NovelToon NovelToon
Guna - Guna

Guna - Guna

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Indigo / Kutukan / Mata Batin / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

# YANG GA SABAR SAMA JALAN CERITANYA PASTI NYERAH DI TENGAH JALAN... #

( Bikin bingung kalo bacanya dari tengah. Saran penulis ikuti dari awal yaa. mksh...🙏😊)

Berawal dari misteri tentang kehamilan seorang gadis yatim piatu bernama Gendis akibat perbuatan seorang pria yang membuatnya terpuruk.

Dan pengalaman aneh yang dialami oleh sang adik yang bernama Patih, karena menolak cinta seorang wanita, membuatnya harus berjuang untuk bisa lepas dari pengaruh ilmu hitam.

Juga kehadiran anak indigo yang akan membantu mengungkap kisah mistis yang mewarnai perjalanan hidup para tokohnya, membuat kisah ini makin menarik.

Mau tahu...?

Simak kisahnya yuk...

( Mohon bijak dlm berkomentar. Kalo ga suka diskeep aja. Gampang kan ...? )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17 ( Berdarah )

Gendis mengelus perutnya sambil membaca sholawat Nabi dengan suara bergumam. Seolah sedang menina bobokan bayi dalam kandungannya.

Jauh di dalam rahimnya, sang bayi pun tersenyum senang mendengar suara merdu sang ibu.

" Mama..., Aku suka suara Mama..., Aku sayang sama Mama...," bisik sang bayi.

\=\=\=\=\=

Hari itu Gendis pergi keluar untuk membeli susu ibu hamil di mini market dekat rumah dokter Erna.

Semula dokter Erna tak mengijinkan Gendis keluar sendiri. Tapi Gendis bersikeras.

" Kan kata dokter Aku harus sering gerak, jalan kaki kan supaya peredaran darah lancar dan gampang melahirkan...," rengek Gendis.

" Hmm, Kamu paling bisa ngebalikin omongan Saya. Ya udah, tapi jangan kelamaan. Langsung pulang kalo udah dapet belanjaannya...," kata dokter Erna galak.

" Siap Bos...!" jawab Gendis dengan memperlihatkan sikap sempurna ala tentara.

Dokter Erna tertawa, setelah memberi uang untuk Gendis, dokter Erna kembali melanjutkan pekerjaannya.

Gendis berjalan kaki menuju mini market. Sambil bersenandung kecil Gendis pun masuk ke dalam mini market. Mencari susu dan beberapa cemilan, lalu ke kasir untuk membayar belanjaannya.

Lalu Gendis keluar dari Mini market itu. Saat berjalan kaki untuk kembali ke rumah, tiba-tiba Gendis dihadang beberapa orang dengan mobil. Mereka langsung membekap mulutnya dan menariknya masuk ke dalam mobil.

Gendis mencoba berontak dan menjerit minta tolong, tapi sia-sia.

Gendis memandangi wajah-wajah tak bersahabat di dalam mobil. Gendis gemetar ketakutan dan mulai menangis.

" Suruh diam, Gue ga bisa konsen nyetir nih...," kata sang supir.

" Diam, atau Lo mau mati...?!" bentak sang penculik.

Gendis menggeleng dan menghentikan tangisnya.

Tak lama mereka berhenti di sebuah rumah kosong. Mereka menarik Gendis masuk ke dalam rumah. Hanya sebentar. Setelah berhasil mencekoki Gendis dengan sesuatu, mereka membawa Gendis lagi dan meninggalkannya di pinggir jalan.

Gendis tak tahu apa yang dimasukkan ke dalam mulutnya tadi. Setelah ditinggalkan di pinggir jalan, Gendis bangun lalu menepuk pakaiannya yang kotor dan mulai melangkah.

Tapi tiba-tiba Gendis merasa perutnya sakit, sangat sakit.

