NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Agen Bayaran

Terjerat Cinta Agen Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:638.6k
Nilai: 5
Nama Author: Desi Manik

Spin Off dari novel Pernikahan Paksa Sang Pewaris. Visual berada di part 14.

Angel dihantui oleh rasa penasaran saat menerima surat dan paket dari seseorang yang misterius. Namun dia tak bisa menemukan petunjuk apapun tentang orang tersebut. Dan akhirnya mau tidak mau Angel mengabaikannya saja.

Hingga suatu malam dia ditolong oleh seorang pria yang dia yakini adalah sosok misterius itu. Benarkah itu adalah pria yang selama ini Angel sebut sebagai peneror dirinya?

Temukan semua jawaban atas pertanyaan dalam benak kalian di sini.

Diusahakan update setiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi Manik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 17 - Lepas

Tatap mataku dan temukan dirimu di dalam sana.

🌷Happy Reading🌷

Sepanjang perjalanan, hanya suara dari lagu mengalun yang menemani Angel dan juga Jeremy di dalam mobil. Sementara Ben mengemudikan mobil milik Angel.

"Tuan, kau ini si pendiam itu ya? Sejak tadi tak ada bicara satu kata pun," terka Angel.

"Hmm." Jeremy hanya berdehem untuk merespon pertanyaan dari Angel.

"Aku juga berterima kasih padamu. Walaupun aku sudah diculik dan disekap, tapi kalian memperlakukan aku dengan cukup baik."

"Hmm." Kembali Jeremy hanya berdehem sebagai respon.

"Eyy. Kau ini begitu malas untuk bicara ya Tuan? Padahal ini adalah kali terakhir kita bertemu."

"Hmm."

Angel menggeram tertahan. Kalau boleh dia ingin sekali mencakar wajah si tuan irit bicara karena sejak tadi apapun yang dia katakan hanya dibalas dengan deheman singkat saja. Karena itulah Angel putuskan untuk diam saja dan menikmati alunan lagu.

Setelah beberapa puluh menit, mobil pun berhenti. Angel bisa mendengar suara pintu yang dibuka lalu ditutup kembali. Tak lama setelahnya, tangan Angel pun ditarik keluar. "Ayo."

Ben yang berhenti di depan mobil Jeremy langsung turun dari mobil lalu menghampiri mereka. "Nona Angel, kami membawamu kembali ke tempat kami menculikmu. Di sini kami lepaskan dirimu, tapi tolong bekerja sama dengan kami. Dan kalau boleh, jangan lapor polisi karena kami tidak mau terlibat kasus."

Angel mengangguk mantap. "Kalian tenang saja. Aku bisa menjamin kalau aku tidak mau repot-repot berurusan dengan polisi."

"Bos?" bisik Ben setelah mendekatkan diri pada Jeremy.

"Ya. Buka saja."

Ben mengangguk. Pria itu membenarkan posisi topeng kain penutup wajah yang dipakainya. Ben melepas ikatan di tangan Angel. Setelah terlepas dengan sempurna, barulah Ben juga melepas kain keramat yang selama satu harian sudah menutup kedua mata Angel.

Begitu kedua mata Angel terbuka dengan sempurna, barulah wanita itu dapat melihat wujud kedua pria yang telah menculik dirinya. Yang satu tampak tegap dan lumayan tinggi kira-kira 180 cm sementara satunya lagi sedikit lebih pendek, mungkin kira-kira 170an cm.

"Biar kutebak, pasti yang ini adalah yang banyak bicara," tebak Angel sambil menunjuk pada Ben.

Ben mengangguk. "Ya, benar. Kau ini pintar menebak ternyata Nona." Ben tersenyum di balik topeng hitam yang dia kenakan.

"Dan ini pasti si tuan pendiam kan?" tanya Angel sembari menunjuk pada Jeremy.

Jeremy hanya mengangguk pelan. Angel dapat menebak bahwa di balik topeng itu terdapat wajah yang rupawan.

"Kalau begitu kami permisi, Nona. Kami akan mengawal sampai kau melewati jalanan yang cukup sepi ini. Setelah itu kami akan mengambil jalur lain," terang Ben.

Angel mangut-mangut. "Terima kasih, Tuan. Kuharap kita bisa bertemu kembali pada suasana yang lebih baik."

Jeremy tidak ambil pusing dengan pembicaraan basa-basi di antara Ben dan Angel. Dia melenggang masuk ke dalam mobil.

"Kalau begitu kami permisi, Nona. Berhati-hatilah. Jaga dirimu dengan baik." Ben lari tergopoh-gopoh untuk ikut masuk ke dalam mobil.

Tin tin... Klakson membuyarkan konsentrasi Angel. Ben segera menyembulkan kepala dari jendela mobil. Tangannya dia gerakkan untuk menyuruh Angel segera jalan.

Angel pun mengangkat jempol kanan tanda dia mengerti. Lalu dia berjalan cepat menuju mobil. Wanita itu duduk di kemudi mobil kemudian melajukan mobil untuk meninggalkan area tersebut.

"Bos, videonya ingin diedit bagaimana?" tanya Ben yang mulai tampak sibuk mengotak-ngatik kamera digital milik mereka.

"Edit saat kau mengancam target, edit sorot wajahnya yang tampak ketakutan, dan yang paling penting jangan masukkan ke dalam video jawaban target yang berani untuk melawan. Satu lagi, pastikan kalau videonya tidak lebih dari sepuluh menit. Tak usah panjang-panjang."

Ben menoleh ke arah bosnya. "Apa tadi, Bos?"

"Ben..." panggil Jeremy geram.

