Menikah adalah impian setiap wanita, tak terkecuali Tiyah Citanin, seorang wanita dewasa berbadan gemuk. Umurnya telah 28 tahun, ia tak memiliki tambatan hati, jadi belum ada yang melamar hingga sekarang.
Dilamar oleh seorang pria yang pertama kali ia lihat, pemuda tampan dengan mobil keren. Tak terlalu berpikir panjang, ia meneruskan kesalahpahaman keluarganya dengan menerima lamaran pria itu.
Pria yang ia nikahi terlalu misterius baginya, ataukah ... ia yang terlalu sering salah paham? Pernikahan mereka dibumbui dengan kesalahpahaman satu sama lain.
Hingga sebuah kenangan dimasa kecil muncul di kepala Tiyah. Janji untuk selamanya bersama.
Apakah pernikahannya akan berlangsung lama? Atau ia mencari pria di masa kecilnya?
Mari simak cerita ini! Karya orisinil Rozh! Hanya ada di aplikasi Noveltoon/Mangatoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lelah
Setelah ia melatih dirinya tersenyum beberapa kali, ia mengambil handphone nya, membaca status teman-teman yang lewat di akun sosial medianya. Ia sekarang cekikan, sampai ia lupa dengan nama Aya yang membuatnya bersedih tadi, dalam sekejap.
“Tiyah.” Gibran memanggilnya untuk makan, Tiyah tidak mendengar dan menjawabnya, karena asik melihatnya cekikan ia hanya berdiri diambang pintu dengan kedua tangannya yang baru saja ia sedekapkan.
Tatapannya terus tertuju kepada Tiyah yang asik dengan handphone miliknya. “Istriku.” panggil Gibran kembali, kemudian ia mendekat dan duduk disamping Tiyah. Membuat dia terkejut dan reflek menoleh kepada Gibran.
“Suamiku!” balasnya terkejut.
“Apakah sudah selesai urusannya dengan kakak Gina?” tanya Tiyah.
“Sudah, lagi sibuk baca apa? Seneng banget kelihatannya.” tanya Gibran. Ia mencoba mengintip sedikit handphone Tiyah.
“Eh! Cuma baca status teman-teman saja, lucu status mereka.”
“Oh, begitu. Ayo kita makan malam, setelah itu kita cepat tidur ya.” Gibran mengedipkan matanya penuh makna.
“Baiklah, sebentar sayang.” balas Tiyah.
Ia kembali sibuk membaca status teman-temannya, mengalihkan pandangannya ke layar sambil cekikikan kembali.
“Ayo kita turun dan makan malam bersama sayang.”ajak Gibran.
“Sebentar.” menjawab tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun ke arah Gibran. Mendengar jawaban Tiyah tanpa mempedulikan ajakannya, ia mendengus sampai menggelengkan kepala.
Ia membuyarkan duduknya yang bersidekapan tangan diatas sofa yang menunggu duduk disamping Tiyah sedari tadi pun dengan sigap bereaksi, handphone yang ada di tangan Tiyah dirampas paksa oleh Gibran.
“Ayo turun! Makan dulu!” perintah Gibran. Ia langsung berdiri, memasukan handphone Tiyah di dalam kantong celananya, lalu berjalan keluar terlebih dahulu. Tiyah dengan sigap menyadari sifatnya yang membuat suaminya kesal, dan ia segera menyusul Gibran.
Sebenarnya Tiyah tidak lapar, ia sudah makan tadi sore saat Gibran pulang lebih cepat, ia mencoba diet agar bisa langsing seperti Raya. Di meja makan setiap malam akan berkumpul seluruh keluarga, mulai dari Gina dan suaminya, Hendru dan Dion, Giandra dan Khairul adik laki-laki Tiyah.
Dimeja makan, mereka makan dengan lahap. Sesekali bercerita tentang kegiatan sehari-hari mereka, bagaimana sekolah Giandra dan Khairul, dan urusan di perusahaan Gibran dan Gina. Hendru tidak bicara apa-apa, ia hanya mendengarkan saja.