Gendis bersandar sejenak di sebuah pohon besar untuk menghalau sakitnya. Tak lama kemudian Gendis merasa ada sesuatu mengalir di pahanya.

Saat melihat ke bawah, Gendis terkejut karena ada darah yang mengalir keluar dari jalan lahir miliknya.

Gendis panik, menjerit dan mulai menangis. Jeritan Gendis mengundang perhatian orang-orang yang lewat.

" Eh kenapa anak ini...?" tanya seorang perempuan muda.

" Lho ada darah tuh di bawahnya...," kata yang lain.

" Wahh bahaya ini, kayanya pendarahan. Kamu hamil ya...?" yanya seorang ibu berbadan gemuk.

" Cih, masih kecil kok udah hamil...," seru yang lain.

" Pacaran kelewat bebas, gitu deh jadinya...,"

" To, tolong, Saya, aahh, tolong...," rintih Gendis.

Orang-orang terus berkomentar melihat keadaan Gendis. Mereka tidak langsung membantu dan hanya berdiri menonton.

Darah semakin banyak keluar, meresap cepat ke dalam tanah di sekitar pohon besar itu. Gendis tak sanggup lagi berdiri lalu ambruk ke tanah sambil memegangi perutnya. Dia menangis keras tanpa ingat malu lagi.

Tiba-tiba seorang pria merangsek maju dan segera membelah kerumunan orang yang hanya berdiri menonton.

Lalu dengan sigap ia menggendong Gendis dengan kedua tangannya. Darah mengaliri tangan dan baju sang pria yang langsung membawanya pergi ke Rumah Sakit terdekat.

" Dimana hati nurani Kalian, masa liat orang sakit dan sekarat malah diem aja...!" bentak sang pria kasar sambil menatap tajam kearah kerumunan orang-orang itu sebelum mobilnya melaju meninggalkan tempat itu.

Orang-orang itu pun hanya terdiam malu. Lalu satu per satu mereka membubarkan diri dari tempat itu.

Di dalam perjalanan, sang pria penyelamat itu menyuruh supirnya agar lebih cepat mengendarai mobil.

" Lebih cepet To. Kita harus cepet, biar cewek ini cepet dapet pertolongan...," kata sang pria cemas.

" Baik Pak...," jawab sang supir.

Gendis sudah lemas karena pendarahan yang dialaminya. Tak lama kemudian Gendis jatuh pingsan.

" Dik, bangun Dik. Apa ada Sodara yang bisa dihubungi...? tanya sang pria sambil menepuk pipi Gendis perlahan.

" Pingsan kayanya Pak...," lirik sang supir dari kaca spion.

" Iya To. Wajar lah kalo pingsan. Darahnya banyak banget yang keluar...," kata pria itu lagi.

Tiba di Rumah Sakit, sang pria langsung membawa ke ruangan UGD dan segera mendapat perawatan dari perawat di sana.

" Maaf Pak, Kami minta data gadis ini...," ujar seorang perawat.

" Saya ga tau Sus, Saya menemukannya di pinggir jalan tadi. Tapi Saya yang akan bertanggung jawab...," kata pria itu.

" Baik, kalo begitu Kami minta data Bapak saja sebagai penanggung jawab...," kata sang perawat lagi.

Pria penyelamat itu memberikan KTPnya, dan sang perawat mulai mencatat data yang diperlukan.

Pria bernama Adam itu nampak masih menunggui Gendis di luar ruang UGD.

Sesekali ia mengecek menanyakan pada perawat apakah Gendis bisa diajak bicara.

Tapi perawat hanya menggeleng.

Supir Adam datang membawakan tas kresek berisi baju ganti untuk Adam.

" Kamu tunggu disini, Saya ganti baju dulu sebentar di toilet...," kata Adam lalu bergegas pergi ke toilet.

Supir Adam, Tito pun duduk menunggu menggantikan tuannya.

