NovelToon NovelToon
Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Cinta Lansia
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: husna_az

Ainun yang sudah berusia senja, harus mengurus Alif—cucunya—yang tingkat kenakalannya luar biasa. Beberapa kali dia dipanggil ke sekolah karena Alif membuat ulah. Meskipun begitu Ainun sangat menyayangi cucunya itu.

Hingga suatu hari datanglah murid baru dari kota yang ternyata cucu dari Malik, yang merupakan mantan kekasih Ainun. Perasaan tidak enak dan canggung pun membuat keduanya bingung harus bagaimana. Namun, tanpa disadari semua itu adalah awal dari cinta lama yang kembali hadir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Aku ke toilet dulu ya, Oma," ucap Alif yang kemudian berdiri dan pergi dari.

Dia sempat melirik ke arah Fajar seolah memberi kode agar pemuda itu juga meninggalkan meja. Terserah apa pun alasannya, mau ke toilet seperti dirinya tidak masalah asalkan bisa membuat Ainun dan Malik berdua. Semoga saja mereka bisa berbicara dari hati ke hati dengan tenang.

Ainun mengangguk saja saat melihat Alif pergi sambil melanjutkan makanannya yang belum habis. Tidak lama kemudian ponsel Fajar berdering, lebih tepatnya pemuda itu yang sengaja memutar nada dering ponselnya agar terlihat jika ada panggilan masuk. Sejak tadi pemuda itu memang sedang mencari alasan untuk bisa pergi, tapi tidak mendapatkan ide.

Fajar pun berdiri dan berniat pergi keluar untuk mengangkat panggilan. Tidak mungkin dia mengangkat panggilan di sini karena nanti dirinya tidak akan bisa pergi dan harus berada di tengah-tengah pasangan tua yang sedang dimabuk asmara itu.

"Kamu mau ke mana, Fajar?" tanya Ainun, sementara Malik hanya memandangi pemuda itu, pertanda dia pun juga ingin tahu ke mana anak itu.

"Ada telepon sebentar dari teman dan ini rahasia," jawab Fajar yang langsung pergi begitu saja.

Ainun merasa tidak nyaman jika harus ditinggal berdua saja dengan Malik, tapi dia juga tidak mungkin melarang Fajar untuk mengangkat panggilannya. Siapa tahu itu memang penting. Semoga saja Alif segera kembali.

"Lama tidak bertemu, ternyata banyak sekali perubahan dalam diri kamu," ujar Malik dengan melirik ke arah wanita yang ada di sampingnya.

Meskipun banyak sekali perubahan dalam diri Ainun. Namun, sifat wanita itu tidak pernah berubah sama sekali. Selalu baik meskipun pada orang yang tidak disukainya. Ainun juga selalu mementingkan orang-orang di sekitarnya di atas dirinya sendiri.

Ainun yang tadinya fokus pada makanannya pun menoleh ke arah pria itu dan berkata, "Setiap orang pasti berubah, apalagi sudah bertahun-tahun. Kamu juga pasti seperti itu juga 'kan?"

"Iya, memang benar, tapi ada satu hal yang masih sama seperti dulu."

"Apa itu?"

"Cintaku padamu, masih sama seperti dulu, bahkan sekarang sudah jauh lebih besar."

Ainun terdiam sejenak, dia sudah memprediksi jika Malik akan membahas tentang masa lalunya, tapi tetap saja dirinya tidak memiliki jawaban yang tepat. Ada perasaan tidak nyaman sekaligus rasa bersalah. Mau bagaimana lagi, semua juga sudah berlalu.

"Tidak seharusnya kamu membicarakan mengenai hal itu denganku disaat usia kita sudah tidak muda lagi."

"Memangnya kenapa? Usia tidak menghalangi cinta seseorang. Cinta juga tidak bisa memilih kapan akan hadir dan pergi. Andai aku bisa, aku juga ingin melupakan cinta masa lalu, tapi nyatanya tidak bisa. Perasaan ini hanya tertuju padamu. Sudah banyak wanita yang aku kenal dan dekat, tapi tidak satu pun dari mereka yang mampu menggantikan posisimu di hatiku."

