NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Cahaya-senja

Cinta itu ada masa kedaluwarsanya, tapi hanya Tuhan yang tahu kapan cinta itu datang dan pergi.
Satya dibuat kesal karena kalah tender pembangunan mega proyek kilang minyak baru dan surat penalti yang dilayangkan perusahaan owner akibat kecerobohan karyawan baru yang salah dalam membuat project schedule. Alih-alih menerima konsekwensi pemecatan, Aritha malah memaksa Satya tetap mempekerjakan dirinya agar dapat bertanggung jawab atas kecerobohannya.
Tantangan diterima, namun bertemu pandang dengan mata biru elektrik perempuan itu membuat hatinya bergetar.
Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Aritha berhasil menyelesaikan kasusnya atau kecerobohannya semakin membuat bosnya emosional dan bangkrut?

Session 2 :
Tentang bagaimana Ritha berjuang mempertahankan pernikahannya dengan seorang petarung bisnis yang kehidupannya sangat berbeda dengan kehidupan impiannya yang sederhana.
Sanggupkah ia bertahan dengan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya-senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dibully The Dream Team

Seorang petugas hotel mengirimkan tas berisi pakaian yang dijanjikan Satya di resto tadi. Heran, lelaki itu punya keahlian khusus menerka apa yang dibutuhkan dan ukurannya pas. Benar-benar tak habis pikir. Bagaimana mungkin seseorang yang bertemu muka saja jarang dan tak pernah terlihat memperhatikannya dengan intens bisa mengirimkan pakaian yang pas di tubuhnya, bahkan sampai ke pakaian dalam. Ritha geleng-geleng kepala.

Sebuah ruffle shirt warna toscha, celana palazzo biru dongker dan hijab biru dongker dengan aksen garis-garis asimetris berwarna toscha, sebuah perpaduan pakaian kerja smart casual style yang membuat Ritha langsung suka dan percaya diri ketika memakainya. Kainnya halus, jahitannya rapi dan ketika dikenakan jatuhnya pas di tubuhnya.

Ritha berkali-kali mengagumi pantulan dirinya di cermin. Senyum, berpose ala model lalu tertawa sendiri menyaksikan tingkahnya yang norak. Memang kualitas dan harga barang fashion itu tidak bohong, bisa menambah rasa percaya diri. Tapi, kira-kira kapan ya Satya beli pakaian ini? Butik atau mal besar tempat dimana pakaian sekualitas ini dijual pasti baru buka jam 10, sedangkan sekarang baru jam 8.40. Ah, lebih baik tidak usah dipikirin. Pusing sendiri nanti memikirkan keanehan bosnya itu.

Ritha buru-buru membereskan perlengkapannya dan mengecek barang-barang pribadinya agar tak tertinggal di hotel. Setelah itu, ia segera turun ke lobby untuk check out sebelum jam 9.00 sesuai perintah bos. Jangan sampai Satya marah karena ia terlambat.

"Selamat pagi, pak Satya. Terima kasih. Bajunya modis dan ukurannya pas. Harganya pasti mahal,"

"Pagi, bu Aritha. Anda terlihat lebih anggun dan cerdas dengan pakaian itu. Besok saya kirim 3 stel lagi agar bisa dikenakan kalau ada meeting formal dengan klien,"

"Tidak perlu, Pak. Saya akan beli sendiri kalau habis gajian nanti," ujarnya malu.

"Terima saja. Saya hanya ingin karyawan di tim inti saya tampak lebih berkelas. Kamu sesekali akan mendampingi Rusdhi atau saya pada pertemuan penting jadi perlu menjaga citra GNC melalui pakaian yang dikenakan."

Hah? Jadi selama ini pakaian Ritha kurang berkelas dan nggak mencerminkan citra GNC ya? Ternyata begitulah pandangan pengusaha seperti Satya, pakaian tidak hanya berfungsi untuk menutup aurat dan memiliki nilai estetika, tapi memiliki fungsi tambahan memperbaiki pencitraan.

Satya sendiri hari ini berpakaian rapi meski agak sedikit santai tanpa jas dan dasi. Kemeja lengan panjangnya pun digulung sampai di bawah siku. Ia hanya membawa tas ransel hitam. Gayanya smart sporty dan tentu saja apapun pakaiannya gantengnya tetap paripurna hingga membuat yang melihatnya menelan ludah.

Jalan kaki berdua dengan jarak sekitar 300 meter bukan hal yang melelahkan. Jalanan tampak lebih sepi dari biasanya karena hari sabtu banyak kantor yang libur. Keduanya tampak santai ngobrol tentang perkembangan proyek-proyek yang sedang berjalan dan yang masih dalam tahap tender.

