Leon angga reksa mencintai Zafi laulani remaja polos yang ternyata kekasih Arief angga reksa adik kandungnya sendri, malam yang gelap menjadi saksi sakitnya hati Leon melihat wanita yang di cintai di tunang oleh adiknya. Akankah Leon mengalah dengan Arief adiknya? atau sebaliknya dia akan merebutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Welga Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KAU HANYA MILIKU. . . MILIKU. .!!
Kau hanya miliku. . . miliku. . !!
...****************...
Kangen - kangenan di warnai oleh kericuhan dan kecurigaan, cemburu, namun mereka tidak bosa saling melepas, itulah cinta. belum saling memiliki tapi harus di mengerti.
Hari ini adalah harivperpisahan di sekolahanya Zha, orang tia Zha, tidak bisa mendampingi, dan di wakilkan pada Arief, Arief senang mendengarnya ini adalah momen langka dia menghadiri acara kekasihnya, tadinya Zha mau membrontak, tapi tidak apalah, cuman satu hari.
Mita dan Zha, adalah salah satu pemeran pertunjukan derama langsung masuk kedalam, sedangkan Arief duduk sendiri, momen ini tidak di lewatkan oleh si Ima ulat keket untuk mendekati Arief, dia duduk di dekat Arief.
Arief yang di dekati merasa risih tapi tidak enak kalau harus langsung pergi. acara demi acara telah di lewati sekarang tinggal pertunjukan drama, Zha sebagai pemeran utama, cerita putri salju melakukan adegan terahir saat dia pingsan akan di cium sang pangeran.
Tapi drama itu membuat Arief cemburu dan. .
" Stop " teriak Arief, saat Zha akan di cium Reo lawan mainya.
Semua mata tertuju pada Arief heran melihat Arief yang langsung menghentikan adeganya, Arief langsung berdiri dan menaiki panggung.
" Dia istriku, jadi aku saja yang mewakili menciumnya, aku tidak nau ada pria menyentuhnya " semua mata tertuju padanya, Zha pun merasa malu, sebenarnya ciuman itu cuman adegan bukan nyata, tapi Arief sudah terlanjur tersulut api cemburu.
Arief langsung mencium Zha, semua orang bertepuk tangan, Zha pipinya memerah seperti tomat, merasakan malu.
" Deramanya bagus, ada tambahan pemeran, putrinya cantik pangeranya ganteng dengan pangeran gaya kekinian " teriak salah seorang.
Setelah itu acara demi acaranya telah usai Zha telah ganti baju, dan siap memarahi Arief.
" Rif, apa maksudmu dwngan semua ini hah !?" tanya Zha.
" Kenapa Zha ? aku cuman tidak rela kamu di cium orang lain " kata Arief.
" Aku tidak di cium Arief, hanya adegan yang tidak akan nempel ?" kata Zha.
" Siapa suruh ?" tanya Arief.
" Turun harga diriku, semua orang tahu kalau bibirku kamu cium ?" kata Zha.
" Kamu tahu Zha, kenapa aku lakuin itu ?" kata Arief, dan Zha menggeleng.
Aroef menarik lengan Zha, dan membawa ke pelukanya.
" Kau hanya miliku. . . miliku, paham !" kata Arief.
Zha mengangguk paham, " ya sudah, kita makan dulu, di mana pengawalmu ?" tanya Arief sambil mencari keberadaan Mita dan Adi.
" Itu " kata Zha, sambil menunjuk Mita dan Adi yang ngumpet di pohon pucuk merah di dekatnya.
" Awas ada ulat bulu ?" Teriak Arief.
Mita langsung teriak jingkat naik ke gendongan Adi, membuat Arief dan Zha rmtertawa.
" Penjahat kamu Rif, bukanya kamu yang tadi didekati sama ulat keket si Ima itu ?" kata Mita kesel.
" Lumayan dong . ." kata Zha.
" Kayaknya ada yang cemburu lagi " Kata Arief menggoda Zha.
" Katanya cemburu tanda sayang karena tidak mau kehilangan " jawab Zha, membuat Arief semakin gemes, dan mencium keningnya.
Zha sama Arief memang romantis, tapi tidak pernah melewati batas kewajaran, peluk, dan cium kening atau pucuk kepala, tidak pernah melewati itu.
" Zom kita makan " Kata Zha, pakai logat boboy boy.
" Zoom " jawab Mita.
