Seroang mafia masuk ke dalam novel poligami yang sangat dia benci, dia terjebak dalam raga seorang wanita lemah yang merupakan korban poligami dari suami materialistis.
Alina masuk saat ke dalam raga Alya saat dia meregang nyawa setelah didorong ke kolam renang oleh Monica yang merupakan istri kedua.
Alina membatu Alya untuk membalaskan dendam, dengan tau alurnya tentu sangat mudah untuk balas dendam namun Alina malah terjebak dalam jerat cinta CEO penikmat wanita yang merupakan partner bisnisnya.
Akankah Alya(Alina) dan Albert akan bersama? yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kekasih
Alya menatap Albert dengan tatapan tak biasa, bagaimana lusa harus sudah membayar kompensasi sedangkan uang yang dia miliki hanya 30 milyar saja.
"Anda keterlaluan Pak, bisa-bisanya menekan saya seperti ini," kata Alya dengan rahang yang mengeras.
"Memangnya aku peduli," sahut Albert.
Alya menghela nafas, dia sungguh tak tau lagi bagaimana mendapatkan uang 30 milyar dalam waktu dua puluh empat jam.
"Baru kali ini aku dalam posisi seperti ini, Albert memang brengsek, dia sungguh licik sekali," batin Alya.
Albert tersenyum menyeringai, dia sungguh puas sekali membuat Alya tak berkutik dilihat dari raut wajah Alya sangat nampak sekali kalau Alya dalam mode kebingungan.
Meski memang dalam novel aslinya Albert bisa menguasai seluruh perusahaan Alya namun Alya tidak akan membiarkan hal itu sampai titik darah penghabisan Alya tidak akan pernah membiarkan Albert menguasainya.
"Aku sudah berbaik hati padamu untuk menemaniku minum tapi kamu menyia-nyiakannya Alya," kata Albert.
"Saya sudah menemani anda minum tapi anda yang ingkar," sahut Alya.
Albert tertawa keras mendengar kata-kata Alya.
"Alya Alya, kita ini sudah dewasa bagaimana bisa kamu mengartikan menemani minum dengan baku sekali," timpal Albert.
"Maksud anda apa?" tanya Alya pura-pura tak tau.
"Umumnya ketika lelaki menginginkan seorang wanita untuk minum dengannya itu tandanya dia ingin tidur dengan wanita tersebut," jawab Albert.
Alya tertawa sambil menatap Albert.
"Tapi sayangnya saya tidak berminat tidur dengan anda, sedikit pun saya tidak tertarik dengan anda Pak Albert yang terhormat," ucap Alya.
Albert semakin tertarik dengan Alya, di saat yang lain pada antri untuk tidur dengannya Alya malah mentah mentah menolak tawaran Albert.
"Wanita yang langka," batin Albert.
Alya pergi dengan rasa kesal di dadanya, dia merasa direndahkan oleh Albert.
Baru pertama kali ada pria yang merendahkannya seperti ini biasanya dia yang merendahkan pria.
*********
Alya yang kesal memutuskan pulang, dia meminta Radit untuk menghandle semua urusan kantor karena dia ingin pulang untuk menenangkan diri.
Setibanya di rumah Alya pergi ke ruang fitnes untuk melampiaskan kekesalannya.
"Brengsek kamu Albert," kata Alya sambil memukul samsak yang ada di depannya.
Alya membayangkan kalau samsak yang dia pukul adalah Albert.
Waktu cepat berlalu, kini adalah hari dimana Alya harus membayar kompensasi pada Albert namun uang Alya masih sama yaitu 30 milyar.
"Tuan apa hari ini Nona Alya bisa membayar kompensasi kita?" tanya Chris.
"Tidak mungkin," jawab Albert dengan senyuman liciknya.
"Lalu?" tanya Chris kemudian.
"Aku akan menawarkan beberapa opsi padanya," jawab Albert.
"Kalau saran saya jangan terlalu frontal tuan, Nona Alya adalah orang yang sangat keras kalau anda menggunakan cara yang keras juga dia akan pergi," saran Chris.
"Lalu?" tanya Albert.
"Dekati perlahan," jawab Chris.
"Anda mulai dari sebuah hubungan, kalau anda langsung ingin tidur dengannya jelas dia menolak," sambung Chris.
Albert tersenyum licik, dia malah punya ide lain untuk memikat Alya.
"Aku akan buat dia klepek-klepek padaku dan sukarela memberikan apa yang aku mau," ucap Albert.
Chris dan Albert tersenyum menyeringai, Albert merasa sangat bangga akan rencannya sedangkan Chris menertawakan Albert dalam hati karena pasti Albert yang klepek-klepek mengingat dia yang sedari awal sangat tertarik dengan Alya.
Alya datang menemui Albert untuk berunding lagi, dia berharap Albert mau berbaik hati padanya dengan membiarkan Alya memberikan uang sejumlah investasi Albert saja.
Albert tertawa keras mendengar permohonan Alya, dia segera memerintahkan Chris untuk segera mengakuisisi perusahaan Alya tentu ini membuat Alya bingung.
"Pak berilah saya waktu lagi," ucap Alya.
Albert beranjak dari kursi kebesarannya lalu mendekati Alya yang duduk berseberangan dengan dirinya.
"Baiklah aku akan memberikan kamu tiga opsi, pertama tidur denganku, kedua menjadi kekasihku dan yang ketiga angkat kaki dari perusahaan kamu," kata Albert.
Alya membolakan mata ketiga opsi Albert sangat sangat tidak masuk akal.
"Bagaimana anda membuat opsi seperti itu pak," protes Alya.
"Suka suka aku," sahut Albert.
Alya terdiam, opsi pertama jelas ditolak mentah-mentah, opsi ketiga jelas tidak mungkin dia pilih hanya opsi kedua yang membuat Alya bisa bernafas lega tanpa memikirkan dana kompensasi lagi lagipula hanya menjadi kekasih tidak harus melayani Albert di ranjang.
"Mana pilihan kamu, aku tidak ada waktu," kata Albert.
"Tidak bisakah saya memikirkannya?" tanya Alya.
"Tidak, aku ingin mendengar jawabnya sembarang," jawab Albert.
Alya menghela nafas, dengan pertimbangan yang matang dia melihat opsi nomor dua.
"Baiklah Tuan saya pilih menjadi kekasih anda, tapi bagiamana dengan suami saya?" tanya Alya.
"Buang," jawab Albert.
Bossss...
😀😀😀❤❤❤
😁😁