By She_Vent
Seperti orang yang hilang akal Kalycha senyum-senyum sendiri sambil menggigit kuku jari telunjuknya. Ia sangat terpesona dengan ketampanan pria yang berdiri di depannya itu.
"Hello... Are you okey?" Pria itu menjentikkan jarinya di depan Kalycha membuat Kalycha tersadar dari lamunannya.
"I'm fine. Sorry I did not mean it. (Saya baik, maaf saya tidak sengaja)"
"Oke ga masalah" menjawab dengan cool, lalu berjalan meninggalkan Kalycha. Namun baru beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba langkahnya terhenti mendengar teriakan Kalycha.
"Kak... boleh minta nomor HPmu?"
🎀 Penasaran kelanjutan Ceritanya???
Kepoin yuk 😂
Semoga kamu semua terhibur 🤗
👉 Bebas Komentar apa saja yang penting tetep Sopan ya 👍
👉 Bebas Promo, Iklan dan Lain-lain
Disini mah kita BEBAS yang penting HAPPY 😃
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon She_Vent, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cuma Hadiah
Haidar berbaring ditempat tidur menatap langit-langit kamarnya melepaskan kepenatan setelah seharian bekerja. Baru hari ini dirinya dapat pulang lebih cepat kerumah setelah beberapa hari disibukkan oleh pencarian putri atasannya itu.
Haidar memejamkan matanya dan mulai OTW ke alam mimpi. Namun baru 15 menit ia memejamkan mata tiba-tiba satu notifikasi pesan masuk ke Handphonenya. Dengan malas Haidar meraba kantong jasnya dan meraih benda pipih itu dan melihat sebuah pesan masuk.
"Jemput aku di Grand Mall sekarang."
Haidar langsung melompat dari tempat tidurnya berlari keluar kamar tanpa peduli Ibu dan adiknya yang heran melihatnya seperti dikejar-kejar setan.
"Kamu mau kemana lagi Kak?" tanya Helsa saat melihat Haidar sangat buru-buru.
"Makan dulu nak..." ucap sang Ibu.
"Maaf Bu, Haidar buru-buru urgent." teriak Haidar dari luar rumah.
Haidar melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh namun saat beberapa kilometer lagi akan sampai ke tempat tujuannya terjadi kemacetan yang diakibatkan kecelakaan. Membuat Haidar kesal, bagaimana tidak kesal ia takut akan kehilangan lagi jejak putri atasannya itu.
...🍃🍃🍃...
Kalycha sudah memutuskan untuk kembali kerumah. Setelah beberapa hari menyendiri di rumah Pak Tono. Kalycha sangat menyayangi kedua pasutri yang belum lama ia kenal itu. Kalycha merasa sudah sangat nyaman tinggal bersama mereka. Kalycha yang tidak ingin menyulitkan Pak Tono akhirnya meminta Pak Tono untuk mengantarnya kesebuah Mall besar yang ada di kota itu.
Kalycha sengaja meminta Pak Tono untuk mengantarnya kesana. Karena ia masih belum rela Keluarganya tahu tempat persembunyiannya dan ia yakin itu akan membuat Pak Tono dan Istrinya akan kesulitan.
Setelah sampai di Mall Kalycha meminta Pak Tono untuk segera pulang.
"Pak terimakasih ya buat kebaikan Bapak selama ini. Mungkin Icha ga akan bisa bales kebaikan Bapak dan Ibu." ucap Kalycha saat akan berpisah dengan Pak Tono dan Ibu Sri yang turut mengantar Kalycha.
"Bapak senang kamu ingat dengan Bapak dan menelpon Bapak saat kamu sulit. Dan Bapak minta kalau kamu mau main kerumah Bapak lagi jangan pas kamu kabur-kaburan ya neng." Pak Tono tersenyum menggoda Kalycha.
"Hehe, kalau itu Icha ga janji pak."
