NovelToon NovelToon
PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

Angkasa adalah CEO sukses yang sudah beristri. Rumah tangganya terlihat sempurna di mata semua orang.
‎
‎Tapi di balik kesempurnaannya, ia harus berjuang setiap hari.
‎
‎Dikelilingi oleh perempuan-perempuan yang menyayanginya dengan caranya masing-masing.
‎
‎Ada yang menyayanginya seperti seorang ibu, ada yang mencintainya dengan gairah, ada yang memujanya dengan ketulusan, dan ada yang menantangnya dengan kebencian yang berubah menjadi cinta.
‎
‎Godaan datang tanpa diduga. Di kantor, di rumah, bahkan di saat ia paling lengah.
‎
‎Mampukah Angkasa menjaga rumah tangganya tetap utuh?
‎Mampukah ia menghalau setiap godaan dan tetap menjadi suami yang setia?
‎Dan mampukah ia bersabar menunggu... sampai akhirnya ia dipanggil dengan sebutan "AYAH"?
‎
‎Karena menjadi CEO itu mudah.
‎Menjadi suami yang setia dan ayah yang dirindukan? Itu pertaruhan sesungguhnya.
‎
‎Siimak kisah lengkapnya, hanya di Noveltoon.
‎
‎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 : WAJAH BARU

Bintang dan Angkasa sungguh telah menghabiskan akhir pekannya di Pulau Dewata. Di sana hari merka di isi dengan jalan, jajan dan ranjang. udah itu saja. bahkan keduanya sudah saling janji gak buka email kantor juga tidak sering melihat ponsel. keduanya sungguh hanya ingin menikmati masa berduaan saja.

Hari baru.

Senin pagi. Ruang HRD Kusuma Land cukup ramai.

Lima pelamar perempuan muda cantik sudah duduk rapi menunggu interview. Bintang datang dengan blazer cream, semangat baru setelah healing di Bali bersama Angkasa.

"Siap, Bu Lilis? Kita mulai?" tanya Bintang.

"Siap, Bu. Pelamar pertama sudah di dalam," jawab Bu Lilis.

Satu per satu masuk.

Cantik, pintar, IPK tinggi. Tapi Bintang belum sreg. Terlalu menor, terlalu genit, terlalu mirip Mentari.

Sampai pelamar terakhir dipanggil.

"Bu, pelamar terakhir... atas nama Jingga," kata Bu Lilis agak ragu.

Bintang mengangguk.

"Suruh masuk." Pintu terbuka.Yang masuk kali ini bukan seperti pelamar sebelumnya yang menggunakan baju ketat dan lipstik merah. Yang masuk adalah perempuan dengan kemeja putih polos kebesaran, celana hitam longgar, pembawaannya sangat sederhana, tanpa make up sama sekali. Wajahnya pucat, matanya sembab. Ia menenteng map lusuh.

Untuk pertemuan pertama Bintang merasa ini masuk kriterianya.

"Silakan duduk, Mbak Jingga," kata Bintang profesional.

Jingga duduk dengan gugup. Tangannya meremas-remas map.

"Perkenalkan diri, Mbak," pinta Bu Lilis.

Jingga menarik napas. Ia sudah menyiapkan skenario semalam.

"Nama saya Jingga, Bu. Umur 35 tahun. Pengalaman kerja tidak ada." Jujurnya

"Status pernikahan?" tanya Bintang langsung.

"Ijin bu, saya sudah menikah." kata Jingga pelan.

Suaranya bergetar.

Bintang mencatat. Istri orang. Bukan lajang. Poin plus di mata Bintang.

"Latar belakang pendidikan?" tanya Bintang.

"Saya sarjana Ekonomi, Bu. S1." Jawabnya

"Sudah lama lulusnya, tetapi tidak ada pengalaman kerja?" Bintang meneliti Ijazah Jingga.

"Betul bu. Setelah lulus saya langsung menikah. Jadi saya ibu rumah tangga saja," jawab Jingga.

Bu Lilis mengerutkan kening. Tidak ada pengalaman. Tapi Bintang justru menatap lebih dalam.

