NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Ratu memacu motor gedenya menyusul mobil Dilan menuju rumah sakit. Di sepanjang jalan, jarinya lincah mencari kontak keluarga Suhadi. Ia berhasil menghubungi Monica, ibu Ardiansyah.

" Hallo ... Assalamualaikum..., mohon maaf, apakah benar, ini dengan nyonya Monica?...., saat ini putra Anda sedang dalam perjalanan ke rumah sakit di depan proyek...", Ratu mematikan ponselnya , lalu menuju pembangunan hotel tuan Ardiansyah yang masih berada di pusat kota.

Ratu datang terlebih dahulu sebelum Dilan sampai, lalu disusul oleh Dilan yang membawa Ardiansyah di dalam mobilnya,

Ratu langsung berteriak memanggil tenaga medis agar segera mendekat, karena ada pasien darurat.

Dan benar saja,teriakan Ratu membuat para tenaga medis berlari kocar-kacir mendorong brangkar, apalagi melihat seseorang yang memakai seragam polisi sedang memapah laki-laki yang hampir kehilangan kesadaran kembali.

Dilan membantu para tenaga medis mengangkat tubuh lemas Ardiansyah ke atas brangkar, Ia ikut mendorongnya sampai pintu UGD terbuka.

Beberapa saat kemudian, di lorong rumah sakit yang dingin, langkah kaki yang terburu-buru terdengar. Monica Suhadi datang dengan segala keanggunannya yang tersisa di tengah kepanikan. Ia melihat Ratu yang masih mengenakan jaket kulit, Kacamata tebalnya berdiri di depan pintu UGD.

"Di mana anakku? Kamu... kamu asisten Vanessa yang menghubungi saya tadi?"

Ratu mengangguk hormat, namun tetap mempertahankan tatapan matanya yang tegas. Ia merapikan jilbabnya yang sedikit berantakan terkena angin.

"Iya, Nyonya Monica. Saya Ratu. Tuan Ardiansyah sedang ditangani dokter di dalam. Beliau mengalami kram perut hebat dan dehidrasi akibat... makanan yang terlalu pedas."

Monica menatap Ratu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ada kilat ketidaksukaan sekaligus rasa penasaran di matanya., gadis di depannya jauh sekali dari kata anggun , tidak seperti Nisya,calon menantunya "Makanan pedas? Ardiansyah tidak pernah makan sembarangan. Apa yang kalian lakukan di pinggir jalan sampai anakku masuk rumah sakit seperti ini?" tanya Monica penuh penekanan.

"Mohon maaf sebelumnya, Nyonya , Beliau sendiri yang memaksa untuk bergabung makan di lesehan. Saya sudah melarangnya, tapi putra Ibu sepertinya punya sisi keras kepala yang luar biasa." jawab Ratu jujur.

Monica terdiam. Ia belum pernah melihat seorang asisten, bahkan seorang wanita, berbicara seberani ini di depannya. Di saat yang sama, Dilan keluar dari ruangan.

"Dokter bilang Tuan Ardiansyah sudah stabil, tapi harus dirawat inap satu malam karena asam lambungnya naik drastis. Dia butuh istirahat total."

Monica menghela napas panjang. Ia mengambil ponselnya, hendak menghubungi Nisya, namun ia teringat sesuatu. Ia menatap Ratu kembali.

"Terima kasih sudah membawanya ke sini. Tapi sekarang, biarkan tunangannya yang mengurus. Di mana Nisya?"

Ratu tersenyum miris. "Nona Nisya seperti nya sedang makan siang dengan Ayahnya di restoran, Tuan Ardiansyah tahu itu, dan mungkin... itulah sebabnya dia memilih makan ketoprak pedas di pinggir jalan bersama saya."

Monica tersentak. Jawaban Ratu seperti tamparan halus yang menyadarkannya bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam hubungan putranya.

Ratu memutuskan untuk mundur sejenak. Ia berjalan menuju kursi tunggu, mengeluarkan ponselnya , ia memberikan laporan singkat pada Afnan style tentang situasi ini. Karena ia harus menunda rapat yang seharusnya sudah di mulai , Tangannya masih sedikit gemetar karena melihat wajah pucat Ardiansyah tadi.

___

Ratu merasakan atmosfer di lorong rumah sakit semakin menyesakkan seiring dengan detak jarum jam. Ia tahu, kehadirannya hanya akan menambah kerumitan jika Nisya tiba. Dengan gerakan anggun namun cepat, ia merapikan jaket kulitnya.

"Nyonya Monica, sepertinya tugas saya sudah selesai. Rekan saya, Pak Dilan akan tetap di sini sebentar jika nyonya butuh keterangan lebih lanjut, ,bisa tanyakan pada beliau. Saya pamit dulu."

Monica hanya mengangguk kaku, matanya masih terpaku pada pintu ruang rawat. Begitu Ratu melangkah menjauh, Monica masuk ke dalam ruangan. Di sana, Ardiansyah terbaring lemah dengan infus yang menempel di tangannya. Wajahnya yang biasanya tegas kini tampak rapuh.

