Jika orang lain memilih pergi saat tahu suaminya mendua, aku memilih bertahan dan memberi kejutan manis untuk suamiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susan saliman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dibutuhkan tapi tak di rindukan
# Sedikit peka dan peduli melatih insting hati kita untuk peduli dan merasakan apa yang terjadi baik pada diri kita sendiri atau pada pasangan kita, karena sesungguhnya hati kita pun bisa memberikan sinyal adanya suatu tanda atas kejadian di luar sana pada pasangan kita...
🐝🐝🐝🐝
Di tempat lain Yoga yang sudah hampir tiga minggu ini sudah kembali rutin mengunjungi Seruni, kini dia sedang berada di suatu kamar bersama pujaan hatinya itu.
Yoga Memang tiga minggu ini rutin menyambangi Seruni di hari selasa sore dan kamis serta malam minggu.
Setelah menikah sama Menur memang Yoga selama 6 bulan lebih tidak pernah mendatangi lagi Seruni, namun tiga minggu kemarin Seruni mengirim pesan jika dia merindukan Yoga.
flash back
3 Minggu lalu
Tadinya Yoga enggan menanggapi pesan dari Seruni namun Seruni beberapa kali mengirimi pesan kepada Yoga jika dirinya membutuhkan Yoga.
Hati Yoga pun merasa diatas angin membaca pesan dari Seruni yang sedang membutuhkan kehadiran Yoga, tak hayal Yogapun bergegas menemui Seruni perempuan yang masih di cintainya itu.
" Hai mas.... yang sudah punya istri, aku di lupakan begitu saja.... teganya kau mas pada diriku ini", Ucap Seruni manja menyambut dengan ciuman pada mesra saat Yoga datang.
" Ada apa? Tumben kangen biasa nya juga tidak", Tanya Yoga pada Seruni menanggapi pesannya kemarin yang bilang kangen, membutuhkan kehafiran Yoga dan bla bla.
" Ga gitu mas, aku memang kangen", Jawab Seruni merangkul manja lengan Yoga.
Yoga menoleh dan memandang lekat wanita di sampingnya yang tengah memeluk lengannya manja, hak bisa dielakkan lagi dua mata itu saling tatap, tersirat kerinduan di mata Yoga, namun jika di lihat dengan baik di mata Seruni bukan kerinduan yang tersirat, hanya sebuah kebutuhan yang berbicara melalui matanya.
Yoga sudah tidak tahan lagi memandang mata yang menurutnya cantik itu, hasrat dan kerinduan yang selama 6 bulan lebih dia simpan rapat dalam hatinya kini sudah tidak bisa ia tahan lagi.
Enam bulan menikah Yoga bukan melupakan Seruni tapi dia mati matian berusaha mengubur perasaannya pada Seruni, ia ingin berusaha menerima Menur sepenuhnya namun saat ini, saat melihat mata itu ia kembali Yoga kembali tidak bisa menahan hasrat kerinduannya.
" Honey, mas kangen", Suara Yoga terdengar serak menahan hasratnya, seruni cuma mengangguk ketika Yoga sudah ******* bibirnya dan tangannya menelusuri setiap lekuk tubuhnya.
Dan sore itu Seruni benar benar memberikan pelayanan terbaiknya, tak ingin ladang dosanya yang menghasilkan rupiah pergi dengan mudah, dia layani lebih dari seorang istri melayani suaminya, segala kemampuan mahirnya dari pengalamannya ratusan kali atau bahkan ribuan, entahlah tak terhitung dengan berbagai lawan yang hampir selalu berbeda, Seruni berikan pada Yoga malam itu.
Tiga pria yakni lelaki yang merasa di pacari Seruni, yakni Yoga, Erik dan Tomy seperti suami bagi Seruni, namun belakangan Erik sudah tidak sesering dulu menemui Seruni sehingga jatah barang brandednya juga terkendala, bahkan jalan jalan keluar negerinya juga sudah 5 bulan ini tak ada masuk uang untuk jatah itu.
Memang Erik masih menemui Seruni beberapa kali dalam 5 bulan terakhir ini, tapi dia bilang keadaan sekarang sedang menurun, tidak seperti dulu lagi, jadi dia memohon pada Seruni untuk mengerem dulu belanjanya, itu saja yang Erik katakan, beberapa kali saat bertemu, dan Seruni pun terima, bagi Seruni masih ada Yoga dan Tomy.
