Julius sedang berada di puncak karier dan kesuksesan sebagai seorang musisi ketika berita duka itu datang.
Berita tentang sahabatnya yang seorang model majalah pria dewasa tewas dan di isukan mabuk sebelum loncat dari lantai 4 Apartemen sungguh membuat Julius berhenti sejenak.
Julius yang bermasalah di masa lalu putuskan untuk membereskan segalanya. Ia juga tidak percaya sahabatnya itu tewas bunuh diri.
Julius pun pergi sendirian.
Pacarnya yang seorang artis jelas tidak terima dengan keputusan Julius yang tiba-tiba meninggalkan ketenaran dan hidup mapan.
Di saat yang sama, Nani mencari Julius dan bertemu dengan Angela.
Angela curiga, Nani cinta pertama Julius dan Nani Yakin, Angela belum putus dengan Julius. Walau demikian, keduanya sepakat untuk sama-sama mencari Julius.
Sampai akhirnya, Nani dan Angela jadi tahu siapa dan bagaimana kehidupan Julius seutuhnya.
Sisi gelap dunia hiburan, persabatan dan cinta.
Kisah inspiratif tentang seorang pemuda yang jatuh bangun mengejar mimpi.
tidak cengeng, tapi sanggup membuatmu nangis. Tidak gombal, tapi sanggup membuatmu jatuh hati.
jujur, terbuka dan menginspirasi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yamazakura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Angela
Malam belum lah larut. Tapi Tina sudah diliputi rasa kantuk yang sungguh berat. Tina termangu di teras depan sebuah rumah yang terpencil di sudut kota. Rumah yang disewakan bang Haris untuk Wini dan dirinya sembunyi. Selentingan kabar Tina dengar, istrinya bang Haris marah besar dan terus mencari Wini yang dianggap telah menjadi biang keladi kebangkrutan bang Haris. Tapi di mata Tina, bang Haris selalu sumringah dan seolah tidak terjadi apa-apa. Bahkan gelak tawa dan kenakalannya kian kentara. Bang Haris tidak malu-malu mencumbu Wini di hadapan Tina. Justru Tina dan Wini yang jadi malu sendiri.
Sekarang Tina lagi sendiri menunggu kakaknya dan bang Haris pulang. Nasi sudah tanak, ayam goreng dan sayur lodeh sudah dingin. Belakangan ini Tina selalu diliputi rasa khawatir dan rindunya pada keluarga selalu membuatnya menitikkan air mata.
***
“Sendirian aja, ke mana yang lain,” tanya Julius basa-basi. Karena awalnya ia menemukan Angela duduk manis bareng dua orang temannya yang juga cewek model.
“Mereka punya rencana masing-masing. Maklumlah ini kan weekend, cowok-cowok mereka ngejemput, tinggal aku dah sendirian. Karena memang ini rencana aku.”
“Maksudnya?”
“Mereka kan rumahnya deket dari sini, aku pengen nonton kamu aja, ya jadi aku ajak aja mereka ke sini nemenin aku. Eh, gak tahunya mereka pada ada yang ngejemput.”
“Emang cowok kamu kemana??”
“Ke mana yah? Nyasar kali hihi,” jawab Angela dilanjutkan tertawa kecil. Manis sekali dengan satu gigi gimsul di barisan kiri atas.
“Oh iya, mau pesan apa? Aku yang traktir yah,” kata Julius.
“Udah makasih. Ini lho, aku cuma mau minta tanda tangan kamu,” pinta Angela sembari menyodorkan DVD terbaru the J2R band, yang tak lain adalah album bandnya Julius. Julius pun tersenyum simpul dan menandatanganinya.
“Oh iya Julius, cewek kamu mana? Kok gak nemenin kamu manggung.”
“Mmm anu,”
“Dia Jomblo Jel,” celetuk Rudolf yang tiba-tiba nongol membuat Julius keki setengah mati.
“Sialan lo,”
“Gue cabut duluan ya Brow. Eh Jel, met malem.”
“Udah lo sono cepetan pergi,” Julius mencubit Rudolf.
Rudolf pun berlalu dengan tawa riang. Julius kembali tersenyum pada Angela dan mereka kembali berbasa-basi.
Julius memang hebat dalam urusan membuat syair lagu yang gombal alias lebay bin alay. Tapi kalo urusan cewek, merayu, tebar pesona dan sebangsanya Julius sangat tidak berbakat. Tapi siapa mendekati siapa. Sampai akhirnya Angela berhasil menggiring bola ke dalam gawang. Julius sampai ke depan pintu apartemen Angela. Julius mengantarkan Angela pulang.
“Makasih ya Jul,” ucap Angela dengan senyuman. Julius pun membalasnya, juga dengan senyuman.
“Kamu di sini tinggal sama siapa,” tanya Julius seraya celingukan ke dalam. Seperti anak ABG yang baru pertama kali membawa anak orang malam mingguan.
