang jenggotnya nyampe lantai terus kalau ngomong pakai teka-teki?"

Kaelen menatap ke luar jendela "Dia sulit dijelaskan, dia orang yang sangat benci pada kebisingan dan orang-orang yang tidak serius"

Elara langsung terdiam sesaat lalu menatap Mina. Mereka berdua saling pandang selama tiga detik sebelum akhirnya kompak nyengir lebar.

"Wah pas banget" bisik Elara "Aku kan orangnya serius banget"

"Saya dukung Lady!" Mina berbisik balik sambil high five.

Rhea menghela napas panjang, mungkin untuk yang keseratus kalinya sejak mereka berangkat. Sementara itu Kaelen mulai merasa bahwa membawa Elara menemui gurunya adalah keputusan yang mungkin akan mengakhiri masa pensiun tenang sang Pahlawan Dunia dengan serangan jantung.

Tiba-tiba kereta berguncang hebat. Suhu di dalam ruangan mendadak turun drastis dan kabut putih mulai merayap masuk lewat celah pintu.

"Kita sampai, kita akan cari dimana kakek itu berada" ucap Rhea sambil

menghunuskan pedang pendeknya dengan kilat.

Elara buru-buru menelan potongan roti terakhirnya "Oke waktunya ketemu kakek sakti, semoga aja dia ngga minta mahar satu miliar ya buat ngajarin aku sihir, minimal 2 miliar lah aku kan ngga semurah itu"

___

Suasana di ruang kerja Duke Alaric saat ini terasa sangat berat seolah udara di sana baru saja disedot habis. Aroma cerutu mahal dan bau kertas tua biasanya memberikan ketenangan bagi sang Duke tapi tidak kali ini.

Duke Alaric duduk di kursi kebesarannya lalu menatap kosong ke arah pintu yang tadi dilewati Elara dengan penuh keangkuhan. Di hadapannya, Julian dan Duchess Beatrice duduk dengan wajah yang masih menunjukkan sisa-sisa keterkejutan.

"Kalian merasakannya juga kan?" suara Duke Alaric memecah keheningan rendah dan parau.

"Merasakan apa Ayah?" Julian bertanya sambil masih memegang sapu tangan untuk membersihkan noda kopi di kemejanya akibat tersedak ejekan Elara tadi.

"Elara" ucap Duke pendek. Dia menggebrak meja pelan "Dia bukan Elara yang kita kenal selama belasan tahun ini, Elara yang dulu adalah gadis yang bahkan takut menatap mata kita, dia pengecut, lemah dn selalu gemetar jika aku meninggikan suara, tapi tadi..."

"Dia berani menatap kita seolah kita ini serangga yang mengganggu jalannya" Duchess Beatrice menimpali dengan suara bergetar karena marah sekaligus bingung "Cara dia bicara dan caranya tersenyum itu bukan tatapan seorang gadis yang tidak punya mana, itu seperti tatapan seseorang yang merasa dirinya memegang kendali atas segalanya"

Julian mengepalkan tangannya di atas paha "Benar Ayah, tadi saat aku ingin membentaknya tapi ada sesuatu di matanya yang membuatku ragu seolah-olah jika aku menyentuhnya sesuatu yang mengerikan akan terjadi, dan jangan lupakan pelayan-pelayan itu, Pangeran Kaelen benar-benar melindunginya seperti dia adalah aset paling berharga di kekaisaran"

Duke Alaric berdiri berjalan menuju jendela yang menghadap ke arah kereta Pangeran tadi pergi "Itu yang membuatku agak takut, Elara tiba-tiba menjadi sangat berani tepat saat Pangeran Mahkota mulai memperhatikannya, apakah selama ini dia hanya berakting? Apakah dia menyembunyikan sesuatu yang besar dari kita selama ini?"

"Mana mungkin Ayah!" Julian membantah dengan keras pendapatAyahnya itu"Dia itu cacat! Kita sudah mengeceknya ribuan kali sejak dia lahir, dia tidak punya setetes pun aliran mana Ayah"

"Lalu bagaimana kau menjelaskan keberaniannya?" Duke berbalik dengan kilat di matanya "Bagaimana gadis cacat itu bisa membuat Pangeran Mahkota tunduk dan malah menahan Lilian? Dia bahkan tidak menangis saat kita mengancamnya kemarin, dia justru...dia justru terlihat menikmati kekacauan ini"

1
Pa Muhsid
linggis itu linggis
Diajeng rini: hai kakk jangan lupa tunggu kelanjutannya yaa
total 1 replies
aku
sumpahmu basi li 😌 krn yg kluar dr mulutmu cm bau jigong 🤣
Diajeng rini: hai kakkk jangan lupa baca kelanjutannya yaaa
total 1 replies
aku
beneran iq ndlosor kluarga siji ki. udh kyk gt loh pdhl sifate 😌 msh d blg kesayangan 🙄 😌
aku: kan yg nulis anda autooooorr 😭😭 napa jd ikut heran 🤣🤣🤣
total 2 replies
Pa Muhsid
awokawok
Pa Muhsid
jangan sampai ada plot cinta segi tiga
Pa Muhsid
Xander tor chemistry nya dapat di Xander kalo kaelen dari awal seperti,,,, teman👯👯👯 asik aja gak ada feel nya
Diajeng rini: YAKANNNNNNN, tunggu aja kelanjutannya gimana, kira2 xander atau kaelen😍
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🗿
Diajeng rini
makasiiii🫶🫶🫶🫶
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* moga-moga nggak ada genre haramnya
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* hancurkan dan bumi hanguskan wanita murahan itu
Diajeng rini: ahahahah😭😭
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 👍
McBos
pilih Kaisar Udin aja thor
Diajeng rini: haha udin
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* up
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Smile/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🙂
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Shy/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
McBos
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
McBos
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
McBos
ingat komen ya kalau suka~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!