NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Teen / Single Mom
Popularitas:944
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Naura hanya seorang gadis yang jatuh cinta terlalu dalam… dan harus membayar semuanya dengan kehilangan.

Ditinggalkan oleh lelaki yang ia cintai 'tanpa pernah tahu bahwa itu semua hanyalah kebohongan kejam'. Naura memilih pergi, membawa luka dan kehidupan baru yang tumbuh dalam rahimnya sendirian.

Selama delapan belas tahun, ia bertahan di tengah kemiskinan, mengorbankan segalanya demi satu alasan: anaknya, Genesis.

Namun saat dunia Genesis hanya tersisa ibunya… takdir kembali merenggut satu-satunya alasan ia bertahan hidup.

Kini, di antara sepi, kehilangan, dan batas tipis antara kewarasan dan kegilaan…

Satu minggu kemudian, Alexa datang menyelamatkan Genesis yang sedang terpuruk setelah Naura meninggal.

Namun ternyata, Alexa adalah Naura...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Dunia itu ternyata begitu lebar dan begitu jahat memisahkan mereka.

Jika di ujung sana Genesis harus berjalan kaki menyusuri jalanan berlumpur dan berdebu, berjuang melawan angin malam yang menusuk tulang demi mencari cara untuk mendapatkan Alexa kembali... maka di sini, di dalam gedung setinggi istana itu, Alexa justru terkurung dalam sangkar emas yang indah namun membekap napas.

Dunia Kaya.

Itulah yang kini menyelimuti hidupnya sepenuhnya.

Alexa berdiri di depan jendela kaca setinggi langit-langit kamar itu. Matanya menatap lurus ke luar, melihat pemandangan kota Jakarta yang gemerlap lampu dari ketinggian. Semuanya terlihat begitu kecil dari sini, begitu indah dan teratur. Tapi bagi Alexa, pemandangan itu terasa hampa dan dingin.

Ia menunduk menatap tangannya sendiri. Tangan yang halus, putih, dan bersih ini bukan tangannya. Ini milik Alexa Wijaya, pewaris keluarga kaya, calon istri orang sukses.

Bukan tangan Naura yang dulu kasar karena mencuci, memegang sapu, dan mencari rongsokan demi sesuap nasi.

“Dunia yang berbeda...” bisiknya pelan, suaranya bergetar. “Benar-benar dunia yang berbeda.”

Pintu kamar terbuka lebar tanpa permisi. Masuklah beberapa pelayan wanita dengan seragam rapi, membawa tumpukan baju, tas, dan kotak-kotak perhiasan yang berkilauan.

“Nona Alexa, silakan bersiap. Nyonya besar meminta Anda untuk turun dan makan malam bersama seluruh keluarga. Nanti malam juga akan ada tamu penting yang datang,” kata salah satu pelayan dengan nada kaku dan formal.

Alexa menoleh pelan, wajahnya datar tanpa ekspresi.

“Makan malam? Aku tidak lapar. Dan aku tidak mau pakai baju-baju itu,” tolaknya lembut namun tegas.

Pelayan itu tampak terkejut, seolah tidak pernah mendengar kata 'tidak' dari majikannya.

“Tapi Nona... Anda harus tampil rapi. Ini aturan di rumah ini. Anda tidak bisa terus memakai pakaian sederhana seperti itu. Anda adalah Nona Wijaya.”

“Aturan?” Alexa tersenyum kecut, tertawa sinis pada dirinya sendiri. “Sejak kapan aku tahu aturan di sini? Sejak kapan aku merasa jadi bagian dari tempat ini?”

Ia menatap baju-baju mewah itu. Gaun sutra, sepatu hak tinggi, berlian yang berkilau. Semuanya mewakili kemewahan, tapi semuanya terasa asing dan menekan. Ia lebih suka daster lusuh, kaos oblong, dan celana jeans yang ia pakai bersama Genesis. Di sana ia merasa hidup. Di sini ia hanya merasa seperti patung.

“Sudah, pakai yang ini cepat!”

Tanpa bisa menolak, para pelayan itu langsung mendatanginya, memakaikan gaun biru tua yang sangat mewah namun ketat, menyisir rambutnya dengan gaya yang anggun, dan memakaikan sepatu yang membuat kakinya terasa sakit.

Saat prosesi itu berlangsung, Alexa hanya diam mematung. Ia membiarkan mereka melakukan apa pun yang mereka mau pada tubuh ini. Matanya kosong, pikirannya melayang jauh.

Gen... apa kamu sedang makan? Apa kamu marah? Apa kamu baik-baik saja di sana sendirian?

.

.

Sore berganti malam. Alexa dituntun menuju ruang makan utama yang luasnya seluas lapangan badminton. Di ujung meja makan panjang yang terbuat dari kayu mahoni hitam yang mengkilap, duduk Tuan dan Nyonya Wijaya dengan wajah serius.

Di sekeliling dinding tergantung lukisan-lukisan mahal, lampu gantung kristal yang memancarkan cahaya megah, dan piring-piring makan yang terbuat dari porselen impor.