“Sendirian, emang kenapa?”
“Ah engga, ya pantasnya aku mau nyapa ortu kamu aja. Kirain ada di sini. Ya udah, aku pamit yah.”
“Beneran nih gak mampir dulu,” rayu Angela. Hampir seperti pemain sirkus yang hendak mengkandangi singa. Tapi sayang, Julius bukan singa kebun binatang. Julius tidak mudah dijinakkan.
“Ah engga, lain kali aja. Sekarang udah malem banget. Hehehe. Ya udah bye!” Julius buru-buru cabut dan setelah yakin Julius benar-benar pergi dan Jauh, Angela pun masuk dan menutup pintu.
“Gue menang!” Teriak Soraya.
“Payah lo Jel,” tukas Gea. Kedua teman Angela itu keluar dari kamar Angela. Ternyata mereka taruhan. Soraya bertaruh kalo Julius gak masuk dulu dan Gea sebaliknya.
“Trus gimana?” Tanya Gea.
“Gimana apanya,” Angela langsung menjatuhkan tubuh ke atas kasur disusul kedua temannya.
“Lo jadi gak macarin dia,” lanjut Gea.
“Kan gue udah bilang, tadi tuh baru tes awal dan dia lulus. Masih ada satu tes lagi.”
“Tau nih bocah, kok jadi lo yang kepo. Jangan-jangan lo juga mau ama si Julius,” celetuk Soraya.
“Cewek mana yang tahan, udah cute abis gitu, terkenal, mandiri pula, rajin beramal lagi.”
“Eit! Lo mau saingan ama si Angel?” tunjuk Gea.
“Ngapain saingan ama temen sendiri. Masih banyak cowok yang gak kalah berkualitas berkeliaran di luar sana.”
***
Julius melangkah dalam rumahnya yang besar. Rumah baru dan seluruh isinya sesuai dengan selera. Bahkan desainnya pun ia yang tentukan. Tapi ia tinggal sendiri di situ. Ini yang jadi kekhawatiran Cepi. Cepi takut Julius dirampok dan sebagainya.
Julius menjatuhkan diri ke atas sofa lantas termenung. Ia merasa asing, ia merasa ada yang salah dan hatinya hampa. Sekarang ia tinggal dalam rumah di kawasan elite dan bukan orang-orang biasa yang tinggal di perumahan mewah itu. Tapi hati kecil Julius berkata lain. Ia rindu ranggon dan bulan purnama. Ia rindu suasana desa yang ramah dan bersahabat. Ada sesuatu yang salah setelah kesuksesan ia raih. Bahkan ia seperti bukan dirinya lagi, ia merasa asing pada dirinya sendiri. Bahkan tahun ini, mengunjungi neneknya saja tidak bisa.
Iseng-iseng ia menyalakan televisi dan menyaksikan tayangan infotaintment tentang seorang bintang yang menikahi sahabat istrinya sendiri, tentang aktor yang sudah tidak laku yang dituntut cerai istrinya dan lain sebagainya. Julius jadi berpikir, andaikata ia sama Angela sampai menikah. Akankah Angela tabah seperti ibunya yang walau ditinggal ke penjara tetap tegar dan setia atau sebaliknya. Dalam hal ini Julius pesimis. Lebih jauh ia jadi kembali teringat sosok ayu dan lembut dari masa lalu yang acapkali hadir dalam mimpi atau benar-benar terasa ada dan dekat lewat aroma parfum yang sama yang tidak sengaja tercium atau sosok dan karakter dalam film yang suka ia tonton.
“Ahk,” Julius menghela sesal dan kembali mencoba membuang bayangan Restih itu. Julius bangkit dan membuka pintu belakang.
Malam-malam begini Julius menceburkan diri di kolam renang. Mungkin bagi kebanyakan orang tingkah Julius itu aneh, dingin dan ngeri. Tapi menurut Julius ketika kepergok sama Rudolf dan membahasnya. Julius berkilah, renang sebelum tidur itu membuat pikiran jadi adem dan memunculkan ide-ide untuk lagu baru. Padahal kelakuannya itu untuk mengalihkan pikiran dari mengkhayalkan Restih yang selalu menuntutnya di malam-malam yang getir.
bagussss bgt thor dan ini kadang masalah yg d alami semua orang
bentar lagi masuk bagian inti teka tekinya neh
liat nani berasa liat diri sendiri, dulu temenan 10 orang, 8 cwo dan 2 cwe, sekali2 nya nonton konser grtisan tuh, yg ngeslank bareng jinggo, pulang jam 2 malem baju basah nyampe rumah abang gw dah nungguin, kabayang kan lanjutan nya apa, auto d ceramahin mpe seminggu kdepan
kadang perih dan sakit itu perlu, dalam mencapai impian, suatu saat nanti kita sukses akan terasa lebih hebat
baru ngeh q bacanya kebalik, baca purnama k2 dulu yg ini