NovelToon NovelToon
AKU Bukan Lagi PUTRI

AKU Bukan Lagi PUTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:534k
Nilai: 4.9
Nama Author: pipik sukirno

Kisah seorang gadis yang demi menyelamatkan orang lain harus rela kehilangan ingatannya termasuk identitas dirinya namun justru membuatnya mendapatkan identitas baru yang kemudian merubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipik sukirno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 19

Bunga mekar memenuhi taman..

Embun menguap seiring terik yang menerpa..

Sang surya tak pernah lelah mengitari bumi..

Mengejar malam yang enggan bertemu..

Dunia terus berubah..

Tapi mengapa ?

Mengapa kau masih saja berdiam disatu tempat..

Salju mulai turun menutupi taman..

Bangunlah ! Tertawalah !

Agar taman ini kembali bermekaran..

***

" Belilah beberapa makanan dan minumam. " Perintah Lin pada Doni yang masih sibuk memasang hiasan pohon natal.

" Baik tuan. " Jawab Doni menurut.

" Beli apa saja sesukamu. " Kata Lin lagi sembari menyodorkan black credit card miliknya itu.

Dengan setengah ragu Doni menerimanya, lalu pergi untuk melaksanakan perintah dari tuannya itu. Sementara Lin Fengyin memulai celotehnya seperti biasanya.

Tak berapa lama Doni telah kembali dengan membawa beberapa makanan dan minuman ditangannya. Ia segera menatanya dimeja.

" Makanannya sudah siap, tuan. " Ujarnya kemudian.

Lin segera berdiri dan jalan menghampiri Doni yang sudah duduk dengan santai diatas sofa.

" Hanya ini yang kau dapat dari kartu kredit unlimited ku ?" Tanya Lin heran.

" Saya sangat bingung apa yang harus saya beli, tuan. Jadi saya memuuskan untuk membeli yang biasa saya dan teman-teman kuliah saya beli saat natal saja. " Jawab Doni meringis.

" Ayam ? Dan cola ? Seharusnya kau membeli beberala kaleng bir. Kenapa hanya cola ?" Tanya Lin jengkel.

" Saya fikir tidak baik meminum alkohol didepan nona yang masih koma, tuan. " Jawab Doni menunduk sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

" Masuk akal juga. Tapi kenapa hanya ayam ? Setidaknya tambahkan Tangculiji* juga, atau Lan Ji Zi** pedas. " Protesnya.

" Maaf, tuan. " Jawab Doni merasa bersalah.

" Sudahlah, pesan antar saja. " Ujar Lin pasrah.

" Baik, tuan. " Jawab Doni menurut.

Doni segera mengambil ponselnya untuk memesan beberapa makanan lagi sesuai perintah Lin. 15 menit kemudian makanan yang mereka pesan pun tiba.

Merekapun menyantap makanan itu sambil membahas beberapa masalah pekerjaan maupun pribadi hingga larut malam. Doni yang sudah kekenyangan akhirnya menyerah dan tertidur diatas sofa dengan pulasnya. Sementara Lin Fengyin kembali duduk disisi ranjang menemani Putri.

Diambilnya bingkisan kado yang tadi dibawanya untuk ditunjukkan pada Putri yang bahkan tidak bisa melihatnya.

" Saya membelikanmu kado natal, semoga kamu suka ya. " Ujarnya.

Dibukanya bingkisan itu dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara berisik.

Setelah terbuka, Lin Fengyin menekan tombol dibagian bawah lentera itu sehingga alunan musik yang lembut dan menenagkan hati pun keluar dari dalamnya. Sangat tenang dan menyejukkan hati. Seakan mampu menjernihkan hati dan fikiran yang sedang risau.

Seiring musik itu terputar, Lin Fengyin mengingat kembali saat pertama kali dia bertemu dengan Putri. Saat Putri dengan keras kepalanya memaksa untuk menolongnya, sampai harus mempertaruhkan nyawanya. Dan malam-malam setelahnya yang ia lewati dengan menemani Putri di rumah sakit.

Tiba-tiba Lin Fengyin teringan dengan obrolannya dengan mamanya saat ia berkunjung kerumah orang tuanya.

" Bagaimana kondisi gadis itu saat ini, nak ?" Tanya mamanya.

" Masih sama dengan saat terakhir kali mama melihatnya. " Jawab Lin murung.

" Gadis yang malang. " Gumam mamanya " Semoga dia lekas bangun jadi tidak perlu lagi menyiksa anak mama ini. " Ujarnya kemudian.

" Apa yang kau katakan Ma ? Yin tidak pernah merasa tersiksa hanya katena harus menemani dia setiap malam, justru sebaliknya. " Jawab Lin mematahkan kata-kata mamanya.

" Sebaliknya ?" Tanya mamanya heran.

" Betul Ma, selama ini Yin selalu datang setiap malam bukan untuk menemani dia, tapi mencari dia untuk menemani Yin. Yin hanya membayarnya dengan memberikan dia bunga setiap hari atau memutarkan banyak lagu untuk dia. Tapi lepas dari itu, Yin sebenarnya hanya mengganggu dia untuk memaksanya mendengarkan bermacam masalah yang Yin alami hari itu. Pastinya itu adalah hak yang membosankan. Tapi Yin tidak mau perduli akan hal itu. Karena hanya saat disana didekatnya Yin merasa lebih lega. Seakan masalah-masalah yang Yin hadapi semuanya hilang. Jadi, bukan aku yang tersiksa, tapi dialah yang sebenarnya Yin siksa, Ma. " Jawab Lin pilu.