Ritha mendadak jadi pusat perhatian dan membuat heboh justru ketika telah memasuki gedung Goldlight. Semua mata memandang Ritha dengan curiga. Sebagian pasti ada yang iri melihatnya tampak akrab dengan bos GNC. Pandangan seperti inilah yang sebenarnya Ritha takutkan, tapi mau bagaimana lagi sebagai karyawan ia tak boleh membantah bos.

Sekalipun ia hanya jalan bareng, hebohnya tidak habis-habis. Rusdhi, Roi dan Yos yang sekarang berada dalam satu ruangan besar dengannya ikut mengomentari hal itu dan merundungnya habis-habisan. Pagi itu, bagian general affair sudah membuka sekat ruangan yang memisahkan ruangan eks direktur teknik wilayah 1 dan 2 hingga menjadi satu ruangan besar yang akan mereka tempati berempat. Tempat kerja Rusdhi tetap di dalam ruangan kaca, sementara ruangan yang sebelumnya ditempati Dave difungsikan untuk ruang rapat kecil. Tiga orang asisten direktur operasional berbagi tempat di ruangan besar tanpa sekat kaca.

Beberapa pekerja masih berada di ruangan membantu mereka memindah-mindahkan barang dan peralatan kantor sesuai perintah pemilik meja masing-masing.

"Kayaknya baju mahal nih, Rith," kata Rusdhi dengan tatapan menggoda setelah memperhatikan bajunya yang mungkin tampak tak biasa.

Ritha pura-pura tak mendengar. Ia mengambil boks tempat alat tulis kantor, bunga dan printernya lalu menata di sudut meja kerja yang diperuntukkan buatnya.

"Ada yang beruntung jalan bareng sama bos Satya dari hotel sebelah, pak Rusdhi. Kayaknya ada apa-apanya nih," sambung Roy sambil mengerdipkan mata.

Ritha mencibir.

Rusdi, Roi dan Yos tertawa bersama. Rusdhi bahkan keluar dari ruang kaca yang khusus diperuntukan buat dirinya dan bergabung duduk di sofa bersama Roi dan Yos yang masih memandu para pekerja membereskan perlengkapan kerja mereka.

"Kalian tidak tidur bersama semalam kan, Rith," ledek mereka yang secara hampir bersamaan mengungkapkan kata yang sama.

Gila. Bisa-bisanya mereka bertiga punya pikiran yang sama, mesum. Ketiganya saling berpandangan kemudian tertawa bersama. Ritha menutup kuping dengan kesal.

"Kayaknya sih pasti iya iya deh. Aku tadi ketemu pak Satya wajahnya semringah. Beda banget sama waktu rapat semalam." kata Roy penuh semangat menggoda Ritha.

"Saya perempuan berhijab lo, pak. Jangan menuduh saya macam-macam,"

"Saya pernah lihat ada bokep yang pemerannya berhijab, Rith," bantah Roy dengan tawa makin keras dan mengerdipkan sebelah mata seperti orang cacingan.

"Tapi itu bukan saya," seru Ritha geram. Rasanya ingin menangis dirundung bos dan 2 orang rekan kerjanya. Serendah itukah harga dirinya di hadapan mereka? Masak mereka sampai tega menandingkan Ritha dengan pemeran film bokep yang mereka tonton. Keterlaluan.

"Kami memang tidur di hotel yang sama tapi di kamar yang berbeda. Obrolan kami di jalan pun sebatas masalah pekerjaan," Ritha membela diri dengan dada bergemuruh kesal.

"Santai aja, Rith. Jangan merasa bersalah gitu, nggak akan ada yang marah kok kalau iya iya juga. Kalau sudah dekat begitu, pepet aja terus. Kita bertiga mendukung kamu kok. Ya kan?" kata Rusdhi santai diiringi acungan jempol dan senyum Yos dan Roy. Mereka bertiga tampak kompak sebagai partner in crime.

"Pak Satya masih single kok. Sudahlah, putusin aja pacar kamu yang gagal jadi juara idol itu. Pak Satya itu idol yang sesungguhnya. Udah ganteng, pinter, eh kaya lagi. Sempurna banget kan? Masa depan pasti cerah. Kamu beruntung banget lo, Rith. Belum pernah ada dalam sejarah karyawati GNC yang pernah diajak tidur bareng pak Satya di hotel kayak kamu," Rusdhi belum puas meledeknya. Heran, bos itu selalu menyebutnya beruntung padahal kenyataan yang dirasakannya tidak seperti itu. Tersiksa harus selalu patuh apa katanya dan menerima tuduhan keji begini.

