NovelToon NovelToon
Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Horor / Teen
Popularitas:37.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy_Ar

​"Ayo mengaku, Mas Sholeh! Kamu bisa lihat aku, kan?! Jangan bohong, bohong itu dosa, nanti masuk neraka loh!"
​Bagi Arash, menjadi cowok indigo itu melelahkan. Makanya, dia pakai trik keramat: Pura-pura buta huruf soal hal gaib. Mau ada pocong kayang pun, Arash bakal tetap lempeng.
​Strategi itu sukses bertahun-tahun, sampai dia ketempelan sesosok roh cewek misterius yang punya jiwa "cegil" (cewek gila) akut. Bukannya nakutin, roh genit ini malah rusuh mengintil kemana-mana, bahkan nekat narik kerah jaket Arash demi minta perhatian.
​Arash mati-matian bertahan demi menjaga iman dan aktingnya. Tapi saat teror mistis yang mengancam nyawanya datang, si hantu cegil justru pasang badan paling depan dengan cara yang paling bar-bar.
​Gimana jadinya kalau cowok sholeh berkharisma harus menghadapi musuh gaib bersama hantu cegil yang ternyata... belum sepenuhnya mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Bisa, Kak. Dia masih berdiri di sini, menangis memohon supaya kita selametin papanya," kata Arash, suaranya terdengar begitu tenang namun sarat akan keseriusan yang tidak bisa dibantah.

Tante Dewi spontan mundur satu langkah, merapatkan punggungnya pada batang pohon mangga.

Matanya bergerak liar menatap ruang kosong di depan Arash yang sedang ditunjuk oleh cowok itu.

Merinding di tengkuknya kian menjadi-jadi, hawa dingin di sekitar halaman samping rumah itu terasa semakin menggigit kulit. Rasa takut dan rindu berbaur menjadi satu di dalam dadanya.

"T—tapi gimana caranya? Rumah ini lagi ramai orang di bawah, Mas Bakti juga ada di dalam. Kamar Fira di atas pasti dikunci," tanya Dewi dengan suara yang bergetar hebat.

Dia benar-benar kebingungan, logikanya sebagai manusia biasa hancur berantakan dihadapkan pada situasi mistis sekte hitam keluarganya sendiri.

Arash tidak langsung menjawab. Dia mengalihkan pandangan tajamnya kembali pada roh gadis remaja berseragam putih abu-abu di depannya.

"Gimana caranya, Fir? Apa yang harus kita lakuin di atas sana?" tanya Arash menatap Fira.

Fira menghapus air mata spiritualnya dengan punggung tangan yang transparan. Dia mendongak, menatap jendela kamarnya di lantai dua sebelum kembali menatap Arash dengan pandangan penuh harap.

"Kalian harus masuk ke kamar ku sekarang selagi orang-orang di bawah sibuk memandikan jasadku. Di kamar itu, di bawah tempat tidur, ada sebuah kotak silver berukir kuno. Kotak itu yang dipakai dukunnya Om Bakti untuk mengikat tali gaib roh Papa," jelas Fira dengan suara lirih yang bergema di kepala Arash.

"Ambil kotak silver itu, bawa keluar, lalu bakar sampai hangus. Setelah kotak itu hancur, ambil abunya, dan ikut kuburkan bersama jasadku hari ini. Hanya dengan cara itu, ikatan gaib Papa bisa putus, dan Papa bisa pergi dengan tenang ke alam sana."

Arash mengerutkan dahi bingung, otaknya yang cerdas langsung menganalisis instruksi tersebut.

Menyelusup ke lantai dua, merangkak di bawah tempat tidur untuk mengambil barang mistis, lalu membakarnya di tengah-tengah acara pemakaman jelas merupakan misi bunuh diri yang tingkat kesulitannya setara dengan menembus benteng militer.

Di samping Arash, Lala ikut mencondongkan wajah pucatnya, ikut mendengarkan dengan serius.

"Mas ganteng, itu bahaya banget. Hawa di kamar atas itu pekat. Aku takut Mas!" bisik Lala memperingatkan, memegangi ujung jaket denim Arash erat-erat.

"Kotak silver? Isinya apa, Fir? Dan kenapa harus dibakar terus dikubur bareng jenazahmu?" cecar Arash bertubi-tubi.

Dia ingin memastikan langkah mereka tidak salah, karena berurusan dengan benda pesugihan tingkat tinggi taruhannya adalah nyawa manusia yang masih hidup.

"Di dalam kotak itu ada sejumput rambut Papa dan kain kafan pengikat tali pocongnya yang dicuri sama Om Bakti setahun lalu," perjelas Fira, matanya memancarkan kemarahan spiritual yang mendalam.

"Benda itu yang jadi jangkar ghaib untuk mengikat roh Papa di dunia ini. Selama kotak itu utuh, ruh Papa bakal terus disiksa di dalam kamar untuk memompa energi kekayaan dan jabatan buat Om Bakti.’’

‘’Tapi kalau kotak itu dibakar dan abunya menyatu dengan tanah kuburanku, ikatan ghaibnya akan putus, dan ruh Papa bisa ikut terbebas bersama jiwaku menuju alam barzah."

