18+ SESUAIKAN BACAAN DENGAN USIA!
Disaat tuntutan hidup terus mendesaknya, Alana memutuskan untuk menukar dirinya dengan harta. diatas pernikahan kontrak Alana berhasil merubah hidupnya dalam sekejap.
"Kau boleh melakukan apapun, selama aku menjadi istrimu dan kau terus memanjakanku dengan kekayaan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
Alana terus melompat-lompat diatas ranjang kegirangan. tumpukan dan lembaran uang berserakan disekelilingnya. wanita itu meraih dan melempar uang tersebut keudara sambil berteriak, "Aku kaya..." jerit Alana.
Alana memang benar-benar tengah merasakan kebahagiaan. lantaran dalam hitungan minggu foto cantiknya sudah terpasang dimajalah terkenal dunia. karna hal tersebutlah Alana berhasil meraih bayaran dengan harga fantastis.
Alana meraih ponsel. ia meraih dan memfoto majalah tersebut untuk ia pamerkan kepada sang Ibu. Alana pikir ini cukup membungkam mulut Monica dan para kerabat yang selalu meragukannya.
"Huft," Wanita cantik itu menghembuskan. nafas lega. beruntung Nathan sedang ditugaskan diluar kota sekarang. itu sebabnya Alana bisa tidur diatas tumpukan dan hamparan uang hasil pencapaiannya sendiri atas bantuan Nathan.
Drt... Drt...
Mata Alana membulat begitu melirik kearah ponsel yang bergetar. "Nathan!"
Alana cemas, sekelilinganya begitu banyak uang yang berserakan. dengan cepat wanita itu mengumpulkan uang tersebut agar Nathan tidak melihat hal gila yang ia lakuka. melalu panggilan video.
Alana berdehem, ia memasamg raut wajah manis dengan pandangan mengarah kelayar ponsel. "Kenapa? kau merindukanku?" tanya Alana menjawab panggilan.
Nathan menyeringai. Alana memang sangatlah menggemaskan. ia selalu bisa membuat pria tersebut kegelian atas tindakan narsisnya.
"Kau sedang apa?"
Alana menelan salivanya, ia terlihat gugup kemudian menjawab. "Aku sedang... aku..." Alana meraih remot televisi dengan cepat, "Menonton televisi."
Dengan mulut sedikit terbuka, Alana terkejut melihat tayangan gosip dari televisi tersebut. wanita itu mendengus menatap sang suami dengan garang dilayar ponsel.
"Bodoh! apa kau tidak bisa menampik gosip itu," gerutu Alana kesal.
"Aku tidak memiliki banyak waktu untuk menanggapi media," Sahut Nathan santai.
Merasa jengah dengan jawaban Nathan yang menurutnya ambigu. Alana dengan kesal langsung memutuskan panggilan itu secara sepihak. sungguh ia sudah sangat sering membahas hal ini dengan suaminya. meskipun keduanya tidak saling memiliki perasaan, Alana sudah menambah satu syarat dalam perjanjian tersebut. jika keduanya harus saling menghargai pernikahan rahasia tersebut.
Di tempat lain setelah Alana memutuskan panggilan dari Nathan secara sepihak. pria itu heran, ia pun merasa tidak terima dengan tindakan Alana. berulang kali Nathan mencoba kembali menghubungi istrinya tersebut. berulang kali juga Alana menolaknya.
"Si*al," Nathan mengumpat jengkel saat dirinya mulai berhenti untuk menghubungi istrinya.
Kunjungan bisnis yang Nathan lakukan sekarang berjalan seperti biasanya. tidak betah berlama-lama dikota orang lain. Nathan terus membantah fakta yang ia sembunyikan dalam hatinya. ia terus membantah kenyataan jika setiap detik, menit, jamnya pria tersebut selalu merindukan Alana.
"Tidakah kau takut jika istrimu akan meninggalkanmu setelah ia menguras semua hartamu?" tanya Juan diselingi candaan.
Nathan terkekeh, ia menyalakan pemantik rokok, kemudian menghisapk roko tersebut dan menghebuskan asapnya ke udara. "Kita sudah sepakat untuk saling meninggalkan, dan itu akan terjadi."
"Alana sudah berhasil mendapatkan keinginannya. bahkan tidak sedikit tawaran iklan ingin menggunakannya sebagai bintang ambasador," Ucap Juan memancing.
"Biarkan saja. selama dia tidak melanggar kontrak aku tidak keberatan dengan apa yang Alana lakukan." sahut Nathan santai.
Juan menatap tajam kearah Nathan, "Tidak kah kau cemburu jika Alana didekati oleh pria lain? semacam rekan kerja atau yang lainnya."
"Tidak!" tegas Nathan spontan meninggikan suara.
"Kau yakin?"
"Tentu saja!"
Juan mengerutkan dahinya heran, "Kenapa kau berteriak padaku?"
Nathan membisu. wajahnya terlihat kaku. bola matanya terus bergerak kesana kemari seperti orang yang sedang terintimidasi. "Eu mungkin aku... aku hanya..."
"Atau jangan-jangan," Juan menatap curiga sambil menunjuk Nathan. "Kau jatuh cinta pada, Alana."
"Bodoh! itu tidak mungkin. aku dan Alana sudah sepakat jika hal ini hanya perjanjian kontrak, tidak mungkin aku melanggar syarat yang aku ajukan sendiri." gerutu Nathan.
Juan menggelengkan kepalanya dengan raut wajah datar. "Aku rasa kau akan melanggar syarat itu, dan bersiaplah. Alana akan menertawakanmu jika hal itu benar-benar terjadi."
"Tidak! itu tidak akan terjadi."
"Bersiaplah, Nathan." ucap Juan meledek.
Merasa kesal dengan ocehan temannya tersebut. Nathan langsung melempar bantal sofa dan memukulkannya berulang-ulang kepada Juan.
"Bodoh, tidak waras hentikan." pekik Juan, saat dirinya terus diserang oleh bantal yang Nathan pukulkan.
Terkadang mereka memang terlihat sangat formal jika dalam lingkungan dan jam pekerjaan. diluar hal itu mereka terlihat santai seperti teman atau sahabat pada umumnya.
jangan lupa mampir di loser man ya semuanya. 🔥🔥🔥🔥 panas dan bikin merinding sih tapi ceritanya juga bagus. yuk cuss mampir di karya mak . makasih semua
kenapa eh kenapa berjud itu haram??
eh malah nyanyi lagu pak aji rhoma pulak wkwkkwk
satu pesan untuk kalian berdua...Nathan n Alana...kalau cinta jangan gengsi...perjanjian kontrak hanya antara klen berdua tohh???udindut alias udaaah langgar tabrak libas gelinding ajaaaaa.....ciyus dehh dengerin kaya uwekkkk