Ainun hanya menundukkan kepalanya, tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Saat mendengar isi hati pria itu, rasa cinta yang dulu sempat terkubur kini muncul kembali Ingin sekali dia membalas ungkapan cinta Malik, tapi semua tertelan di tenggorokannya.

"Ainun, maukah kamu memberiku kesempatan yang kedua kalinya? Aku janji akan melakukan apa pun yang kamu mau. Aku akan berusaha untuk membuat kita bisa bersatu. Kalau alasanmu tentang keluarga, kamu tidak perlu mengkhawatirkannya karena aku sudah tidak punya keluarga lagi," lanjut Malik.

"Justru itu yang aku sayangkan, Malim. Mereka adalah keluargamu, kenapa kamu meninggalkan mereka hanya karena aku. Jujur, saat Laila menceritakan tentang kehidupanmu aku merasa sangat bersalah pada keluargamu. Aku yang seorang yatim piatu saja sangat menginginkan kehadiran orang tua dan saudara, tapi kenapa kamu malah meninggalkan mereka dan membuatnya kecewa?"

"Itu pilihan yang mereka berikan padaku. Aku tidak bisa menikah dengan wanita yang dipilihkan oleh mereka. Satu-satunya wanita yang ingin aku nikahi cuma kamu dan saat kamu memilih pergi, maka keinginanku untuk menikah juga ikut pergi bersamamu."

"Malik, aku tidak pantas diperlakukan seperti itu. Aku ...."

"Jangan merasa bersalah. Ini adalah hidup yang aku pilih, tidak ada hubungannya denganmu."

Ainun kembali menundukkan kepalanya. Dia tidak sanggup menatap pria yang sudah mengorbankan banyak hal tentang kehidupannya demi dirinya. Padahal Ainun sendiri sama sekali tidak begitu penting, sampai harus diperjuangkan sedemikian rupa.

"Tapi tetap saja aku 'lah penyebab semua ini."

"Tidak. Mereka yang memberi pilihan dan aku yang memilihnya. Itu sudah mutlak, jadi tidak ada hubungannya denganmu. Yang aku inginkan saat ini hanyalah kamu, jadi bisakah kamu memberikan aku kesempatan? Kamu tidak perlu membalas perasaanku saat ini, cukup kamu buka hatimu, biarkan aku masuk ke dalamnya dan mengisi hatimu kembali dengan namaku."

Ainun berpikir sejenak, hingga akhirnya dia memutuskan untuk memberi kesempatan. "Baiklah, tapi aku tidak bisa berjanji untuk bisa menerimamu kembali."

"Tidak masalah, sudah cukup seperti ini saja, tidak apa-apa."

Malik merasa lega, setidaknya sekarang yang dia bisa bertemu dengan Ainun, tapi dia juga tidak bisa terburu-buru, khawatir nanti Ainun merasa tidak nyaman dan malah memilih untuk menutup kembali hatinya. Saat ini yang penting untuk Malik adalah restu dari anak dan cucunya Ainun. Kalau cucunya Malik kenal, tapi anaknya dia sama sekali tidak tahu. Nanti dirinya akan mencari tahu lewat Alif secara langsung atau mungkin lewat Fajar.

Alif keluar dari pintu belakang. Dia bertemu Fajar di bangunan samping restoran. Keduanya sepakat untuk meninggalkan kedua orang tua itu, biar mereka bisa menikmati makan malam berdua, sementara dirinya dan Fajar pulang dengan sopir yang dibawa oleh Ainun tadi. Nanti biar wanita itu pulang diantar oleh Malik agar pria tua itu juga tahu di mana tempat tinggal Ainun saat ini.

"Kamu yakin kita pergi begitu saja? Kalau mereka marah bagaimana?"

"Iya, kamu pikir aku cuma main-main? Kenapa, kamu takut? Dasar cemen!"

"Siapa juga yang takut. Aku bukannya takut dimarahin opa, tapi nanti kalau uang sakuku berkurang bagaimana? Kamu mau ganti?"

"Nggak mungkin. Justru opamu pasti senang malam ini karena akhirnya bisa makan malam dengan omaku. Nanti kamu juga akan dapat tambahan uang saku, tapi jangan lupa nanti bagi-bagi. Awas saja kalau kamu habiskan sendiri."

