NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Figuran Di Novel Sendiri

Transmigrasi Menjadi Figuran Di Novel Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Time Travel / Lari Saat Hamil / Sistem / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel
Popularitas:65.9k
Nilai: 5
Nama Author: yulia setiani

Ziva adalah seorang penulis novel romantis, tapi walaupun begitu dia tidak pernah sekali pun menjalin hubungan di dunia nyata.

tinggal sendiri tanpa orang tua,membuat dia semakin menutup dirinya tentang cinta, atau mungkin dia lebih ke tidak peka.

Suatu hari salah satu novel nya akan di jadikan sebuah film oleh salah satu sutradara, tapi mereka menyuruh ziva menambah peran figuran tambahan sebagai pemanis cerita.

Sebuah kejadian menimpa nya, dia di nyatakan koma setelah menolong seorang aktris papan atas, yang meninggal kan sebuah tanda tanya di akhir kesadaran ziva.

Keanehan terjadi saat dia bangun dan ternyata masuk ke dalam novel yang dia tulis, dan menajdi figuran menyedihkan yang dia tulis malam hari nya.

Posisi aneh di mana dia malah berpindah di saat sangat figuran telah melakukan malam panas dengan sang antagonis pria.

Bagaimana kelanjutan nya, ikuti kisah nya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia setiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19 apa yang sebenarnya terjadi

Agnetta tidak bisa menggerakan badan nya, ia tidak tau kenapa, tapi ia bisa melihat dengan jelas dari sisi netta saat ini.

Sekarang dia, Silas dan juga Robert sedang bersama, bermain dan juga berkumpul, dan bercanda bersama.

Dalam ingatan nya, mereka bertiga sudah bersahabat dari sekolah Dasar, karena memang rumah mereka saat itu berdekatan.

Dan yang membuat Agnettta kaget adalah, orang tua netta begitu menyayangi nya dan yang paling mengejutkan nya lagi.

"Kakak." teriak seorang remaja laki-laki pada nya.

Iya! Dia memiliki adik laki-laki.

"Gerii,jangan lari, nanti kamu jatuh. "Ucap seorang pria yang datang mendekati mereka.

" ayah, hehe, Geri rindu kakak soalnya. "Ucap Geri sambil mendekati ayah nya.

"Ay-ayah." gagap Agnettta dalam raga netta.

"Kenapa sayang, sini duduk. " ajak pria itu lembut.

Agnettta mematung, tapi raga nya berjalan bahkan memeluk sosok pria itu erat.

Rasanya hangat, membuat jiwa Ziva ingin menangis rasanya.

"Sudah pulang sayang. " ucap lembut seseorang yang baru datang dari arah dapur.

"Bundaa, gerii mau buah. " ucap Geri pada perempuan itu.

"Ini, bunda sudah siapkan untuk kalian. " ucap nya lembut.

Ziva menangis dalam raga agnetta, keluarga ini sangat indah, harmonis dan penuh dengan kehangatan.

Agnetta bahkan bermanja dan bercanda bersama-sama dengan keluarga itu, tapi satu yang pasti.

Apakah mereka keluarga agnetta?

Lalu siapa yang ada di rumah nya di masa depan nanti?

Karena mereka sangat berbeda, dari wajahnya dan perilaku nya, bahkan sosok Geri menghilang? .

Dan bahkan jika agnetta, Robert dan juga Silas bersahabat, kenapa mereka asing, bahkan seolah tidak saling mengenal?.

'Kapan alur Novel ini berubah. 'Batin Ziva.

Waktu berganti, sangat cepat, bahkan saat jiwa Ziva berkedip ia sudah berada di tempat berbeda.

Sekarang dia berada di bandara menangis dengan memeluk Robert erat, di sisi nya juga ada Silas.

"Kenapa kamu jahat sekali, meninggal kan kita. " tangis Agnetta terdengar di bandara itu.

"Maaf kan aku yaa, nanti kita bakal bareng-bareng lagi ko. " ucap Robert menenangkan.

"Kapan." tanya agnetta sambil menatap Robert.

"Aku hanya dua tahun di AS nanti, dan kita bakal bareng-bareng lagi, saat kita kuliah nanti. " jelas Robert.

