NovelToon NovelToon
Chasing Past Love

Chasing Past Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:908k
Nilai: 4.8
Nama Author: din din

Nggak rekomend novel ini, silahkan bisa baca yang deretan bawah, terimakasih 🙏
Masih tahap Revisi, jika ada typo atau pemakaian kata dan tanda baca yang salah mohon di maklumi, terima kasih.

Bagaimana caramu mendapatkan cinta dari masa lalumu?

"Baiklah! Aku beri kau dua pilihan. Pertama pergi dari sini dan jangan pernah menampakan wajahmu lagi dihadapanku, atau kedua tinggalah bersamaku akan kulupakan tentang masalalu, tapi tinggalkan ayahmu dan lupakan bahwa dia ayahmu!" ucap Jimmy memberi pilihan yang sulit untuk Michelle.

Lalu bagaimana akhir cerita cinta mereka? Baca selengkapnya disini.

Kisah yang dipenuhi cinta,tawa,dan airmata.


Cover from google,editing by din din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

"Michell"Livia berusaha mempertahankan Michell,tapi dia sendiri ditarik dan ditahan oleh salah satu teman Gary.

"Apa yang kau mau lakukan?Lepaskan,apa kamu lupa ini disekolah,kamu tidak bisa melakukan sesuatu sesuka hatimu."Michell menggertak.

"Apa yang kau mau lakukan?Lepaskan,apa kamu lupa ini disekolah,kamu tidak bisa melakukan sesuatu sesuka hatimu."Michell menggertak.

"Benarkah?Coba aku lihat,hahaha,lihatlah sekelilingmu tidak ada yang berani membelamu,jadi aku bisa melakukan sesuka hatimu."Gary tertawa,dia benar-benar tidak mau melepaskan Michell.

"Begini saja,aku akan memberi mu kesempatan,jadilah wanitaku maka aku akan membahagikanmu,apapun yang kau inginkan aku pasti akan menurutinya,bagaimana?"Gary tersenyum jahat.

"Jangan harap..."Michell masih berusaha melepaskan diri.

"Jangan salahkan aku kalau begitu,kau yang meminta."Gary mencoba mencium Michell.

Sekuat tenaga Michell ingin mendorong Gary,tapi tak bisa,bibirnya semakin dekat dengan Gary dia sudah kehabisan cara untuk lepas,sampai seseorang tiba-tiba menarik Gary dan melepaskan Michell dari cengkramannya.

"Enyahlah kau..."Tanpa pikir panjang Jimmy langsung memukul Gary,Jimmy nampak begitu marah.

"Jimmy.."Michell terperangah,dia tidak menyangka Jimmy akan membantunya.

Juan tepat dibelakang Jimmy mengahajar teman Gary yang menahan Livia.

"Juan,untung kalian datang."Livia nampak lega Juan langsung merangkulnya.

"Tidak apa,kami sudah disini"Juan menenangkan.

"Hehehe,tak kusangka seorang Jimmy bisa membela seorang gadis."Gary tertawa sambil memegangi bibirnya yang agak bengkak karna kena pukulan Jimmy.

"aku tidak suka dengan sikapmu terhadap sesama murid disekolah ini."Jimmy masih terlihat mengepalkan tangannya.

"Sejak kapan kau peduli dengan siswa lain?Jangan-jangan kau..."Gary berhenti bicara,Gary tau tatapan Jimmy tidak seperti biasanya,pasti ada sesuatu antara Jimmy dan Michell.

"Sejak kapan kau peduli dengan murid disekolah ini,jangan-jangan kau suka dengan Michell,apa tebakanku benar?"Gary menyeringai.

"Jimmy menyukaiku,itu pasti tidaklah benar."Michell berbicara dalam hati,dia melihat kearah Jimmy yang berada didepannya untuk melindunginya.

"Itu bukan urusanmu,yang jelas aku tidak suka dengan caramu memperlakukan dia."Jimmy masih menahan.

"Hahaha...Kalo kamu memang tidak suka dengannya,seharusnya kamu tidak usah menghalangi,bukankah tidak ada manfaatnya untukmu?Itu malah akan menambah perselisihan diantara kita."Gary tertawa keras.

