NovelToon NovelToon
Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hasriani

“Nikah sama aku saja, Aluna.”

Seharusnya Aluna tertawa saat mendengar sahabatnya mengucapkan kalimat itu.
Bagaimanapun, Rafa adalah Rafa, sahabat yang sudah tumbuh bersamanya hampir seumur hidup.

Namun satu ajakan pernikahan membawa mereka pada sebuah kontrak yang perlahan mengubah segalanya.

Di antara persahabatan yang terlalu berharga untuk dipertaruhkan dan perasaan yang tak pernah berani diungkapkan, Aluna mulai menyadari satu hal

mungkin selama ini, ada seseorang yang telah menjadikan dirinya segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lebih Dari Cukup

Dua hari berlalu.

Aluna tidak pernah keluar rumah dan malah mengurung dirinya dikamar, ia sudah mulai gelisah karena belum juga mendapatkan jawaban hasil interviewnya.

Ia juga selama dua hari ini terus mengganggu Lila menanyakan apa proses hasil interview memang lama, atau bahkan kemungkinan ia tidak lolos tahap interviewnya.

"Apa aku kirim CV lagi aja yah?" Gumamnya

Aluna segera beranjak dari tempat tidurnya dan segera mengambil tab nya di dalam lemari, kemudian ia berjalan ke sofa dan duduk disana.

"Ada lowongan kerja baru gak yah? Tiga perusahaan yang dikirim sama Lila kemarin cuma satu yang panggil aku interview."

Ia menghela napasnya berat sembari membuka situs jobstreet di internet.

"Banyak sih, mulai aja dulu." Gumamnya

Kemudian Aluna mulai menggulir layar untuk menemukan perusahaan yang sekiranya cocok untuk dirinya.

Tingg...

Bunyi notifikasi pesan menghentikan aktivitas nya, ia lalu meraih hp nya yang ada diatas meja dan membuka pesan tersebut.

Nomor baru.

Aluna yang penasaran langsung membuka isi pesan tersebut, matanya terbelalak kaget karena mendapatkan jawaban dari hasil interviewnya.

"Halo, Saudari Aluna.

Kami dari HRD LYBLOUME GROUP ingin menyampaikan hasil proses interview yang telah Saudari ikuti.

Berdasarkan hasil interview dan pertimbangan dari tim terkait, kami dengan senang hati menyampaikan bahwa Saudari dinyatakan LULUS dan diterima bergabung sebagai bagian dari tim LYBLOUME GROUP.

Selanjutnya, Saudari diharapkan dapat hadir untuk proses administrasi dan pembahasan lebih lanjut mengenai posisi, jadwal kerja, serta ketentuan lainnya.

Untuk informasi mengenai jadwal dan dokumen yang perlu dipersiapkan, akan kami sampaikan melalui pesan berikutnya.

Selamat bergabung bersama LYBLOUME GROUP, Aluna. Kami menantikan kontribusi dan kerja sama Saudari bersama tim kami.

Terima kasih.

HRD LYBLOUME GROUP"

Aluna membaca pesan tersebut sampai tiga kali dan memastikan yang ia baca sama seperti yang ada dipikirannya.

"Aku lolos? Aku diterima kerja ini?." Ia menjadi heboh sendiri setelah membaca pesan tersebut.

"Eh bentar, ini bukan penipuan kan?." Sesaat ia mulai ragu karena zaman sekarang memang sedang maraknya scam.

Dengan cepat ia meneruskan pesan tersebut pada Lila.

Beberapa saat setelah Aluna meneruskan pesan tersebut, hp nya kembali berdering. Nama Lila muncul di layar pemanggil.

"Aluna lo Lolos?." Tanya Lila dengan hebohnya juga saat panggilannya terhubung.

"Itu lolos kan yah, La?. Bukan scam kan?, takut banget gue kena tipu."

Ia masih belum bisa percaya sepenuhnya jika pesan tersebut adalah pesan asli dari Lybloume.

"Sepertinya bukan deh, itu pesan resmi kok soalnya ada centang birunya."

Sebaliknya, Lila malah sangat yakin pesannya benar adanya.

"Jadi gue lolos nih?." Tanya Aluna dengan suara hampir berteriak.

"Aaaaa lo officially kerja nih ceritanya hahaha."

Sama dengan Aluna, Lila pun sama hebohnya padahal yang diterima kerja adalah Aluna.

"Aduh gue seneng banget Laaa, gimana yah? Terus besok gue ke perusahaan gitu?, oh my god Lilaaa!... akhirnya gue bisa kerja juga."

Saking antusiasnya, Aluna tidak tau harus berbuat apaa, yang ia tau dia sekarang sudah berdiri di atas sofa dan melompat-lompat kesenangan.

"Tenangin diri lo Al, jangan heboh sendiri dan jangan panik. Gimana kalau orang rumah lo denger, apa gak was was lo."

Mendengar perkataan Lila membuatnya langsung tersadar.

"Oh iya ya gue lagi dirumah." Ucapnya.

Dengan cepat ia kembali duduk tenang seolah tidak terjadi apa-apa, tapi tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.

"Hahaha selamat yah Al, besok jangan lupa bangun pagi buat siap-siap kerja." Lila dengan tulusnya memberi ucapan selamat untuk sahabatnya itu.

"Aaaa Lilaaaa gue excited bangetttt." Suara teriakan tertahan Aluna membuat Lila tertawa kecil.

"Gue turut seneng buat Lo."

"Makasih yah Laaa, Lo udah sering banget gue repotkan."

Aluna merasa sangat berutang budi pada Lila yang terus membantunya dengan tulus.

