Gisel seorang gadis dewasa memutuskan menikah dengan seorang Duda bersikap dingin dan memiliki seorang putri yang lucu dan cantik.
semua bermula dari perjodohan dari orang tua nya mereka.
tanpa di duga Putri dari laki - laki itu sangat menyukai Gisel,begitu juga dengan Gisel sangat mencintai putri Pria duda itu.
setelah mendapatkan Cinta dari putri pria itu,akan kah Gisel mendapatkan Cinta Pria itu juga?
Yuk Disimak.
Semoga suka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20 - Perasaan Yang Aneh
Meski jantung Gisel berdebar dan ia merasa gugup,tapi Hati Gisel senang bisa menyuapi suami nya itu,begitu juga dengan Ayu yang tampak senang melihat Dia bisa sedikit melihat senyum dari putri nya.
"Papa dan mama sangat romantis" Kata Thalia entah belajar dari mana kata itu dan ucapan Thalia membuyar kan tatapan Brams pada Gisel.
"Aku ke kamat dulu ma" Kata Brams yang juga merasa gugup.
"Iya Brams,Segera lah turun untuk makan malam,kami menunggu" Jawab Ayu dan di balas anggukan dari brams.
Brams yang membalik kan tubuh dan segera menaiki anak tangga menuju ke kamar nya membuang nafas dalam - dalam untuk membuang rasa gugup dan Grogi nya.
"Entah ada apa dengan perasaan ini" gumam Brams dan masuk ke dalam kamar nya.
Sementara Gisel menatap Ibu nya yang sudah membantu nya membuka sedikit cela di hati suami nya dan di balasan senyuman dari Ayu.
----------------
Makan Malam
.
.
.
Brams pun turun dan duduk untuk Makan malam,sementara Gisel masih mengenakan baju kantor nya,karena dia tak ingin menyia - yia kan waktu dengan ibu nya,yang dia pikir akan pulang setelah ini.
"Brams" Panggil Ayu
"Iya Ma" Jawab Brams dengan Sopan.
"Mama mau minta izin untuk menginap di sini seminggu,boleh kan? Mama sangat merindukan Gisel dan Thalia ,mama juga belum terbiasa berpisah dengan putri mama" Ucap Ayu meminta izin Brams yang sebagai kepala keluarga di rumah ini.
"Tentu saja boleh ma,aku sangat senang mama mau menginap,Thalia jadi ada temen nya" Balas Brams
Gisel yang mendengar pun tampak senang memdengar mama nya akan menginap dan di perboleh kan Suami nya.
"Yeay nenek akan menginap,nenek harus membuat kan ku kue lagi ya ,kue bikinan nenek sangat enak" Kata Thalia dengan semangat
"Thalia..." Ucap Brams karena tidak enak dengan Bu Ayu.
"Tidak apa - apa Brams,mama sangat senang membuat kue,apa lagi kalau cucu mama suka" Balas Ayu yang tidak keberatan.
"Gisel juga jago membuat kue loh,kapan - kapan dia akan bikin kan kamu kue untuk makan di kantor" Ucap Ayu lagi dan membuat Gisel yang merasa di puji jadi malu - malu.
"Oh iya" Balas Brams dan kembali menatap Gisel dan membuat Gisel jadi tidak tahu harus berkata apa.
"Mama...Aku jago juga karena mama yang mengajar kan ku" Balas Gisel mengalihkan pandangan nya,agar tidak grogi diperhatian Brams.
Setelah selesai sarapan Gisel dan Brams pun kembali ke kamar begitu juga dengan Ayu yang akan tidur di kamar Thalia bersama dengan pengasuh Thalia.
Dikamar Gisel dan Brams yang bersandar di tempat tidur tampak canggung,apa lagi Brams yang merasa kan suasana hati yang berbeda dengan Gisel hari ini.
Brams pun merasa tidak tenang dan beranjak berdiri.
"Mas Brams mau kemana?" Tanya Gisel.
"Mau ke kamar sebelah,ada kerjaan yang harus ku kerja kan,tidur lah lebih dulu" Jawab Brams dan berlalu meninggal kan kamar.
Gisel yang tahu kalau kamar sebelah ada kamar Brams dan mantan istri nya membuat Gisel tahu,Brams pasti kepikiran dan merindukan Ibunya Thalia,Gisel pun tak ingin menganggu Brams dan memilih memejam kan mata nya untuk tidur.
Bersambung