Ben menyengir lalu menunjukkan jari telunjuk dan tengah. "Peace, Bos. Aku hanya bercanda. Dicopy dicopy."

Jeremy berdecak. "Apa yang kau copy?"

"Semua informasi yang tadi Bos berikan. Mengedit saat mengancam target, menunjukkan sorot wajah target yang tampak ketakutan dan jangan memasukkan bagian saat target melawan. Dan videonya harus dipastikan tidak lebih dari sepuluh menit. Benar kan Bos?" Ben tampak tersenyum bangga. Dia merasa dia sudah melakukan hal yang luar biasa kali ini.

Jeremy hanya melirik sekilas, lalu pandangan mata pria itu kembali pada mobil yang mereka jagai di depan. "Ya, benar."

"Aku keren kan Bos?" Ben mulai memuji diri sendiri. Dia menepuk-nepuk pelan dadanya karena rasa bangga yang menguar dari dalam dirinya.

"Ya."

"Berarti pembagian tetap lima puluh lima puluh kan Bos?" tanya Ben lagi semakin semangat.

"Ya." Jawaban satu kata dari Jeremy ternyata tidak cukup untuk membuat Ben sadar dan memilih untuk diam.

"Berarti aku..."

"Ben!" hardik Jeremy yang sudah jengah dengan Ben yang terus saja bicara.

Ben sontak langsung terdiam. Matanya hanya memandang kosong ke depan. Tidak berani lagi menatap pada bosnya yang sudah membentak dengan suara tinggi. Memang Ben paling bisa merusak suasana hati bosnya.

"Aku diam, Bos."

"Bagus. Diam sajalah. Berhenti membuat diriku sakit kepala akut karena omonganmu yang tidak penting."

"I-iya Bos."

Setelah itu Ben tidak lagi berkicau. Dia hanya diam saja sambil matanya menatap jalanan dan mobil Angel yang berada di depan mereka.

"Bos, aku merasa kasihan pada nona Angel." Tak sampai lima menit Angel diam, mulutnya kembali bicara.

Jeremy sudah akan protes lagi. Tapi ternyata pembicaraan tentang Angel sedikit menarik perhatian darinya. "Kenapa?"

"Dia sepertinya merasa begitu terluka tapi dia harus tetap terlihat tegar dan ingin membuktikan diri." Ben mengeluarkan pendapat yang ada di dalam benaknya.

Jeremy mengiyakan dalam hati. Dia juga dapat melihat hal yang sama. "Dia wanita yang tangguh, aku tahu itu."

Ben memandang bosnya dengan raut wajah setengah tak percaya. "Kau serius, Bos? Kau baru saja memuji seorang wanita?"

Jeremy mengedikkan bahu acuh. "Tak peduli dia wanita atau pria, aku hanya melihat dia sebagai sosok yang tangguh."

"Wahh ini sulit dipercaya. Memuji diriku saja bisa dihitung berapa kali Bos melakukannya. Ini, bagaimana bisa Bos memuji seseorang yang baru saja Bos kenal?"

"Ben, kadang ingin rasanya aku menjahit bibirmu biar kau tidak banyak bicara."

"Kalau aku tidak bisa bicara lagi, lalu teman Bos bicara siapa? Masa bicara pada tembok?"

"Lebih baik bicara pada tembok daripada bicara denganmu yang seperti burung. Selalu saja berkicau setiap saat dan setiap waktu."

"Bos, ayolah... Bos ini kan sudah pendiam. Kalau aku juga pendiam, maka suasana akan semakin runyam."

"Lebih baik begitu daripada harus mendengar celotehan bibirmu yang luar biasa itu."

--- TBC ---

1
Ana Al Sapri
haduh endingnya sedih bgt
Ana Al Sapri
semangat thor..mungkin byk yg Lom Baca novelmu...jgn patah semangat tuk berkarya
Ana Al Sapri
semangat ya othor..utk selalu berkarya walaupun sedikit yg kasih like..mungkin Lom baca karyamu....tp aku akan setiap baca novelmu ini..hehe
Hesti Pramuni
mmm...
udah tah kek?
Hesti Pramuni
hi thor...
salken from me..
Apri Yanie
pnasarann sama mr.j,sbnernya siapa.
Muliana Ana
curiga am opa opa de
Lilisdayanti
beni2 jangankan jremyi sedangkan aqu saja kaya mau jitak kepalamu pake panci dan belanga🤦🤦🤦🤦
Lilisdayanti
gatal tanganqu untuk ga koment,,,,,, kalau yg sewa itu memeng papanya angel,,astaga naga perdana pejarakan saja,,dan kasih keluar dari KK,,,pecat jadi orang tua,,dan di blexit dari dunia 😡😡😡😡
sasip
Keren.. 👍🏻
Yanti Jambi
wow keren thorr ingat Jermy dan Angel mati beneran ,untung gk.oohh Good ending yg hebat makasih thorr selamat berkarya moga sukses sll..di tunggu karya mu selanjut nya .😍😘
Yanti Jambi
sedih la thorr ko ending nya jd gini,bukan nya bahagia
Yanti Jambi
akhirnya sekian lama menunggu ,makasih lanjut
ayani
aku suka endingnya...walaupun aku udah baca sampai habis tp aku baca lagi critanya bagus...semangat author
Sekar Zua
suka binggo
Bhiwie
Kelanjutannya ada di Nov*lm*🤭
Samsuna
lega😧
Farrah
pasti iti bapaknya angel.... ckckckck....
Farrah
bgus say... aq dah ksih vote yah....👍🏻
Meta Lia
semangat,,,sukses,,,dan sehat sllu thooooor,,,!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!