Ardiansyah mengigau, suaranya parau dan tipis "Ratu... jangan... jangan tertawa dengan dia... Ratu..., Ratu....Aku...."

Monica tersentak hingga hampir menjatuhkan tasnya. Ia mendekat, memastikan indra pendengarannya tidak salah "Ratu?" gumam Monica. "Siapa wanita itu sebenarnya? Kenapa Ardiansyah menyebut nama asisten itu dalam tidurnya?"

Tak lama kemudian, suara langkah kaki terburu-buru memecah keheningan lorong. Nisya datang dengan wajah pucat pasi, diikuti oleh Pramuji yang tampak terengah-engah dan Angga yang berjalan dengan raut wajah serius namun tenang.

Nisya langsung menghampiri Monica, suaranya gemetar " Ma.. bagaimana keadaan Kak Ardi? Maafkan Nisya, tadi Nisya tidak tahu... ponsel Nisya mati saat di restoran."

Monica menatap Nisya dengan pandangan yang sulit diartikan, campuran antara kasihan dan kekecewaan. "Dokter bilang dia terkena serangan asam lambung hebat. Dia butuh istirahat, Nisya."

"Aduh, ini pasti gara-gara stres kerjaan! Ardi itu memang terlalu memaksakan diri. Syukurlah ada Nak Angga yang langsung mengantar kami ke sini begitu tahu kabar dari staf kantor."

Monica menatap Angga dengan penasaran.

Angga melangkah maju, ia tidak menunjukkan senyum remehnya kali ini. Sebagai sesama pengusaha yang ambisius, ia tahu rasanya jatuh sakit di tengah tekanan besar.

"Bu Monica, saya Angga , rekan bisnis yang sedang kami bangun, hotel yang berada di depan" ucap Angga dengan sopan.

Monica mengangguk, pertanyaan yang ada di dalam hatinya terjawab sudah.

"Saya turut prihatin. Meskipun kami bersaing di bisnis, keselamatan Tuan Ardi tetap yang utama. Jika ada kebutuhan medis tambahan atau spesialis yang diperlukan, saya punya relasi di Singapura yang bisa membantu segera."

Monica sedikit terkesan dengan ketenangan Angga. "Terima kasih, Tuan Angga. Tapi rumah sakit ini sudah cukup baik."

Nisya mendekat ke ranjang Ardiansyah, ia ingin meraih tangan tunangannya, namun ia ragu. Ia melihat sisa-sisa aroma parfum di baju Ardiansyah yang sangat familiar, namun ia tahu Ardiansyah tidak pernah menggunakan produk seperti itu apalagi itu parfum wanita.

Nisya mencoba duduk di samping Ardiansyah, tangannya gemetar saat merapikan jilbabnya yang sedikit berantakan. Ia merasa ada jarak yang semakin lebar antara dirinya dan Ardiansyah, meski jarak fisik mereka hanya beberapa sentimeter.

Ardiansyah perlahan membuka mata, fokusnya masih kabur "Nisya...?"

"Iya, kak... ini Nisya. kakak istirahat ya."

Ardiansyah mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Ia melihat ibunya, Pramuji, dan... Angga. Namun, mata Ardiansyah terus mencari ke arah pintu, seolah-olah mengharapkan sosok lain yang muncul.

"Mana... asisten itu? Mana Ratu?" tanya Ardiansyah dengan suara seraknya...

Pertanyaan itu membuat seluruh ruangan hening seketika. Pramuji mengerutkan kening, Angga menyipitkan mata penuh selidik, dan Monica menatap Nisya dengan tatapan yang seolah meminta penjelasan.

Nisya merasa dunianya runtuh. Tunangannya baru saja sadar dan hal pertama yang ditanyakannya adalah wanita lain.

"Ratu? Siapa Ratu, Nak Ardi? Apa dia staf baru yang melakukan kesalahan sampai kamu sakit begini?" tanya Pramuji tidak jelas.

Ardiansyah tidak menjawab, ia memejamkan matanya kembali karena pening. Ia tidak sadar bahwa satu pertanyaan singkatnya telah memicu bom waktu di hati Monica dan kecurigaan besar di benak Angga.

1
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
@Mita🥰
terimakasih update nya😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍
suti markonah
kasihan sekali kamu nisa, akibat ulah bpk mu yg serakah kamu jadi korban
@Mita🥰
lanjut
Cica Aretha
makasih byk thor utk duble up nya..sehat2 thor🙏
Sri Supriatin
tks Thor n sehat terus /Good/ slmt bb Indo n mimpi indah 💪💪💪
Aisyah Virendra
Gaskuyyyy Ardiiii... segeralah halalkan Ratu, jangan kalah sama 2 saudaramu yg punya kisahnya masing² dg cara yg unik dan Extreem 🤣🤣 wujudkan mimpimu untuk segera memiliki Ratu, ia Ratu dihatimu dan duniamu 🤭 taklukan segala rintangan yg menghadang 💪
Sukarti Wijaya
nambah thor up nya buat malming😍
Aisyah Virendra
Akhirnya Ardiansyah berkunjung juga ke Mansion Pratama demi menemui Ratu sang pujaan hati 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!