NovelToon NovelToon
Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Sugar daddy / Obsesi / Tamat
Popularitas:64.5k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Dipertemukan lagi dengan mantan sugar daddy nya secara tidak terduga membuat Bryssa Kalysandra menginginkan laki-laki yang pernah dengan sengaja ia tinggalkan itu, untuk sekali lagi memilikinya.

Terdengar egois dan sangat tidak tahu diri memang, pasalnya laki-laki yang pernah dekat dan membiayai sekolah semasa SMA nya itu kini sudah menjadi pacar sang kaka.

Nyatanya, itu tidak menjadi penghalang bagi Bryssa, 2 Tahun tidak bertemu dengan Davion Sakya Maharu ternyata banyak yang berubah, laki-laki tampan, matang, dan mapan itu membuat Bryssa merasa sedikit gila, tidak rela sekalipun Davion bersama dengan kakanya. Tetapi Davion yang sekarang tidak semudah itu untuk ditaklukan. Bryssa harus berjuang lebih untuk mendapatkan cinta pertamanya lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mejemput Bryssa

Sejak pertemuannya dengan Amora 1 tahun lalu, hubungan keduanya kembali membaik dengan saling mengirim kabar. Meski jauh, tetapi Bryssa seakan tahu bagaimana kehidupan Amora di sana, juga sebaliknya.

Dan hari ini Bryssa sudah disibukan dengan mengemasi barang-barang yang akan ia bawa pulang ke Indonesia, rencananya hanya beberapa hari saja saat ia sedang cuti dari rutinitas kegiatan kerja dan kuliah.

"Jangan lama-lama ya Bry, nggak ada lo ngga asik," ujar Cisel ikut membantu Bryssa mengemas barang dan pakaian.

"Tergantung sih, kalau di sana gue dapet-"

"Bentar Bry," sela Cisel mengangkat telepon dari omnya.

Sampai detik ini Cisel masih difase berontak dengan orang tuanya, baik Cisel sendiri atau pun kedua orang tuanya tidak ada yang mau mengalah, Bryssa sudah sering menyuruh Cisel untuk pulang dan mengobrol baik-baik dengan orang tuanya, tetapi sikap keras kepala Cisel sepertinya memang meniru dari kedua orang tuanya.

"Bry, gue harus pergi sekarang, lo kasih kabar ya nanti kalau udah take off."

Cisel beranjak dari duduknya, menyambar tas miliknya dan segera mencium pipi Bryssa sampai membuat Bryssa mendelik kesal.

"Najis," umpat Bryssa mendapat kekehan dari Cisel.

"Najis-najis, ntar juga lo kangen gue di sana, bye cantik," pamit Cisel mendapat lambain tangan Bryssa.

"Udahan Sel, ngambek lama-lama sama ortu durhaka tau!" teriak Bryssa mendapat kekehan Cisel yang masih terdengar, meski sosoknya sudah tidak terlihat lagi.

Setelah kepergian Cisel, Bryssa kembali melanjutkan mengemasi barang-barangnya, ponsel di sebelahnya bergetar, sebuah pesan dari orang yang tidak disangka akan menghubunginya.

"Oke Bry, kita liat apa lagi yang ibu negara ini inginkan."

Sasa kamu kamu pulang? Selama di sini jangan bikin masalah ya? Kakak kamu sekarang sudah bahagia dengan pasangannya, jangan berpikir dia akan selalu manjain kamu terus

Bryssa mendesah pelan setelah membaca pesan yang Linda kirimkan, tanpa mengurangi rasa hormatnya, Bryssa sengaja membalas pesan tersebut, namun sangat singkat sekali.

Ya

Hanya satu kata yang sangat singkat Bryssa kirimkan, tetapi itu sudah sangat mewakili peringatan dari Linda padanya.

"Nggak ngerti lagi gue sama mama Linda, beliau ngga tau apa ya kalau gue ini sekarang seleb?" gumam Bryssa menggeleng, detik berikutnya Bryssa bergidik sendiri dengan apa yang baru saja diucapkannya.

"Gila, udah gila gue gara-gara mamanya kak Mora," ujar Bryssa lagi menaruh ponsel miliknya.

Sore ini Bryssa sudah berada di bandara, keberangkatannya tinggal menunggu menit lagi. Di sebelahnya ada seorang cowok yang kedatangannya cukup mencuri perhatian di sekeliling Bryssa.

