NovelToon NovelToon
Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Nikahmuda
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Karakter Utama:

​Arga: Cowok yang biasanya tenang, rapi, dan selalu jadi "penjaga" kalau mereka nongkrong. Tapi malam itu, dia sama mabuknya.

​Kinar: Cewek ceplas-ceplos, panikan, dan tipe sahabat yang tahu semua aib Arga dari zaman masih ngompol sampai sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: Alasan Konyol dan Skenario Dadakan

"Astaga, Arga! Kinar! Itu jidat kalian berdua kenapa bisa kompak benjol begitu?! Kalian habis KDRT ya?!"

Suara cempreng nan melengking milik Mama Arga dari seberang video call sukses membuat sisa-sisa roti tawar yang sedang dikunyah Kinar langsung meluncur masuk ke jalur pernapasan yang salah. Kinar terbatuk-batuk hebat hingga wajahnya memerah padam, sementara Arga dengan refleks panik langsung menggebuk punggung Kinar dengan brutal—niatnya mau menolong, tapi malah bikin Kinar makin tersedak.

"Uhuk! Gak usah kencang-kencang juga kali mukulnya, kunyuk!" bisik Kinar super pelan sambil melotot tajam, menepis tangan Arga.

Arga menghiraukan protes Kinar. Dia buru-buru menegakkan posisi ponselnya, menampilkan senyum selebar mungkin yang terlihat amat sangat kaku di depan kamera. "Eh, Mama... aduh, Mama kalau ngomong suka ngada-ngada deh. KDRT apanya sih, Ma? Arga kan suami saleh, mana berani main tangan sama istri sendiri," kilah Arga, suaranya naik satu oktav demi menutupi kepanikan yang sudah berada di ubun-ubun.

Di layar ponsel, tampak Mama Arga sedang memicingkan matanya dengan penuh selidik. Beliau mendekatkan wajahnya ke kamera sampai hidungnya terlihat besar, mencoba memperhatikan detail benjolan kemerahan yang letaknya sangat simetris di dahi anak dan menantunya itu.

"Jangan bohong kamu ya, Ga! Itu buktinya jidat kalian berdua sama-sama merah bengkak gitu. Mana bentukannya mirip lagi! Kalau bukan habis bentrok fisik, terus apa? Gak mungkin kan kalian sengaja jedotin kepala berdua?!" selidik Mama makin curiga, tidak mudah dikecoh begitu saja.

Kinar yang sudah berhasil menguasai diri setelah drama tersedak tadi, langsung menyodorkan wajahnya agar ikut masuk ke dalam frame kamera di samping Arga. Bahu mereka berdua otomatis saling menempel erat karena sempitnya sudut pandang kamera ponsel. Aroma sabun mandi dari tubuh Arga kembali menyergap indra penciuman Kinar, membuat debaran aneh semalam hampir saja kembali. Namun, Kinar buru-buru menepis perasaan itu demi keselamatan status 'pernikahan' mereka.

"Bukan gitu, Mama sayang!" potong Kinar dengan suara yang dibuat semaniz mungkin, lengkap dengan senyuman ceria yang dipaksakan sampai pipinya pegal. "Ini... ini sebenarnya karena kita berdua kemarin sore... keasyikan olahraga bareng, Ma!"

Arga menoleh patah-patah ke arah Kinar dengan mata melotot. Olahraga bareng pala lo peyang! Alasan macam apa itu?! batin Arga menjerit histeris, tidak habis pikir dengan kreativitas dadakan Kinar yang super sesat.

"Olahraga? Olahraga apa yang bikin jidat benjol barengan, Kinar? Jangan bilang kalian latihan karate di dalam kontrakan?" tanya Mama Arga dengan dahi berkerut, makin bingung.

"Bukan karate, Ma! Itu... kita kemarin sore main bulu tangkis di halaman depan," sambung Arga cepat, mencoba menyelamatkan skenario konyol Kinar sebelum semakin melantur ke mana-mana. "Nah, pas lagi seru-serunya rebutan bola shuttlecock yang tanggung di depan net, kita berdua sama-sama maju kencang banget. Gak ada yang mau ngalah. Terus... ya gitu deh, Ma. Duk! Kepala kita tabrakan di udara. Malah bola net-nya gak kena, jidat kita yang dapet poin."