Fajar berdecak kesal. Namun, dalam hati dia membenarkan apa yang dikatakan Alif. Bagi Malik, uang bukanlah masalah untuknya. Fajar hanya khawatir juga omanya Alif akan menolak kehadiran Malik dalam kehidupannya nanti. Dia kasihan pada pria yang dipanggilnya 'opa' itu.

Sudah sekian lama Malik hidup sendiri, apakah sekarang masih harus tetap sendiri sampai tetap usia. Andai saja pria itu mau dengan wanita lain, sudah pasti sekarang memiliki anak bahkan cucu.

"Kamu mau diantar ke mana?"

"Ya pulang 'lah, masa kamu turunin aku di tengah jalan! Kalau tahu begitu lebih baik tadi aku pulang bareng opa saja."

"Iya, kenapa kamu sekarang jadi cerewet sekali. Sekarang kamu tunjukin alamat kamu sama sopir saja. Aku malas berbicara sama kamu. Lama-lama nyebelin juga," ujar Alif yang kemudian sibuk dengan ponselnya, sementara Fajar memberitahu alamat rumahnya pada sang sopir.

Fajar dan Alif pun tidak berbicara lagi. Keduanya sibuk berkirim pesan dan bermain game dengan ponselnya.

Sementara itu, di restoran Ainun dan Malik sama-sama heran karena Alif dan Fajar belum juga kembali. Padahal keduanya sudah cukup lama perginya. Makanan di meja juga masih tersisa banyak. Alif yang sudah pergi lebih dulu juga tidak terlihat sama sekali. Tidak mungkin jika di toilet antri karena pengunjung restoran juga tidak terlalu banyak saat ini.

1
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor
Love You Z♥️
aku ngak puas bacanya,,, padahal novelnya baguuussss,,, ngak melulu percintaan anak muda remaja atau dewasa,,, tapi dicerita yang mengisahkan lansia lansia iniiii menunjukkan setia itu mahaaalll
Husna_az: terimakasih atas ulasannya kak🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
uploadlaahhh 2 bab sehari thooooorrrr,,,
Love You Z♥️
semangat teruuussss othooooooorrrrrr,,,
ceritanya baguuuuss,,, aluuuurrrnnnyyaaa aku suka bangeeettttt,,,,, 😍😍😍😍
gaby
Seru thor, sangat jarang ada novel kisah cinta paruh baya, bahkan bila adapun biasanya mereka baru pny anak, bukan cucu yg dah remaja. Btw dr awal bab ga di sebutin brp usia mereka, biar kt bisa berhalu ria
gaby
Seru, kisah cinta pasangan paruh baya👍👍
gaby
Penyakit anak jaman skrg gitu, ga menghargai orangtua. Dulu ketika mereka msh anak2, kita para orang tua yg repot mwngasuhnya. Giliran anak2 dah dewasa & berumahtangga, kita jg yg harus jd babu ngurus cucu. Harusnya menikmati sisa usia dgn pikiran tenang, ini malah di bebani jg babu sitter. Kalo pasutri sama2 kerja, alangkah baiknya sewa pembantu buat ngasuh anak, tp tetep nenek atau kakeknya bantu pantau doang.
Love You Z♥️
sering sering up yaaa thooorrr
novelnya baguuuuss,,,, alur ceritanya juga bagussss,, aku suka😍
Husna_az: insyaallah diusahakan ya kak
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
Nurgusnawati Nunung
semoga berhasil usaha kalian.. Fajar, Alif
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor..
Nurgusnawati Nunung
Alif . bisa juga ngerayu oma.
Nurgusnawati Nunung
Fajar anak yang baik. masih memikirkan opa Malik..
Nurgusnawati Nunung
Aduh.. opa Malik suka nge ghibah juga yaa. 🤣
Endang Sulistia
pret...manisnya mulutmu lif..
Endang Sulistia
lanjut thor...
Endang Sulistia
betul tuh lif..👍
Endang Sulistia
cocok Alif Ama fajar jadi saudara
Endang Sulistia
🤪🤣🤣🤣
Endang Sulistia
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!