Elgan sengaja datang dan bahkan menemani Bryssa sampai pesawat gadis itu pergi nanti.

"Kabari gue kalau udah sampai," ujar Elgan mendapat anggukan dan senyuman dari Bryssa.

"Siap pak bos," balasnya membuat Elgan gemas sendiri rasanya dengan reaksi sederhana Bryssa.

Elgan tidak tahan untuk tidak mengacak puncuk rambut Bryssa, dan Elgan benar-benar melakukannya, apa lagi respon Bryssa yang tersenyum sangat manis setelah Elgan melakukannya.

Hal itu justru membuat Elgan semakin enggan untuk melepas gadis itu, meski Bryssa masih membentengi dirinya sangat kokoh Selama ini, sudah banyak yang Elgan lakukan untuk Bryssa, namun benteng gadis itu masih sangat kokoh, entah laki-laki beruntung siapa sampai membuat Bryssa enggan membuka hati untuk yang lain.

"Gue duluan ya. Kalau lo ke indo kabari aja."

Setelah kepergian Bryssa, Elgan masih berdiri di tempatnya semula, menatap pesawat Bryssa yang semakin terlihat kecil dari pandangannya. Sudut bibirnya tertarik ke atas dengan pandangan masih pada satu objek yang sama.

"Gue pasti susul lo ke indo Bry," gumam Elgan sangat percaya diri.

Di tempat lain. Amora sibuk memasak makanan kesukaan Bryssa sedari tadi siang. Bahkan Amora sengaja ambil cuti untuk beberapa hari agar bisa menghabiskan waktu bersama Bryssa.

Kesibukan Amora itu membuat Linda menatap kesal Amora.

"Kamu ini jangan terlalu kelelahan Ra, kan bisa pesan makanan aja," ujar Linda membuat Amora menoleh. Lalu menggeleng dengan senyuman tipis.

"Nggak bisa dong ma, Sasa mau pulang masa makanannya pesan? Aku udah nggak sabar banget ketemu sama Sasa."

Linda mendesah kesal, lalu membalikan tubuhnya, tetapi sebelum kepergiannya beliau sempat mengatakan sesuatu yang cukup membuat Amora merasa tidak nyaman.

"Jangan terlalu memanjakan dia, sudah seharusnya dia tau siapa dia sebenarnya, Sasa sudah cukup dewasa untuk tau."

Amora terdiam beberapa saat, ia paham kenapa mamanya sedikit berbeda setiap kali membahas tentang Bryssa, namun Amora juga tidak mungkin berterus terang sekarang, Amora takut Bryssa akan kecewa atau marah. Selagi semua masih baik-baik saja, menurut Amora bukankah lebih baik disembunyikan saja?

Tetapi akhir-akhir ini mamanya sangat keras kepala sekali ingin memberitahu Bryssa.

"Ehem."

Amora terkejut melihat Davion yang tiba-tiba datang dengan membawa paper bag berisi makanan.

"Pak Dav, tiba-tiba banget datang nggak ngabari?"

Davion semakin mendekat, berdiri tidak jauh dari Amora dengan memperhatikan kegiatan gadis itu.

"Ternyata nggak ada bu menjer di kantor sepi juga."

Amora tertawa renyah, ia melirik Davion yang juga sedang menatapnya.

"Gombalan macam apa itu?" ledek Amora tidak membuat Davion menciut.

Laki-laki itu justru ikut menertawai dirinya, tetapi masih melanjutkan godaannya pada Amora.

"Aku kalau lagi sama kamu gini berasa muda lagi."

Kali ini Amora menghentikan kegiatannya, menatap Davion dengan seksama.

Terhitung sudah 10 bulan sejak keduanya mencoba untuk menjalin hubungan yang serius, tidak ada acara tembak menembak atau ungkapan dari Davion pada Amora, tetapi ajakan Davion pada waktu itu entah kenapa membuat hati Amora yang pada dasarnya sudah tertarik dengan Davion luluh.

"Makan dulu Ara, kamu sepertinya terlalu sibuk sampai melupakan makan."

Amora mengangguk, ia memang terlalu sibuk menyiapkan makanan untuk kepulangan Bryssa, sampai ia lupa dengan dirinya sendiri.

"Baiklah, makasih Dav," ujar Amora diangguki Davion.

"Jam berapa adikmu sampai?" tanya Davion seketika membuat Amora yang sedang sibuk mengunyah langsung menegang.

"Ya Tuhan, 1 jam lagi Sasa datang, aku sampai lupa menjemputnya ke bandara."

