Kisah seorang cucu yang relah mengorbankan mahkotanya demi menyelamatkan nyawa sang nenek.
Rindu nama gadis itu, dia harus bertemu dengan seorang pria yang sangat kejam dan juga di takuti di kota itu.
Apa yang akan terjadi berikutnya yuk mari ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon akos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. IKAN LELE.
Rindu yang ada diatas pembaringan hanya bisa menggeleng kepala melihat kelakuan Fathur mengerjai putranya.
"Apa si dingin itu akan menyayangi anak yang ada dalam kandunganku ini seperti dia menyayangi Akos,?" ucap Rindu sembari mengelus perutnya yang masih terlihat rata.
Lama Fathur mengerjai Akos hingga Rindu turun dari atas pembaringan dan melangkah mendekati Fathur.
"Tolong buka Tuan!, kasihan dia, dia pasti sedih jika Anda memperlakukanya seperti ini,"
Seketika Fathur menyingkir dengan wajah bingung.
Rindu memutar Knop pintu lalu kemudian menariknya dan mendapati seorang bocah kecil sedang duduk sambil menyandarkan tubuhnya di daun pintu sembari membelakang.
"Sayang, bangunlah!," ujar Rindu
Seketika Akos berdiri dan memeluk kedua kaki Rindu.
"Mommy, Akos lindu mommy," Akos menangis keras dan menambah kekuatan pelukanya.
Rindu mengusap lembut rambut bocah itu.
"Mommy juga Rindu Akos," Rindu mencoba duduk dan memegangi kedua tangan kecil Akos.
"Cup...cup!. Sudah-sudah kamu jangan menangis lagi. Kalau kamu nangis terus seperti ini, mommy juga ikut sedih loh!," Rindu mengusap air mata yang menetes di pipi gembul bocah itu.
Seketika itu juga Akos berhenti menangis. Wajah kesedihan yang terpancar dari bocah kecil itu berganti dengan kegembiraan.
"Ayo masuklah, Mommy ada permen untukmu," Rindu menarik tangan kecil milik Akos.
Akos mengikuti langkah Rindu sembari melompat kegirangan.
Setelah mendudukkan tubuh Akos diatas pembaringan, Rindu membuka laci nakas dan mengeluarkan sebuah permen dari dalam sana.
"Nich ambillah!, tapi jangan sampai tertelan!," ujar Rindu.
"Oke mom, tapi bukain!,"
"Baiklah mommy akan membukakan untukmu,"
Rindu kemudian membuka pembungkus permen tersebut dan memberikanya pada Akos.
"Mom, Mommy tinggal dengan ciapa disini," Akos memandangi seisi kamar milik Rindu.
"Mommy tinggal sendirian. Apa kamu mau menemani mommy tinggal disini?. Tapi itu tidak mungkin, Akoskan punya rumah gede dan banyak teman disana, mana mungkin Akos mau tinggal di rumah kecil dan panas seperti rumah mommy ini" tanya Rindu.
"Siapa bilang Akos tidak mau!, Akos akan lebih bahagia bila tinggal bersama mommy. Walaupun lumah Mommy kecil tapi Akos senang kok tinggal disini. Untuk apa lumah mewah kalau di dalamnya tidak ada kebahagian," balas Akos sembari tersenyum.
Fathur yang hanya berdiri seperti patung mulai mendekat kearah mereka berdua karena sejak dari tadi dirinya diacuhkan oleh Rindu dan Akos.
"Hah ...!, Akos tidak boleh tinggal disini. Lihatlah peralatan rumahnya tidak lengkap dan mungkin disini banyak kecoa atau tikus berkeliaran pada malam hari. Apa akos mau kuku-kuku Akos di gerogoti oleh tikus saat Akos tertidur nanti," Fathur mencoba menakut-nakuti bocah itu.
"Tikus-tikus itu tidak mungkin belani mendekati Akos, Kan ada Mommy disini. Iyakan Mom," Akos kembali memeluk manja pada Rindu.
"Benar dong sayang!, kita jangan mendengar kata orang yang selalu berpikiran negatif pada kita. Karena orang-orang seperti itu tidak akan ada rasa bahagia dalam hidupnya, Kamu paham bukan!," Rindu memegangi kedua pipi gembul milik Akos.
"Berani-beraninya kamu memojokan Aku di depan putraku," geram Fathur pada Rindu.
"Telmaksud Daddy ya Mom,"
"Iya.....," Rindu dan Akos tertawa terbahak-bahak tanpa mempedulikan keberadaan Fathur disana.
