NovelToon NovelToon
I LOVE YOU PAMAN

I LOVE YOU PAMAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Duda / Tamat
Popularitas:667.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: suharni

Novel ini sudah mengalami revisi ulang ya. Judul dan nama tokohnya masih tetap sama, hanya ada beberapa tokoh yang author hilangkan.

Sakila gadis sederhana yang pernah terluka karena kehilangan seseorang Ibu, harus di hadapkan dengan kenyataan pahit, bahwa dia harus menerima pinangan pria yang jauh lebih tua darinya, yakni 23 tahun. Sakila berusia 21 tahun, sementara pria itu 44 tahun. Sakila hidup dengan Ayah dan Ibu tirinya, serta adik lelakinya yang berusia 18 tahun.

Alka Prayoga, duda kaya beranak dua dan telah menikah. Alka di hadapkan dengan peristiwa menyakitkan, yaitu dia harus kehilangan istri tercintanya dalam kecelakaan tragis.

Alka yang menutup hatinya selama bertahun-tahun, di paksa menikah lagi demi anak dan menantunya yang menginginkan seorang mertua. Lalu apa jadinya bila wanita yang di nikahinya hampir seumuran dengan anak dan menantunya? sanggupkah sakila meluluhkan hati Alka yang beku? dan bagaimana cara sakila memenangkan hati para menantunya yang tak pernah menerimanya?

Saksikan kisahnya berikut ini ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suharni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 19. Bercerita.

Sakila menatap mata coklat Alka, berusaha untuk mencari ketulusan disana. Dan benar saja, ketulusan itu dapat ia lihat lihat lewat pancaran aura Alka.

"Sama-sama. Sekarang tidurlah. Paman mungkin butuh istirahat," titah Sakila tak kalah tulusnya.

Sakila ingin keluar kamar, tetapi Alka menahan tangan wanita itu.

Sakila melihat tangan Alka yang melingkar di pergelangan tangannya. Sejak kapan pria itu memiliki keberanian untuk menyentuh tangan Sakila? padahal semala ini dia bahkan tak mau berada di dekat Sakila walau hanya berjarak 100 meter.

"Duduklah disini," titah Alka kemudian.

Sakila mengikuti ucapan Alka dan duduk di tepi ranjang.

"Maafkan aku karena terlalu kasar padamu selama ini," ucap Alka sungguh-sungguh, dan sukses membuat hati Sakila terenyuh.

"Mungkin kau berpikir, bahwa aku adalah pria yang jahat dan kasar terhadap wanita. Tapi sejujurnya aku tidak sungguh-sungguh melakukan itu semua. Karena aku berusaha untuk menjaga hatiku. Maafkan aku jika kau tidak akan pernah bisa mendapatkan cinta dariku selain rasa hormat. Karena cintaku hanya untuk Indah seorang. Aku menghargaimu sebagai seorang gadis kecil yang lugu dan masih belum memahami arti kehidupan," terang Alka selanjutnya.

Sakila tak menjawab ucapan Alka, dia diam seakan menikmati cerita pria tersebut.

"Mungkin selama ini kau mendekatiku hanya karena ingin bersahabat denganku, tapi aku terlalu naif. Aku pikir kau adalah seorang gadis ceroboh yang tak mampu melakukan apa-apa. Tapi ternyata aku salah. Kau tak seburuk yang aku kira. Jadi, mari bersahabat," lanjut Alka kemudian seraya mengulurkan tangan sebagai tanda persahabatan.

Sakila menatap haru tangan pucat Alka dengan mata berkaca-kaca. Dia tak menyangka, jika pria itu mau menerima dirinya sebagai sahabat. Paling tidak, itu awal yang baik untuk hubungan keduanya.

Sakila kemudian menerima tawaran persahabatan itu dengan menjabat tangan Alka sembari tersenyum haru. Tanpa mereka sadari, Nenek memperhatikan kedekatan mereka dari balik pintu kamar yang setengah terbuka.