"Gak lah, kayak sama siapa aja." Jawab Lila seperti biasanya

"Kok gue ini senang banget yah La."

"Hahaha rasain dulu kerja gimana."

Walau sahabatnya ini kesenangan, tapi ia tetap merasa harus menyampaikan realita dunia kerja yang tidak semudah itu.

"Pasti seru bangettt."

"Seru bangett, saking serunya tiap hari pikiran gue mau resign Mulu nih."

Suara tawa Aluna langsung pecah, Lila memang sering mengeluhkan bagaimana beratnya kerja di perusahaannya pada sahabat-sahabatnya di obrolan grup mereka.

"Hahaha semangat Lila sayanggg."

"Iyee, Lo juga. Udah dulu yah, gue mau lanjut kerja nih."

"Semangat kerjanya Laaa."

Panggilan pun terputus, Aluna lalu melirik tab nya sekilas lalu dengan wajah sok meremehkan ia membalik tab tersebut diatas meja.

"Maaf yah, aku udah keterima jadi gak lanjut scroll." gumamnya tertawa kecil.

Ia lalu kembali membuka pesan tadi dan membacanya berulang kali, rasanya seperti mendapat surat cinta saja.

"Aaaaaa." Aluna membenamkan wajahnya dibantal sofa untuk meredam suara teriakannya.

"Yeyyy aku udah keterima." Ucapnya merasa sangat antusias.

***

Malam harinya, ia turun dengan langkah ringan ke meja makan. Sesekali ia tersenyum saat bayangan pesan itu mampir lagi diingatannya.

"Alunaa...calm down, jangan bikin orang-orang curiga deh sama lo."

Ia menegur dirinya sendiri agar tidak bersikap mencurigakan didepan keluarganya.

"Loh Ma..sendiri aja."

Aluna mendapati Mamanya hanya sendiri di meja makan.

"Papa sama kak Abra lembur, Andrew lagi makan malam diluar sama Sarah." Jelas Mamanya memberitahu kegiatan mereka masing-masing.

Aluna hanya mengangguk mengerti sembari menarik kursinya dan ikut bergabung makan malam bersama Mamanya.

"Al..." Panggil Mamanya.

Aluna lalu menatap mamanya seolah menanyakan "kenapa?."

"Lagi deket sama siapa?." Tanya Mamanya penasaran dengan hidup putrinya akhir-akhir ini.

"Maksudnya?."

Aluna malah tidak mengerti arah pembicaraan Mamanya.

"Kamu gak punya temen cowok yang lagi deket sama kamu gitu?."

Mamanya pun memperjelas pertanyaannya

"Ada." Jawabnya singkat.

"Ohiya siapa?."

Terlihat jelas Mamanya mulai antusias mendengar jawaban putrinya.

"Rafa, Gema sama Juna."

Ekspektasi Mamanya yang tadi sudah tinggi mendadak jatuh, napasnya pun dihela dengan berat.

"Bukan yang itu, itu mah Mama udah tau." decak Mamanya mulai kesal sendiri.

"Terus? Temen aku yang cowok cuma mereka."

Aluna bersikap cuek saja sementara Mamanya menatapnya dengan tatapan gemas.

"Yang spesial gitu Al." Ucap Mamanya semakin memperjelas maksudnya.

"Rafa." Jawab Aluna tanpa ragu membuat Mamanya ingin mencubit pipi putrinya itu saking gemasnya.

"Pusing deh Mama, anak Mama ini masih polos banget ternyata." cibir Mamanya menyerah.

"Kenapa sih?."

Akhirnya Aluna resah sendiri terus di desak dengan pertanyaan oleh Mamanya yang selalu kesal sendiri ketika ia menjawab pertanyaan dari Mamanya.

"Hehe..Mama mau kenalin kamu sama anak temen Mama, mau gak?."

Akhirnya Mamanya mengutarakan niatnya yang sedari tadi terus mengorek kehidupan pribadi putrinya, ternyata ada maksud tertentu.

"Gak mau, temenku udah banyak." Tolak Aluna tanpa berpikir panjang.

"Pikir dulu jangan langsung ditolak, kamu udah dewasa loh. Mama juga mau dong lihat kamu ada yang jagain selain kita dirumah ini, lihat kamu ada yang temenin terus."

Rasa gemasnya pada putrinya itu perlahan meningkat saat Aluna langsung menolak tawaran Mamanya tanpa memikirkannya, padahal niat Mamanya hanya untuk kebaikannya.

"Tenang aja Ma, aku ada Rafa kok. Ada Lila juga. Dea, Dinda, Juna sama Gema."

Lagi-lagi Aluna menjawabnya dengan santai dan menyebutkan satu persatu nama sahabatnya sambil mengunyah makanannya perlahan.

"Yah kalian juga nantinya punya jalan masing-masing kan."

"Sekarang aja udah punya jalan masing-masing Ma. Udah ah, gak usah bahas yang gituan, aku belum kepikiran."

Selalu ada jawaban dari ucapan Mamanya yang membuat Mamanya kehabisan kata-kata.

"Tapi Al..."

"No..Aluna gak mau denger. Lagian nih yah, Rafa udah lebih dari cukup, selain Mama, Papa, Kak Abra dan sahabat aku yang lain, Rafa udah pas banget buat aku."

"Terima kasih makan malamnya..aku naik dulu."

Aluna memotong ucapan Mamanya dengan kata akhir yang terdengar tidak bisa diganggu gugat, ia pun meletakkan sendok dan garpunya diatas piring dan langsung bergegas pergi dari sana sebelum Mamanya terus mendesaknya lagi.

1
Mira Hastati
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!