Alexa duduk di kursi yang empuk dan tinggi. Di depannya terhampar serbet kain sutra, dan deretan peralatan makan perak yang jumlahnya membuatnya pusing.

“Ini makan malam atau upacara kenegaraan?” gumamnya dalam hati.

Ia rindu makan di meja kayu bekas, makan nasi bungkus dengan lauk seadanya sambil bercanda tawa dengan Genesis. Itu jauh lebih nikmat daripada hidangan mewah ini.

“Alexa, dengar baik-baik apa yang akan Ayah katakan,” suara Tuan Wijaya memecah keheningan, tegas dan berat.

“Dunia tempat kamu tinggal selama beberapa hari ini... dunia yang kumuh, kotor, dan penuh orang susah itu... sudah bukan tempatmu lagi. Kamu harus melupakannya secepat mungkin.”

Alexa mengangkat wajah, menatap tajam. “Itu bukan tempat kotor, Yah. Di sana ada kehangatan. Di sana ada orang yang tulus sayang sama aku.”

“Tulus atau memanfaatkan?” potong Nyonya Wijaya dingin, ia menyuap makanan dengan anggun tanpa menatap Alexa.

“Jangan bodoh, Nak. Orang miskin dekat-dekat kita biasanya cuma mau harta. Pemuda yang sama kamu itu pasti cuma mau cari untung.”

BRUK!

Hati Alexa terasa dipukul keras. Bagaimana mereka bisa menghina Genesis? Bagaimana mereka bisa menjelek-jelekkan anaknya yang begitu baik, pekerja keras, dan tulus itu?

“JANGAN BICARA SEPERTI ITU TENTANG DIA!” bentak Alexa tak sadar, suaranya meninggi hingga membuat suasana hening seketika.

Matanya berkaca-kaca, campur aduk antara marah dan sedih.

“Genesis itu orang baik! Dia lebih baik dari siapa pun yang aku kenal di sini! Dia tidak pernah minta apa-apa! Dia bahkan rela berhutang demi aku! Kalian tidak tahu apa-apa tentang dia! Kalian hanya melihat dari baju dan rumahnya!”

Nyonya Wijaya meletakkan sendoknya dengan keras.

Drak!

“Lihat ini! Lihat betapa berpengaruhnya tempat kotor itu padamu! Kamu berani membentak orang tua sekarang?! Kamu berani membela laki-laki tak jelas itu di depan kami?!”

“Aku membela kebenaran!” Alexa berdiri dari kursinya, napasnya memburu.

“Di sana aku bahagia! Aku merasa jadi manusia utuh! Tapi di sini... di rumah mewah ini... aku merasa seperti orang asing! Aku merasa mati!”

Air mata jatuh lagi. Ia tidak kuat menahan beban ini. Dunia yang terlalu megah ini justru membuatnya merasa semakin kecil dan tersiksa.

“Kamu itu sakit, Alexa!” hardik Tuan Wijaya.

“Kamu sedang tidak waras karena terlalu banyak tekanan. Ingat satu hal... mulai hari ini, duniamu berubah. Kamu masuk ke lingkaran elit. Kamu akan bergaul dengan orang-orang penting. Dan kamu tidak boleh lagi mengumbar kemesraan atau berhubungan dengan pemuda kelas bawah itu!”

“DUNIA ITU YANG AKAN MASUK KE HIDUP KAMU SEKARANG!” lanjut Tuan Wijaya menekan setiap kata.

“Dan kamu harus menyesuaikan diri! Atau kamu akan menghancurkan segalanya!”

Alexa mundur selangkah, tubuhnya gemetar hebat. Ia sadar sekarang.

Mereka tidak hanya memisahkan dirinya dari Genesis.

Mereka sedang mencoba membunuh identitasnya.

Mereka sedang memaksanya menjadi boneka di dalam dunia yang penuh kemewahan namun penuh kepalsuan ini.

“Jadi... ini hukuman buat aku ya?” bisiknya parau. “Karena aku berani bahagia sebentar, sekarang aku dipenjara di sini?”

“Bukan penjara, tapi kehormatan!” jawab Nyonya Wijaya sinis.

Alexa tertawa kecil, tawa yang penuh kesedihan.

“Kehormatan palsu...”

Ia berbalik badan dan berlari meninggalkan ruang makan megah itu, meninggalkan makanan yang belum tersentuh, meninggalkan kedua orang tua yang marah, dan meninggalkan dunia mewah yang kini terasa seperti neraka baginya.

Ia kembali ke kamar, mengunci pintu rapat-rapat, lalu meluncur jatuh di belakang pintu.

Dunia kaya sudah masuk. Dunia itu sudah mengelilinginya dari segala arah. Dan sekarang, perang terberatnya bukan hanya melawan jarak, tapi melawan seluruh sistem dan aturan yang ingin memisahkannya dari anaknya selamanya.

1
Mak e Tongblung
insting gen hebat👍
Mak e Tongblung
kukira genesis itu perempuan 😄
zhafira: laki kak.. 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!