Aku mulai tertarik dengan sosok wanita yang duduk disebelah ku dibangku delapan delapan C dalam penerbangan pesawat Jakarta ke Makassar. Dia duduk diam, mengunakan baju serba hitam, sepintas ku melihat ada air mata yang membasahi pipinya. Hatiku mulai ibah, siapa kamu manis, ingin rasanya aku mau menenangkanmu.
Ini perasaan yang dirasakan oleh Kapten Marinir Martinus Revelino. Yang sedang dalam perjalanan menuju tempat tugas baru di Papua. Saat ini dia ditugaskan sebagai Komandan Intel pada kesatuan angkatan laut di Papua.
Dalam penerbangan ini, dia bertemu dengan Gracia Natasya, seorang apoteker yang harus kembali ke papua karena duka yang dia alami.
Apakah Ino dan Cia bisa menjalin hubungan cinta??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Liburan
Selama di San Fransisco, California Amerika Serikat, Gracia Anastasya menjalankan perannya sebagai istri dan mami yang baik bagi Ino suaminya dan Nuel buah hati mereka. Semua peran sebagai ibu rumah tangga di jalankan dengan sukacita. Mertua dan Iparnya enam bulan sekali berjanji akan kembali ke San Fransisco hanya untuk berjumpah dengan kesayangan mereka Fransisco Imanuel Rehata yang sekarang sudah berusia sebelas bulan lebih, berarti ini tahun kedua mereka merayakan natal di Sini.
Cia sudah memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. Dia sudah tidak mau bekerja kantoran lagi. Hal ini sudah disampaikan kepada suaminya Mayor Marinir Martinus Revelino Rehata, dan Ino menyetujui dan menghormati keputusan istrinya.
Namun bukan berarti Cia tidak bekerja sebagai anak pemilik Perusahaan ekspor Hasil - hasil laut, Cia selalu menerima laporan keungan maupun laporan lainnya, lewat emailnya dari tante juga omnya yang bekerja mengurus perusahaan.
Pukul enam sore, Ino pulang dari sekolah militernya. Cia sudah menanti sambil menemani anak laki - lakinya bermain. Begitu mendengar suara pintu akan terbuka, Cia sudah berlari menyambut kedatangan suaminya. Cia langsung mencium suaminya.
"I love you papi."
"Love you more mami."
Sekarang Cia dan Ino, sudah tidak bisa berbicara sembarang dan mengubah nama panggilan mereka yaitu papi dan mami. Karena Nuel diusia sebelas bulan sudah bisa ngoceh dan meniru.
"Bagaimana harimu sayang."
"Membosankan. Tetapi aku berusaha menikmatinya." Cia sedang manja kepada suaminya dan Ino langsung memeluk istrinya sangat erat dan tersenyum.
"Sayang besok weekend kita jalan - jalan ya."
"Siap papi."
Ino tahu bahwa pekerjaan rumah tangga itu sangat melelahkan makanya dia tidak perna memaksa Cia istrinya untuk menjalankan peran ini sendiri. Pulang sekolah, dia langsung membantu istrinya menyiapkan makan malam buat mereka. Sementara Cia sedang memandikan Nuel. Selesai pekerjaan itu, Cia langsung menaruh Nuel di kursi makannya sambil dia menyiapkan makan malam mereka.
"Terima kasih sayang, ini enak sekali." Ino mencium bibir istrinya di depan Nuel, terdengar suara Nuel memanggil maminya. Cia langsung melihat ke arah jagoan mereka dan langsung di cium anaknya. Dibalas dengan Nuel mencium bibir Cia maminya.
"Wah... Papi sudah punya saingan. Ternyata Nuel cemburu." Nuel sudah memeluk maminya. Waktu papinya mendekat.
"No papi no. Mami adek." Nuel mau sampaikan bahwa Nuel punya mami.
"Mami punya Nuel dan papi ya. Kita berdua yang harus menjaga mami bersama." Ino langsung memeluk dua orang yang dia cintai.
Karena sudah jam tidur, Ino yang bertugas membaca buku buat anaknya. Sementara Cia sedang membersihkan perabot makan yang kotor. Dan dilanjutkan dengan membersihkan semua ruangan di apartemen ini. Biar pagi hari, dia fokus mengurus Nuel.
Sesuai janji Ino, besok harinya mereka jalan - jalan ke studio disney, karena Ino ada libur beberapa hari. Semalam Cia sudah mengatur beberapa pakaian menginap untuk tiga hari. Karena Ino sudah membooking hotel di dekat kawasan disney. Dan mereka ke kawasan wisata disney ini menggunakan pesawat. Bisa menggunakan jalan darat, menempuh lima jam berkendara. Akhirnya mereka memilih naik pesawat yang hanya jarak tempuh satu jam lebih sedikit.
"Terima kasih sayang adek bahagia sekali." Ino langsung mencium istrinya.
"Buat kamu dan Nuel bahagia, itulah kebahagiaan ku sayang."
"Kamu memang suami dan papi yang hebat. Sehat- sehat selalu ya sayang." Ino tersenyum menatap istrinya.
Sementara bayi mereka sedang menikmati tempat wisata ini, karena bertemu dengan tokoh - tokoh disney pada film yang dia lihat. Ternyata di kawasan wisata ini, ada juga keluarga prajurit yang kenikmati liburan bersama keluarga mereka. Bukan satu melainkan banyak prajurit yang mereka jumpai. Cia baru tahu, bahwa ini bonus dari kesatuan buat mereka.
"Mas itukan lettingmu."
"Iya."
"Banyak juga prajurit. Tetapi aku ngak lihat mereka tadi di bandara."
"Mereka berkendara darat."
"Kenapa kita ngak sama - sama mereka saja."
"Mas ngak mau kamu bertemu dengan Stella."
"Oke mas. Terima kasih ya sudah memeperhatikan perasaan saya."
Cia membeli pernak pernik tokoh disney yang dia sukai, karena tidak lama lagi Nuel akan ulang tahun. Bahkan tadi antienya sudah mengirim uang untuk membeli hadiahnya.