NovelToon NovelToon
SECRET BABY

SECRET BABY

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Anak Genius / Pernikahan Kilat / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:624.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sensen_se.

Follow IG @Sensen_se

Tak kunjung hamil, Sofia harus menerima hinaan, cacian, gunjingan dari suami beserta keluarganya. Sofia tidak tahan, ia kabur setelah tepat dua tahun pernikahannya.

Reza Reynaldi—suami Sofia menganggap, wanita itu tidak akan pernah bisa bertahan dengan kerasnya hidup di luar sana. Karena selama ini, Sofia hanya menjadi ibu rumah tangga saja.

Siapa sangka, mereka dipertemukan lagi 8 tahun kemudian, dalam kondisi yang berbeda. Sofia menjadi wanita karir yang hebat didampingi seorang anak kecil berusia 7 tahun yang memiliki talenta luar biasa.

Penyesalan besar pun seketika merajai hati Reza, ketika tahu bahwa itu darah dagingnya. Ia bertekad untuk mengejar cinta Sofia lagi.

Akankah mereka bisa bersatu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sensen_se., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Sabar, Ma!

“Ah, kamu harus segera makan, minum obat biar cepat sembuh.” Sofia mengalihkan pembicaraan, beranjak berdiri lalu segera mengambil bubur yang sudah disediakan untuk Nino.

Sofia menaikkan sedikit ranjang pasien Nino, agar posisinya setengah duduk. Dengan telaten, wanita itu menyuapi putranya sedikit demi sedikit.

“Habis ini Papa juga disuapin ya, Ma,” celetuk Reza yang sedari tadi terus mengamati Sofia. Sungguh, netranya berbinar melihat pemandangan indah di depannya.

“Makan sendiri ‘kan bisa? Punya tangan ‘kan?” sahut Sofia dengan ketus.

“Tapi tangan Papa ‘kan sakit, Ma. Itu ada infusnya.” Nino menyela.

Reza tersenyum smirk mendapat dukungan dari putranya. Ia mengaduh sembari memeluk lengan kanannya, berlebihan memang. Tapi ia ingin menarik simpati ibu dan anak itu. “Iya nih, Nino bener. Aduh, sakit banget.”

Sofia berdecak kasar, bibirnya mengerut disertai embusan napas berat. Bagaimana pun, lelaki itu telah kehilangan banyak darah demi putranya, “Ya, sabar!” ucapnya tanpa menoleh.

Nino menatap sang ayah, dua lelaki itu saling melempar senyum penuh kemenangan. Buru-buru Nino menelan setiap suapan Sofia sampai tandas. Ia tidak sabar ingin segera sembuh. “Obatnya, Ma,” pinta Nino menggebu.

Setelah meletakkan mangkuk kosong, Sofia menuangkan obat cair pada sendok yang disediakan. Dua jenis obat pun sudah masuk ke tubuh Nino. Wajah anak itu sudah tidak sepucat saat pertama datang ke rumah sakit.

“Udah, Ma. Sekarang giliran papa,” pinta Nino dengan senyum manisnya. Mana bisa Sofia menolak.

Sudah ada sup daging dengan sedikit nasi, bubur kacang hijau dan potongan buah-buahan yang disediakan oleh pihak rumah sakit khusus untuk Reza. Tanpa banyak bicara, Sofia membuka satu persatu plastik wrapping yang membungkus setiap mangkuk dan piring.

“Mmm,” gumam Sofia menyodorkan sendok penuh makanan ke mulut Reza.

Reza tak langsung membuka mulutnya, menatap lekat-lekat wajah cantik yang selalu menari dalam ingatannya. Hatinya menghangat karena bisa sedekat ini dengan Sofia.

“Ayo buka mulutnya, Mas. Kalau nggak jadi aku nih yang makan!” geram Sofia karena Reza tak kunjung membuka mulut.

“Sabar, Ma. Papa ‘kan lagi sakit,” celetuk Nino menyandarkan kepala, namun tatapannya mengarah pada ranjang sang ayah.

Sofia menghela napas panjang untuk mengurai kesabarannya. Jika saja tidak ada Nino, ia pun malas melakukannya.

“Sabar, Ma,” ujar Reza tertawa lalu mulai melahap makanan dari tangan Sofia.

Begitu manis, hatinya seperti dihujani ribuan bunga. Dalam hati ia berterima kasih berulang kali pada Nino. Di balik kesakitan Nino, ternyata bisa semakin mendekatkan lagi pada keluarganya.

“Dasar manja!” umpat Sofia bersuara pelan, hanya didengar oleh Reza.

“Jangan cemberut gitu, kamu makin cantik. Sepertinya dulu mataku buta karena tidak pernah melihat kecantikanmu," goda Reza sama sekali tak mengalihkan pandangan dari wanita itu.