"Itu baju kelihatannya mahal. Pasti hadiah dari si bos, kan? Tuker tambah ya?" Yos menunjuk pakaian modis yang dikenakannya.

Ritha gelagapan.

"Gimana rasanya main sama pak Satya? Apa kemampuannya di tempat tidur sehebat gaya bicaranya?"

Lagi-lagi para pria itu kembali tertawa seraya bersepakat membenarkan dan mengacungkan jempol. Dada Ritha semakin bergemuruh seperti magma dalam gunung berapi yang sudah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam status siaga 2. Kepalanya seperti akan menyemburkan api.

"Sejak putus dari pacarnya yang bule, kata pak Dave, pak Satya belum pernah pacaran lagi. Kayaknya dia seleranya bule jadi prediksiku kemungkinan bakal cocok sama kamu. Meskipun produk lokal, satu step kamu sudah menang daripada perempuan lokal lainnya karena kamu punya mata biru." komentar Roy dengan memasang tampang serius walaupun intinya tetap saja membuat tertawa bersama dengan merundungnya.

Sampai pekerja selesai membereskan meja dan peralatan kerja, mereka masih tertawa membully Ritha yang sudah tak berdaya. Ritha berusaha tutup telinga dan konsentrasi membuka dan membaca email yang masuk ke dalam kotak suratnya.

"Sudahlah, mulai kerja sekarang ya bapak-bapakku yang keren. Ruangan sudah selesai dibereskan lho. Jangan makan gaji buta, nanti saya laporkan ke bos besar kalau kalian hari ini kerjanya cuma membully perempuan."

"Ampun, kami minta maaf calon nyonya Bos. Tolong jangan laporkan kami ke bos besar ya,"

"Iya, kita kan fren. Kita bakal selalu dukung kamu merebut hati bos besar." ucap Rusdhi sambil berjalan kembali ke ruangannya.

Hih, geram. Ingin rasanya Ritha melempar batu dan mengobrak-abrik ruangan ini karena saking kesalnya. Pusing. Tidak terbayang kalau tiap hari seruangan dengan mereka dan dia selalu jadi obyek perundungan seperti ini.

1
Aprila santi
asik
Aprila santi
suka ..author
Ali Tell
gk bahaya ta???
Titien Muliasari
Luar biasa
Rhyna e Krebo
aku pernah di posisi Satya,di musuhi bahkan di fitnah gara" warisan.bahkan hakku di minta paksa.karena orang luar yg benci padaku dan ikut campur urusan keluarga kami.tapi aku mencoba ikhlas dan legowo dan tak menaruh dendam.
Rhyna e Krebo
😂😂😂😂ngakak sama tingkah Satya
Rhyna e Krebo
padahal aku lama jadi reader di NT,tapi kenapa baru sekarang Nemu novel ini.dan pas moment skrg anak gadisku sekolah di jurusan dpib.bismillah semoga anakku masa depannya kayak aritha😂😂😂ngayal dikit boleh lah ya🤭🤭🤭
Kurnianingsih Sa'ud
ceritanya apik, temanya gak melulu soal percintaan...pembaca malah seperti di giring u memgetàhui seluk beluk bisnis,naik turunnya kemajuan perusahaan...pokoknya mantab lah...👍👍👍
Katherina Ajawaila
Bas mmg ngk jelas dr dulu bikn apes aja, mskin aja Sat k hotel Rodeo biar belajar utk menghargai Saudara. sifat serakah ngk pernah hilang dr otaknya. ngk tau sayang nya saudara bagaimana kalau lg susah hanya Satya yg perduli🙃🙃🙃
Katherina Ajawaila
belah duren aman terkendali tinggal ngebuahin ja, semoga cepat ada Satya yunior. tks Thour
Katherina Ajawaila
bagus bahasa nya, jadi dibacanya senyum2 sendiri. 🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
udh thour Satya biar sekalian ngelamar
Katherina Ajawaila
lucu juga Satya, bisa ngebanyol
Katherina Ajawaila
thour semoga Satya langsung ngelamar Ritha y
Katherina Ajawaila
Satya lucu juga untung badan gede, tapi hati hello kitty, 😁😁😁
Katherina Ajawaila
bagus banget thour,
Katherina Ajawaila
keren Thour, biar Satya ngk kaki🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
maka nya thour biar Satya nembak Ritha aja skng
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!