Kinar langsung mengangguk-angguk antusias seperti pajangan mobil, mendukung kebohongan Arga. "Iya, Ma! Bener banget kata Mas Arga. Mas Arga tuh kalau main egois banget, gak mau ngalah sama istri sendiri. Makanya jidat kita jadi korban kompak begini. Tapi gak apa-apa kok Ma, ini tanda kalau kita selalu kompak dalam segala hal, termasuk dalam hal kecelakaan konyol, hehehe."

Mama Arga terdiam selama beberapa detik di seberang sana. Ekspresi curiganya perlahan-lahan mengendur, berganti dengan helaan napas panjang yang terdengar pasrah. Beliau memijat pelipisnya sendiri melihat kelakuan ajaib anak dan menantunya.

"Aduh, kalian ini ya... udah jadi pasutri kok kelakuannya masih kayak bocah TK rebutan mainan sih?" omel Mama, walau kini nada suaranya sudah terdengar jauh lebih santai dan geli. "Arga, kamu itu suami! Harusnya ngalah dong sama Kinar, jangan malah diajak adu kepala begitu. Untung jidat menantu Mama gak pecah."

"Iya, Ma, iya. Arga janji besok-besok kalau main bulu tangkis lagi, Arga bakal pakai helm fullface biar aman," canda Arga asal, yang langsung mendapat hadiah satu cubitan maut dari tangan Kinar di pinggang bagian belakangnya. Arga sempat meringis tanpa suara di depan kamera, menahan perih akibat kuku tajam Kinar.

"Ya sudah, Mama cuma mau mastiin keadaan kalian aja karena semalam perasaan Mama agak gak enak. Jangan lupa itu jidatnya dikompres pakai es batu biar gak makin bengkak. Dan satu lagi, Arga! Jaga Kinar baik-baik, jangan diajak pecicilan terus!" pesan Mama sebelum akhirnya menutup sambungan video call tersebut dengan lambaian tangan.

Pip.

Layar ponsel menggelap. Begitu sambungan terputus, Arga dan Kinar secara bersamaan mengembuskan napas lega yang sangat panjang, seolah-olah baru saja lolos dari kejaran singa kelaparan. Bahu mereka yang tadi menempel erat langsung menjauh secara canggung.

"Gila... jantung gue berasa mau copot," gumam Arga sambil melemparkan ponselnya ke atas meja makan. Dia menyandarkan punggungnya ke kursi, memijat pinggangnya yang masih terasa perih akibat cubitan Kinar tadi. "Lo juga ya, Nar! Bisa-bisaan ngasih alasan olahraga bareng. Otak lo isinya apaan sih? Kalau Mama nanya detail gerakan olahraganya gimana, mau jawab apa lo?!"

Kinar yang sedang meneguk air putih langsung meletakkan gelasnya dengan hentakan pelan. Wajahnya yang sempat merona akibat kedekatan fisik saat menelepon tadi kini dipasang segalak mungkin untuk menutupi rasa salting-nya. "Ya kan terbukti manjur, kunyuk! Daripada lo diem aja kayak patung pancoran tadi! Lagian lo sendiri juga ikut-ikutan ngarang soal bulu tangkis rebutan net segala!"

"Ya itu namanya kerja sama taktis demi kelangsungan hidup bernegara, Mak Lampir!" balas Arga tidak mau kalah. Dia berdiri dari kursinya, berjalan mendekati kulkas kecil di sudut dapur untuk mengambil beberapa balok es batu kecil, lalu membungkusnya dengan kain waslap bersih.

Kinar memperhatikan gerak-gerik Arga dengan dahi berkerut. "Ngapain lo? Mau ngompres jidat lo sendiri?"

