Di suatu tempat yang indah dan megah, terdengar suara kicauan sepasang suami-istri sedang meributkan hal yang sama setiap harinya.
"Ada hubungan apa kamu dengan dia?" tanya sang istri penuh rasa curiga.
"Please, Sayang. Hentikan kecurigaanmu ini! Aku sangat lelah mendengar tuduhan yang tidak masuk akal itu!" sahut sang suami.
Pintu terbuka lebar, bersamaan masuknya seorang anak laki-laki yang terlihat sangat datar.
"Stop Mom, Dad! Sudah berapa kali aku bilang kita itu harus akur. Jadi, please ... Jangan hancurkan kebahagiaanku!"
Awal mula kehidupan mereka terasa begitu hangat, membuat keluarga lain menjadi iri. Akan tetapi, tiba-tiba saja badai datang menghancurkan dinding rumah tangga secara perlahan.
Akankah impian sang anak bisa terwujud, atau dia akan menjadi anak broken home?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mphoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengungkapkan Perasaan
Tanpa di sadari, Becca terkejut saat Rio menceritakan awal mula kenapa dia menikahi istrinya masih dalam keadaan setengah mencintainya.
Becca benar-benar tidak menyangka kalau Ria telah mencintainya pada masa itu, sampai saat menikahi istrinya pun. Rio masih terus mengingat Becca. Hanya saja, istrinya yang benar-benar tulus menemani Rio mampu membuat air mata Becca mengalir deras.
Semenjak Becca menemukan pasangan yaitu Gala, dia pun langsung hilang bagaikan di telan bumi. Tanpa memberikan kabar kepada sahabatnya itu.
Pada saat itu Becca kembali ke Indonesia untuk melangsungkan pernikahan dengan Gala. Sementara Rio sama sekali tidak pernah mendengar satu katapun dari Becca mengenai Gala.
Becca memang tipe wanita yang tidak pernah menceritakan tentang dunia percintaannya pada Rio. Dia selalu menutup rapat tentang kehidupannya, sehingga Rio mengenal Becca juga tidak sepenuhnya.
Bagi Rio, Becca hanyalah wanita kecil yang menggemaskan, rajin dan juga sangat ramah. Meski dia sering kali marah ketika di persulitkan oleh tugasnya, tetapi Becca selalu bisa menyelesaikan semuanya sendiri tanpa bantuan siapapun.
Padahal banyak mahasiswa/i yang seperti sudah menerka-nerka, bila hubungan Rio dan Becca akan lebih romantis jika mereka menikah.
Namun, nyatanya semua salah. Becca menghilang dan kembali muncul dengan kabar kalau dia sudah menikah, tepat di akun media sosialnya yang sudah hilang sejak lama.
Dari situlah Rio berusaha untuk kembali melanjutkan hidupnya, walau bayang-bayang akan Becca selalu teringat di isi kepalanya.
Sampai akhirnya, dia menemukan wanita yang sangat baik kurang lebih 11 12 sama Becca. Sayangnya, semua itu tidak bertahan lama.
Lagi-lagi, di saat Rio sudah sepenuhnya mencintai istrinya dia harus menjalani kehidupan dunia percintaan yang sangat menyakitkan. Akan tetapi, dia tetap harus kuat karena ada peri kecil yang saat ini sudah berusia 5 tahun.
Maka dari itu, entah mengapa di saat Rio sudah bisa melupakan semua yang terjadi. Kini dia harus kembali pertemukan oleh Becca, dalam keadaan Becca seperti sedang menghadapi masalah besar.
"Ka-kak, Kakak seriusan mengatakan semua itu? Se-sejak kapan Kakak menaruh hati padaku?" tanya Becca, masih sangat syok.
"Sejak aku mulai menjadi sahabatmu, di saat itu aku merasa ada yang berbeda. Akan tetapi, aku menghargai persahabatan kita. Jadi, aku tidak ingin merusaknya. Sampai seketika, kamu menghilang entah kemana. Dari situ aku merasa sangat bod*doh, kenapa aku tidak berani mengungkapkan semua perasaanku padamu."
