Bertemu dengannya Membuatku Terpesona Tapi... Aku sadar bahwa dia adalah Ustadz. Apa Bisa perempuan biasa sepertiku bisa mendampingi seorang yang sangat alim?.
"Boleh kan Alif memanggil Kak Cia Sebutan Bunda?" tanya anak kecil polos itu kepadaku..
Hah, mimpi apa aku semalam, ayahnya itu Ustadz Cia, sadar sadar.
"No Alif, No aku bukan bunda mu" jawab ku seadanya.
" Makanya Alif ingin Kak Cia Jadi Bunda Alif" Jawab anak kecil ini tetap kekeh dengan permintaan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Salmah Inara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa Aku Punya Ibu?
Ekhem ucapku pura-pura batuk.
" Mungkin sebaiknya mas Azzam menyelesaikan masalah dulu , kami pamit, tidak jadi makan disini, kami akan makan di rumah" pamitku dan Fatimah,Lisa berdiri menatap Azzam ,dan wanita yang hijab namun perkataan nya tidak sesuai dengan penampilannya.
Aku memerintah pelayan agar membungkus semua makanan sekalian membayar. Setelah itu kami pergi menuju parkir mobil milik k u.
Sekarang kami sudah menjalankan pintu mobil. Aku sebagai supir.
"Kamu tau gak ci, Duh aku kesel banget ci, Perempuan tadi So suci banget mentang mentang Pake hijab ia bully kita yang gak Pake hijab" Omel Lisa yang berada di samping ku.
"Iya ci, kalau bukan wanita hijab kaya gitu gue juga pasti akan lawan." Sambung Fatimah.
"Selagi masih batas wajar yaudah lah kita diem aja" ucapku.
"Tapi perempuan kaya gitu jangan di diemin terus, Lain kali harus di lawan" Geram Lisa.
"Gue tadi diem juga mau tau reaksi nya Azzam gak tau nya dia kaya bahan marah gitu kaya gak berani sama si cewe, siapa sih tadi namanya"
"Ustadzah Rossa!" Sambung Fatimah
"Iyah kayak sedikit takut, Tapi kenapa ya apa alasannya" Ucap Lisa berpikir.
"Udah deh, Gak usah bahas, Kita udah sampai di rumah kamu Lis" ucapku menghentikan mobil .
"Gue turun ya, makasih tumpanganya" membuka sabuk mobil dan keluar.
Giliran aku mengantar rumah Fatimah.
Setelah mengantar Fatimah aku kembali ke rumah.
....
Masih di restoran
"Abi, Alif ingin pulang, Hoaamm" Rengek Alif sambil menguap mengantuk.
"Ikut aku Pake mobil yuk" aja Rossa.
"Gak mau , Alif ingin Pake motor lebih enak" Jawab Alif.
"Hayuh Bi, Ngapain lagi, ayo pulang " Azzam mengangkat tubuh kecil Alif dan menggendongnya.
" Saya permisi, Assalamualikum" pamit Azzam dan langsung pergi di hadapan Rossa.
"Jadi aku di tinggal lagi?, Sial! Anak kecil itu tidak mudah di dekati" geram ustdzah Rossa
" Tunggu saja, Ustadz azzam akan jadi milikku, Aku akan mengadu pada Abi "Ucap Rossa dan ia pun keluar restoran dengan wajah kesal.
...
Sesampainya di rumah, Mommy sari mendekatiku.
"Udah pulang nak" tanya mommy sembari melihat aku menenteng makanan.
"Udah mom" ucapku lalu berjalan ke arah ruang makan. Mommy ikut duduk di depanku.
"Bibi, tolong ambilkan piring !" Suruhku pada pelayan.
"Baik Non" jawab bibi dengan sopan dan mengambilkan piring dan gelas.
"Kamu bawa apa nak?" Tanya Mommy
"Makanan mom, tadi beli di luar" Ucapku sembari mengunyah makanan.
"Kak Irfan mana mom?" Tanya balik aku celingukan mencari kakak.
"Masih di Polres" Jawab mommy di angguki olehku.
"Mommy ke taman dulu " pamit mommy berlalu di hadapanku.
Aku sibuk mengunyah makanan setelah habis aku naik tangga menuju kamar, rasanya lengket ingin mandi.
...****************...
"Abi, Alif mau main sama mba ayu dulu" ucap Alif menenteng mainan robot lalu pergi dari kamar Azzam.
Waktu sudah menunjukan sore, jadwalnya Alif untuk mengaji di pesantren bersama anak anak lainya.
"Lif mandi yuk, Lalu mengaji" suruh ayu mendekati Alif yang menemani Alif di taman depan rumah yang sedang bermain dengan mobil mobilnya.
