NovelToon NovelToon
Menjadi Sepupu Tirimu

Menjadi Sepupu Tirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:646
Nilai: 5
Nama Author: arina_ar

Setelah dikhianati, Vivian bersumpah. "Aku akan buat dia menyesal...!"
Kesempatan itu datang ketika ibunya menikah kembali. Dan tanpa diduga, ayah sambungnya adalah paman dari kekasihnya.
Sempurna...
Vivian memanfaatkan kakak tirinya. Pura-pura dekat, pura-pura mesra, hanya untuk membalaskan rasa sakit hatinya.
Rencana berjalan lancar.
Sampai suatu malam Vivian sadar...
Ia terjebak dalam permainannya sendiri, benih cinta mulai tumbuh diantara batas yang tak seharusnya. Cinta terlarang yang sulit dilepaskan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arina_ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Vivian

Ciitt....

Suara decitan keras mengembalikkan kesadaran Vivian. Matanya terbuka perlahan, tangannya memegang kepala spontan.

"Eh, sudah bangun?" Seorang wanita berseragam nakes mendekat.

"Maaf ya kak, saya buru-buru mau pulang. Kakaknya kalo masih mau istirahat tak apa" ia membereskan barang pribadinya, mencantol tas besar di punggung, buru-buru.

"Ini, sudah saya resepkan obat, jangan lupa di minum yah kak, semoga cepat sembuh" ucapnya lantas berlalu.

Vivian memandang obat pereda nyeri di tangannya. Ckk... apa mereka kira ia hanya menderita sakit biasa?

"Tunggu..." Cegat Vivian , ia mengulurkan tangannya ke depan.

"Iya, ada yang bisa saya bantu?"

"Ini di mana ya?"

"Oh, ini di klinik perusahaan. Permisi yah, saya buru-buru, kalau mau pulang tak apa, ini sudah jam pulang" cicitnya lantas cepat menutup pintu.

Blam...

Pintu tertutup sempurna. Menyisakan Vivian dalam keheningan, dan di selimuti aroma antiseptik yang memuakkan.

Ia menyingkap selimut tipis yang menutupi tubuhnya sebagian. Hawa tipis menyergap seketika, merambat halus lewat bajunya yang basah.

Terasa lembab, dingin, dan menusuk. Hingga ke hatinya, bayangan tentang kejadian itu kembali berputar di kepala. Tangannya mengepal erat, getaran halus kembali memberi sinyal, jika tubuhnya belum pulih sepenuhnya.

"Awas saja, aku adukan ke kak Raynor, mampus kalian semua..." bisiknya lemah.

Drett... Dreett...

Ponselnya bergetar, panggilan masuk datang dari seseorang yang barusan tak sengaja ia sebut namanya.

"Sudah pulang?" ucap seseorang di seberang.

"Belum kak,"

"Tunggu, nanti di jemput," ucapnya singkat.

Panggilan berakhir, Vivian menatap layar ponselnya yang mulai meredup. Lantas beralih pada jam dinding di samping, yang menunjukkan pukul 16:30 WIB.

"Sudah sesore ini? Lama juga aku pingsannya" ia memegang perutnya yang tak nyaman. Sedikit mual, terasa perih juga panas yang menjalar.

Ia mencoba menegakkan tubuhnya perlahan, gerakannya tak sempurna karena rasa pusing masih melanda.

Langkahnya tertatih, ia menyeret kakinya keluar dari klinik yang letaknya persis di samping gedung perusahaan.

Masih ada beberapa karyawan yang berseliweran, tak begitu banyak. Vivian memutuskan menunggu jemputan di depan lobby, sayup-sayup ia mendengar suara yang mendekat ke arahnya.

Itu Bila, ia yang tersenyum hangat di kerumuni seniornya.

"Bila pulang sama siapa? Mau aku antar?"

"Tak usah kak, nanti di jemput, duluan saja"

Vivian menatap tajam sekelompok orang yang berdiri tak jauh di sana. Di tengah kerumunan itu, Bila tampak tersenyum manis, dikelilingi oleh para karyawan senior yang bersikap ramah sekali.

