NovelToon NovelToon
Menikahi Ipar

Menikahi Ipar

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Duda / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: harsupi fakihudin

Disarankan untuk membaca novel sebelumnya "Jodoh Sang Dokter Duda" karena disana ada silsilah seluruh keluarga ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Mereka bertiga sudah duduk dimeja yang sama

"Alana, apa kabarmu? lama tidak berjumpa" Tanya Budi sembari menekuk kemejanya sampai kesiku

Alana sedikit lupa dengan statusnya sekarang

"Kabarku baik kak. Kakak aja yang lama tidak tampak dan menghilang begitu saja" Jawab Alana seakan menyalahkan Budi yang tak pernah timbul saat dirinya dijodohkan dengan Hanan kakak iparnya

"Eh, rupanya selama ini ada yang menungguku" Budi mengkerlingkan matanya sambil mengulum senyum "Aku sedang fokus dengan pekerjaan. Maklum aku kan karyawan baru"

"Terus sekarang sudah lihai dong, kan sudah lama"

Mereka terdiam sejenak, karena makanan yang mereka pesan sudah datang

"Makasih mbak" Ucap mereka bertiga

"Tetap masih belajar" Sambung Budi

"Memang belajar apa, hitung? anak SD juga bisa kak" Alana sambil mengaduk aduk spageti ala anak kampus, karena yang jualan sekumpulan anak anak kampus

"Tapi kan beda Alana, apa anak SD ngerti bahasa debet kredit, nggak kan? dah makan yuk, sudah jam setengah satu"

Tiba tiba,

Seorang pria dengan harum parfum yang tak asing bagi Alana, duduk disebelah kursi Alana

"Eh hem, enak ya?" Suara yang sangat familiar telah menyapanya

Alana menoleh, begitupun Budi Dan Olivia

Olivia riang sekali, dokter yang pernah membimbingnya dirumah sakit, kini hadir dihadapannya

Berbeda dengan Budi. Budi sedikit curiga, seperti pernah melihat wajah Hanan, tapi dimana? Budi belum bisa memecahkan teka teki ini.

Budi menatap Hanan, tapi fikirannya muter muter belum menemukan titik temu

Budi memang sedikit tau tentang Alana. Karena pernah kerumah Alana dengan kawan kawannya. Sayangnya, cinta mereka belum bersambut, karena ibunya Alana, sedikit galak seperti satpam. Ditambah, mereka berbeda fakultas, terhambatlah cinta mereka. Padahal mereka saling mengagumi

Mata Alana melebar "Kakak... Kok kakak ada disini"

"Kakak ??" Fikiran Budi mulai terurai

"Kakak ?? maksud kakak apa? apa Alana punya kakak ? Kenapa aku nggak tau kalau Alana punya kakak" Benak Olivia

Hanan tidak menggubris pertanyaan Alana "Pulang yuk" Ajak Hanan santai, tapi tidak dengan senyum

"Pulang?? memangnya kakak tidak kerumah sakit lagi?"

"Tidak. Ini teman?" Hanan menjawab, tapi tangannya menunjuk Budi dan Olivia

Olivia berdiri, tangannya menjulur mengajak bersalaman "Dok, saya Olivia. Teman Alana yang pernah dibimbing dokter dirumah sakit waktu itu"

Hanan menyambutnya untuk berjabat tangan

Nyesss.. Hati Olivia terhipnotis sampai kedinginan "Halusnya....." Bathin Olivia sewaktu memegang telapak tangan Hanan

Budi yang terdiam, sekilas melihat cincin Hanan dijari manis sebelah kanan, mirip seperti cincin yang dipakai Alana sekarang. Tambah penasaranlah si Budi

Hanan mengurai, lalu menunjuk kearah Budi dengan kelima jari yang tidak menekuk satupun "Ini juga"

Alana terdiam

Budi dan Hanan berjabat tangan

"Budi / Hanan" Diucap bersamaan

"Pulang yuk, Imran menunggu" Ucap Hanan datar

Alana berdiri "Benarkah?"

Budi dan Olivia tambah bingung dengan orang didepannya

"Eh Alana, ka kalian saling kenal? eh maksudku kenal dekat begitu?" Olivia gagap, karena mengira, antara Dokter tampan dengan Alana sebatas mahasiswa dan pembimbing. Kenal, tapi tidak sedekat sekarang dengan Alana

Alana lagi lagi diam, ia sedikit takut dengan Hanan

"Iya, kami kenal dekat" Jawab Hanan

Budi berdiri "Oh, apa jangan jangan mas ini, kakak iparnya kamu ya Alana. Rasanya tidak asing, dan Familiar"

Hanan mengabsen Alana dan Budi. Hanan sedikit curiga dengan tingkah mereka berdua

"Pernah melihat saya sebelumnya ?" Tanya Hanan pada Budi

"Ah, aku ingat. Foto pengantin itu. Ya betul, foto yang dipajang diruang tamu rumahmu, ya kan Alana ?"

Alana terdiam lagi

"Habislah aku " Bathin Alana mulai bergejolak

Hanan mengusap punggung Alana "Pulang yuk"

"Tapi mobilku kak"

"Nanti pak sholeh biar yang ambil. Mari" Hanan menggandeng Alana, sekaligus berpamitan dengan dua teman Alana. Katanya

Olivia berdiri bingung, tangannya menggantung diudara.