Sedangkan Dion, ia makan dengan cepat dan segera beranjak dari sana, ia baru mulai bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh Gina kemarin. Ia di letakkan oleh Gina dibagian pemasaran produk, jadi ia butuh waktu untuk mempelajari semua produk, agar tidak salah langkah dalam menjual dan mempromosikannya.
“Hallo, hm? Hm, hm, ok!” Handphone Gibran berbunyi, dan beberapa kali mengucapkan kalimat-kalimat yang didengar Tiyah. Ia kemudian memberitahu Tiyah, kalau ia harus segera keluar mengerjakan pekerjaan yang sangat penting. Ia buru-buru keluar.
Setelah makan dan berbincang Tiyah dan yang lainnya mulai masuk ke kamar masing-masing, setelah masuk kedalam kamar ia bermain handphone dan melihat status teman-temannya kembali yang sedang berpesta makan disebuah restoran.
Tanpa sengaja matanya menangkap gambar Gibran dan Raya dan seorang punggung pria. Ia melihat semua siaran langsung dari teman Sekolah Menengah Atas nya itu, dengan perasaan marah yang menggebu-gebu ia menelfon handphone Gibran.
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktiv, cobalah beberapa saat lagi.” suara operator menjawab panggilan Tiyah.
Ia mengepalkan tangannya membentuk tinju. Ia memukul dadanya beberapa kali. “Kenapa aku harus bodoh dan jatuh cinta pada suamiku yang mencintai wanita lain! Dan kenapa memintaku menikah dengannya, kalau lah engkau tiada menyukaiku! Untuk apa semua ini!”
Tiyah bersandar menyamping ditembok jendela, menghadap jendela yang menampilkan lampu dan taman halaman depan rumah bak istana ini. Waktu terus berlalu, siaran langsung pun sudah berakhir.
Pikiran Tiyah mulai berkelana, suaminya pergi tergesa-gesa hanya untuk bertemu dengan Raya direstoran, hingga detik ini handphone nya tidak aktiv bahkan ia belum pulang.
Malam pun terus bergulir, entah alam sedang mengejek ataukah juga ikut menangis bersamanya, malam ini hujan pun turun membasahi bumi.
Tiyah masih setia berdiri menghadap kaca jendela, ia masih menangisi patah hatinya. Rintik-rintik hujan turun, seiring gemiring mengalun antara air yang menetes diatas atap, ia memandangi langit yang gelap gulita, sekelam hatinya yang terluka saat ini.
Disitulah ia tersentak merasakan remuk jantungnya karena patah hati. “Suamiku, pandanglah diriku! Sampai hati kau mencurangi aku, kemana rasa peka mu engkau buang! Jika tidak merasa cinta, kenapa kau menikahiku? Kenapa?”
“Ya Allah, engkau tempatku meminta, tunjukkanlah jalan yang benar untuk suamiku tercinta, dia yang aku cintai dan ku sayangi.”
Tiyah memicingkan matanya, angannya melayang jauh, ia menempelkan tangannya di dada masih mencoba percaya, walaupun kepercayaan nya sangat memudar.
“Tidak sengaja kita bertemu, tiada ku sangka hatiku pun tumbuh rindu, siang malam ku terbayang-bayang dirimu. Sekarang, sungguh kusut perhatianku, terlarut ku dalam angan-angan, apakah kau tak merasakannya suamiku?”
“Rasakan lah! Rasakan apa yang aku rasakan, balas lah semua rasaku untuk mu, Suamiku.” tangis Tiyah akirnya pecah, selebat air hujan yang mengalir semakin deras.
Tiyah menghapus air matanya, mencuci wajahnya, mencoba menahan sesak di dada. Ia berbaring di ranjangnya. Tapi, hatinya masih tidak berpihak dengan pikirannya, tangisannya masih berlanjut sampai ia kelelahan dan tertidur dengan sendirinya.