Waktu terus bergulir hingga siang berganti sore.
Fathur terus membujuk Akos untuk pulang tapi bocah itu terus saja bertahan dengan keputusanya yaitu bermalam di kos milik Rindu.
"Sayang ayo kita pulang!, besok kamu harus kesekolah bukan!,"
"Akos mau belmalam disini. Daddy pulang saja duluan. Besok bila Daddy ke kantol Daddy bisa menjemput Akos disini!," Balas Akos tanpa memandang Fathur sakin asyiknya bermain boneka ultraman pemberian Rindu.
Fathur hanya bisa menggaruki kepalanya sakin frustasinya.
Tidak lama kemudian Rindu muncul dari balik pintu sembari membawa nampan berisi dua buah gelas berisi susu dan teh.
"Akos lagi main apa!, kayaknya seru banget," tanya Rindu dan meletakkan nampan yang dibawahnya keatas nakas.
"Akos lagi main boneka Mom!," balas Akos juga tidak menatap Rindu sakin asyiknya memainkan bonekanya.
"Akos istirahat dulu ya!, nanti Akos lanjutin lagi. Mommy sudah membuatkan Susu untukmu,"
"Tapi Mom, ini lagi selu-selunya, coba lihat Ultramannya sebental lagi menang,"
"Iya Sayang, tapi ini sudah mulai malam. Minumlah susunya dulu, nanti kita ke super market untuk membeli kebutuhan makan malam kita, Apa kamu mau ikut temani Mommy!,"
Seketika Akos melemparkan bonekanya kearah Fathur dan mengenai tubuh kekernya yang saat itu hanya terbengong melihat percakapan antara Rindu dan Akos yang sudah mirip Ibu dan anak.
"Akos mau mom, Akos belum pelnah pergi berbelanja kebutuhan dapul. Soalnya Daddy seling melalang Akos kelual kalau bukan pelgi kesekolah,"
"Aku lagi yang kena," kembali Fathur mengggaruki kepalanya.
"Kalau begitu, ,Akos minum susunya, lalu mandi. Mommy sudah menyiapkan baju buatmu. Tuan juga minumlah tehnya sebagai pengisi perut untuk sementara," Rindu menyerahkan gelas susu kearah Akos lalu melanjutkan menyerahkan gelas satunya kearah Fathur.
Fathur meraih gelas ditangan Rindu dan meminum isinya.
Ada rasa bahagia tersendiri dalam hati pria tampan itu setelah dilayani layaknya seorang suami oleh istrinya.
"Daddy, Ayo lomba minum!, Siapa yang kalah dia yang akan cuci gelasnya" ajak Akos pada Fathur.
"Siapa takut," tantang Fathur.
"Oke, Mommy hitung ya," ucap Akos pada Rindu.
"Oke, siap!, 1..2 ..3," hitung Rindu sambil mengangkat jari-jarinya satu persatu.
Pertandingan pun dimulai. Fathur dan Akos saling mendahui meminum isi dalam gelas masing-masing. Hingga akhirnya Fathur mengangkat gelasnya, tanda kalau isinya sudah habis.
"Ya kalah deh!," ujar Akos dengan raut wajah sedih.
"Tidak usah sesedih gitu, biar Mommy yang cuci gelasnya. Kamu mandi saja lalu kita berangkat ke Super market," Rindu mengucak- ucak rambut hitam milik Akos.
"Mommy memang best.Tapi Mom, Akos belum bisa mandi cendili," Akos memonyong-monyongkan bibirnya sembari tertunduk malu.
"Nanti Mommy yang mandiin," kembali Rindu mengucak-ucak rambut bocah itu.
"Tidak-tidak," cegah Fathur.
Seketika itu juga Rindu dan Akos saling menatap.
"Memanya kenapa Daddy," tanya Akos mengerutkan dahinya.
"Apa kamu mau ikan lelemu di lihat orang asing?," tanya Fathur sambil tersenyum.
"Iya, de... Mom tidak usah mandiin Akos biar Daddy saja,"
Rindu hanya mengangguk....
"Kalau begitu ayo mandi," Fathur segera mengangkat tubuh kecil Akos dan membawanya ke kamar mandi.
Kedua pria tampan itu pun pergi meninggalkan tempat itu sembari tertawa.
Jangan lupa untuk terus beri like, coment, dan vote agar Author lebih bersemangat untuk nulis. Terima kasih.
gak cocoklah jadi pemeran utama wanita