⚠️Bijak memilih bacaan
“Kuharap ini bukan satu kesalahan, meskipun mereka berkata sebaliknya !.”
Lim Abraham dan Carmel Abigail.
Kisah yang mereka miliki bukan kisah cinta sederhana. “Dimana sang pemeran utama akan hidup bahagia dengan tokoh pria yang dicintainya.”
Di saat, Lim sudah mengikat janji bersama sahabat sejatinya. Takdir malah membawa nya bertemu dengan wanita bernama Carmel, yang membawa mereka terlibat dalam hubungan gelap penuh intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Priska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Partner in Bed 18
MADALVA
Hufftt.
“Maaf apa aku terlambat?.”
Chen yang menyadari kedatangan Carmel, tersenyum ringan melihat wanita itu.
“Kau terlambat 1 menit...” Chen menatap tajam ke arah Carmel. Membuat wanita itu tidak bisa mengatakan apapun.
“Maaf...”
“Tidak. Aku hanya becanda. Kau sama sekali tidak terlambat nona Abigail. Silahkan duduk lah.” Ucap Chen ramah.
Carmel duduk setelah Chen mempersilakannya. Ia sangat bingung harus mengucapkan apa, agar suasana tidak menjadi secangung ini.
“Kau mau makan apa? Pesanlah...”
“Tidak. Kau saja...” Tolak Carmel.
“Apa kau datang hanya untuk menolak tawaranku? Ku kira kau mau menemaniku nona Abigail.”
“Chen... Pertama aku tidak ingin kau mengeluarkan uangmu untuk ku, kedua jangan panggil aku nona... Aku bukan nona mu. Aku Carmel. Panggil saja Carmel.”
“Owh.Baiklah Carmel. Untuk permintaan keduamu akan aku penuhi. Tapi untuk yang pertama sepertinya kau salah paham.”
“Salah paham? Chen, aku benar-benar merasa tidak enak padamu. Aku masih berhutang cukup banyak, seharusnya kau tidak melakukan ini untuk ku.” Ucap Carmel merasa malu.
“Pftt. Carmel. Apa kau tahu kenapa aku mengajakmu keluar malam ini.”
Carmel melihat kearah Chen.
“Kenapa ?.”
“Untuk mentraktirku ! Apa kau keberatan?.”
“Tentu tidak...Pesanlah apapun Chen, kau boleh memesan apapun.” Ujar Carmel.
“Baiklah.” Jawab Chen, ia sangat suka sekali melihat tingkah lucu Carmel.
“Kenapa? Apa ada yang salah.” Tanya Carmel heran karena pria itu terus melihatnya.
“Tidak...” Jawab Chen Spontan, memutus kontak matanya dengan cepat.
.....
Sepulangnya Carmel dari Madalva.
“Terima kasih tumpangannya...” Hormat Carmel pada Chen, yang menawarkannya untuk pulang bersama.
“Apa aku boleh mampir?.” Tanya Chen.
“Mampir?.” Ulang Carmel.
“Ya....”
“Chen, sepertinya ini sudah malam, jadi lebih baik kau pulang saja.” Ucap Carmel, menolak halus permintaan Chen untuk mampir ke tempatnya.
“Ya mungkin lain waktu. Baiklah aku pergi sekarang. Kuharap kau tidak akan bosan keluar bersamaku Carmel.”
“Tentu tidak.” Hormat Carmel lagi, kemudian pergi.
Baru beberapa langkah Carmel berjalan setelah perginya Chen, seseorang malah dengan keras menarik dan menahan langkahnya.
“Dari mana saja kau...Kau ingin bermain-main dibelakang ku Carmel, kenapa kau melakukan ini ! CEPAT JAWAB !.” Bentak Lim.
“Lim lepas...”
“Aku tidak mengijinkan mu bersama pria manapun...”
“Tolong jaga sikapmu, antara aku dan kau, kita sudah selesai. Kau tidak berhak mengaturku lagi.”
“Tidak juga Chen Xu. Jika kau harus bersama seseorang. Orang itu hanya aku Carmel, hanya aku yang bisa memilikimu.” Tegas Lim.
“Lim kau mulai menunjukan betapa egoisnya dirimu ! Aku bukan milik mu lagi.”
“KAU MILIK KU. SAMPAI KAPANPUN KAU HANYA MILIKU.”
“Tapi aku sudah tidak ingin menjadi milik mu.”
“Kenapa kau membuatku seperti ini Mel ?.”
“Seharusnya aku yang bertanya padamu ! Kenapa kau melakukan semua ini padaku? Aku sudah membantumu, mengakhiri ini... Seharusnya sekarang kau berterima kasih padaku Lim, karena akhirnya kau tidak perlu harus mencemaskan Caroline yang mungkin akan tersakiti karena kehadiranku. Kau juga tidak perlu takut untuk menyakiti siapapun, karena berpisah adalah keinginanku sendiri.” Tandas Carmel, tentu saja kalimat itu benar adanya.