"Kamu sering-sering telpon Ibu ya neng, kalau kamu ga sibuk." Bu Sri memeluk Kalycha dan mencium keningnya.
"Icha usahain Bu." Kalycha melepas pelukannya lalu keluar dari dalam taksi Pak Tono.
"Jangan kelamaan ngemallnya neng. Dan kabari Bapak kalau kamu udah sampai dirumah."
"Oke..."
Pasutri itu pun berlalu dari pandangan Kalycha. Kemudian Kalycha berjalan kedalam Mall dan masuk kesebuah cafe, kemudian mengaktifkan Ponselnya. Begitu banyak notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya tapi Kalycha malas membaca dan mengabaikannya.
"Jemput aku di Grand Mall sekarang."
Setelah mengirim pesan pada asisten Daddynya iapun memesan minuman dan melihat beberapa pesan diponselnya.
Ia tak sengaja tidak membuka pesan dari aplikasi WhatsApp itu. Dia lebih memilih berselancar dengan medsosnya. Kalycha asyik melihat berita terkini yang sedang menjadi trending topik di jagad hiburan.
Mata Kalycha tertuju pada akun milik seseorang yang di kenalnya dan tak sengaja membaca status dari orang itu.
"Kadang ketika kamu berada di tempat gelap kamu pikir kamu telah terkubur, tetapi sebenarnya kamu telah ditanam. Hasil yang akan ku tuai di Tahun Naga"
Itu adalah ungkapan hati seorang Alvin. Kalycha tersenyum saat membaca status Pria yang katanya akan menunggunya ditahun Naga.
"Kamu ga jelek sih Vin, tapi sepertinya bukan kamu yang hatiku cari."
Hampir dua jam Kalycha menunggu tapi belum juga ada tanda-tanda kedatangannya Haidar menjemputnya.
"Lama banget sih tuh orang. Gue tinggal juga nih." gumam Kalycha.
Kalycha mengangkat tangannya dan tak berapa lama seorang waiters datang mendekatinya.
"Ada yang bisa dibantu Nona?" tanya waiters itu sopan.
"Minta bill nya ya."
"Baik ditunggu sebentar Nona."
Waiters itu pergi meninggalkan Kalycha dan tak berapa lama ia datang kembali dan menyerahkan bill nya kepada Kalycha.
"Ini Nona silahkan."
Kalycha melihat jumlah tagihannya dan memberikan Black card miliknya pada waiters itu.
Setelah meninggalkan Kalycha waiters itu kembali lagi.
"Maaf Nona apa kah Nona punya kartu yang lain?"
Kalycha terkejut mendengar ucapan waiters itu. "Ada apa?"
"Kartu yang ini tidak bisa digunakan Nona."
"Apa? tidak mungkin." Kalycha tidak percaya.
"Aku ingin memastikannya sendiri."
Kalycha berjalan mengikuti waiters itu. Ia pun bercerita kepada pihak Kasir bahwa pelanggannya itu tidak percaya bahwa Kartu miliknya tidak dapat digunankan.
"Maaf Nona ini saya sudah coba sampai tiga kali tapi tetap tidak bisa digunakan." ucap wanita yang bekerja dibagian Kasir. "Apa Nona punya kartu lain."
Kalycha sudah menyaksikan sendiri bahwa Black card miliknya tidak bisa digunakan. Lalu Kalycha menyerahkan kartunya yang lain dan lagi-lagi hasilnya sama bahkan Kartu ATM pemberian Oma nya pun tak bisa ia gunakan.
"Maaf apa Nona punya uang Cash? Sebaiknya Nona bayar menggunakan uang Cash saja."
Kalycha merasa sangat malu, ia tak tahu bahwa Daddynya sudah memblokir semua kartu Kreditnya bahkan sampai ke Kartu tabungan dari Omanya pun ikut di blokir.
Ia mendengar beberapa gunjingan dari orang-orang disekitarnya.
"Ngaku-ngaku kaya tuh anak."