Dalam hati Nenek berucap syukur sembari menguntai sebait doa, agar hubungan dua orang kesayangannya itu selalu di limpahkan rahmat dan kasih sayang yang tiada tara.

**

Keesokan harinya, Alka merasa lebih baik. Dia bangun dan mendapati Sakila tengah tertidur pulas sambil memegang tangannya.

Alka tersenyum ketika melihat Sakila tertidur seperti anak kecil. Wajahnya pun sangat imut. Apa? imut? ayolah Alka, kalian baru saja memulai pertemanan. Bagaimana bisa kau langsung berpikir gadis ini imut dalam semalam?

Tapi tunggu, mengapa Sakila tertidur di samping Alka? apakah itu artinya semalaman dia terjaga di tempat itu?

"Sakila, mengapa kau menyiksa dirimu sendiri dengan merawatku? padahal aku tak pernah menghargai usahamu," gumam Alka iba.

Kemudian Alka melepas tangan Sakila yang memegang tangannya, dan memindahkan wanita itu ke atas tempat tidur tanpa membuat Sakila terbangun. Kemudian Alka masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Selama satu jam Alka berada di kamar mandi, dan Sakila masih belum bergeming. Wanita itu sangat menikmati tidurnya, atau mungkinkah dia kelelahan karena semalaman menjaga Alka? entahlah.

Alka mengambil setelan jas berwarna hitam dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Sudah seminggu pria itu tak menampakkan dirinya di perusahaan. Mungkin ada banyak kerjaan yang di lewatkan oleh pria berkacamata tersebut.

Lima menit setelah Alka memakai jas, Sakila bangun dari tidurnya dan mendapati dirinya ada di tempat tidur Alka.

Wanita itu menjadi gelagapan seakan takut Alka akan memarahi dirinya lagi. Rupanya Sakila belum menyadari bahwa yang membuatnya berbaring di tempat tidur adalah Alka sendiri.

Sakila melihat di sekeliling kamar dan mendapati Alka tengah memakai dasi. Dia pun langsung beranjak dari tempat tidur itu. Karena merasa ketakutan, akhirnya kaki Sakila terlilit selimut hingga ia terjatuh ke lantai.

Bug!

"Aww--'

Alka menoleh ke Sakila yang tengah mengaduh kesakitan.

"Hei, kamu sedang apa disitu? ada apa dengan kakimu?" tanya Alka tanpa membantu Sakila.

Sakila menjadi ketakutan, dia pikir Alka akan memarahinya kali ini.

"M--maafkan a-aku s-sudah berani tidur di ranjang Paman," jawab Sakila canggung. Dia benar-benar takut akan amarah suaminya itu.

Sementara Alka tersenyum tipis hampir tak terlihat.

"Apakah kau takut padaku?" tanya Alka dengan raut wajah tak terbaca.

"Tentu saja aku takut pada Paman. Paman kan selalu melarangku untuk tidur di ranjang ini. Jadi maafkan aku," lirih Sakila.

Sekali lagi Alka tersenyum, merasa lucu ketika melihat wajah Sakila yang begitu ketakutan padanya.

"Baiklah, tapi apakah kau tidak merasa aneh mengapa kau bisa berada di tempat tidur itu?" tanya Alka sekali lagi.

"Tentu saja aku merasa aneh. Mengapa aku bisa berada di tempat tidur ini. Apakah aku mengigau semalam dan tak sengaja tidur disini?" balas Sakila dengan raut wajah heran.

Rupanya Sakila kira dia telah mengigau sehingga bisa berada di tempat tidur tersebut.

"Kau tidak mengigau, tapi aku yang memindahkanmu di tempat tidurku," tutur Alka datar. Namun, sukses membuat Sakila terkejut bukan kepalang. Betapa tidak, Alka menggendong dirinya dan membiarkan dia tidur di tempat tidur itu? tapi mengapa?

"Paman yang menggendongku?" tanya Sakila seraya berdiri setelah lama duduk ke lantai setelah terjatuh tadi.

