bagaimana jadinya jika tidak ada lagi keadilan di dunia ini,bagaimana lagi kita yang tidak bersalah jadi bersalah dan yang bersalah jadi tidak bersalah.
bagaimanakah seorang Ananda yang berprofesi sebagai jaksa bisa menuntaskan kematian orang tuanya.
hukum hanya berpihak pada yang kaya dan berkuasa,jadi bijaklah dalam berhukum
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya LGa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 19
Setelah berbicara kepada Arnold,Axel langsung mengarahkan semua anak buahnya yang memiliki kemampuan di bidang IT,untuk mencari keberadaan wanita yang di cari oleh Arnold.
"Ada apa tuan" tanya Samuel pada Axel,setelah menyuruhnya datang ke ruangannya.
"Cari wanita yang bernama Olivia Anastasya,dia berumur 25 tahun,dia baru menyelesaikan pendidikan S3 nya di LA" kata Axel memberi perintah pada Samuel.
"Kalau boleh tau,siapa dia tuan" tanya Samuel curiga.
"Jangan salah paham,cari saja apa yang aku suruh" kata Axel memberi perintah.
"Baik tuan,akan saya laksanakan" jawab Samuel dan langsung keluar dari ruangan Axel.
Sedangkan di tempat lain,tepatnya di desa Hagai,tepatnya tempat keberadaan Ananda.
"Jadi bagaimana kejadiannya,sehingga desa ini sedikit penghuni nya" kata Ananda bertanya pada wanita itu.
"Tahun lalu,ada beberapa orang datang ke desa kami ini,mereka semua memiliki mobil yang bagus dan pakaian-pakaian mereka terlihat bersih dan mahal" kata wanita itu men jeda ucapannya.
"Lalu" tanya Ananda penasaran.
"Mereka berbicara pada kepala desa di sini,untuk membawa anak-anak muda yang ada di sini ke kota untuk bersekolah dan bekerja,agar desa kami ini bisa berkembang dan maju" kata wanita itu bercerita.
"Terus" tanya Ananda belum puas dengan cerita wanita itu.
"Kepala desa menyetujui hal itu,sehingga orang-orang yang dari kota itu membawa semua anak-anak muda dan meninggalkan kami yang sudah berumur di sini,awalnya semua normal-normal saja,tapi setelah hampir satu tahun,si kepala desa pergi ke kota ingin menemui putranya yang di bawa ke kota,tapi setelah satu bulan,si kepala desa tidak pulang-pulang,bahkan ada kabar yang tersebar bahwa kepala desa kami sudah mati di jalan menuju perjalan ke kota,jadi mulai dari situlah kami yakin bahwa semua orang-orang yang dibawa oleh orang-orang dari kota itu bukan orang yang baik,sehingga kami memutuskan melaporkan kejadian ini ke polisi dan kami akan bersembunyi jika ada orang-orang pendatang baru atau orang dari kota berkunjung ke desa ini" kata wanita itu,menceritakan semua yang terjadi di desa Hagai tersebut.
"Jadi apakah masih ada orang tinggal di desa ini" tanya Ananda pada wanita itu.
"Ada,tapi semua hanya orang tua yang lanjut usia" jawab si ibu tersebut.
"Jadi kenapa anda bisa disini" tanya Ananda pada wanita itu.
"Maksudnya" tanya wanita itu bingung.
"Maksud saya,anda masih terlihat muda,saya rasa juga umur anda belum terbilang lanjut usia,tapi kenapa mereka tidak membawa anda" tanya Ananda pada wanita tersebut.
"Dulu disaat kejadian itu terjadi,saya sedang berkebun,tapi saat saya kembali dari kebun milik saya,saya sudah melihat desa yang sepi,tapi kepala desa langsung memberitahukan semua nya kepada saya,makannya saya masih ada di desa ini sampai sekarang" kata wanita itu menjelaskan.
"Jadi begitu yah" kata Ananda.
"Maka dari itulah,saya sebagai orang yang paling muda di desa ini,memutuskan untuk merawat orang tua yang sudah lanjut usia" kata wanita itu menjelaskan.
"Ada berapa banyak orang tua yang sudah lanjut usia yang anda rawat saat ini" tanya Ananda pada wanita itu.
"Sekitar 9 orang,itu sudah jumlah keseluruhan orang yang ada di desa ini" kata wanita itu menjelaskan.
"Baiklah" kata Ananda sambil mencatat di buku kecil yang sudah di bawa.
Saat sedang fokus,tiba-tiba ponsel Ananda berdering,dan tertera di layar ponsel Ananda 'tak kenal hukum'.
Ananda heran melihat orang yang menelponnya,tapi Ananda langsung mengangkat,karena Ananda selalu berharap,setiap pria ini menelponnya,harapan Ananda pria tersebut membawa berita tentang kematian kedua orang tuannya.
