NovelToon NovelToon
My Baby And My Savior Lord

My Baby And My Savior Lord

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Romansa
Popularitas:208.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: iraurah

Aderald Brixton, pengusaha ternama yang tiba-tiba saja dicegat mobilnya oleh seorang wanita hamil dengan pakaian berlumuran darah.

Raut ketakutan dari wanita itu membuat aderald mau tak mau harus membawa si wanita demi menyelamatkan dua orang nyawa sekaligus.

"Tolong bawa aku Tuan!! Bayi ku harus selamat...!"

Apakah yang terjadi? Dan siapakah wanita tersebut? Akankah peristiwa itu membawa mereka kedalam sebuah kehidupan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Peka!

Pukul 13.00 Aderald tampak baru saja selesai makan siang, pria itu meminum segelas air untuk mengakhiri santap siangnya.

Aderald berduduk sebentar sebelum melanjutkan pekerjaan, ia membuka ponsel untuk mengecek pesan yang masuk.

Ada banyak pesan yang belum ia balas, Aderald terlalu malas membukanya satu-persatu, ia justru membuka nomor seseorang yang tak lain adalah Dona.

Mereka belum pernah melakukan telpon atau berbalas pesan singkat, wajar saja Dona baru memiliki nomornya tadi malam.

Dilihat Dona aktif lima menit yang lalu, Aderald jadi penasaran apa yang tengah dilakukan Dona sekarang. Apakah dia merasa bosan di mansion, apakah Dona hanya berdiam di kamar saja? Tidakkah wanita itu ingin memiliki kegiatan lain?

Dugaan-dugaan itu membuat Aderald ingin menghubungi Dona lewat ponselnya, tapi... Apa yang harus ia katakan setelah Dona mengangkat telepon itu? Pasti Dona akan bertanya ada apa, dan tentu Aderald harus menjawabnya dengan logis.

"Hufttt...... Mungkin aku bisa sedikit basa-basi saja" gumam Aderald memutuskan untuk menghubungi Dona.

Ketika tombol hijau itu sudah ditekan, perasaan Aderald mendadak berdebar! Pikirannya tiba-tiba kosong dan tidak tau apa yang harus dikatakan saat Dona mengangkat sambungan tersebut.

"Kenapa aku ini?! Sebaiknya aku matikan saja teleponnya" merasa tak menentu Aderald pun berubah pikiran, ia memilih memutuskan sambungan telepon sebelum Dona menerima panggilan darinya.

Namun belum sempat Aderald menekan tombol merah di layar handphone miliknya, suara Dona sudah muncul di balik smartphone tersebut.

"Hallo...."

Aderald tersentak mendengar suara Dona, jarinya terbang di udara pada saat Aderald hendak menutup telepon.

"Hallo Aderald....."

Aderald menelan ludah kasar, ia belum mampu membuka suara. Aderald terlalu tegang untuk sekedar melakukan basa-basi. Tetapi ia juga tak bisa membiarkan Dona terus berbicara sendiri.

"H-hallo....." Balas Aderald.

"Iya Aderald, ada apa?" Suara lembut itu menenangkan sedikit jiwa Aderald yang grogi, begitu halus meski hanya bisa didengar melalui sambungan telepon.

"Aderald??" Lagi-lagi Aderald membuat Dona menunggu di seberang sana.

"Sudah makan?" Refleks Aderald berkata demikian, sudah tidak tau lagi harus berkata apa.

"Sudah, setengah jam yang lalu" jawab Dona.

"Ohh..." Aderald malah ber-oh ria, membuat ia kembali dibuat bingung dengan percakapan ini.

"Kenapa? Kau pasti mau mengingatkan aku untuk minum obat lagi ya? Jangan khawatir, aku sudah meminum obatnya" seru Dona menebak alasan Aderald menghubungi dirinya.

Mendengar itu Aderald pun pura-pura mengiyakan seolah ia memang berniat mengingatkan Dona akan jadwal minum obatnya.

"I-iya, aku memang berniat seperti itu. Syukurlah jika memang kau tidak lupa" Aderald berakting seperti benar-benar bermaksud demikian.

"Iya, aku sudah memasang pengingat lewat ponsel agar tidak lupa minum obat serta vitamin sampai habis" tambah Dona.

"Baguslah jika begitu"

Keheningan pun mulai menerpa lagi obrolan mereka, Aderald menggigit bibir bawahnya gusar, tak ada topik lagi untuk dibahas tapi rasanya Aderald masih ingin obrolan ini tetap berlanjut.

"Kau masih di kantor?" Rupanya kali ini Dona yang membuka suara.

Kelopak mata Aderald langsung terbuka dengan kilatan semangat yang terpancar dari matanya.

"Iya! Aku baru menyelesaikan makan siang" jawab Aderald cepat.

"Makan siang bersama siapa?" Tanya Dona lagi.

"Sendiri, aku selalu makan siang di kantor"

"Oh... Begitu rupanya, aku pikir kau sedang makan siang dengan Aksa" cetus Dona mengira.

Tatapan Aderald langsung berubah seketika, ekspresi mukanya pun terlihat sangat tidak menyukai kata-kata Dona.

"Aksa?? Memangnya kenapa aku harus makan siang dengan dia?!" Ketus Aderald sebal.

"Tidak kenapa-napa sih... Tapi mungkin saja kau merasa kesepian jika hanya makan siang seorang diri, lebih baik ajak Aksa makan bersama" ujar Dona memberi saran.

Aderald makin tidak suka dengan pembahasan ini, Dona selalu membawa Aksa dalam percakapan mereka. Apakah asistennya itu dekat dengan Dona? Sejak kapan?! Kenapa ia tidak tahu-menahu tentang ini?!!