Arash mengangguk paham. Logika supranatural itu akhirnya masuk ke dalam nalarnya.

Kotak silver itu adalah pusat dari seluruh kutukan dan pengikat ghaib yang mengunci penderitaan keluarga ini.

"Tapi harus hati-hati, Kak... karena Mama—"

Kalimat Fira mendadak terputus. Roh gadis itu tiba-tiba gemetaran hebat, matanya membelalak ketakutan menatap ke arah pintu samping lorong rumah yang menghubungkan halaman dengan dapur.

"Mama kamu kenapa, Fir? Tolong jelasin yang jelas!" desak Arash, ikut dilanda kepanikan melihat perubahan drastis dari ekspresi roh Fira.

"Om Bakti itu... dia adiknya Mama. Dan Mama... Mama tahu semua hal ini, Kak.’’ ungkap Fira dengan nada suara yang teramat pilu, menyiratkan pengkhianatan terbesar yang bisa dilakukan oleh seorang ibu kandung kepada anaknya sendiri.

Deg!

Jantung Arash rasanya berhenti berdetak mendengar pengakuan itu. Tebakan awalnya tentang keluarga malang yang dijebak oleh paman yang kejam langsung runtuh.

Ini jauh lebih menjijikkan. Ibu kandung Fira, Tante Nina yang beberapa menit lalu menangis histeris di depan jasad anaknya hingga mengundang simpati seluruh pelayat, ternyata adalah otak atau setidaknya kaki tangan dari sekte pesugihan ini.

Tangisan histerisnya di dalam rumah tadi hanyalah akting murahan untuk menutupi dosa besarnya di hadapan para tetangga dan pihak kepolisian.

"Astaghfirullahaladzim..." Arash beristighfar dalam hati,

merasakan bulu kuduknya meremajakan diri bukan karena takut pada setan, melainkan karena ngeri melihat betapa iblisnya hati seorang manusia yang tega menumbalkan suami dan anak kandungnya sendiri demi harta dan status sosial.

Tante Dewi yang berada di samping Arash menangkap perubahan raut wajah cowok indigo itu.

"Kenapa? Fira bilang apa lagi?" tanya Dewi, air matanya kini benar-benar menetes membasahi pipinya yang mulus.

Arash menoleh menatap Tante Dewi dengan pandangan mata yang dingin dan menusuk.

"Kak Dewi, Fira bilang... ibunya sendiri, terlibat dalam semua urusan ini. Tante Nina yang menyerahkan Fira ke Pak Bakti. Dan sekarang, mereka berdua sengaja mengunci roh papanya Fira di atas agar energinya terus mengalir untuk kesuksesan keluarga mereka."

Dewi membekap mulutnya sendiri, tubuhnya lemas hingga nyaris terduduk di atas tanah jika Arash tidak sigap menahan siku wanit muda itu.

"Nggak mungkin... Mbak Nina setega itu? Fira itu anak kandungnya sendiri..." ratap Dewi diselingi isak tangis yang tertahan.

"Karena aku anak perempuan, jadi menurut Mama, aku gak berguna," gumam Fira lirih.

Kepalanya tertunduk dalam-dalam, membuat helaian rambut ghaibnya jatuh menutupi sebagian wajah pucatnya yang dipenuhi lebam keunguan.

Arash langsung menoleh tak percaya. Langkah kakinya yang hendak berputar menuju lorong belakang rumah mendadak terkunci di atas tanah.

Dadanya berdenyut nyeri, tidak menyangka ada seorang ibu di dunia nyata yang tega mengklasifikasikan darah dagingnya sendiri sebagai barang tak berharga hanya karena variabel gender.

"Mama terlalu menyayangi Om Bakti. Bagi Mama, Om Bakti adalah segala-galanya setelah Papa meninggal. Makanya, Mama percaya dengan apa pun yang dikatakan dan direncanakan oleh Om Bakti, termasuk... menyerahkan aku padanya," imbuh Fira.

Di samping Arash, Lala yang biasanya hobi bercanda mendadak terdiam. Kedua mata bulat hantu cegil itu menatap Fira dengan pandangan yang sangat melunak, dipenuhi rasa simpati yang mendalam.

Sebagai sesama mahluk yang raganya sudah tidak ada, Lala bisa merasakan kepedihan yang mengalir dari esensi jiwa Fira.

‘’Mas, kenapa manusia sekejam itu, mereka serem hiks hiks, untung saja aku sudah bukan manusia,’’ gumam Lala dengan wajah sedih nya.

‘Jangan lupa diri La, kamu itu sebelum jadi setan, asal mu juga manusia!’ saut Arash membuat Lala langsung memanyunkan bibir seolah menyesal menjadi manusia.

"Tapi gak apa-apa, Kak. Aku udah ikhlas sama semua perlakuan Mama," Fira mengangkat wajahnya, memaksakan segaris senyum tipis yang terlihat sangat menyayat hati.

"Aku ikhlas menerima takdir ini, asal setelah semua ikatan ini putus, aku bisa sama Papa terus di alam sana."