"Ngeng..ngengg Tiiiin, Mobil dan motor bertabrakan." Oceh Alif khas anak kecil
"Nanti mba ayu, Alif lagi asik main" Sahut Alif tanpa mengalihkan pandanganya.
"Ngeng....ngeng motornya ngebut" oceh Alif masih asik dengan dunia nya.
" Nanti di marahin Abi loh kalo gak ngaji!" Ancam Ayu.
"Biarin"
"Dasar anak kecil" Ucap ayu kesal tingkah Alif yang susah di ajak kerjasama.
Ayu memasuki rumah.
"Kak, anak mu loh itu susah buat mandi" Lapor ayu di pintu kamar kakaknya,setelah sampai di kamar kakak nya Azzam.
"Sodaqallohulaziim"
"Ngetuk pintu dulu ayu!" Perintah Azzam sambil menutup Al-Qur'an nya dan menyimpan nya.
Style Azzam Sarung, Baju Koko warna Army jangan lupa peci yang di pakainya.
"Hehe lupa kak"
Azzam melewati ayu dan diikuti ayu di belakangnya.
"Alif" panggil Azzam berdiri di belakang Alif.
"Nanti mba ayu mandinya" oceh Alif masih asik dengan maina mobil dan motornya mereka main di bawah tanah. Meski kotor tak mengurangi ketampanan bocah kecil itu.
"Apa harus di jewer dulu baru mandi dan ngaji?!" Tanya Azzam menjewer kuping kanan Alif hingga Alif berdiri dari duduknya.
"Aaaa Ngga Abi" Ringis Alif kesakitan, jeweran Azzam tidak terlalu sakit.
"Alif mandi ya" Azzam menjewer telinga Alif sampai ia masuk rumah.
Mereka berhenti di depan ayu.
"Ayu, kamu bereskan mainan Alif" lalu mereka berdua masuk ke rumah.
"Siap kak" jawab ayu hormat deselingi ketawa ia pun membereskan mainan.
Azzam memandikan Alif di kamar mandi dengan telaten terkadang Alif yang suka mainan air hingga baju nya basah. Setelah itu Azzam pun memakaikan baju untuk Alif.
Azzam pun menggantikan pakaian nya yang basah dengan pakaian lain. Lalu ia mengambil beberapa iqro untuk anak se usia Alif dan berangkat mengaji di pondok pesantren miliknya. Mereka berdua jalan kaki karna mereka juga besok akan menginap di situ di ruangan khusus Azzam.
"Jadi kita mengaji nih bi" tanya Alif setelah sampai di pondok pesantren di depan kelas mengaji alif. Azzam mengangguk.
"Masuk gih, Nanti malam tidur di sini." Suruh Azzam dan Alif masuk dengan memgendong tas nya.
Azzam kembali ke ruangannya.
Setelah mengaji Alif berdiri di depan kelasnya sendiri an. 3 Anak kecil se usia Alif mengahmpiri nya.
"Kamu pasti tidak mempunyai ibu?" Ucap anak kecil 1.
"Aku kasihan padamu lif, selama kita di sini tak pernah melihat ibuku, memangnya dimana ibumu?" Ucap anak kecil 2.
"Hahaha pasti dia gak mempunyai ibu" ejek anak kecil 3.
"Hahahahah" anak kecil itu tertawa semua.
"Ibuku pergi ke syurga" ucap Alif dengan nada sedih. Tak terasa bulir bulir air mata Alif menetes tanpa henti.
"Kasian sekali" ejek anak kecil 1.
"Begitu aja langsung nangis, Dasar cengeng" ucap anak kecil 1
Alif diam mendengarkan mereka semua.
Meski hatinya sakit.
"Yaudah yuk mending kita pergi sebelum ayahnya datang "Ucap anak kecil 3 itu dan mereka bertiga berlalu setelah puas mengejek alif.
"Apa aku punya ibu?" Tanya alif pada diri sendiri sambil menangis.
"Ibuku sudah ke syurga, Dan alif sudah tak mempunyai ibu lagi huaaaa" tangis pecah Alif mengucek ngucek matanya yang merah akibat menangis.
"Mereka benar Alif cengeng karna sudah tak punya ibu" oceh Alif.
Alif pergi berlari menuju ruangan ayahnya Azzam.
.
.
.
.
.
.
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote.
Tetep dukung Novel Ini dengan cara like,vote dan di beri hadiah biar aku tetap semangat Melanjutkan novel ini.
seeyou...
nama nya siapa sih ,ku penasaran akhirnya 🤭