Bingungnya lagi Hanan membawa Alana masuk, tapi beberapa menit kemudian mereka berdua berjalan keluar

"Alana !!" Teriak Olivia mengejarnya sampai keparkiran "Alana, pinjam duit. Aku tidak ada ongkos pulang"

Alana garuk garuk sambil membuka tasnya untuk mengambil dompet

Hanan menghentikan tangan Alana "Sudah, ini saja" Hanan menarik dua lembar uang ratusan ribu, lalu memberikannya pada Olivia "Cukup"

"Cukup banget" Olivia menerimanya dengan kegirangan

"Kakak.. Katanya uangnya menipis. Aku masih punya uang"

Hanan kembali memegang tangan Alana "Nggak papa, uang segitu masih ada"

Olivia masih berdiri dan kebingungan

Hanan menatap Olivia "Untukmu, tidak usah ganti"

Olivia berbinar tidak percaya "Wah benarkah... Makasih pak dokter"

Hanan menjawabnya dengan anggukan

-

Sesampainya dirumah

Mereka masuk kekamar

Hanan melepas dasinya dengan diam. Ia duduk dibibir ranjang, lalu merebahkan tubuhnya tanpa melepas alas kaki

Alana datang membawanya jus alpukat kesukaan Hanan. Alana sebenarnya takut didiamkan oleh Hanan

Ia menaruh jusnya diatas meja

Hanan sedikit melirik, Dia tau apa yang dibawa oleh Alana

Alana mendekati kaki Hanan, dan melepas sepatunya yang belum Hanan lepas

Mata Hanan sengaja ia tutupi dengan lengannya. Alana mendekat, lalu mengangkat lengan Hanan yang beratnya berkwintal kwintal karena Hanan sengaja menahan

Alana memutar otak mesumnya

Ia mengambil sesuatu yang belum pernah ia pakai sebelumnya

Lingerie warna merah "Kakak pasti nubruk aku huhu" Alana terkekeh geli melihat dirinya yang sudah terlihat wudelnya, meskipun sudah memakai baju "Ini baju apa jaring yang ada diempangnya pak lurah, weleh weleh"

Alana mendekati Hanan, yang masih tidur seperti pertama Alana masuk tadi

"Perjuangan ha ha ha 🎶🎶🎶" Nyanyinya dalam hati, karena Alana horor melihat Hanan

Takut, tapi bikin ulah. Itulah Alana

Tak disangka, Alana duduk dipaha Hanan.

Hanan yang merasa ada sesuatu yang berat menindihnya, iapun menyingkirkan lengannya dari wajahnya

"Ngapain kamu pakai seperti itu, turun !" Bentak Hanan dengan wajah galaknya

"Nggak mau" Alana sedikit takut, tapi dia berusaha kuat dan tambah menggoda. Jari lentiknya membuka gesper Hanan, dan menariknya dari celana Hanan

Hanan masih diam, walaupun didalamnya sedikit bereaksi

Alana bergeser duduknya, hingga kepunyaan mereka sudah bertemu, namun terhalang kain

Alana mulai menarik kemeja Hanan, yang masih rapih didalam celana. Mencopot kancing satu atau dua dari atas, lalu tangannya meraba masuk kedada Hanan

Hanan mulai tak kuasa menahan godaan istri yang keterlaluan memancing emosinya dikafe tadi

Hanan menarik nafas panjang, agar tidak tergoda dengan kelakuan Alana

"Kakak bilang turun !!" Bentak Hanan

"Aku bilang tidak mau !!" Tapi kaki Alana turun. Rasanya sedikit takut, takut dilempar beneran keluar oleh Hanan

Alana berjalan menuju sofa, lalu duduk disana, dan meminum jus Alpukat yang terdiam tidak ada yang menyentuhnya

Errrrrrgggg

Alana bersendawa. Sengaja dikerasin biar Hanan budek mendengarnya

Alana berjalan melewati Hanan yang sudah duduk. Dikira Hanan ada kesempatan kedua, makanya gengsinya tidak diukur

"Ya Sudah, kalau nggak mau. Aku simpan lagi"

BERSAMBUNG.....

1
ika krisdianti
alur ceritanya bagus, tidak vulgar saat ada adegan dewasa.
cerita dan penokohannya bagus2, ceritanya penuh dengan ilmu baru, terutama ttg kesehatan
ika krisdianti
nangis kejer
ika krisdianti
/Sob/mewek lagi, padahal sudah beberapa kali membaca sampai tamat, dan diulang kembali, tapi tetap mewek saja /Sob//Sob/
ika krisdianti
di bab ini mulai deh, kisah sedihnya /Sob/bikin mewek
Safa Almira
bagus
indah
Luar biasa
Suratmi Michele
Biasa
Suratmi Michele
😂😂mamanya lucu.... mana bapak Budi mana ibu Budi...?😂😂😂
Elizabeth Zulfa
gak jdi Ena-ena nya
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍👍
Saekhul Game
Aku sukka ceritamu thorrrrrrrr
Saekhul Game
/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin/
Saekhul Game
hhhhhh
Saekhul Game
part ini bikin ngakak
Saekhul Game
Nggak tauuuuuuuu hhhhhhhh
Saekhul Game
😂😂😂😂😂😂😂 apanya yg dijembreng thorrrrr
Saekhul Game
😁😁😁😁 pasiennya jujur. Tp jwbn Hanan okelah sdkt kesal
Saekhul Game
😆😆😆😆😆😆😆😆😆
ika krisdianti
tambah ilmu,
saya suka saya suka saya suka
ika krisdianti
lucu dan seru jika keluarga besar kumpul, papi anand gercep dan mantul, bi Lis sudah hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!