Tatapan Gary dan Jimmy makin tajam,disekeliling mereka sudah banyak yang menyaksikan,Gary mendekati Jimmy dan berbisik kepadanya.

"Kalau kau menginginkannya,aku akan mengalah dan membiarkanmu memilikinya,saat kau sudah selesai dan bosan bermain-main dengannya berikan dia kepadaku,aku tidak akan menolak,bagaimana?"Senyum jahat bisa terlihat diwajah Gary.

"Kau..."Jimmy ingin memukulnya.

Michell tiba-tiba langsung menarik Gary dan menamparnya sekuat tenaga,tatapan Michell penuh dengan amarah,dia tidak menyangka bahwa dia hanya dianggap sebagai alat untuk bermain-main saja.

"Apa kamu pikir aku adalah barang yang bisa kamu dapatkan dengan mudah?Kamu pikir aku wanita apaan?Kau berani menghinaku bahkan dengan seluruh kekayaan keluargamu kau tidak akan pernah bisa mendapatkanku,jadi enyahlah kau."Michell benar-benar marah dia tidak bisa menahan amarahnya.

"Kau berani menamparku,kali ini aku akan melepaskanmu,tapi lain kali kau pasti akan membayar atas semua ini."Gary pergi diikuti sekelompok temannya.

Michell ingin sekali menangis,tapi dia tidak ingin memperlihatkan ketidak lemahannya,dia masih terpaku,Jimmy masih berdiri dia menjadi merasa bersalah,ingin menolong malah membuat Michell merasa dihina.

"Michell..."Livia mendekat.

"Livia,aku butuh menenangkan diri jadi tidak usah kau mengkhawatirkanku."Michell tersenyum tipis dan membalikan badannya,dia melangkah mendekat kearah Jimmy tepat berada disampingnya.

"Terimaksih telah menolongku,tapi mungkin lain waktu kau tidak perlu membantuku,karena aku hanyalah seseorang yang tidak penting,yang tidak pantas untuk kau bela,jadi aku mohon jangan kau pedulikan aku,aku hanya tidak ingin merasa berhutang padamu."Michell melangkah pergi sendiri,(lebih jauh lebih baik,semakin dia memperdulikanku,maka akan semakin aku menaruh harapan padanya,lebih baik seperti ini pasti tidak akan ada yang tersakiti,karena aku tidak ingin menambah rasa bersalahku,maaf.)

Livia tidak berani mengejarnya,walaupun dia sangat ingin,tapi dia tau Michell saat ini benar-benar berusaha menghindar dari Jimmy,kepedulian Jimmy membuat Michell tidak berdaya,pada akhirnya akan membuatnya lebih merasa bersalah.

Jimmy hanya terdiam menundukan kepalanya dan mengepalkan tangannya,tidak bergerak atau berbicara sepatah katapun,dia tidak menyangka akan seperti ini.

Michell melangkah keluar sekolah,tidak tau apa yang harus dia lakukan,yang terpenting baginya sekarang adalah menenangkan dirinya.

Sepulang sekolah

Livia nampak begitu cemas,

"Apa Michell baik-baik saja?Sejak kejadian tadi pagi hingga sekarang dia tidak kembali,aku takut sesuatu terjadi dengannya."Lvia terlihat gemetar.

"Sudahlah,kau jangan seperti ini,dia pasti baik-baik saja,bukankah dia bilang mau menenangkan diri."Juan menghibur.

"Tapi aku tidak yakin,aku takut Gary akan bertindak saat dia sendirian."livia benar-benar sudah cemas.

"Kau sudah coba menghubunginya?"Juan bertanya.

"Sudah tapi tidak diangkat,juga tidak menelfon balik."Livia melihat ponselnya.

"Kalo begitu coba kita cari dirumah dulu,siapa tau dia sudah dirumah."Jan merangkul Livia.

"Aku harap kamu benar."Livia melangkah mengikuti Juan.

Jimmy mencuri dengar percakapan mereka,walaupun dia merasa bersalah tapi Michell tidak ingin dia memperdulikannya lagi,sekarang dia tidak tau harus bagaimana,setelah sekian tahun Jimmy merasa michell lah yang bisa membuat hatinya tergerak,walaupun berusaha menghindar tapi bayang-bayang Michell tidak pernah hilang dari ingatannya.