Tak berapa lama Adam sudah mengganti baju dan celana panjangnya lalu membuang baju penuh noda darah Gendis tadi ke tong sampah.

" Belum ada kabar apapun...?" tanya Adam.

" Belum Pak. Apa Bapak ga ingin makan dulu, biar Saya belikan untuk Bapak...," tawar Tito.

" Mmm, boleh lah. Tolong belikan makanan juga untuk gadis itu...," kata Adam sambil duduk.

Tito pun melangkah menjauh untuk pergi ke kantin Rumah Sakit dan membeli makanan untuk Gendis dan tuannya.

Sementara di rumah, dokter Erna nampak cemas. Sejak sore hingga malam belum ada kabar dari Gendis. Ia pun mengambil kunci mobil dan memutuskan mencari Gendis.

Perlahan ia mencari Gendis di sepanjang jalan menuju mini market yang disebutkan Gendis tadi. Tak ada apa-apa.

Erna tiba di mini market dan bertanya pada karyawan mini market tentang Gendis.

" Tadi sore gadis ini langsung keluar setelah membayar Bu...," kata Kasir mini market itu saat Erna memperlihatkan foto Gendis di HPnya.

" Dia jalan kesana...," kata tukang parkir sambil menunjukkan arah jalan pulang ke rumah saat Erna bertanya padanya.

Erna segera bergegas menuju mobilnya. Tapi sayup-sayup ia mendengar percakapan beberapa orang di warung kopi dekat parkiran.

" Iya, cewek, masih muda, banyak darahnya...," kata seorang perempuan.

" Terus dibawa sama cowok kemana ga tau ,paling ke Rumah Sakit...," kata pemilik warung kopi.

" Apa gadis ini Pak...?" tanya Erna cemas sambil memperlihatkan foto Gendis.

" Seumuran kayanya Mbak. Tapi Saya ga tau pasti kalo itu dia atau bukan...," kata pemilik warung kopi ragu.

Mendengar itu, Erna langsung melajukan mobilnya menuju ke Rumah Sakit terdekat.

Dia berharap jika gadis itu Gendis, semoga tak terjadi apa-apa pada Gendis dan bayi dalam kandungannya.

bersambung

1
Arfan Abdillah
Erik dan Farah lalu lahir lah Faiq 🥰
any Sulistiani: Betul Kak 👍😊
total 1 replies
Sabarina Sitepu
menunjukkkan setiap manusia pasti pernah salah dan berbuat dosa, selanjutnya apakah kita mau dan mampu manfaatin kesempatan ke2 utk bertobat
any Sulistiani: betul. lanjut lagi ya bund, mksh 🙏😊
total 1 replies
pioo
finally tamat juga dehhhh, next ke karya lainnn🥰
pioo
bilqis bilqis bikin repot aja lo
pioo
kenapa kaga naik mobil woi
pioo
emang cewe itu dimana mana sama ya
pioo
hadehhhh
pioo
plislaah tur dikeluargamy bukan cm sekali kejadian kekgini, tp udh nyerah aja anying
pioo
wkwkwk polos x jasmine
pioo
ohiya baru ingat ya fatur sm bilqis kan sepupu jauh, soalnya patih sm gendis kan ga sedarah
pioo
itulaaah guys iblis itu menyesatkannnn
pioo
irfan sm emi ngapainnn berdua thor wkwk
pioo
jgn bilang nanti lo pake pelet lg ya naomi
pioo
cinta ga harus memiliki kan tuurrrr?
pioo
hadehhh
pioo
inez naik kuda apa ga apa apa toh? ntar sobek jahitanya wkwk
pioo
kaya si inez ga nih, diem2 disukai mahluk tak kasar mata
pioo
ratusan? wow
pioo
kayaknya satu rumah sakit ini anehh
any Sulistiani: lanjut lg ya kak ... 🙏😊
total 1 replies
pioo
yakali manggilnya muhammad wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!