"2 tahun sangat lama. " keluh Netta.

"Kita bisa berkunjung nanti. " ucap Silas sambil mengelus bahu Netta.

"Benar, aku akan menanti kan kalian nanti. " ucap Robert.

"Dan Silas, jaga Netta, jangan biarkan dia berkeliaran sendiri. " ucap Robert pada Silas.

"Berkeliaran apa nya, emangnya aku hewan. " keluh Netta.

"Hehe emang, kamu kan kelinci kesayangan kita. " ucap Robert tertawa.

"Menyebalkan." keluh Netta.

"Cepat kembali. " ucap nya sambil memeluk kembali Robert.

"Tentu, jaga diri kalian. " ucap Robert tersenyum.

Ziva terdiam, alur nya benar-benar berubah, atau apakah ini kehidupan di luar alur nya?.

Mata nya kembali terpejam, lalu kembali terbuka, dan dalam sekejap ia kembali berada di situasi yang berbeda.

Ia berada di dalam kamar nya, sedang menelpon Robert sambil tiduran dari ranjang nya.

"Aku ingin memberi tau mu sesuatu. " ucap Netta.

"Ada apa? " tanya Robert di sebrang telpon.

"Hehe, aku seperti nya menyukai Silas. " ucap Netta malu-malu.

Robert diam, mungkin karena terkejut atau ada hal yang lain yang membuat nya terdiam.

"benarkah." Jawab Robert Dengan nada sedikit lirih.

"Iya, tapi kamu jangan memberi tau nya dulu, ini rahasia. " ucap netta pada Robert.

"Tentu." ucap Robert.

Netta kembali ber telponan dengan Robert hingga larut malam, bahkan tertidur dengan panggilan yang belum berakhir.

"Jika Silas bisa membuat mu bahagia, aku juga akan bahagia netta, dan aku akan berusaha menghilang kan perasaan cinta ku pada mu. " terdengar suara Robert yang amat lirih di sebrang telpon.

Tapi agnetta tidak mendengar nya karena dia sudah tertidur dengan nyenyak tapi tidak dengan jiwa Ziva.

'Robert mencintai netta? 'Batin Ziva terkejut.

Ziva kembali menutup matanya saat angin dingin menerpa nya, lalu kembali membuka mata nya pelan.

Situasi nya sekarang kembali berbeda, dia berada di sebuah taman dengan Silas tapi yang membedakan Silas terlihat acuh karena memperhatikan seorang gadis cantik di sebrang taman.

"Kamu sedang melihat apa. " tanya Agnetta pada silas.

"bukan apa apa, ah netta aku ke toilet dulu ya. " ucap Silas.

Agnetta menganggukan kepala nya, dan duduk diam sambil memakan makanan yang ia beli.

Tapi jiwa Ziva bisa keluar dari rahasia agnetta saat itu, jiwa Ziva akhirnya bisa mengikuti kemana Silas pergi.

Ia melihat Silas bukan ke kamar mandi, tapi menemui seorang gadis yang duduk sendirian di taman itu.

'Dia kan Michelle! 'Kaget Ziva.

"Hay." ucap Silas tersenyum.

"Hay juga. " ucap Michelle lembut.

"Siapa nama mu. " tanya Silas.

"aku Michelle, kamu. " tanya nya.

"Silas Frederick, dan ingat selalu nama ku ya. " ucap Silas tersenyum.

Michelle terkekeh lalu mengangguk pelan, mereka mengobrol ringan bahkan Bertukar no telpon masing-masing.

Jiwa Ziva kembali pada raga agnetta dan ia sudah tidak duduk lagi di kursi taman, tapi di balik pohon sambil menatap Silas dan juga Michelle.

"Dengan siapa dia mengobrol. " ucap agnetta pelan.

"dia terlihat bahagia sekali. " gumam nya lirih.

Agnetta mengirim pesan pada Silas dan menanyakan di mana, dan apa yang Silas balas membuat agnetta terkekeh kecil.

'Aku pulang duluan karena ada urusan, maaf tidak mengabari mu, jadi kamu bisa pulang sendiri kan. '

Isi balasan Silas membuat netta sedikit berfikir, apakah pemuda itu tertarik pada gadis di sana.