Arash menarik napas panjang melalui hidung, mencoba menetralkan emosi kemanusiaannya yang mulai memuncak.

"Oke, jadi sekarang gimana cara kita naik ke lantai dua? Situasi di teras depan dan ruang tengah makin ramai. Kalau kita nekat menyelinap lewat tangga besi dapur kotor sekarang, kemungkinan besar bakal berpapasan sama ibu-ibu pelayat?’’

"Iya ya, gimana ya?" gumam Dewi ikut kebingungan.

Wanita muda itu menggigit bibir bawahnya gelisah, jemarinya meremas setangkai mawar merah yang sudah kehilangan beberapa kelopaknya karena kepanikan yang melanda sejak tadi.

"Mas Bakti itu orangnya kelewat jeli. Dia pasti sengaja naruh beberapa orang kepercayaannya di sekitar area tangga untuk memastikan gak ada satu pun pelayat yang keluyuran ke lantai atas."

Arash terdiam sejenak, otaknya yang biasa digunakan untuk memecahkan soal-soal kalkulus rumit kini berputar dengan kecepatan penuh untuk meracik sebuah taktik pengalihan isu di dunia nyata.

Setelah menimbang beberapa opsi, sebuah ide cemerlang mendadak melintas di kepalanya.

"Sebentar, Kak. Saya panggil sahabat-sahabat saya dulu ke sini. Biar mereka bantu kita untuk mengalihkan perhatian orang-orang di dalam dan di area dapur," putus Arash mantap.

Tanpa menunggu jawaban dari Tante Dewi, Arash segera merogoh saku celana abu-abunya, mengambil ponselnya, dan mengetikkan sebuah pesan singkat di grup obrolan rahasia mereka.

Dia meminta Reno, Alvaro, dan Mike untuk segera merapat ke area halaman samping dekat pohon mangga tanpa menarik perhatian pelayat lain.

Hanya butuh waktu kurang dari dua menit bagi ketiga sahabat Arash untuk muncul dari balik belokan lorong.

Wajah mereka bertiga tampak dipenuhi rasa penasaran yang luar biasa besar, sekaligus bingung melihat Arash sedang berdiri berduaan bersama seorang wanita muda berpakaian hitam yang tampak tegang.

"Ada apaan sih, Rash? kamu nge-chat kayak orang lagi dikejar buronan tahu gak," bisik Mike langsung menodong Arash begitu jarak mereka mengikis.

"Kenapa, Rash? Ada masalah di dalam?" tanya Reno ikut menimpali, pandangannya sempat melirik ke arah Tante Dewi dengan dahi berkerut.

Arash menceritakan situasinya secara singkat dan padat, tentu saja dengan menyensor bagian-bagian mistis tentang kehadirannya ruh Fira dan Lala di sekitar mereka.

Dia hanya menjelaskan bahwa ayah Fira sedang dikurung secara mencurigakan di kamar lantai dua dan ada barang penting yang harus mereka ambil demi menyelamatkan nyawa seseorang dari kejahatan Pak Bakti.

"Jadi, gue butuh bantuan kalian bertiga buat bikin keributan kecil atau pengalihan perhatian di dekat dapur dan ruang tengah," jelas Arash menatap ketiga sahabatnya satu per satu dengan pandangan penuh harap.

‘Jadi, kita dipanggil Cuma buat diminta bikin keributan?’’ gumam Reno lirih melirik dua sahabatnya.

1
Rosy
gemblengannya di mulai besok saja kyai.. sekarang Arash lagi di tungguin sama hantu cegil yg lagi mau curhat 🤭🤭
Rosy
kenapa pake di perjelas segala sih mom...ngeri banget bayanginnya 😭😭😭😭
Rosy
astaghfirullah ternyata Lala lagi ngobrol sama pocong 😭😭🤣🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
yah Arash mau belajar lagi, Lala pasti merasa dibohongi 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
eh pocongnya kenapa gak bisa bebas ya 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Wah Lala nangkring sama mas pocong 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
La diajak jadian tuh 🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kau sedang cemburu kah La 🤔🤣
Halimah
Siapa lg nih pocong...Kyk y perlu disekametin jg.
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
walaupun sama² hantu,,,
si Cegil ini ternyata pilih² pasangan ya,,
😅😅
Vike Kusumaningrum 💜
Siap² Rash, Lala ngambek nanti. pasti katanya kamu menghindar dan ingkar janji 🤭
Vike Kusumaningrum 💜
🤣🤣🤣 siapa nih dulunya 🤣🤔🤭🤭
Vike Kusumaningrum 💜
pocong 🤣🤣🤣🤣🤣😭
Vike Kusumaningrum 💜
Cemburu la ? 🤣🤣🤣🤣
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
heh Lala,,knp kamu ngagetin Arash🫵🫵🫵

bisa kan,,,sapa,,

Assalamualaikum dlu😅😅😅
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
ayooohh Arash,,,banguuunnnn
suci nurfarida
cerita yang menarik dan unik dengan latar belakang spritual, menegangkan, lucu
HR_junior
eee alah JD PD di jadiin tumbal ya..Fira juga ya
HR_junior
knp LG Lo..apa si Fira juga korban ibunya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!