"Sok banget makan di Cafe"
"Ga punya duit balgu mau makan enak."
"OKB kali. Orang Kaya Baru maksudnya. Haha."
"Mungkin simpanan Om-om yang belum dapet kiriman."
Kalycha melihat isi dompetnya dan ternyata uangnya tidak cukup membayar tagihannya.
"Pakai ini saja." suara seseorang dari belakang mengagetkan Kalycha.
Kalycha langsung membalikkan badannya melihat kearah sumber suara itu.
"Kenapa baru datang? Kau lama sekali." tangis Kalycha pecah ia memukul-mukul dada Pria yang didepannya itu.
"Maaf Nona sudah membuatmu menunggu lama."
...💥💥💥...
15 Menit Sebelumnya.
Haidar berlari memasuki sebuah Mall setelah memarkirkan mobilnya di Basement mall. Ia melihat GPS ponselnya dan melihat kalau posisi orang yang dicarinya masih berada di mall tersebut. Haidar berkeliling mencari keberadaan Kalycha tapi mencari seseorang disebuah Mall itu bukanlah mudah apalagi petunjuk dari Kalycha hanya menyebutkan nama Mall nya saja.
"Dimana sih tuh bocah. Capek banget kaki gue muter-muter belum juga nemu. Eeiii Haidar kemana otak cerdas lo pergi. Ayolah berpikir dimana kira-kira orang akan menunggu." Pikiran Haidar berperang didalam mencari kira-kira dimana Nona nya itu berada.
"Cafe... ya pasti di Cafe atau restoran."
Setelah mengitari beberapa Restoran dan Cafe akhirnya Haidar melihat Kalycha sedang berdiri didepan Kasir sebuah Cafe. Haidar mendengar beberapa gunjingan pengunjung disana.
Haidar pun teringat pesan dari Tuannya saat Kalycha pergi meninggalkan pesta.
"Kamu blokir semua Kartu kredit atas nama Icha termasuk Kartu tabungan dari Mama saya." perintah Pram pada Haidar.
"Mas kenapa harus sampai memblokir sih mas, gimana nanti kalau Icha butuh sesuatu?" tanya Nayla Nyonya baru dirumah itu yang tidak setuju dengan tindakan suaminya.
"Justru itu yang aku mau. Kalau semuanya kartunya terblokir Icha tidak akan bisa menggunakannya dan jika dia sudah kehabisan uang, itu otomatis akan membuatnya untuk segera pulang."
Perintah Pram pun langsung Haidar kerjakan, namun lagi-lagi Pram salah. Kalycha bukan pulang malah ia bingung mencari putrinya itu selama seminggu ini.
Kalycha juga tidak menggunakan kartu kreditnya karena ia juga tahu kalau dirinya menggunakannya pastilah orangtuanya akan dapat melacak keberadaannya.
...🍀🍀🍀...
Kalycha sudah berada dalam mobil bersama dengan Haidar.
"Apa anda baik-baik saja Nona." Haidar bertanya memecahkan kebisuan diantara mereka.
"Panggil Icha aja."
"Maaf Nona saya tidak bisa."
Kalycha menghembuskan nafasnya dengan berat. "Setidaknya kalau sedang berdua saja. Apa kau tahu kau itu dingin sekali dan muka mu datar ga ada senyumnya."
"Dih, malah ngatain... nih bocah gue jitak juga entar."
"Maaf Nona, saya tidak bisa."
"Cup..." Kalycha mencium pipi Haidar, membuat Haidar terkejut.
"Apa yang anda lakukan Nona?" Haidar memegang pipinya yang dicium Kalycha.
"Bocah, lo ga sadar kalau gue ini laki, Lo ha takut gue serobot lo?" Mata Haidar masih menatap tajam.
"Itu cuma hadiah kecil karena Kamu udah datang." Batin Kalycha.
"Terimakasih kamu udah mau datang jemput aku.
Absen ya Kakak 🤗
tpi mksh thor dh up