"Kamu malah harus pergi dariku dengan cara diam-diam, lalu menikah tanpa memberitahuku terlebih dulu. Hanya saja, aku tetap mendoakan demi kebahagiaanmu dan keluarga kecilmu."
"Makannya aku memutuskan beberapa tahun setelah hatiku mulai membaik dan aku juga menemukan wanita yang sangat tulus. Di saat itu juga aku tidak akan menyia-nyikan waktu lagi, aku langsung menikahinya dalam waktu dekat."
"Aku sangat bersyukur, ketika aku menceritakan semuanya tentangmu pada istriku. Dia sama sekali tidak marah, malah dia ingin sekali bertemu denganmu. Akan tetapi dia harus bertemu denganmu dengan cara seperti ini."
"Sebelumnya aku minta maaf bila kata-kataku terlalu frontal, aku tidak bisa lagi menyembunyikan semua ini darimu. Jadi sekali lagi maaf, tapi tenang saja. Perasaan itu berlaku ketika kita di Spanyol bukan di sini hehe ...."
Rio terus mengukirkan senyuman demi menutupi rasa sakit di dalam hatinya. Becca paham, sekuat apapun Rio saat ini. Sorotan matanya tidak bisa membohongi semua rasa sakit yang Rio alami selama ini.
"Lantas kenapa Kakak bisa ada di sini? Terus kenapa istri Kakak di makam 'kan di sini?" tanya Becca sambil menghapus air matanya sendiri.
"Istriku orang sini, makannya aku menikah di sini. Sedangkan kamu tahu aku tidak punya siapa-siapa, dan istriku pun telah kehilangan Ayahnya sejak kecil, lalu Ibunya pun meninggal di pernikahan kami yang ke-2 tahun. Jadi, kami memutuskan untuk tetap tinggal di sini untuk membesarkan putri kami." jawab Rio.
Becca menganggukan kepalanya, lalu dia mengusap basu nisan yang bertuliskan nama mendiang istri Rio. Becca berusaha memperkenalkan dirinya dan mengutarakan rasa kagumnya terhadap perjuangannya.
Rasanya Becca ingin sekali menjadi wanita yang kuat sepertinya, tetapi Becca tidak bisa. Luka yang ada di dalam hatinya, telah berhasil mengukir sebuah dendam yang akan Becca jalani demi untuk membuat Gala merasakan apa yang dia rasakan berkali-kali lipat.
Tak lama terdengar suara geludug yang cukup keras, hingga langit yang tadinya berwarna biru kini telah berubah menjadi sangat gelap. Pertanda bahwa hujan deras sebentar lagi akan turun, membahasi bumi.
Rio segera mengajak Becca untuk pulang. Sebab, cuaca yang seperti ini pasti tidak akan baik jika mereka masih berada di luar. Apa lagi angin yang kencang benar-benar pertanda, kalau hujan yang akan turun sepertinya hujan badai.
Tanpa berlama-lama Becca dan Rio pun pamit kepada makam mendiang istrinya, lalu mereka pun berlari kecil menuju mobil. Lantaran hujan rintik-rintik mulai turun satu persatu.
Namun, ketika mereka sudah berhasil berada di dalam mobil, tiba-tiba saja hujan langsung turun sangat deras.
"Hahhh, untung kita sudah di dalam mobil ya, Kak. Kalau tidak bajuku bisa-bisa basah semua hihi ...." ucap Becca, terkekeh sambil menepis-nepis bajunyayang sedikit basah.
"Hehe, maaf ya. Nanti lain kali kita ke sini lagi, kalau kamu belum puas. Yang penting sekarang aku akan antar kamu pulang ke rumah dulu ya, gimana?" tanya Rio, menoleh ke arah Becca.
"Nanti saja, Kak. Kita makan dulu ya, aku laper." sahut Becca, seakan-akan mengalihkan pembicaraan Rio.
Sementara Rio yang sudah tahu, hanya bisa menganggukan kepalanya. Kemudian dia mulai menyalakan mobilnya dan menerobos hujan angin yang sedikit mengerikan menuju sebuah Restoran yang tidak jauh dari tempat pemakaman.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung