"Menikahlah dengan wanita pilihan Kakek. Anggaplah ini sebagai permintaan terakhir Kakek kepada kamu, Askara."
Sebuah permintaan yang terlontar dari mulut pria paruh baya yang sudah tak berdaya, yaitu Genta Wiguna.
Ghattan Askara Wiguna adalah pria yang mencoba meninggalakan tanah air demi dua misi. Misi pertamanya sudah berhasil, yaitu menjadi pengusaha sukses. Namun, tidak dengan misi kedua. Bayang wajah wanita yang telah membuat hatinya porak poranda masih selalu melekat di hati dan kepalanya. Ternyata, mengikhlaskan itu tidak semudah yang dibayangkan.
Kali ini, Aska dihadapkan dengan sebuah permintaan sang kakek yang sudah lemah dan melekat berbagai alat medis di tubuh pria yang banyak membuatnya berubah.
Apa Askara akan mengabulkan permintaan terakhir sang kakek? Atau dia memilih untuk menunggu wanita yang dia cintai yang tak lain adalah istri dari mantan sahabatnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Status
Aska membawa Jingga ke depan penghulu. Ada beberapa berkas yang harus mereka tanda tangani. Senyum di wajah keduanya merekah dan terlihat sangat bahagia. Tanhan mereka pun bertaut dengan sangat erat. Ketika Jingga melihat ke arah Riana, dia tersentak ketika melihat Ayanda dan juga Echa. Wanita yang dia kenali juga.
"Ya Tuhan, kenapa rencana Engkau begitu sempurna. Mampu membuatku tak bisa berkata, disatukan dengan keluarga yang sangat luar biasa."
"Jadi nih malam pertama." Ken berceletuk tanpa tahu tempat. Semua orang pun tergelak. Aska hanya tersenyum. Kemudian, menatap sang istri yang tersipu malu.
"Kalau butuh referensi tontonan datang ke kamar gua, ya." Ken berulah lagi dan membuat semua orang tertawa keras. Aska hanya menggelengkan kepala mendengar candaan dari sahabatnya itu.
Sebelum menandatangani berkas yang ada di atas meja, Aska membaca terlebih dahulu poin demi poinnya. Seketika tubuhnya menegang ketika melihat status janda yang tertera di sana. Tangannya pun menggantung di atas kertas dengan memegang bolpoin bertinta hitam.
"Second, gua dapat second."
Pikiran jelek kini memutari kepalanya. Sungguh dia gamang. Ketika melihat kakaknya bahagia karena berhasil membobol gawang di malam pertama, tapi dia hanya bisa meneruskan kebobolan itu karena sudah terlebih dahulu dibobol oleh orang lain.
"Apa rasanya akan sama?"
"Bang."
Jingga memanggil Aska dan suaminya pun terbangun dari lamunannya. Dia tersenyum perih.
"Ya Tuhan. Kenapa tiba-tiba pikiran itu muncul."
Aska menghembuskan napas kasar dan tangannya pun membubuhkan tanda tangan di atas kertas. Dalam. hatinya terus merapalkan bismillah. Berbeda dengan Jingga, dia sudah menandantangani dengan cepat berkas tersebut. Sekarang, waktunya Aska memakaikan cincin pernikahan di jari manis Jingga. Sama halnya dengan Jingga yang memakaikan cincin di jari manis Askara.
Jingga mencium tangan Aska dengan sangat dalam dan lama. Kemudian, Aska mengecup kening Jingga sangat lama. Rona bahagia terpancar dari wajah semua keluarga Aska. Kini, saatnya kedua pengantin ini sungkeman. Aska memeluk tubuh kakeknya yang berada di kursi roda. Dia menangis terharu.
"Makasih, Kek." Hanya tepukan lembut di pundak yang kakek Genta berikan.
Kini, Aska beralih kepada sang ayah. Gio tersenyum hangat kepada putranya. Aska mencium tangan ayahnya dengan sangat lama. Gio merasakan punggung tangannya basah.
"Jangan pernah menuntut kesempurnaan dari pasangan. Pernikahan bertujuan untuk menyatukan ketidak sempurnaan yang kalian miliki agar menjadi pondasi yang kokoh untuk membangun rumah tangga yang bahagia."
Petuah dari sang ayah yang membuat hati Aska mencelos. Ayahnya seperti mengerti apa yang tengah dia rasakan. Kegundahan hatinya mampu dibaca oleh Giondra.
Gio meletakkan tangannya di pundak sang putra. Dia menyuruh Aska menegakkan tubuhnya. Menghapus air mata putranya yang jarang sekali menetes.
"Semuanya menginginkan yang terbaik. Namun, Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untuk umat-Nya."
Aska mengangguk mengerti, perlahan kegundahan itu sirna. Apalagi melihat Jingga yang dipeluk erat oleh kakeknya. Kini, Aska bergeser kepada sang ibu. Air mata Aska tumpah ruah di sana.
"Selamat ya, Dek. Mommy ikut senang." Aska tak bisa berkata apapun. Dia terus memeluk erat tubuh ibunya.
"Mommy ingin membatalkan pernikahan ini awalnya. Mommy tidak ingin melihat kamu menderita." Ayanda pun ikut terisak. "Ternyata, bukan hanya kamu yang terkejut. Mommy pun sangat tidak menyangka bahwa istri kamu adalah wanita yang dulu pernah Mommy ingin jodohkan dengan kamu. Wanita yang sudah membantu Mommy ketika kekurangan uang untuk membeli pecel lele. Wanita yang luar biasa baik dan tangguhnya. Ternyata ucapan Mommy didengar oleh malaikat."
Aska pun terdiam mendengar ucapan dari sang ibu. Dia benar-benar terkejut ternyata ibunya sudah mengenal Jingga tanpa sepengetahuannya.
"Jaga dia ya, Nak. Sayangi dia. Jangan pernah lihat statusnya. Yang tersegel tidak menjamin kepuasan juga kebahagiaan."
...****************...
Jangan lupa komennya.
udah taksempur abDi lu sadar.,
atau ngemis y.. minta di akui.. 😁😁😁
pasti ada sinar setelah ny..
padahal udah banyak hati yg mereka sakiti..
orang sabar rezeki ny luas 😊😊😊
jangan y dek y.