Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tingkah Nayara
Di seberang jalan tepatnya di samping foodcourt empat pria sedang duduk di meja sana sambil memakan cemilan mereka.
"Eh coba kalian liat, itu cewek yang berada di atas motor, keknya gue kenal deh dilihat dari postur tubuhnya"
"Yang mana nyet, lo kalau nunjuk yang bener dikit napa sih"
"Itu bangke, yang di barisan nomor dua,lo lihat kan... Gue kayak kenal gitu, .. Dilihat dari postur tubuh dan gerakan nya mirip naya, bener nggak!"
Mendengar temannya berbicara dengan menyebutkan nama gadis yang dia kenal, pria lain yang duduk dibangku itu menatap kearah pandang temannya, ya dia juga melihat dan berpikir jika itu adalah nayara, dia tidak mungkin salah mengenali, walau wajahnya tertutup helm fullface namun postur tubuh dan gerakan nya sangat familiar.
"Iya ya,, gue juga yakin itu naya. Tapi kenapa dia bisa berada ditempat ini? dan tunggu, naya kan nggak punya motor lagian itu juga motor mahal mana mungkin itu naya, kan. Bar, lo liat juga kan? " Pria kedua tadi ikut menimpali ucapan temannya.
Ya mereka adalah geng nexus yang saat ini berkumpul di sekitar tempat balap liar. Bara menatap intens gadis yang duduk diatas motor tersebut, terlihat di sebelah gadis itu ada pria lain yang sedang berbincang dengannya, bara tentu mengenali pria itu, dia adalah Liam anak dari pengusaha textil yang saat ini bekerja sama dengan perusahaan daddy nya. Kenapa bara bisa tahu, itu karena ia ikut andil dalam perusahaan ayahnya.
Tidak lama peluit pun berbunyi dan bendera dikibarkan pertanda pertandingan mulai.kelima motor sport itu melaju dengan kecepatan penuh melewati jalanan yang sudah disediakan, nayara saat ini berada di posisi terakhir, ia sengaja melakukannya untuk melihat kemampuan para pembalap lain, saat sudah di pertengahan jalan, ia melakukan aksi Drifting di tikungan tajam dan berhasil menyalip dua orang lainnya.
Pembalap lain yang melihat aksi ekstrem nayara sangat dibuat takjub "gila.. Berani banget tuh orang ngelakuin ditu di tikungan tajam tadi"
Saat ini posisi nayara berada di urutan ketiga,ia melihat celah di sebelah kiri dan berhasil menyalip pembalap yang berada di urutan nomor dua tadi, saat ini posisi naya sudah di belakang satu pembalap lagi, melihat garis finish sudah berada didepan mata
Ia kembali melakukan aksi driftingnya ditikungan terakhir dan menambah kecepatan penuh tepat saat hampir beberapa puluh meter dari garis finish, nayara melakukan aksi Stoppie dan berhenti tepat di garis finish, semua orang bersorak melihat aksi kerenny.
Liam mendekati temannya dengan wajah yang sangat cerah, gadis itu akhirnya memenangkan pertandingan dan berhasil mendapatkan hadiah uang senilai lima puluh juta.
Itu adalah nominal fantastis karena ini merupakan balapan khusus kalangan anak orang kaya.
"Nih uang lo,selamat ya.. Lo gila plus keren banget ngelakuin hal tadi di tikungan maut sana" Liam menyerahkan uang tunai tersebut ke tangan nayara.
"Lo ambil aja sebagian dan sebagian lagi gue minta tolong simpankan,gue mau nabung buat beli motor kayak lo gini" Nayara mendorong kembali tangan Liam.
"Lo serius nyuruh gue nyimpen ni duit, lo nggak takut apa duitnya gue habisin"
"Nggak.. Karena gue percaya lo bukan orang seperti itu"
Liam tersenyum mendengar ucapan temannya. .
"Oke gue bakal simpan uang lo, dan kalau udah cukup entar gue carikan motornya"
"Makasih ya, nam" Nayara tersenyum.
"Lo bisa nggak sih jangan manggil gue nam mulu, nama gue liam,nay"
Nayara terkekeh “kan keren panggilan itu,lebih estetik gitu,nam”
“Gue nggak mau, nay! Panggilan itu seakan lo do'ain gue buat masuk neraka jahanam, ege”
“Nggak,nam! Itu sekedar panggilan sayang gue aja kok” Kekeh naya.
"Serah lo deh bocil.oh iya lo mau makan apa,kali ini gue yang traktir. "
"Gue nggak laper, tadi sebelum kesini gue udah makan duluan, gue mau pulang aja, capek gue.. Besok harus bangun pagi-pagi berangkat ke sekolah, sampai jumpa,nam" Nayara turun dari motor dan mengacak rambut liam sebelum pergi.
"Dasar bocil" Liam menghela nafasnya melihat tingkah nayara tadi terhadap nya.