Novel ini menceritakan tentang kisah cinta seorang gadis cantik bernama Vania Angelista.
Dia yang terjebak cinta antara sang mantan kekasih dimasalalu nya dan dengan orang yang di jodohkan dengan nya.
Bagaimana cara Vania Angelista menghadapi hidupnya ketika harus menerima perjodohan, namun hatinya masih dimiliki oleh seseorang di masa lalunya....?
Dan apa yang akan dilakukan seorang Vania Angelista, ketika dirinya mulai merasakan cinta pada pria yang telah dijodohkan dengannya namun tiba-tiba sang mantan kekasih muncul kembali menjelang hari pernikahan nya.
Siapa pula yang akan Vania pilih diantara dua cinta yang hadir di dalam hidupnya
Siapakah sebenarnya cinta sejati Vania Angelista...?
Apakah sang mantan kekasih dimasalalu nya, atau justru pria yang telah dijodohkan dengannya.?
Temukan jawabannya di novel TAKDIR CINTAKU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah AF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Happy reading 😘
🌷🌷🌷🌷
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, itu tanda nya sudah waktunya pulang kantor.
Aditya nampak senang, dengan langkah cepat ia berjalan menuju area parkiran dan bergegas masuk ke dalam mobilnya.
Yups, Aditya akan menjemput Vania, sesuai janjinya tadi.
Saat, Aditya sudah masuk ke dalam mobilnya, dengan cepat dirinya menyalahkan mesin mobilnya dan segera melajukan mobilnya menuju kantor milik Vania.
Setelah berkendara cukup lama, kurang lebih 45 menit membelah padatnya lalu lintas di jalan raya, kini Aditya telah sampai di depan kantor Vania, lebih tepatnya di area parkiran kantor.
Namun dirinya tak langsung turun dari mobil, Aditya meraih ponsel miliknya dan melakukan daily panggilan pada nomer yang mengatas namakan Vania.
Sementara itu Vania yang masih berada di dalam ruangan nya sibuk membereskan barang-barang miliknya, sebelumnya dirinya pulang, namun suara deringan ponselnya menghentikan aktivitas nya.
Deerrrttt...derrrtt....deerrrrttt....
Dengan segera dirinya meraih ponselnya dan menjawab panggilan dari nomer baru yang memasuki ponsel miliknya.
“Hallo...!”
“Maaf ini dengan siapa.?” ucap Vania bertanya.
“Ini aku Aditya, apa kau tak menyimpan nomor ku Van,” ucap orang dibalik sambungan telepon itu yang tak lain adalah Aditya.
Vania memang belum menyimpan nomer ponsel milik Aditya, kesibukannya tadi membuat nya lupa.
“Kau rupanya, maaf aku lupa menyimpan nya karna kesibukan ku tadi,” ucap Vania memberi penjelasan.
“Ah ya... Ada kau menelpon ku.?” tanya Vania.
“Kau, ada dimana.?" bukannya menjawab Aditya justru balik bertanya.
“Aku masih dikantor," jawab Vania.
“Memangnya ada apa," sambung Vania kembali bertanya.
“Aku berada di depan kantor mu, aku kan sudah berjanji untuk menjemput dan mengantar mu pulang, apa kau tak ingat Vania,” ucap Aditya
“Tidak perlu, Dit. Aku bisa pulang sendiri kok,” tolak Vania
“Kau sudah tidak bisa menolak, Van. Saat ini aku sudah berada di depan kantor mu,” ucap Aditya.
Ah..., Sial...! Lagi-lagi Vania tak mampu menghindarinya, dan mau tak mau Vania harus menerima dirinya diantar pulang oleh Aditya.
“Cepat kemari, aku menunggu mu di parkiran,” pinta Aditya.
“Baiklah, tunggu sebentar lagi aku keluar,” ucap Vania lalu memutuskan sambungan telepon dan bergegas keluar.
🌷🌷🌷🌷
Saat Vania sudah keluar dari ruangannya dan bertepatan pula dengan Lisa yang juga sudah keluar dari ruangannya,
“Van, mau pulang bareng nggak," ujar Lisa
“Aduh...sorry Lis, gue nggak bisa, Aditya udah nungguin gue diluar," ucap Vania.
”Eh, dia dateng ya jemput lo," tanya Lisa.
”Iya..!” jawab Vania singkat.
”Koq bisa? Kalian udah janjian pulang bareng.?” tanya Lisa lagi.
“Nggak sih, dianya aja yang mau jemput gue," jawab Vania.
“Mana gue nggak bisa nolak lagi, tuh orang udah ada di parkiran nungguin gue,” sambung Vania
“Cie, dijemput sama calon nie ye,” goda Lisa.
“Calon apaan, belom tentu juga gue mau,” ujar Vania.
“Awalnya aja nggak mau, ntar juga lo cinta mati ama dia,” ucap Lisa.
“Sorry ya..., hati gue nggak semudah itu jatuh cinta,” ucap Vania.
“Hahahaha...., Iya,, iya,, gue percaya, lo nggak gampang jatuh cinta, soalnya lo move on aja butuh waktu bertahun-tahun,” ucap Lisa tertawa bermaksud meledek.
“Nggak usah nyindir,” seru Vania.
“Gue nggak nyindir yak, gue ngomong berdasarkan fakta dan kenyataan,” ucap Lisa.
“Terus lo kalo nggak nyindir itu apaan, Munaroh," kesal Vania pada Lisa yang mengungkit masalalu nya.
“Gue ngomong jujur itu,” ucap Lisa dengan polosnya dan tanpa dosa.
“Terlalu jujur itu,” umpatnya.
“Hahahaha....” Lagi-lagi Lisa tertawa tanpa dosa, dan semakin membuat Vania memutar bola matanya malas.
“Udah ah... Ayo keluar, gue penasaran mau liat tampan si Aditya itu kek apasih,” ujarnya seraya menarik tangan Vania dan melangkah keluar menuju parkiran.
Vania yang ditarik pun hanya diam dan mengikuti langkah Lisa.
🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa beri aku LIKE DAN KOMENTAR SERTA VOTE+RATE sebanyak-banyaknya 🤗
Dan beri LOVE pada novel ini agar kalian tak ketinggalan kelanjutan ceritanya 😅
ini sudah tahun 2021 lho Thor
aku mampir dan membawa like.
ditunggu feedbacknya di " A Falling Memory 2"
mari saling mendukung
Salam dari
🌹 "Infinity" (teenlit)
🌹 "Ve" (mystery thriller)
🌹 "Aku Bukan Pelakor" (romance)
mampir dan baca kisah ku juga ya dalam
HIDUPKU BERSAMA CEO
&
I LOVE YOU
yuk mampir di cerita novelku😉🤗
Salam, CINTA SANG JUITA