"Halo" tanya Ananda pada pria di seberang sana.
"Dimana kamu sekarang" tanya pria tersebut langsung to the poin.
"Aku lagi bekerja,kalau tidak ada yang penting,tolong jangan hubungi aku,aku sangat sibuk sekarang" jawab Ananda dan langsung mematikan sambungan telponnya.
"Jangan mat...." belum selesai Axel berbicara,tapi Ananda sudah mematikan sambungan telponnya.
Mungkin setelah beberapa tahun ini,setelah Axel sudah bisa sampai di titik ini,ini adalah kali pertama saat Axel berbicara,tiba-tiba lawan bicaranya langsung mematikan sepihak,tidak ada yang berani melakukan hal itu pada Axel,Ananda adalah orang pertama yang pernah melakukan hal tersebut pada Axel,mungkin kalau itu orang lain,Axel sudah membunuhnya.
"Merepotkan saja" kata Axel pada dirinya sendiri
Sedangkan Ananda,kembali fokus pada pekerjaannya,setelah ada gangguan tadi,saat Ananda kembali fokus,tiba-tiba ponsel Ananda berdering lagi,karena kesal Ananda langsung mengeluarkan dari tasnya tanpa melihat nama si penelpon.
"Kan aku sudah katakan jangan menggangguku,aku sedang sibuk di luar,pekerjaanku sangat banyak,apakah kau mengerti" kata Ananda dengan suara meninggi.
"Halo" kata seorang pria di sebrang sana.
Mendengar suara pria yang sangat familiar di telinga Ananda,Ananda langsung melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"Halo,ada apa menelpon ku,aku sedang sibuk" kata Ananda.
"Kau dimana,aku tidak melihatmu seharian di kantor,apakah kita tidak pergi melihat pria itu di eksekusi mati" kata Jeremy pada Ananda,karena memang mereka sudah berencana akan datang ke lapas saat si pelaku di eksekusi.
"Astaga,aku lupa,aku sedang berada di desa jauh dari kota,ada kasus penting yang ingin aku selidiki sampai-sampai aku lupa tentang pria itu" kata Ananda menjelaskan.
"Jadi bagaimana sekarang,apa tidak usah kesana" kata Jeremy,karena sebetulnya dia pun sangat sibuk,tapi mengingat Ananda sangat ingin melihat pria itu di eksekusi,sehingga Jeremy menyisihkan waktunya.
"Padahal aku sangat ingin melihat pria itu di eksekusi,agar hatiku tenang" kata Ananda sambil menghembuskan nafasnya panjang.
"Kalau kamu tidak bisa,aku saja yang pergi" kata Jeremy memberi ide.
"Tidak perlu,biarkan mereka yang menangani masalah ini,mungkin setelah kasus ini selesai aku akan berkunjung ke sana" kata Ananda memberi saran,karena Ananda tau bahwa Jeremy sangat sibuk,karena mereka sedang menangani banyak kasus saat ini,sehingga Ananda tidak mau mempersulit Jeremy lagi.
"Baiklah,cepatlah pulang,jangan terlalu memaksakan diri,jaga dirimu baik-baik" kata Jeremy memberi pesan.
"Baiklah" jawab Ananda sambil mematikan sambungan telponnya.
Setelah Ananda selesai berbicara dengan Jeremy,Ananda langsung berjalan menyusuri desa itu.
Lama Ananda berjalan-jalan mengelilingi desa tersebut,tapi Ananda tidak menemukan petunjuk apapun di desa ini.
Sampai akhirnya ananda melihat sebuah rumah yang terawat dan bersih,dari semua rumah yang ada di desa itu,hanya rumah inilah rumah paling terawat.
Ananda masuk kerumah tersebut,sesampainya di dalam,Ananda melihat isi rumah itu sangat rapih dan bersih.
"Siapa yang membersihkan rumah ini,tidak mungkin rumah sebersih ini tidak pernah di bersihkan" kata Ananda pada dirinya sendiri.
Ananda terus berjalan menelusuri seisi rumah itu sampai Ananda bertemu dengan sebuah pintu,Ananda langsung masuk dan ternyata di dalamnya adalah sebuah kamar,Ananda masuk ke dalam kamar tersebut.
Ananda melihat-lihat semua barang-barang yang ada di kamar tersebut,mata Ananda tertuju pada sebuah buku tulis,Ananda mengambil buku tersebut dan melihat isi buku itu,Ananda menyadari buku ini adalah buku diare.
"Apa yang kamu lakukan di sini" kata seorang pria dengan suara berat.
🌾🌾🌾🌾
Hai guys,jangan pernah bosan baca karya aku yah,maaf karena baru up hari ini,soalnya aku sangat sibuk di dunia nyata.
Jangan lupa like,komen dan subscribe yah guys😊
Happy reading All 💜