"Kenapa baru sekarang mau kerja, Mbak?" tanya Bintang.

Di sinilah bom-nya.Jingga menunduk, air matanya jatuh. Kali ini bukan akting sepenuhnya. Ada luka beneran di sana.

"Walau sudah berkeluarga tapi kondisi finansial kami sedang sangat buruk. Suami saya sekarang tidak bekerja, baru di PHK, jadi hal ini memaksa saya harus terjun sebagai wanita bekerja." Jawabnya tertunduk, malu pada Bintang jika melihat airmatanya hampir jatuh.

"Punya tanggungan atau anak?" detail sekali pertanyaan Bintang.

"Saya... saya pernah hamil, Bu," suaranya di buat kecil berjeda.

"Tapi... gagal menjadi ibu. Bayi saya tidak tertolong. Setelah itu rumah tangga saya hancur. Suami menyalahkan saya. Ekonomi hancur. Makanya saya harus kerja. Saya ingin punya kesibukan... biar tidak terus ingat anak saya." Lanjutnya dramatis.

Ruangan HRD hening.Bintang terdiam. Tangannya yang memegang pulpen bergetar.Cerita gagal menjadi ibu. Rindu memiliki momongan. Nasib yang sama. Bintang yang sangat rindu untuk memiliki momongan, yang program hamilnya belum berhasil, yang setiap bulan menunggu garis dua, merasa tertampar sekaligus tersentuh. Ia melihat dirinya di dalam diri Jingga*."Ya Allah..."* bisik Bintang tanpa sadar. Matanya ikut berkaca-kaca.

Bu Lilis yang tau perjuangan Bintang dan Angkasa untuk punya anak juga ikut terdiam.

"Tinggal di mana?" tanya Jingga lagi.

Mampus.

ini yang tidak terpikirkan oleh Jingga, tapi bohong sudah tak mungkin.

"Di sebuah apartemen bu."

"Apartement? kamu bilang kondisi ekonomi kalian sedang tidak baik." Bintang bukan orang bodoh.

"Benar bu. Memang ekonomi keluarga kami buruk. Tapi syukurnya, kami di kirim penolong. Masih keluarga dengan suami saya. Sebagai bentuk dukungan hanya bisa membantu kami memberikan tumpangan di apartement itu." Gak mau bohong tapi bohong lagi ini.

Penolong, keluarga suaminya. Luar biasa apik karangan Jingga kali ini.

"Bu Lilis..." Bintang menoleh ke Bu Lilis, suaranya pelan tapi mantap.

"Saya rasa... Mbak Jingga ini bisa kita pertimbangkan.

"Bu Lilis kaget.

"Bu, tapi dia tidak ada pengalaman..."

"Pengalaman bisa dilatih, Bu. Tapi ketulusan dan luka yang sama... itu tidak bisa dilatih. Saya merasa... saya mengerti dia," kata Bintang.

Hatinya sudah luluh.

Bintang berdiri dan mendekati Jingga.

Ia menyentuh bahu Jingga.

"Mbak Jingga, saya tau rasanya... menunggu jadi ibu tapi belum dikasih. Saya tau rasanya disalahkan. Kamu yang kuat ya," kata Bintang tulus.

Jingga menangis semakin kencang di dalam hati. Rencana-nya berhasil. Bintang tertipu dengan tampilan sederhana dan cerita gagal jadi ibu itu, bahkan epilog tentang penolong sangat masuk akal Bintang.

"Terima kasih, Bu Bintang... Bu Bintang baik sekali..." kata Jingga terisak.

Hari itu, Bintang memutuskan. Dari 5 pelamar, ia memilih Jingga. Bukan karena IPK, bukan karena cantik, tapi karena merasa bernasib sama.

"Bu Lilis, tolong proses Mbak Jingga untuk jadi asisten saya ya. Masa training 1 bulan di ruangan saya. Biar saya ajar langsung," kata Bintang.

Bu Lilis hanya bisa mengangguk.