"Aku lebih suka seperti ini" tutur Aderald bernada kesal, namun sepertinya Dona tidak menyadari akan hal tersebut.

"Emm... Begitu ya. Tidak masalah, itu juga bukan sesuatu yang buruk. Oh ya.... Kau pulang jam berapa?" Tanya Dona mengalihkan topik pembicaraan.

"Kenapa? Kau ingin aku segera pulang?"

"T-tidak, aku hanya bertanya saja" sergah Dona.

Mendengar itu Aderald mood Aderald tambah berantakan, kenapa Dona terlalu menjawab pertanyaannya dengan jujur?!! Tidakkah wanita itu sedikit berdusta untuk menyenangkan hatinya. Hahhh..... Percuma saja, Dona tidak akan tau suasana hati Aderald saat ini.

"Tidak tau! Aku banyak pekerjaan disini" entah kenapa Aderald berhadap Dona membujuknya untuk pulang lebih awal setelah berkata seperti itu.

Tapi harapan Aderald hanyalah mimpi belaka, memang salah ia terlalu berharap tinggi pada perempuan satu ini.

"Baiklah, selamat bekerja" balas Dona singkat.

Tanpa banyak bicara Aderald lantas mematikan telepon tidak peduli jika ia tidak berpamitan sebelum mengakhiri percakapan mereka.

"Dasar tidak peka!"

***

Sedangkan di mansion, Dona sempat dibuat kebingungan ketika telepon itu ditutup tanpa aba-aba.

"Ditutup? Ku kira dia akan bertanya lagi" gumam Dona menatap layar ponsel.

Dona menggeleng beberapa kali, lalu meletakkan ponselnya di atas nakas.

Selepas itu Dona berbaring di ranjang mengistirahatkan tubuhnya yang sudah semakin berat saja, di usapnya perut besar itu dengan kedua lengan diiringi gerakan lembut yang bergerak kesana-kemari.

"Tiga bulan lagi, kamu akan lagi ke dunia. Akankah waktu berjalan dengan cepat atau mungkin... Sebaliknya?" Lirih Dona pada sang calon bayi.

Ada keinginan untuk segera melihat putranya lahir, keinginan yang sudah ia dambakan semenjak mendapati kalau ia tengah mengandung seorang anak.

Tapi juga ada ketakutan terbesar ketika ia tak bisa membuat putranya tersenyum dengan kehidupan mereka yang seperti sekarang ini.

Belum seratus persen yakin bisa menjadi orang tua yang baik, bukan hanya menjadi seorang Ibu... Tapi juga menjadi sosok Ayah sekaligus.

Dengan apa ia harus menghidupi bayinya? Dengan siapa bayinya ketika ia mencari nafkah? Itulah yang Dona pikiran.

Haruskah.... Ia kembali pada keluarganya?

Apa tanggapan mereka ketika Dona datang membawa seorang bayi?

Mungkinkan keduanya akan diterima dengan tangan terbuka?

Sangat kecil kemungkinan itu bisa terjadi, Dona sudah membuat yang lain kecewa semenjak ia meninggalkan tempat dimana dirinya dibesarkan.

Dimana tempat Dona dan bayinya berlindung nanti? Haruskah ia merepotkan Aderald lagi? Meminta segala kebutuhan Dona dan bayinya pada pria tersebut.

Pria itu juga punya kehidupan sendiri, Dona sudah berjanji akan pergi ketika bayinya lahir, dan disaat itu juga Dona tak ingin mengandalkan Aderald dengan segala masalah hidup Dona.

Tapi... Bisakah Dona melakukanya?

Dona menunduk memandang perut besar tersebut, terlalu banyak masalah hingga membuatnya terus memikirkan sesuatu yang bisa beresiko pada sang bayi.

"Untuk saat ini tumbuhlah dengan sehat ya, nak. Apapun ke depannya akan Ibu usahakan supaya kamu bisa hidup dengan tentram"

1
Nelly oktavia
d tungu episode
Jingga Pelangi
kamu kmana aja torrr
uni_riva
lah/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
uni_riva
astaga aderald pikiran mu/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
uni_riva
apakah hubungan dona & javis tak di restui kah sampe di kejar2 bgtu??
uni_riva
mampir thoorr
Selvia Dora Pakpahan
lanjut thor
keke global
lanjutannya mana kakak
falea sezi
kok. G lanjut uda end kah
Queenfans Angelfans: 𝒂𝒚𝒐 𝒅𝒐𝒏𝒈 𝒖𝒑 𝒍𝒂𝒈𝒊 𝒎𝒂𝒔𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝒎𝒂𝒖 𝒅𝒊 𝒈𝒂𝒏𝒕𝒖𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒎𝒂
total 2 replies
Queenfans Angelfans
ᥣᥲmᥲ 𝗍һ᥆r
keke global
dona yg digombalin, aku yg meleleh
keke global
aderald nih blm prnh pcrn ap gmn... romantis tp kayak lepas banget
ardiana dili
lanjut
Una_awa
bisa aja kata² nya, gimana Dona gak tambah meleleh, aderald tambah pintar aja ngegombal 😁
ardiana dili
lanjut
keke global
novel sekeren ini.. yuk ramaikam gaes...aku suka sama karakter aderald dan ayahnya.. gak gegabah
ardiana dili
lanjut
Una_awa
semoga saja Dona dan aderald bisa menikah dan hidup bahagia.
Queenfans Angelfans
ᥴіᥱᥱᥱ
Queenfans Angelfans
һᥲᥡ᥆᥆ mᥲᥒᥲ іᥒі ᥙ⍴ᥒᥡᥲ
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!