NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi

Jalan Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.

nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?

saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Perburuan di Hutan Mistis

Gong keberangkatan bergaung di seluruh penjuru aula utama. Di bawah komando para tetua penegak disiplin, ratusan murid dalam baru diarahkan menuju formasi teleportasi raksasa di tengah alun-alun sekte. Cahaya magis biru terang membumbung ke langit, menelan kerumunan murid dan memindahkan mereka dalam sekejap ke pinggiran Hutan Mistis.

Hutan Mistis adalah wilayah liar yang diselimuti kabut tebal berwarna keperakan. Pohon-pohon kuno menjulang tinggi dengan akar-akar raksasa yang mencuat seperti tentakel monster. Udara di tempat ini terasa lembap dan dipenuhi oleh aroma samar darah serta energi alam yang liar.

Begitu kaki Xiao Lin menapak di tanah hutan, dia mendapati dirinya terpisah dari murid-murid lainnya—sebuah mekanisme acak dari formasi teleportasi sekte untuk memastikan ujian ini bersifat individu.

"Xiao Lin, kau harus waspada," gumam Xiao Lin pada dirinya sendiri sambil menggenggam gagang Pedang Angin Dingin di pinggangnya.

"Waspada pada apa? Serangga tingkat 6 yang mengancammu tadi?" suara dingin Sang Iblis kembali bergema di kepalanya dengan nada malas.

"Jika kau bertemu dengannya, cukup gunakan teknik yang kuajarkan. Jika kau masih kalah dengan kekuatan Qi Gathering tingkat 3 puncak yang sudah kuperbaiki ini, aku sendiri yang akan menghancurkan jiwamu karena terlalu memalukan."

Xiao Lin tersenyum kecut di dalam hatinya. "Aku tahu. Aku akan berusaha yang terbaik."

Pemuda berpakaian abu-abu itu mulai melangkah menembus kabut. Aturan ujian ini sangat sederhana: setiap murid harus mengumpulkan inti energi (Monster Core) dari Beast yang mereka buru. Semakin tinggi peringkat binatang tersebut, semakin besar poin yang didapat.

Baru berjalan sekitar beberapa ratus meter, semak-semak di depan Xiao Lin mendadak berdesir hebat. Sepasang mata berwarna merah darah menyala di balik kegelapan kabut.

ROAAARRR!

Seekor Serigala Taring Besi peringkat 1 puncak—setara dengan kultivator tingkat 3 awal—melompat keluar dengan cakar-cakar tajam yang siap merobek dada Xiao Lin.

Xiao Lin tidak panik. Menghadapi binatang buas yang kecepatannya jauh di bawah refleknya saat ini, dia bahkan tidak perlu mencabut pedangnya. Xiao Lin hanya menggeser tubuhnya sedikit ke samping dengan sangat anggun, membiarkan serigala itu melesat lewat di sampingnya. Tangan kanannya bergerak secepat kilat, menghantamkan pukulan berlapis Qi murni tepat ke arah leher binatang tersebut.

DUAK!

Suara patah tulang terdengar jelas. Serigala Taring Besi itu langsung terhempas ke tanah dan mati seketika tanpa sempat melolong lagi. Xiao Lin dengan terampil mengeluarkan belati kecilnya, membedah kepala binatang itu, dan mengambil sebutir kristal kecil berwarna abu-abu redup—inti energi pertamanya.

"Satu," gumam Xiao Lin polos, memasukkan kristal itu ke dalam kantong kain di pinggangnya.

Selama beberapa jam berikutnya, Xiao Lin bergerak seperti hantu di dalam hutan. Dengan indra spiritualnya yang tajam, dia berhasil menghindari kerumunan murid lain dan berfokus memburu binatang buas. Total ada belasan inti energi peringkat 1 yang berhasil dikumpulkannya dengan sangat mudah.