Berjalan kearah ruang musik,tapi jimmy berhenti

"Michell tidak masuk kelas,sepertinya tidak harus latihan hari ini,dia tidak mungkin datang,lebih baik aku kembali."Baru membalikkan badan Jimmy mendengar alunan suara dari ruang musik.

Jimmy berlari,sesampainya diruang musik dugaannya benar,ternyata itu Michell,dia tidak hadir dikelas tapi dia hadir untuk latihan.

Jimmy memfotonya dan mengirimnya ke Juan,berharap Livia tidak mengkhawatirkan Michell.

Jimmy melangkah masuk,Michell sudah menyadari kalo Jimmy disitu,tapi dia tidak berkata sepatah katapun,meski Jimmy sudah duduk disampingnya,Michell masih diam menoleh pun tidak,yang dia lihat hanya jari-jari nya yang berada diatas tuts.

Setengah jam berlalu,Jimmy maupun Michell sama-sama tidak berbicara,mereka hanya fokus berlatih.

Michell sudah selesai,dia segera berdiri dan melangkah pergi.

"Aku kira kamu tidak akan datang"Jimmy memberanikan diri bertanya.

Michell hanya tersenyum,berusaha melangkah untuk pergi.

"Kenapa kamu tidak masuk kelas?"Jimmy berdiri dia merasa sedikit aneh dengan sikap Michell.

Michell tetap melangkah tanpa menoleh kearah Jimmy,Jimmy berlari dan menarik tangannya.

"Apa kau masih marah?Kenapa kau hanya diam saja?Kenapa kau tidak mengajakku bertengkar?Aku merasa aneh jika kau diam saja."Jimmy berusaha menahan Michell pergi.

"Tidak penting aku marah atau tidak,yang terpenting sekarang kita menjaga jarak,aku tidak ingin ada kesalahpahaman diantara kita,aku berharap kamu memahaminya,diantara kita sekarang hanyalah satu pasangan dari sekolah yang sama untuk berpartisipasi untuk memenangkan sebuah kompetisi,tidak lebih dari itu"Michell terlihat sangat serius,Jimmy melepaskan tangan Michell,Michell melangkah pergi.

1
Jon Qimie
good
Renesme Kiky
nyimak dulu ya thour
🍎Acihlicious 🍓
teryata Nathan juga naksir sama Michelle yah
🍎Acihlicious 🍓
saling tidaknya dari ❤️❤️
🍎Acihlicious 🍓
Tomy and Jerry 😀😀😀😀
🍎Acihlicious 🍓
ikantan batin
🍎Acihlicious 🍓
Tomy and Jerry 😀😀😀
🍎Acihlicious 🍓
Jimy itu jimes bukan sih
🍎Acihlicious 🍓
👍👍👍👍
🍎Acihlicious 🍓
kutigalkan jempol ku Disini thoor....Livia ibuya Arden dn Susan ...ini kisah cerita parang orang tua mereka 😀😀😀😀
.: ya Allah, cerita ini tulisannya hancur parah🤦🤦 mulai bagus di bab 100an🤧🤧🤧 ga sempat revisi
total 1 replies
Dewy Uleema
diajarin bahasa Spanyol nih,makasih kak ai 😍
N@t@ D€ ©o©o: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Asisten Nona Muda"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
Angel Ega Angel Ega
thor si michell jgn murahan x lh thor...gk ad cara lain buat imbalannnya...dstu terkesan murahan🥵
🕊️ℰʀᷞᴠͥɪͦɴᷠᴀⷹªᶰᵃᵗᵃˢʸᵃ🕊️
Good girls
Indah N
ketie gila
Indah N
ada yg reseh nih,gak suka sama Daniel
Indah N
disih gak ada kejujuran,aku kecewa dan kasih an sama jemmi
Indah N
bakalan ada udang di balik batu
Indah N
michell nya sakit parah kaya y
Civiliza Quena
👍👍👍👍😘😘😘😘😘
Asni J Kasim
Semangat thor 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!