"Iya, aku yang menggendongmu," balas Alka seraya memutar badannya menghadap cermin dan memperbaiki dasinya yang sedikit miring.

Sakila mendekati Alka, lalu kemudian memutar tubuh pria itu sekuat tenaga, hingga mereka saling berhadapan.

"Apakah Paman sungguh menggendongku?" tanya Sakila sekali lagi untuk meyakinkan diri.

"Aku bilang aku yang menggendongmu. Memangnya kenapa? apakah kau akan memprotesku lagi? atau kau akan mengeluarkan jurus andalanmu dengan mengoceh terus menerus?" Alka terus berbicara panjang kali lebar. Sementara Sakila tak fokus pada penjelasan Alka itu. Dia justru memegang kening Alka dan keningnya sendiri untuk memastikan, bahwa suaminya itu telah sembuh seolah melupakan rasa takutnya tadi.

Rupanya Sakila mengajukan pertanyaan berkali-kali hanya untuk memastikan apakah suaminya itu telah sembuh atau belum.

"Hei, apa yang kau lakukan?" tanya Alka merasa heran dengan sikap Sakila yang aneh.

"Syukurlah Paman sudah sembuh. Aku pikir Paman menggendongku tadi dalam keadaan sakit," tutur Sakila sembari tersenyum bahagia.

"Apa kau tidak bisa melihat pakaian yang aku kenakan ini? aku sudah sembuh dan siap ke kantor. Kau pergilah dari sini dan rapikan tempat tidur itu," titah Alka penuh penekanan. Sifat dingin dan juga kaku Alka kembali lagi.

"Baiklah, aku akan merapikan tempat tidur ini. Ngomong-ngomong terimakasih karena sudah memberiku kesempatan untuk tidur di ranjang yang empuk. Tidurku jadi nyenyak semalam," balas Sakila tulus.

Mendengar jawaban Sakila, hati Alka merasa tercubit. Betapa tidak, ternyata selama ini Sakila tidur di tempat yang kecil dan sempit, serta tempat tidur yang tak layak pakai. Sementara dirinya tidur di ranjang yang empuk. Sebegitu tak berartinya kah Sakila di mata Alka? sebegitu tak pedulinya kah pria itu terhadap istrinya sendiri? padahal Sakila selalu merawat Alka tiap kali pria itu sakit.

Seketika Alka merasa iba pada Sakila. Wanita itu tak pernah menuntut apapun padanya, meski telah di sakiti berulang kali.

To be continued.

1
Nnek Titin
hadeeeuh si author kirain sakila mo ngomong apa ternyata suruh like koment n subcribe
karissa 🧘🧘😑ditama
mantapp gileee sakila beeuhh besttt👍👍👍
Clarazeeraa
bagus
yunie munarwie
Alka sudah ngucap cerai tp kok msih bisa berhubungan badan sih Thor,kok nggak ijab ulang dulu,kan ktanya sebagai muslim?🙏ya Thor agak janggal hatiku soalnya
Asih S Yekti
kok g ada kisah herlina sm aldi pd hal ceritanya panjang bgt
Asih S Yekti
kok lana bgt sih
Pipit Sopiah
buat apa bertahan hanya untuk di hina 🤦‍♀️
Pipit Sopiah
harusnya jangan memaksakan kehendak sakila
Pipit Sopiah
apa karakter sakila di buat gitu ya Thor
Pipit Sopiah
bar bar juga ya
Pipit Sopiah
lanjut lagi
Pipit Sopiah
gaspolkeun bacanya
Pipit Sopiah
lanjut
Pipit Sopiah
hadir di ceritamu
Kurnia Rahmawati Yuniarto
bagus ceritanya
Erina Situmeang
nyesek Thor😭😭
Gue Kangen🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Arta Boru Siregar
menyebalkan
Arta Boru Siregar
klo aku kesal sama sakika,
Arta Boru Siregar
bertele2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!