" Maaf, bukannya mama mau mengatakanbhal buruk tentang dia. Tapi mama juga sedih melihat kamu yang seperti ini, Yin.. " Ujar mamanya sedih.

" Tidak ma, justru Yin merasa senang bisa melakukan ini semua. Rasanya dia memberikan perasaan hangat dan nyaman dihati Yin, sangat tenang. " Sahut Lin Fengyin tersipu.

" Ya ampun, sepertinya anak laki-laki mama sedang jatuh cinta.. " Seloroh mamanya.

" Ap.. Apa ?! Tidak begitu ma, sungguh tidak ada hak seperti itu. Ini hanya rasa tanggung jawab Yin terhadap dia, sungguh, tidak lebih dari itu. " Sangkalnya panik.

" Kalau memang tidak begitu, kenapa kau sampai panik begitu ?" Jawab mamanya sambik tersenyum meledek.

" Ah, mama jangan begitu. Yin malu. " Jawab Lin Fengyin menunduk karena malu.

Entah benar atau tidak, tapi wajahnya menyiratkan bahwa dia setuju dengan apa yang dikatakn mamanya itu. Tapi hatinya terus saja menyangkal perasaan itu. Walaupun wajah sampai ketelinganya sudah merah bak bebek panggang.

Melihat ekspresi malu dan gugup dari anaknya, membuat mamanya semakin gemas dan semakin bersemangat untuk menggoda Lin Fengyin.

" Tahun ini kau sudah 29 tahun, Yin. Semua wanita yang kami kenalkan padamu tidak ada satupun yang membuatmu tertarik. Apa kau tega melihat aku, Ibumu ini mati tanpa menggendong cucu ?" Tanya mamanya kemudian dengan serius.

Tentu perkataan mamanya membuat Lin Fengyin terkejut sekaligus merasa bersalah. Namun apa mau dikata, dia sama sekali tidak tertarik dengan wanita, terlebih wanita-wanita yang sudah mereka kenalkan kepadanya.

" Apa mama ingat dengan putri paman Yi Ling ? Aku fikir dia cukup baik dan berbeda dengan yang lain, dia juga tau cara bersopan santun. Tapi baru empat bulan kita jalan bersama, Yin mendapatinya pergi dengan pria lain. Dan ternyata mereka telah berhubungan selama lebih dari satu tahun. Wanita itu hanya menganggap Yin sebagai ATM nya saja. " Ujar Lin mengingat kembali kenangan beberapa tahun yang lalu.

" Aiihhh, ya ya ya.. Yi Na benar-benar anak yang baik dan manis. Siapa yang menyangka anak yang terlihat lembut dan polos begitu bisa berbuat seperti itu. " Jawab mamanya menggeleng-gelengkan kepala.

***

Lin Fengyin mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan kamar itu. Ruangan yang seperti rumah kedua baginya. Dimana ada sesosok gadis yang dia buat jadi tergeletak tak berdaya. Rak yang diletakkan disisi lainnya, tersusun rapi buku-buku cerita yang dia beli untuk dibacakan setiap malam. Dari dongeng anak-anak, novel remaja, komik, majalah gosip, dan banyak lagi buku yang lainnya. Sampai-sampai hampir tidak muat lagi menampung semua buku-buku itu.

Alunan merdu dari dalam lentera masih terus memenuhi ruangan yang penuh dengan dekorasi natal itu dengan hangat dan menenangkan. Membawa pergi pedih dan letih didalam hati.

Tanpa Lin Fengyin sadari, satu jari mungil Putri bergerak lemah, seakan merasakan kehangatan yang Lin Fengyin bawa melalui alunan music box dan keceriaan natal dimalam hari itu.

*olahan daging **** yang dicampur tepung lalu digoreng

**ayam yang dipotong dadu yang digoreng kering lalu diolah dengan diberi bumbu rempah hingga meresap (bisa dipesan dengan rasa pedas).

So guys, jangan lupa subscribe ya, biar gak ketinggalan kelanjutan ceritanya... See you next eps sobat readers ku...😘

1
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Wkwkwk 😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Gkgkgk 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Hahaha 😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
hiro😼
Bikin aku kesel deh ama si lin tuh huh greget aku bacanya pengen gw getok kepalanya huh
hiro😼
Kapan ya nunggu episode shasha cuekin fengying?
hiro😼
Lin fengying ini bagaimana sih? Bilang aja dia malaikat kecil tapi haishhhhh dhlh bikin kesel
hiro😼
Aku semua aja soalnya kaya masuk akal
hiro😼
D dan E
hiro😼
Pasti kaget dan ga nyangka sih thor
hiro😼
Manisss sekaliii andai saja aku bisa seperti mereka😭
hiro😼
Aaminnn thor
hiro😼
Iseng sekali dia, aku aja hampir tidak bisa menahan ketawa🤣
hiro😼
Kok sama😭
hiro😼
Aku dikit dikit paham tapi yah kalau ga paham aku skip aja, semangat thor
hiro😼
Kapan sih sadarnya☹️😭
hiro😼
Ini apalagi, jubaidah?
Erina Munir
waduuh thoor...jangan gitu dòong...masa mentang2 amnesia trud makannya apa aja boleh...itukan haram...
Erina Munir
akuuuuuh....😊
Arlyn
mampir kka, ceritanya sangat menarik😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!