Arga tidak menjawab. Dia berjalan kembali ke arah meja makan, lalu tanpa aba-aba mendudukkan dirinya di kursi tepat di sebelah Kinar. Sebelum Kinar sempat memprotes atau menghindar, tangan kiri Arga sudah bergerak maju, menahan bagian belakang kepala Kinar agar tidak bergerak, sementara tangan kanannya menempelkan kain waslap berisi es batu itu dengan sangat perlahan ke dahi Kinar yang benjol.

Sensasi dingin dari es langsung bertemu dengan rasa panas yang membakar kulit dahi Kinar.

Namun, rasa dingin itu sama sekali tidak bisa meredam rasa panas yang mendadak meledak di dalam dada Kinar. Jarak mereka kini kembali merapat. Kinar bisa melihat dengan sangat jelas bulu mata Arga yang lentik, rahangnya yang tegas, serta tatapan matanya yang fokus memperhatikan area benjolan di dahinya tanpa ada sedikit pun niat untuk bercanda atau mengejek.

Suasana di meja makan itu mendadak kembali ke mode senyap yang mematikan. Suara detak jam dinding di ruang tengah terdengar berdentum keras di telinga Kinar, berpacu sengit dengan detak jantungnya sendiri yang kini benar-benar sudah bocor total dari sistem pertahanannya.

"A-Arga... gue bisa sendiri kali," cicit Kinar pelan, tangannya bergerak hendak meraih kain waslap dari tangan Arga.

"Diem, Nar. Jangan banyak gerak," potong Arga dengan suara baritonnya yang rendah dan terdengar sangat tegas, membuat tangan Kinar otomatis terkulai lemas di atas pangkuannya sendiri. Arga menggeser es batunya dengan gerakan memutar yang sangat lembut. "Kalau gak dikompres sekarang, ntar siang benjol lo makin gede. Lo mau ke kampus dengan muka mirip karakter Upin-Ipin yang abis disengat tawon?"

Mendengar ledekan itu, Kinar ingin sekali membalas dengan kalimat sarkas andalannya. Namun, tenggorokannya mendadak terasa kering terkunci. Tatapan mata Arga yang begitu dekat dan sentuhan lembut tangan cowok itu di belakang kepalanya sukses membuat seluruh kata-kata Kinar menguap ke udara.

Kinar hanya bisa menatap lurus ke arah dada bidang Arga yang terbalut kaus putih, menyadari satu hal dengan perasaan takut yang luar biasa: Aturan nomor satu di atas meterai kemarin—bahwa tidak boleh ada yang jatuh cinta di antara mereka—tampaknya sudah bukan lagi sekadar aturan yang mudah dijaga. Tembok pertahanan persahabatan belasan tahun mereka, pagi ini resmi retak makin parah gara-gara seikat es batu dan kebohongan konyol di depan kamera ponsel

Tetap kawal perjalanan sandiwara pasutri gadungan ini sampai akhir! Jangan lupa buat terus tinggalin jejak berupa komentar atau dukungan kalian di bab selanjutnya, karena satu komen dari kalian itu berharga banget buat kelangsungan jari-jariku ngetik, hehe.

Kalian semua luar biasa! Happy reading, and see you in the next chapter! ❤️

1
Delia_Sherlyn
bola mata ap bola apa?
Markario Putra: bola matanya k,siap salah🙏😄
total 1 replies
Delia_Sherlyn
semangat ya kak, mohon izin untuk jadi refrensi🙏
Markario Putra: ok ka👍
total 1 replies
Markario Putra
Untuk sahabat ku semua yang baru membaca novel ku ini,jangan lupa untuk klik tombol IKUTI ya kawan ku semua🙏🙏
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. ceritanya masuk di aku 🤣. semangat terus ya author.


btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya juga ya. tinggal tekan profile, terima kasih /Smirk//Rose/
Kim Borahae: terima kasih yaa
total 2 replies
Markario Putra
Tinggalkan komentar Anda🙏🙏
Markario Putra: untuk sahabat ku,mohon tinggalkan komentar supaya sy bisa lebih semangat lagi untuk menulis🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!