Jam 2 dini hari, Gibran dengan wajah kucel dan pakaian kusutnya baru saja sampai dan masuk kedalam kamar. Ia melepaskan semua pakaiannya dan membersihkan diri, ia sangat kelelahan dan tertidur pulas disamping Tiyah sambil memeluknya.
Plak!
Tangan Tiyah memukul dada Bidang Gibran, ia sungguh tertidur pulas, bahkan ia lupa memberi bantal pembatas agar tidak terkena sikut dan tamparan istrinya. Tapi, Gibran tidak terbangun sedikit pun karena sangat letih.
Karena pelukan Gibran cukup erat, membuat Tiyah yang tidurnya suka gerak kiri dan kanan terbangun karena merasa tidak nyaman. Ia menatap wajah tampan yang tertidur pulas memeluknya. Jantungnya pun berdetak tak beraturan. Ia mengelus dan membelai wajah yang tertidur itu.
“Suamiku, aku mencintaimu.” bisiknya, kemudian mencium pipi Gibran.
“Hm, I love u too Aya.” balas Gibran menambah erat pelukannya, menempelkan wajahnya ke leher Tiyah.
“Jam berapa sayang, aku ngantuk banget nich.” ucap Gibran menambah erat pelukannya dan bermanja.
Tiyah yang awalnya berdebar, kini menjadi kesal. Suaminya masih bisa-bisanya dalam setengah sadar memeluk erat dan menyebut nama wanita lain, setelah mereka berjumpa tadi malam. Tiyah mulai memikirkan yang tidak-tidak.
“Apakah suamiku melakukan zina?” Itulah pertanyaan yang mengisi kepala Tiyah.
Ia segera duduk, mengambil wudhu, dan sholat malam. Mengadukan kepada Allah tentang pernikahannya, tentang perlakuan suaminya, bagaimana nasib pernikahan mereka.
BAGUS TU KHALIL DINIKAHIN, BIAR GK PLAYBOY LGI..
BARU TAU LO DICKY KLO SUAMI TIYAH LVLNYA DI ATAS LO.. DN TU GIBRAN SUDH MNCINTAI TIYAH SEDARI KECIL, KRN TIYAH ALAMI SUATU MASALH SAAT BNCANA BANJIR HINGGA LUPA GIBRAN, LUPA DIMAS, HINGGA TIYAH BNYK MNTAN COWOK TRMASUK SI DICKY YG PRMAINKNNYA..
MSKI TIYAH MNOLAK DICKY MNTAH2, TPI TIYAH TTP SALAH KLUAR BRTEMU DICKY TNPA IZIN.. DN SI DICKY KIRA SI KHALIL SUAMI NYA TIYAH, PNTAS SI DICKY BLANG KLO KHALIL BKN LKI2 BAIK2 KRN KHALIL PLAYBOY.. JDI DICKY BLG SUAMI TIYAH BKN LKI2 BAIK..
TPI LO YG DEKATI DN RAYU ISTRI ORG DN INGIN JDI PEBINOR APA LKI2 BAIK, DN LO DLU JUGA JDIKN TIYAH CWEK TARUHAN
APA KIRA2 JAWABN GIBRAN..
TPI SBAGAI ISTRI. DN SBAGAI WANITA BRSUAMI, TK PANTAS BRJALAN DGN LAKI2 YG BUKAN MAHRAMNYA, BHKAN TNPA DITEMANI, DN TNPA IZIN SUAMI.. APAPUN ALASAN NYA APA YG DILAKUKN TIYAH TTP SALAH... KRN MMBERIKAN CELAH PEBINOR DLM RMH TANGGA NYA
DN GIBRAN, KNP GK DICKY YG LO HAJAR, LO SAMPERIN TU KPRUASAHAANNYA..
INI KHALIL & DIMAS YG LO HAJAR..
DN LO JELASIN JUGA TU K TIYAH SIAPA TU RAYA..
TRUS KNP GIBRAN GK PEKA DGN TIYAH,, NTAR TIYAH BLAS SAMA DICKY, MKIN RUNYAM..