Amora akan beranjak dari duduknya berniat menjemput Bryssa, namun dengan segera Davion cegah.

"Tidak, kamu tetap lanjutkan makanmu, biar aku dan sopirku yang menjemputnya," ujar Davion diangguki Amora.

"Kamu tidak sedang sibuk?" tanya Amora memastikan.

Davion menggeleng, ia melirik jam dan memegang pundak Amora dengan pelan namum penuh kasih.

"Aku ke bandara sekarang, kamu lanjutkan makanmu," ujarnya sebelum kepergiannya.

Amora kembali melanjutkan makannya, sudut bibirnya tertarik ke atas menyadari sikap perhatian Davion padanya, bahkan Davion datang disaaat ia butuh bantuan sekarang.

"Makasih Dav."

1
Lestary Tri
kak riri. i lope u kak . . semangat nulis cerita" yg bagus lainnya . sehat" kak . .
nunggu cerita yg baru , beralih ke alsa dan gerald lagi ahh . . ❤️
Ayu Rahayu
/Good//Good//Good//Good//Good/
Herman Lim
harus ada extra part ne min , selalu di tgg karya baru nya
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
l lope yu kak❤️❤️💪💪
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
kasih extra part kak riri, mnimal kek Alsha smpe punya anak trs baru dehh END hihi..
💥💚 Sany ❤💕
Makasih ya Thoor dan kasih bonus. 🥰🥰
💥💚 Sany ❤💕
Mom Yossy masih aja blom bisa menerima. Cinta gak bisa dipaksa Mom..., lagian Dav dah dewasa biarkan dia menentukan hidupnya. Mom cukup melihat dan mengarahkan disaat dia salah aja.
💥💚 Sany ❤💕
Yang penting Ara dah berdamai dengan semuanya dan melepaskan apa yg seharusnya. Berharap Ara bertemu jodoh yang gak kalah dari Dav.
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😘 kereen 😘 terimakasih 🥰
Herman Lim
akhir bry BS bahagia setelah di kecewa kan sama keluarga sdr
Herman Lim
dav u srh bry pake mulut aneh bgt sih u apa g ans tahan dl sampe sah 🤪🤪
Herman Lim: harus cepat² di kawinkan ne Thor bahaya kllo tiap hari diajak mandi bareng bs² bunting anak org
total 2 replies
💥💚 Sany ❤💕
Mentang2 mau melangkah ke jenjang yang sah, eeehh... mulut si Dav gak pakek filter lagi, semua lolos tanpa editan 🤣🤣🤣
💥💚 Sany ❤💕: Iya emang, perlu di rukyah biar otaknya benar 😂😂
total 2 replies
Herman Lim
dav sabar Napa masak diperawanin di kamar mandi sih
Dian Rahmawati
😄😄😄
💥💚 Sany ❤💕
Sah kan aja dulu Dav... jangan main nyicil terus.... takutnya kebablasan 🤣
dwi alfiah
inget om blm sah ngk boleh yg aneh aneh
💥💚 Sany ❤💕
Ibarat kata, berpikirlah sebelum bertindak. Karena kesalahan ortu Bry, 3 wanita tersakiti, Mom Linda, Ara dan yg paling sakit Bry. Terlahir dalam lebel anak haram meskipun gak tertulis, kebencian dari Mom Linda dan harus mengalah dalam segala hal.
💥💚 Sany ❤💕
Benar Ara, bertahan dan berjuang untuk apa kalo tidak diharapkan. Cinta tidak bisa dipaksakan, dia bertahta dengan sendirinya. Malah akan lebih sakit kalo mencintai sendiri tanpa ada balasan, lepaskan Dav... suatu saat kamu pasti dapat pengganti yang benar-benar tulus mencintaimu.
💥💚 Sany ❤💕
Jujur ya, meskipun gak mudah diposisi Mom Linda tapi yang salah itu suami Mom dan mamanya Bry. Jangan limpahkan semuanya ke Bry, dia juga berharap lahir dari kluarga seperti itu. Tapi takdir gak ada yg bisa nolak.
💥💚 Sany ❤💕
Kasian Bry, mentang2 anak yang gak diharapkan dia harus selalu ngalah. Gak gitu juga kamus nya Mom...., sudah cukup sakit yg dia rasa. Seharusnya Anda tanya ma Dav... apa Bry yang merebut dia dari Ara ato sebaliknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!