Gua bingung gua harus bersikap gimana terhadap lo. Gua suka sama lo dan lo suka sama gua, tapi gua takut saat lo ingat dia lo lupain gua!!
"Tania Azza Lea, gua suka sama lo!!"
Gua berharap kata-kata itu akan terucap dari mulut lo dengan tulus. Gua akan mencari tahu semua nya karena gua gak mau saat kita menjalin hubungan lo teringat bayangan masa lalu.
____________
Follow IG owner: @whylutfi.
jangan lupa like'coment dan vote tentunya.
thank you all😎👍🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whylutfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part17-Masih naif untuk mengakuinya
Part17.
"Tan, ini gua lo jangan takut sama gua, maafin gua ya" ucap Bagas.
Bagas mencoba memegang tangan Tania, Alvin yang melihat Tania sudah sangat takut menghalau Bagas.
"Lepas tangan lo" ucap Alvin menatap sinis Bagas.
"Lo siapa? Hah?", Tanya Bagas, Bagas liat cowok ini yang kemarin ada juga di rumah Tania.
"Lo cowok yang di rumah Tania waktu itu kan" ucap Bagas.
"Lo lepasin tangan Tania dulu" ucap Alvin.
Bagas malah menarik Tania ke pelukan Bagas. Tania sontak memberontak tapi Bagas menekannya.
"Lepasin Tania atau lo abis disini" jelas Alvin, Bagas dan Tania merasakan aura yang berbeda dari Alvin.
"Siapa lo?" Tanya Bagas.
"Gua pacar nya Tania" jawab Alvin.
"Pacar lo hah, lo tau gimana masa lalu dia pas di Jakarta" ucap Tania.
Tania seketika teriak dan membuat Alvin terkejut. Tania menggigit tangan Bagas dan Bagas sontak melepaskan Tania.
Alvin yang tak perlu menunggu lama lagi segera memukul Bagas. Alvin pun berantem dengan Bagas. Tania yang eneg dengan perkelahian.
"Stop, Vin stop" ungkap Tania. Awalnya Alvin tak peduli dengan omongan Tania tapi saat melihat Tania sudah nangis memohon kepadanya membuat Alvin tak ingin melihat Tania menangis lebih keras.
Bagas sudah terdampar di jalanan jelas sekali bahwa Bagas kalah dengan Alvin.
Alvin menatap Bagas sinis dan mengancam Bagas.
"Gua kasih tau sama lo, jangan ganggu pacar gua. Kalo gak jangan harap lo bisa tenang. Ngerti." Ucap Alvin dengan tatapan ingin membunuh Bagas di tempat tapi sayang Tania sudah menyuruh Alvin berhenti.
Tania dan Alvin pergi meninggalkan Bagas. Sepanjang perjalanan Alvin melihat Tania dengan tatapan kasihan karena Tania tidak berhenti menangis. Tiba-tiba Alvin memeluk Tania.
"Lepasin" ucap Tania.
"Lo bisa nangis sepuas lo" ungkap Alvin sambil memeluk Tania.
Ucapan dan perlakuan Alvin kepadanya sontak membuat Tania menangis semakin keras, Tania merasa sangat nyaman menangis di pelukan Alvin.
Mereka duduk di halte, karena Alvin rasa Tania sudah sangat capek. Kira-kira lima belas menit mereka di halte.
"Gimana udah tenang?", Tanya Alvin.
"Udah kok" jawab Tania.
"Yok pulang" tambah Tania.
Alvin menuruti kemauan Tania untuk pulang sepanjang perjalanan Alvin melihat Tania dengan wajah murung.
"Makasih Vin" ucap Tania, Tania segera masuk kerumahnya rasanya ia sudah tidak nafsu makan.
Di kamar Tania hanya melamun pikirannya kosong, Bagas sudah ada di Jogja bukan kah Jogja menjadi neraka bagi Tania.
.....
Kring..... kring....kring....
Tania melihat hp nya berdering saat ia liat ternyata Alvin menelpon nya.
"Kenapa Vin?", Tanya Tania.
"Lo gimana gak papah kan?", Tanya Alvin.
"Gak papah kok, lo udah nyampe?", Tanya Tania.
"Udah kok, hm gua boleh nanya gak" ucap Alvin penasaran.
"Gua lagi gak mau ditanya, gua gak mood Vin, gua matiin ya" ucap Tania.
"Jangan dulu" ucap Alvin.
"Lah kenapa?", Tanya Tania.
"Gua punya lagu buat lo" ucap Alvin.
"Tunggu sebentar" tambah Alvin.
Tiba-tiba alunan gitar terdengar Tania makin penasaran Alvin sebenarnya ngapain.
...YOU ARE SPECIAL [ALVIN]...
...I met a little girl in the suburbs....
...Her face smiled sweetly as if the world was bowing to her....
...All I know is you who are never afraid....
...Wipe your tears, stand as before because I believe you are as strong as steel....
...You are strong dear...
...don't let you be afraid of this world....
...It's natural if you are afraid to hold my hand, let's do this together....
...You are strong dear....
...You are special....
...You are my sun. ........
...Wipe your tears, stand as before because I believe you are as strong as steel....
Tania tak menyangka Alvin akan bernyanyi untuk dirinya.
"Gimana bagus gak? Itu gua bikin sendiri loh", Tanya Alvin.
"Oh ya bagus banget, makasih. Sekarang gua udah agak rileks" jawab Tania.
"Ya udah sono tidur, aku matiin ya, bye" ucap Alvin. Alvin mematikan telpon nya.
Tania menatap atap kamarnya ia masih terngiang suara Alvin tadi di otak nya.
Tanpa Tania sadar Tania sudah tersenyum ia tak menyangka bahwa akan menemukan cowok seperti Alvin.
_____
Tiba-tiba perut Tania berbunyi.
"Oh tidak sekarang gua lapar" ucap Tania. Lagian menurut Tania tadi Tania hanya makan gorengan doang. Tania segera menuju dapur apakah ada makanan yang bisa ia makan.
Di dapur Tania melihat ada kal Edward yang sedang masak mie.
"Pas banget Tania lapar" ucap Tania dan membuat kak Edward kaget.
"Untung aja, mie nya gak melayang" ucap kak Edward.
Kak Edward sudah sangat hapal dengan adiknya karena bila adiknya ke dapur malam-malam begini pasti ia lapar.
Kak Edward yang mengerti akan kode senyum dari adiknya itu segera memasak mie satu lagi.
"Dek kamu suka gak sama Alvin?", Tanya kak Edward. Tania bingung kenapa tiba-tiba kak Edward tanya tentang Alvin.
"Tau ah kak" jawab Tania. Tania entah mengapa ingin berbohong dengan hatinya.
Edward melihat wajah adiknya memerah, Edward sadar adiknya suka dengan Alvin tapi masih naif aja untuk mengakuinya.
Tania memutuskan untuk makan di kamar nya begitu juga kak Edward.
Kutunggu upnya lagi
Jangan lupa Jaga kesehatan thor
Salam dari
-Cinta Terlarang
-Mencintai Pelayanku
aku mohon
aku suka ceritanya♡
Kutunggu upnya lagi
Jangan lupa jaga kesehatan thor
Salam dari
-Cinta Terlarang
-Mencintai Pelayanku
jdi pusing bacanya..
jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🔥🔥🔥
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos 🌸🌸🌸
tinggalkan like and comment ya 🙏🙏
mampir juga ya kak
mampir juga yahh
Salam dari
•Cinta Terlarang
•Mencintai Pelayanku
-AKU BUKAN LESBIAN.