Sofia menjadi salah tingkah, namun karena ingin segera berakhir, ia tetap menahan diri agar semua makanan segera habis dan tugasnya selesai. Pujian Reza sama sekali tidak bisa menyentuh hatinya. Ia hanya gugup karena terus ditatap Reza sedari tadi.

“Nih, buahnya nggak perlu disuapin ‘kan?” tukas Sofia meletakkan nampan di pangkuan Reza.

“Terima kasih, Sayang,” ujar Reza menampilkan senyum lebarnya.

Sofia justru mencebikkan bibir, telinganya merasa aneh mendengar panggilan itu. Dering ponsel Reza, memecah kecanggungan di antara mereka. Ia menoleh pada Sofia.

“Apa?” tanya wanita itu.

“Tolong ambilin, aku nggak bisa,” pinta Reza.

“Astaga, Mas! Kenapa kamu jadi manja gini sih! Menyebalkan!" decaknya meraih jas di atas nakas dan menyerahkan benda pipih itu pada Reza.

"Sabar, Ma!" cetus Nino kembali mengingatkan.  

“Istirahat lagi ya,” ucap Sofia pada Nino, membenarkan posisinya dan menaikkan selimut hingga ke dada. “Cepet sembuh, Sayang,” lanjutnya meninggalkan kecupan di kening Nino.

“Mama jangan sedih, Nino pasti segera sembuh!”

“Iya, Mama percaya.” Sofia membelai puncak kepala Nino sampai ia memejamkan mata.

Sofia tak sengaja dengar percakapan Reza. Meski terlihat tak peduli. Ia tahu, jika penelepon itu adalah Yani, menanyakan keberadaannya. Dan setelah itu, Sofia menyingkir. Perutnya sedari tadi keroncongan minta diisi. Ia baru bisa makan dengan lega, setelah melihat Nino mulai membaik.

...\=\=\=\=\=ooo\=\=\=\=\=...

Malam harinya, transfusi darah sudah dihentikan. Hasil lab darah Nino cukup mengejutkan, karena semua kembali normal. Tinggal pemulihan saja.

Reza sebenarnya masih lemah, tetapi ia menguatkan diri untuk menyusul Sofia yang duduk di sofa sambil menatap serius layar laptopnya.

“Kenapa bangun? Istirahatlah, kata dokter besok  Mas sudah bisa pulang,” ucap Sofia tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptopnya.

“Tidak, aku masih ingin di sini bersama putraku,” tolak Reza, menyandarkan punggung dan kepalanya.

“Memangnya kamu nggak kerja apa? Perasaan sering absen,” tegur wanita itu.

“Enggak, aku sudah dipecat.”

Perkataan Reza sontak membuat Sofia menoleh, kedua alisnya saling bertautan. “Dipecat? Kok bisa?” tanyanya terkejut.

Bersambung~

1
Yus Nita
bak kata pepatah y..
buah jatuh gakjauh dati pohon ny
Yus Nita
bantu jawab y nino
itu orng stress yggaknerima kenyataan 😃😃😃
Yus Nita
preetttt...
Yus Nita
mampis lo kan Reza. .
Yus Nita
anak dan ibu sama saja kelakuan n
mirissssss
Yus Nita
ini model suami yg di rindu kan Neraka.
jijik melihat istri yg menutuo aurat ny.
maalah bangga dengan yg memperronton kan tubuh ny pada orang lain.
Katherina Ajawaila
Reza, ngk salah tuh nyebut lg sofia ku, jijik x, ngimpi ya
Katherina Ajawaila
sombong nua jd suami, ngk mikir makmur nya suami itu juga pasti karnaseport istri, kalau suami mau jujur y
Yuliana Purnomo
ceritanya mau menjebak Sofia,, hahahah kalah telak yani,, yg ke jebak anknya sendiri
Yuliana Purnomo
kalau reza cerdik,, selama seminggu bersama Nino,, ambil kek rambut nya untuk tes DNA,, kalau dia penasaran Nino anak siapa?
Yuliana Purnomo
ampun ampun deketin ank kecil,, haknada kalem. kalemnya yaa disangka penculik lah
Yuliana Purnomo
kalah sm anaknya (Reza) ,, pengertian nya tingkat dewa walaupun masih kecil
Yuliana Purnomo
karakter reza emang sepayah itu yaa,, walaupun udah pisah lama,, tapi kog masihh aja egois nya ituuu looh
Yuliana Purnomo
haleeeehh sekarng aja nyebut Sofia ku,,, kemarin kmren ngapain aja bung
Yuliana Purnomo
halaahhhhh reza reza,, kasep kamu baru menyadari betapa pentingnya kehadiran istri mu
Yuliana Purnomo
tunggu aja,, gak lama lagi kamu bakalan menyesal
Adelia Rahma
Luar biasa
Mazree Gati
UNTUNG BACA ENDINYA DULU,, RUJUK,, MENGECEWAKAN
@ni
t o p b g t ❤️❤️❤️❤️❤️
Omha Achun
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!