Sementara Tomy sendiri satu bulan ini sudah tidak sama sekali ada kabarnya, terakhir bertemu cuma bilang akan menjalani pengobatan keluar negeri karena ginjalnya yang sakit.
Sebenarnya bagi Seruni kehilangan Tomy bukan beban dari lelaki paruh baya bertubuh tambun itu Seruni sudah menang banyak, bahkan club malamnya selalu ramai dan itu sudah atas nama Seruni.
Hanya saja karena dampak dari perekonomian dunia yang tidak stabil, menyebabkan sedikit menurun pengunjungnya berkurang.
Kehilanga sumber dana dari Erik, dan Yoga yang tak segencar dulu mengejar dirinya, membuat Seruni merasa perlu mengeluarkan jurus jitu menggaet Yoga kembali.
Seruni tidak masalah Yoga menikah, karena tidak ada sedikitpun di hatinya perasaan cinta untuk Yoga, namun yang Seruni takutkan jika Yoga akan melupakan janjinya menyetor pada rekening milik Seruni jika terlena dengan keluarga barunya, yakni istrinya Menur.
Bagi Seruni, Yoga bukan tipenya, kurang macho. Yoga hanya cowok kampung, yang sedikit nakal tidak menarik Seruni dari segi fisik.
Bagi Seruni lelaki idamannya itu yang sangat berotot, kuat, gagah dan nakal jika perlu yang bertato dan berwajah kaku, nah itu baru selera Seruni banget.
" Run, selama aku ga kesini kamu kangen sih sama aku?", Suara lirih Yoga bertanya mengenai perasaan Seruni, setelah mereka selesai melepaskan rindu yang membara sampai kepuncak nafsu asmara.
" Hemm.... Sedikit", Jawab Seruni jujur, membuat Yoga menahan kecewa, selalu begitu jawaban Seruni jika di tanya tentang perasaannya.
" Kamu masih terima pelanggan?", Tanya Yoga dengan perasaan tidak suka.
" Itu profesiku, jangan katakan jika mas cemburu, kita bertemu, diriku sudah dalam pekerjaan itu, jadi tidak ada alasan untuk mas cemburu, miliki diriku sepuas mu, nikmati dan bayar setinggi mampu mu... maka aku akan sangat berterima kasih, cup", Seruni mengecup pipi Yoga yang masih berbaring disampingnya.
Yoga kecewa sangat, tapi mau apa? semua yang dikatakan Seruni itu benar adanya.
" Oke, aku mau pulang, istri sama ibu ku sudah menungguku di rumah", Yoga menekan kata istri untuk membuat Seruni cemburu maksudnya.
" Silahkan mas Yoga, jangan lupa transferannya ya.... jangan pelit, seperti biasa jangan di kurangi, jatah istri mu beda lagi kan?", Seringai Seruni membuat Yoga hanya melirik sinis seraya memakai bajunya kembali.
" Mas ga mandi dulu atau cuci cuci gitu? Nanti kalau istri mas mencium mas harum aku kecium apa ga takut tuh istrinya marah?", Goda Seruni penuh nada penghinaan.
Yoga kembali melirik Seruni penuh sinis, namun seperti diingatkan buat Yoga untuk tidak membawa pulang aroma Seruni dan Yoga sudah ada cara tersendiri.
" Ya sudah, jaga diri baik baik, mas pulang.... Tranferan sudah masuk ya, silahkan cek", Pamit Yoga beranjak berdiri dan berlalu untuk pulang, mengingat sudah jam 8 malam.
" Oke Thanks mas, tranferannya sudah masuk, makasih banyak ya... muach", Seruni sedikit mengejar Yoga untuk memberikan ciuman,dengan keadaan yang masih b***l, namun Yoga sudah berlalu begitu saja.
" Pakai baju mu dulu ", Titah Yoga tanpa memandang Seruni.
Yoga pulang kerumah dalam keadaan suasana hati yang kurang baik, pasalnya mendengar setiap ucapan Seruni sepanjang bersama dirinya tadi, semuanya tidak ada yang membuat hatinya senang, ditambah kesan Seruni yang selalu mengingatkan transferannya, membuat Yoga makin sedih.
Sredtt...
Sredttt...
Sredttt....
Sama tokoh yoga,gak ada insyafnya
Semakin tua,bukannya keimanan diperkuat,dipeluk diam aja,kaya kucing
Garong,udah thor pisahin aja mereka
Biar aja menur jadi janda daripada dibohongi terus,tobat sambel
bagus ceritanya
sukses
semangat