Mata Ziva kembali terpejam, dan saat kembali terbuka ia sekarang berada di halte bis.

Ia mengeratkan jaket nya kedinginan, karena sekarang sedang hujan, netta menelpon Silas untuk menjemput nya.

"Hallo." ucap netta saat silas mengangkat telpon nya.

"Hallo ini siapa. " ucap seseorang di sebrang telpon, netta menatap no yang ia panggil, takut nya dia salah orang, tapi ini benar no nya Silas.

"Kamu... Siapa. " tanya Netta lirih.

"Ah aku... Hey sedang apa. " ucap seseorang di sebrang telpon terpotong saat suara Silas terdengar.

"Ah ini, ada yang menelpon. " ucap gadis itu menyerah kan telpon nya pada Silas.

"Siapa." suara Silas terdengar lembut pada gadis di samping nya itu.

"tidak tau, lihat saja. " ucap gadis itu.

"Oke, eh.. Netta ada apa. "Ucap Silas suara pemuda itu terdekat berbeda saat mengobrol dengan nya.

Deg.

Hati nya terasa sakit, Silas nya sudah berbeda sekarang, sudah hampir 6 bulan hubungan mereka merenggang karena orang baru.

" Silas, bisa tolong aku.. Aku lagi di halte bus dan di sini hujan... "Ucap netta dengan suara serak menahan tangis.

"Aku... Silas di luar hujan ternyata, kamu tinggal dulu aja di sini.. " terdengar suara gadis itu lagi memotong ucapan Silas.

"Iyaa... Aku tidak bisa Neta, hubungi saja orang lain, aku sibuk. "Ucap Silas lalu dia langsung mematikan panggilan nya.

Deg.

***

1
Nani Kurniasih
Silas mau disleding gak? disleding gajah
Nani Kurniasih
ya hidup dijalani saja, klo ada masalah tinggal selesaikan dan lanjut jalani hidup lagi. sesimple itu ya thor
Milaa Andraeny
sangat bagus😁ceritanya menarik
Misnawi Misnawi
ku tunggu kelanjutannya thorrrr💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Armyati
gpp kak yg penting ttp lanjut sampai happy ending🙏😍 selalu setia kq nunggu lanjutannya,, semoga sehat-sehat selalu ya kak n semangat trs💪💪💪🥰
Nadilla Dilla
ok Thor
Grey
sehat² ya kak❤
Grey
typo kak😀
Grey
apanya yang lupa kak😅
Diyah Pamungkas Sari
wes minggato sm robert ae. drpd di bully di anggap org ketiga ato perebut. jarne silas dewe an. itung2 balas dendam. netta ojo cinta2 sek karo silas.
Nurasia Asia: iya betul itu
total 1 replies
Diyah Pamungkas Sari
lah saya jg bingung disini kyk wong oneng, robert kaget apa gimana? kn dh tau netta hamil...piye to ki
Grey
bentar, bukannya Robert bilang tau semuanya ya? kok ini masih minta penjelasan?
Nurmalia Lia
lanjut Thor semakin semangat baca alur ny 💕💕🔥😘😘😘
Yulia Setiani
jawaban nya ada di chapture selanjutnya
Grey
Silas?
Armyati
lannjuutttt kak🙏 lagi lagi lagi😍😍
Yulia Setiani: tentuuu
total 1 replies
Dede Mila
laaah lu yg bikin karakter begitu ziva🤣🤣🤣🤣
Yulia Setiani: aneh kan
total 1 replies
Herlina Susanty
lanjut thor
di tunggu up selanjutnya 😍
Herlina Susanty: di tunggu selalu up ny kak/Angry/
Yulia Setiani: tentu sayang
total 2 replies
Grey
tapi terkadang di waktu yang kurang tepat, bukan begitu kak?
Yulia Setiani: nah benar nih,
total 1 replies
Grey
yang perlu di ingat, kita memang figuran di kisah orang lain. tapi dalam kisah kita sendiri, kita adalah pemeran utamanya ☺
Yulia Setiani: dunia adalah panggung untuk kita pemeran utama nya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!