"Siap, Bu." Angkasa yang siang itu baru datang dari meeting dan melihat daftar nama yang diterima Bintang, membeku di depan pintu HRD.

Nama di paling atas: JINGGA - ASISTEN SEKRETARIS DIRUT.

Dan di catatan kaki: Direkomendasikan karena kisah inspiratif, pernah gagal menjadi ibu, butuh pekerjaan untuk bangkit.

Angkasa lemas.

Bintang tertipu. Dan Jingga, mulai hari itu akan banyak dekat dengan Bintang. Setiap hari di ruangan yang sama. Di samping meja Bintang. Dan Jingga hanya bilang ia ditolong orang baik. Tidak bilang orang baik itu adalah Angkasa yang memberinya uang 2 juta di Cafe.

Bom waktu sudah aktif.

Tinggal menunggu meledak.

Bersambung...

1
bunda n3
ga sekalian aja itu 50 panggilan tak terjawab🤣
🌼EmeLBy🌼: tunggu gebrakan Angkasa selanjutnya yaaa🤣🤣🤣
total 1 replies
🌼EmeLBy🌼
Tanda apa yaaaa🤭😄😄
@alfaton🤴
semoga angkasa ga bisa menemukan bintang......dan tresno iku jalaran saka kulino.......waktu yang singkat di Sidoarjo membawa nuansa indah bintang dan Devan.....Biru pun sudah akrab dengan Bintang......sama seperti damar sama ayah sangit...
@alfaton🤴
Bintang jadi bersinar nih lihat Devan cekatan......mungkinkah bintang jatuh ke Devan..... kalau lihat bintang jatuh pertanda apa ya thor😂😂😂😂
Eka Burjo
si Angkasa pasti blingsatan kek cacing kepanasan 😂🤭
@alfaton🤴
jangan ketemuan dulu Bintang sama angkasa Thor.....atau kirimin tuh biru ke angkasa......emang cuman angkasa doang yang bisa sama anak kecil.....bintang juga bisa kok.....nih sama biru......atau mungkin bintang berjodoh dengan Devan ya🤔🤔🤔😅😅😅😅 angkasa sama bumi🏃🏃🏃
🌼EmeLBy🌼: siaaap readers fanatik ku😍
total 1 replies
bunda n3
semoga aja video call, langsung lihat bintang ngurus bayi orang😄
bunda n3
anaknya dirawat bintang aja devan
bunda n3
mungkinkah devan ditekan sama seseorang?
Retno Anggiri Milagros Excellent
Lanjut 🙏😍
Retno Anggiri Milagros Excellent
Biar gNtian Angkasa kepi...😂
Retno Anggiri Milagros Excellent
MasyaAllah lapangan pekerjaan jadi ART 🤭❤️😂
Retno Anggiri Milagros Excellent
Mungkin Devan masih sedih ya? atau istrinya datang ? 🤭
@alfaton🤴
mungkinkah bintang berjodoh dengan Devan??????.......ayo tang bantu Devan biar kelar pekerjaan nya.....
@alfaton🤴
n'toon ku cuman muncul 👍 doang thor
🌼EmeLBy🌼
OTW
Aryati Ningsih
coba dibikin gantian Bintamg yg momong Biru ..kira kira Angkasa cemburu apa gak ya🤭
@alfaton🤴: kayaknya ga cuman cemburu tapi ngamuk😂😂😂😂😂
total 1 replies
@alfaton🤴
mungkin Devan masih berkabung mau beresin rumtangnya dulu .....semoga saja Devan orangnya amanah dalam kerja sama
bagus Tang......biarkan angkasa merasakan kesendiriaannya tanpa bintang......masihkah Bintang diperlukan atau semakin bebas dengan para wanitanya......
Eka Burjo
lanjut
@alfaton🤴
ada apa dengan Devan nih Thor......ga kabur kan Devan.....belum selesai pekerjaan nya ......sekalian pergi jauh tang buat nenangin hati dan otak.....
siapa tahu.....mah kamu awal kehamilan.....bulan depan ga datang tuh tamu bulanan mu......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!