Mereka keluar dari pekarangan sekolahan dan mengendarai sepeda motornya sepasang sepasang meluncur ke warung makan mbok Warmi langgananya.
...****************...
Esoknya Arief berangkat kampur, setelah sepuluh hari hanya online, tapi di sambut dengan kiting, sepertinya ada masalah pada mereka berdua, atau karena Zha ?
Arief datang langsung menonjok kiting.
" Apa yang kau katakan sama Zha ?" tekan Arief pada kiting.
Sedangkan kiting hanya senyum sinis dan mengelap darah di ujung bibirnya karena tonjokan Arief tadi. semua siswi yang sudah datang melihat Arief, yang baru datang sudah emosi.
" Kalau kamu suka sama Zha ambil secara jantan, tidak usah adu domba " Kata Arief.
" Kau yang sudah tidak jantan Rif, aku hanya menyekamatkan Zha dari laki-laki bajingan sepertimu " kata kiting.
" Maksudmu Susi, kalau kau mau Susi ambilah " kata Arief.
" Aku tidak mau sisamu, makanya aku menginginkan Zha yang baru " ketus kiting.
" Asal kamu tahu ting, aku tidak pernah menyentuhnya " tekan Arief.
" Tidak usah munafik kamu Rif, dia sendiri yang cerita, kalau kamu yang nengambil kehormatanya pertama kali " cerita kiting.
" Oh jadi sumber masalahnya begitu, lain kali cari tahu dulu sebelum mengadu ?" kata Arief.
Bght. . .
Bught. .
Bught
Arief dan si kiting berantem tanpa henti, tidak ada yang bisa menghentikanya.
" Dengar ya ting, sampai aku matipun tidak akan Zha ku berikan padamu, karena kau sang kasanova " kata Arief.
" Mending kasanova, kalau kamu hanya menghancurkan masa depan wanita !" teiak kiting.
Selpi teman Arief tahu kalau Arief emosi, dia jadi ingat Zha dan kirim pesan padanya.
[ Zha Arief berantem, tolong posahin dia ?"] pesan Selpi.
Zha yang masih di sekolahan langsung kaget, dan segera membawa bodyguarnya Mita dan Adi agar segera ke kampus Arief.
[ Iya kak, aku segera ke situ ] balas Zha.
Ternyata tadi malam kiting kirim pesan setelah memdapat aduan dari Susi, kalau dia sudah di nodai oleh Arief, dan Arief tidak mau bertanggung jawab.
Zha yang mendapat pesan itu, langsung kirim pesan pada Arief dan marah, sehingga membuat arief marah pada kiting.
Di ruang dekan Arief dan kiting masih di nasehati.
" Arief baru datang sudah bikin masalah, kalian ini teman kenapa berantem ? seperti apa cewek yang bernama Zha itu, secantik apa dia ? " kata Dekan.
" Dia tunanganku pak, tapi kiting yang selalu ganggu hubungan kami " teriak Arief.
" Bapak, sudah tidak mau dengar pertengkaran kalian, sebentar lagi kalian wisuda, kalian saya scor dan kerjakan tugas dalam bidang bisnis kalian dalam jangka satu minggu " teriak dekan.
Ahirnya setelah mendapat pencerahan Arief dan kiting boleh keluar mereka mendapat scor, masih saling menatap sinis dua sahabat itu.
Saat keluar Arief berpapasan dengan Susi dengan senyum licik.
" Sepuluh wanita sepertimu, aku tidak akan tergoda hai wanita licik " kata Arief sambil menunjuk wajah Susi.
" Kita lihat saja Rif, bocah ingusan itu pasti akan meninggalkanmu " jawab Susi.
" jangan kurang ajar kamu " Arief hampir menampar Susi, untung Zha sudah datang, menahan tangan Arief.
" Jangan Rif, jangan sakiti wanita, jangan main tangan dengan wanita, karena wanita tidak bisa di kasar, jika kau ingin membalasnya, balaslah dengan lembut " ceramah Zha membuat Arief luluh.
" Kamu tdak marah lagi kan ? " tanya Arief pada Zha, Zha geleng kepala.
" Khan kamu yang bilang, aku hanya milikmu, milikmu, dan kau hanya miliku. . . miliku " kata Zha menuding dadanya dan dada Arief.
" Terima kasih sayang " kata Arief, sambil memeluk Zha, susi yang melihatnya cukup gerah.
nikah sama kakaknya
omongan Zha jadi nyata 🤭