Jihan wanita yang mencintai suami Anita. Tapi, Ia mendekati Anita untuk mencari tahu, apa sebab Angga bisa menyukai dirinya. Lama kelamaan, Jihan dan Anita justru bersahabat, dengan sebuah rahasia yang rumit.
Anita yang tak mengetahui posisi Jihan, begitu senang ketika mendapatkan seorang sahabat baru. Yang bahkan, satu server ketika mengobrolkan mengenai kekasih dan suami mereka.
Bagaimana ketika Anita tahu, ketika pria yang Jihan cintai adalah suaminya? Dan bahkan tanpa sadar, Anita mendukung Jihan untuk mendapatkan lelaki itu untuk menjadi miliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
"Yang ini aja, buat Babynya Lina." ucap Anita, dengan memegang sebuah stroler selepas puas bermain.
"Ini Mas beli, ya?" tanya Angga.
"Buat apa? Kita belum punya bayi."
"Ngga papa, beli aja. Di simpen buat kapan-kapan." jawabnya lagi.
Anita hanya menghela nafas panjang menatap kelakuan sang suami. Meski sebenarnya sedih, tapi Ia berusaha tetap senyum dengannya. Sang pramuniaga pun, mungkin terasa aneh pada tingkah mereka berdua.
" Bungkusin ya, Mba."
" Baik, Bu."
Kini mereka telah ada di toko pakaian bayi. Giliran Anita yang mampir dan melihat-lihat di dalamnya. Memegang pakaian bayi dan anak-anak yang dipajang di patung, dan beberapa perlengkapan lainnya.
"Mau hadiahin apa lagi? Kayaknya kalau pakaian bayi, mereka cukup deh." ucap Angga.
"Engga, Mas... Cuma pengen lihat-lihat aja." jawab Anita dengan mata nanar.
Angga merangkul dan mengelus pundak Anita dengan lembut, dan berbisik padanya, "Kalau pengen, beli aja. Ngga papa kok. Anggep aja simpenan, jika suatu saat kita di beri kepercayaan."
Wajah Anita pun berubah cerah, lalu mengambil beberapa perlengkapan bayi yang begitu lucu menurutnya.
"Meski baru menjadi penghuni lemari, setidaknya ini adalah bukti jika kami menunggunya." ucapnya dalam hati.
Begitu banyak barang dalam genggaman mereka saat ini. Terutama barang yang di beli oleh Anita. Tapi, mereka begitu tampak bahagia, meski akan jadi tertawaan yang lain jika tahu akan hal ini.
" Astaga... Kalian kenapa beli barang bayi banyak banget?" tanya Mama sukma.
"Ngga tahu, pengen aja." jawab Anita.
"Ini.... Bukan buat kado semua 'kan?"
"Kadonya cuma stroler, Ma. Yang lain itu barang yang kami beli. Apalagi Ita, tuh banyak banget." sahut Angga.
Mama sukma yang sekarang menghela nafas dengan tingkah mereka. Aneh, konyol, dan apalagi yang pantas di sebutkan.
"Terserahlah... Yang penting kalian bahagia. Tapi ingat ya, Nak. Harus tetep sabar dan ikhlas. Kita akan terus berjuang." bisik Mama sukma di telinga Anita.
Anita langsung membawa semua benda itu ke kamar, lalu membentangnya di tempat tidur. Ia pun memotretnya satu persatu.
" Kenapa di potoin? "tanya Angga.
" Mau buat story."
"Sayang, nanti temen-temen yang lihat malah ngetawain kamu."
"Ngga papa mereka ketawa, setidaknya ada beberapa yang memberi doa baik buat kita." harap Anita.
Dan terang saja. Setelah story nya Ia terbitkan, Hpnya begitu ramai berbunyi. Mereka semua bertanya, dan beberapa langsung memberi doa terbaik untuk Intan dan keluarga. Diantara mereka, ada Jihan pula yang bertanya.
"Kak, hamil?"
"Hehe, belum sayang. Itu tadi belanja kado, malah beli sendiri. Ngga tahu buat kapan." jawab Anita, dengan emoticon tertawa.
"Ya ampun, Kak. Ku kira beneran, sudah ikut bahagia aku."
"Doakan yang terbaik buat kami, ya? Semoga segera di jabah." balas Anita.
Jihan hanya membalas lagi dengan emoticon Love bertubi-tubi untuknya. Membuat hati Anita lumayan senang, meski sebenarnya masih begitu sedih.
***
Jihan menggenggam Hpnya, mendekapkan ke dadanya. Sejenak terasa takut, dan bahkan pedih. Ketika Ia membayangkan, jika benar Anita hamil dan akan memiliki seorang anak dari Angga.
"Ya, jika anak itu ada di antara mereka. Akankah, kamu meninggalkan aku, Mas? Karena, hidup kalian akan begitu lengkap, dan aku tak kau perlukan lagi nantinya." gumamnya dalam hati.
Ia mulai di bayang-bayangi rasa takut akan di tinggalkan. Meski Ia tahu, itu adalah hak Angga atas hubungan mereka yang tak resmi. Walau Ia tahu, akan seberapa sakit rasanya.
" Baru gambar, dan bukan asli. Tapi sudah sesakit ini."
ortu tuh gk perlu ikut campur urusan rmh tangga ank.
bs kacau.
pdhl kn ita tersiksa yo tertekan.
angga kudu tegas wlwpun itu mama nya.
akoh s7 sm sifat angga...👍
mpe kapok ogah pijetan lg...
trs pasrah aj dah..
ank tuh kn rezeki..
eh..hamil ternyta..wlw lama tp hamil jg kok...
stlah sekian purnama akoh lewati...😊
br nemu crita mu lg thor..✌
ttp mndukung semua karyamu thor..
sehat2 yo..💪👍