Senyum itu, membuat Vivian semakin terbakar amarah. Tatapannya tajam menghafal setiap wajah-wajah itu, wajah orang-orang yang mengejeknya, membentaknya sampai memicu rasa trauma.

Dia pikir, dengan diam menutupi identitas aslinya membuatnya aman. Tapi malah sebaliknya, ketidakadilan itu menyerangnya brutal. Lalu, bagaimana jika sampai mereka tau siapa Vivian sebenarnya?

Dadanya sesak menahan luapan emosi. Tangannya mengepal erat, kuku menancap tajam ke telapak tangan.

"Kalian tertawa sekarang? Tunggu saja... Suatu hari nanti, aku pastikan kalian akan merasakan hal yang sama. Kalian akan menyesal telah berbuat sekejam itu padaku."

Ia mengatupkan rahang, menahan amarah yang nyaris meluap. Namun tubuhnya terasa begitu lemah, seakan seluruh tenaganya telah terkuras habis.

Kakinya sedikit gemetar, tak sanggup lagi menahan beban tubuhnya. Akhirnya ia terduduk di bangku depan lobi, wajahnya merunduk dalam.

Matanya terpejam rapat, menahan rasa pusing dan lelah yang menyerang secara bersamaan. Napasnya terasa berat, sekujur tubuhnya terasa tak berdaya.

Hingga...

Tinnnn...

Klakson panjang terdengar nyaring, seketika menyentakkan kesadarannya.

Vivian mendongak perlahan. Sebuah mobil mewah berwarna hitam mengkilap berhenti tepat di hadapannya.

Ia hanya diam, memandang sosok pria berwajah dingin yang duduk dibalik kemudi. Cukup lama, sampai pria itu tak tahan, berakhir keluar dengan ekspresi yang tidak berubah sedikitpun.

"Sakit?" tanyanya singkat, namun nada itu menyembunyikan kekhawatiran yang mendalam.

Vivian tersentak, buru-buru menarik senyum tipis. "A-anu... tidak kak. Aku hanya ngantuk dan lapar saja. Hehehe..." dustanya canggung.

Ia berusaha bangkit berdiri tegak, namun kakinya tak lagi patuh. Tubuhnya miring seketika, nyaris jatuh menelungkup. Beruntung sepasang tangan besar sigap merangkul pinggangnya, menahannya agar tak terjatuh.

"Hati-hati," ucap Raynor pelan, nada suaranya tetap dingin namun sorot matanya tampak cemas menatap wajah pucat itu.

"Iya, Kak..."

Raynor menuntunnya perlahan masuk ke dalam mobil. Membantunya duduk dengan nyaman di kursi empuk, lalu melangkah ke sisi kemudi.

Tak lama kemudian, mobil mewah itu melaju perlahan, menjauhi gedung perusahaan dan lenyap ditelan jalanan yang mulai sepi.

Dan tepat di balik bayangan tiang lampu lobi, sesosok yang sedari tadi menyembunyikan diri perlahan melangkah keluar. Di tangannya, kamera yang tadi menyala kini didekap erat. Sebuah senyum tipis terpatri di bibirnya, penuh kepuasan.

"Besok..." gumamnya lirih menatap arah kepergian mobil itu. "Besok akan ada pertunjukan yang jauh lebih seru..."

1
Allea
masih bodoh di bab ini
Allea
katanya jijik dipeluk diem bae munalah 🤭🤣😅
falea sezi
goblok jujur bodoh lu pergokin dia kmren😒 ehh maaf mc oon jd males Thor mau kasih hadiah sayang bgt vote buat novel kayak gini🤣🤣
falea sezi
cuma gt doank harusnya di sp karyawan mu pakk🤣 ceo bodoh
falea sezi
🤣🤣 satria bodoh
falea sezi
klo q jd vivian mending kos cari krja ngapain numpang di rmh ibumu saudara tiri uda ada pcr g bs di gebet🤣
falea sezi
🤣🤣lemah kok mau bales dendam bodoh
arina_ar
sabar kak, huhu.... author juga ikutan geregetan nih
kelinci kecil
greget banget sama stela, pengen ikutan Jambak rambutnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!