Namun, semakin dia melangkah jauh ke dalam hutan, kabut keperakan terasa semakin pekat dan dingin.

Tiba-tiba, langkah kaki Xiao Lin terhenti. Aliran Qi di Dantiannya mendadak bergolak, memberikan sinyal bahaya yang sangat kuat. Hutan di sekitarnya mendadak menjadi sunyi senyap; suara burung dan serangga malam lenyap tanpa bekas.

Dari balik kabut tebal di depannya, terdengar suara tepuk tangan yang lambat dan berirama.

Prok... prok... prok...

"Luar biasa. Sungguh luar biasa untuk ukuran seorang pelayan limbah yang baru naik pangkat," sebuah suara sinis dan penuh tekanan bergaung.

Siluet seorang pemuda dengan jubah emas murid inti yang mewah perlahan muncul dari balik pohon kuno. Di tangannya, sebilah pedang panjang berwarna merah darah memancarkan aura panas yang membakar kabut di sekitarnya.

Itu adalah Wang Lei.

Tidak sendirian, di belakang Wang Lei tampak empat orang murid dalam lainnya yang memegang senjata dengan tatapan penuh permusuhan. Mereka telah mengepung seluruh jalur pelarian Xiao Lin.

"Senior Wang Lei,"

Xiao Lin menyipitkan matanya, tubuhnya perlahan mengambil kuda-kuda waspada.

"Ujian ini adalah untuk berburu binatang buas, bukan untuk saling membunuh sesama murid sekte."

"Binatang buas?" Wang Lei tertawa kejam, matanya berkilat penuh kegilaan dendam. "Di mataku, kau tidak lebih dari seekor binatang menjijikkan yang telah berani menyentuh Keluarga Wang-ku."

"Paman Wang Shai telah mengatur formasi pelacak pada jubahmu sebelum kau berangkat. Di tempat terpencil ini... tidak akan ada yang tahu jika kau mati tercabik-cabik oleh 'binatang buas'."

Wang Lei mengangkat pedang merah darahnya, mengarahkannya lurus ke dada Xiao Lin. Aura Qi Gathering tingkat 6 awal miliknya meledak sepenuhnya, menekan ranting-ranting pohon di sekitar mereka hingga patah.

"Kalian berempat, patahkan tangan dan kakinya terlebih dahulu. Aku ingin dia merasakan apa yang dirasakan adikku sebelum aku memenggal kepalanya!" perintah Wang Lei dingin kepada empat pengikutnya.

"Baik, Senior Wang Lei!"

Empat murid dalam tingkat 4 awal tersebut langsung melesat maju dari empat arah berbeda, mengayunkan senjata mereka dengan kilatan Qi yang mematikan, mengunci seluruh ruang gerak Xiao Lin!

Bagaimana cara Xiao Lin menghadapi kepungan empat kultivator tingkat 4 sekaligus di bawah tatapan sang tingkat 6?

1
Luthfi Aamiin
lanjutkan
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
Luthfi Aamiin
wuuussss
wuss
Luthfi Aamiin
💪💪💪💪💪💪💪
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
Luthfi Aamiin
jedag
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
lanjutken
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👻👰💪🗿🐙
fgjkitrcv
Luthfi Aamiin
6
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
ah
uh
kejam
kejam
Luthfi Aamiin
bantai 🐉🐉🐉
7
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
7
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
8
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
Luthfi Aamiin
11
🐉👻🐉👻🐉
Luthfi Aamiin
sedoso
10
🐉
Luthfi Aamiin
sewelas
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
Luthfi Aamiin
songo
9
🐉👻
Luthfi Aamiin
wolu
8
🐉
Aman Wijaya
mantab Thor tambah lagi updatenya semangat semangat semangat
Aman Wijaya
ayo Xiao Lin tunjukkan kemampuanmu 💪💪💪
Aman Wijaya
lanjut terus
Luthfi Aamiin
rolas
12
🐉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!