“Tapi kau?.”
“Jangan pedulikan aku ! Aku bisa sendiri. Sejak memutuskan bersamamu, hingga mengakhiri ini... Aku sudah mempersiapkan hatiku untuk hal terburuk sekalipun. Termasuk berpisah dengan mu.” Ucap Carmel.
“Kau bilang membuat ini semua mudah bagiku? Kau pikir dengan berpisah kita akan baik-baik saja ? Carmel, seharusnya kau tahu, aku sangat mencintaimu. Jika aku memang ingin mempermainkan mu, mungkin sejak dulu, aku sudah melepaskan mu !! Tapi aku tidak melakukan itu, karena aku serius dengan perasaanku padamu ! Kenapa kau membuat ini sangat sulit bagiku, aku tidak bisa kehilanganmu.” Ucap Lim lemah.
“Aku lelah, tolong biarkan aku masuk sekarang.”
“Tapi Mel....”
“Pulanglah. Aku tidak akan mengubah keputusanku Lim.”
“Carmel, Please sayang...” Pinta Lim lagi.
“LIM ! Tolong pergilah, atau kau tidak akan pernah melihatku lagi setelah ini.” Ancam Carmel.
Lim terdiam, ia tahu jika Carmel sudah mengatakan itu, dia benar-benar akan melakukannya.
“Baik aku pulang. Istirahatlah... Besok aku jemput.”
“Tidak besok Chen yang akan menjemput ku. Selama malam tuan Lim.” Hormat Carmel formal.
Carmel melewati Lim begitu saja. Ia masuk dan mengunci pintu rumahnya rapat-rapat.
Tok...Tok...Tok...
“Mel....Mel...” Ternyata Lim belum juga pergi meninggalkan tempat itu.
“Aku merindukanmu Mel. Buka pintunya. Biarkan aku masuk.” Pinta Lim.
Tok...Tok...Tok...
“Mel...Carmel...Please Mel...”
Dengan berderai air mata, Carmel tetap menahan dirinya untuk tidak memberikan sedikitpun cela untuk Lim bisa menggoyahkan keputusannya.
“Ini yang terbaik Lim...” Batin Carmel.
Ia berbaring dan memejamkan mata, seolah tak perduli ada Lim yang sedang menunggunya di depan pintu.
...****...
Tepat seminggu setelah Perpisahan Carmel dan Lim. Ia tidak pernah lagi bertemu dengan orang itu, bukan tidak pernah...Namun Carmel selalu punya alasan dan cara untuk menghindari Lim, baik ditempat kerja maupun diluar. Kadang ia harus pulang lebih awal, atau tidak pulang ke rumah sama sekali, hanya untuk tidak bertemu dengan pria itu.
....
“Kalau kau tidak suka bekerja disini. Kau boleh pergi dari perusahaan ini...” Emosi Lim sangat buruk beberapa hari ini, bahkan hal sekecil apapun baginya adalah suatu kesalahan besar.
....
“Sebenarnya ada apa dengan Tuan Lim?.”
“Entahlah.” Ucap Feng murung.
Semua orang bahkan bertanya-tanya dengan sikap Lim sekarang. Namun Carmel tahu ini semua pasti ada hubungannya dengan mereka yang sekarang.
Bersambung....
ya coba tanya Lim nya jgn pas sendirian sekalian ajak ketemu bareng baru dtanya 😂 jgn ogeb ih
Gimana aku punya sahabat baik yg sudah seperti saudari sendiri.
Cantik, baik, pintar, dan segi materi juga bukan yg kurang,.
Jadi dia sempat mengagumi seseorang dan ternyta org yg dia kagumi sama dg org yg saya kagumi sebut saja A, cuma bedanya saya dulu gak tau Krn saya lebih dahulu bercerita, dia bilang nya kagum sama si B Krn gak mau bersaing sama sahabat sendiri (nah B ini tuh sahabatnya si A),. dan A sama B ternyata juga sama2 suka sama sahabat saya 😅😂 sedih bgt gak sih aku tuh, berjalannya waktu sahabat ku inshaAllah berjodoh dg si B, dan si A pun lambat laun mulai hatinya bertambat ke saya, tp bukan bahagia justru kadang saya sedih, Krn saya tau hati kecilnya masih mencintai sahabat saya yg akan menikah dg sahabatnya 😂 pingin ngajak serius kejenjang pernikahan, saya lebih baik mundur Krn terlalu sakit ketika kita menjalin hubungan dg org yg hatinya belum move on dar masa lalunya 😂
sudah lama aku menunggu update mu ini...
bahagianya setelah sekian purnama bisa baca karyamu lagi thor 🥰
semangat semangat thor 💪
up nya lama
ketemunya jg lama mungkin....
yuk up lagi