NovelToon NovelToon
Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:647
Nilai: 5
Nama Author: Siti_1234

Raisa anak kedua dari keluarga dengan ibu tunggal bernama Sri, Sri telah lama menjadi tulang punggung keluarga setelah suami nya meninggal saat Raisa masih kecil.
Kakak nya yang lebih tua bernama Ratna menikah dengan Rio dari keluarga yang berada.
masalah muncuk ketika Ratna dan Rio yang sudah lima tahun menikah masih belum juga memiliki keturunan karna kesuburan Ratna kurang,, tekanan yang di berikan keluarga Rio membuat Ratna memiliki niat untuk membuat Raisa hamil anak suami nya ..
Niatan itu di ungkap kan Ratna kepada ibu dan adik nya walau pun tanpa sepengetahuan suami nya sendiri..

Apa yang harus di lakukan Raisa untuk bisa membantu kesulitan Ratna kakak nya,, Apa dia akan menerima nya dan setuju menjadi pelakor apa menolak nya..?

Jangan lewatkan cerita nya untuk mengetahui kelanjutan nya🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti_1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 18: "KEMBALI KE AKAR PERMASALAHAN"

*****

Sinaran matahari pagi menerangi ruang tamu rumah Rio dan Ratna. Bayi Bara sedang tertidur di buaian yang ditempatkan di sudut ruangan, sementara Ratna duduk di sofa dengan wajah yang tampak lesu dan penuh dengan kecewa. Rio baru saja kembali dari kantor—meskipun hari ini adalah hari libur, dia memilih untuk pergi bekerja menyelesaikan laporan proyek yang tertunda.

“Kamu kembali ya, Rio,” ucap Ratna dengan suara lembut tanpa melihatnya. “Saya kira hari libur adalah waktu untuk bersama keluarga, bukan bekerja.”

Rio merasa hati nya terasa berat mendengar kata-kata istri nya. Dia mendekat dan duduk di sebelahnya. “Maafkan saya, sayang. Proyek ‘Puri Harapan’ sedang memasuki tahap penting dan saya harus memastikan segala sesuatunya berjalan lancar.”

Ratna akhirnya menoleh untuk melihatnya, dan Rio bisa melihat mata istri nya yang berkaca-kaca. “Sudah berapa kali kita merencanakan untuk pergi keluar bersama Bara tapi kamu selalu membatalkannya karena pekerjaan? Sudah berapa kali saya mengharapkan kamu bisa membantu merawat Bara atau hanya berbincang dengan saya tapi kamu selalu sibuk dengan laptop atau ponselmu?”

Dia mengambil tangan Rio dengan lembut dan melanjutkan, “Saya tahu kamu bekerja keras untuk keluarga kita. Saya sangat menghargai itu. Tapi saya juga merasa seperti kehilangan suami saya. Kita jarang punya waktu untuk bersama, bahkan hanya untuk makan malam sambil berbincang seperti dulu.”

Rio merasa rasa bersalah yang luar biasa menghantui dirinya. Dia menyadari bahwa selama ini dia terlalu fokus pada pekerjaan dan juga pada hubungan rahasianya dengan Raisa, sehingga melupakan sosok istri nya yang telah berjuang begitu keras untuknya dan untuk anak mereka.

“Kamu benar sekali, sayang,” ucap Rio dengan suara gemetar. “Aku telah menjadi suami yang buruk dan ayah yang tidak bertanggung jawab. Aku terlalu terpaku pada hal-hal yang tidak seharusnya jadi prioritas dan melupakan yang paling penting dalam hidupku—kamu dan Bara.”

Dia memeluk Ratna dengan erat dan mencium dahinya. “Aku berjanji akan mengubah segalanya mulai sekarang. Aku akan mengatur waktu dengan lebih baik, menghabiskan lebih banyak waktu bersama kamu berdua, dan kembali menjadi suami yang kamu butuhkan.”

Sejak itu, Rio benar-benar menjalankan janjinya. Dia mulai meninggalkan kantor tepat waktu, menghindari bekerja pada hari libur, dan selalu ada untuk Ratna dan Bara. Mereka sering pergi berjalan-jalan ke taman, makan malam bersama di restoran kecil yang mereka suka, atau hanya menghabiskan waktu di rumah bermain dengan Bara.

Ratna mulai kembali menunjukkan senyum yang ceria seperti dulu. Dia merasa bahwa suami nya yang dulu telah kembali—pria yang mencintainya dengan sepenuh hati dan selalu menjadikan keluarga sebagai prioritas utama.

“Saya merasa sangat bahagia melihat kamu seperti ini lagi, Rio,” ucap Ratna satu malam saat mereka sedang duduk di teras belakang rumah sambil melihat Bara yang sedang tidur nyenyak di gendongannya. “Ini adalah keluarga yang saya impikan.”

Rio mencubit pipi istri nya dengan lembut. “Kamu dan Bara adalah segalanya bagiku, sayang. Aku tidak akan pernah lagi membuat kamu merasa ditinggalkan.”

Sementara itu, Raisa melihat perubahan besar pada Rio dengan campuran perasaan yang kompleks. Dia merasa senang melihat kakaknya bahagia dan mendapatkan perhatian yang pantas dari Rio, namun di sisi lain, rasa cemburu mulai muncul di dalam hatinya.

Setiap kali dia melihat Rio bermain dengan Bara atau sedang berbincang riang dengan Ratna, hatinya terasa sakit dan sesak. Dia tahu bahwa posisinya bukanlah siapa-siapa—dia hanya adik dari istri Rio, dan tidak memiliki hak apapun untuk merasa cemburu atau mengharapkan sesuatu yang lebih dari itu.

Suatu sore, Raisa sedang berada di kamar nya saat Rio masuk untuk mengambil beberapa barang. Dia melihat wajah Raisa yang tampak murung dan segera mendekat untuk menanyakannya.

“Kamu tidak baik-baik saja ya, Ras? Apakah ada masalah?” tanya Rio dengan suara penuh perhatian.

Raisa segera mengangkat wajahnya dan memberikan senyum yang paksa. “Tidak apa-apa, Kak Rio. Aku hanya sedikit capek saja. Kamu tidak perlu khawatirkan aku, kamu sudah cukup sibuk dengan kakak dan Bara.”

Rio bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres, namun dia mengerti bahwa saat ini dia harus fokus pada Ratna dan Bara. Dia menyentuh bahu Raisa dengan lembut dan berkata, “Jika kamu membutuhkan sesuatu, jangan sungkan untuk memberitahu aku ya, Ras. Kamu tetap keluarga bagi aku.”

Setelah Rio keluar dari kamar, Raisa menangis dengan diam-diam. Dia tahu bahwa cinta yang dia rasakan untuk Rio tidak akan pernah bisa menjadi kenyataan, dan dia harus belajar untuk menerima itu serta fokus pada kehidupannya sendiri.

Di kampus, Raisa mulai melihat Reza yang sedang bersama Maya. Meskipun hubungan mereka sudah semakin erat, Raisa tidak bisa tidak merasa iri melihat bagaimana Reza bisa memberikan perhatian dan cinta yang terbuka pada Maya—sesuatu yang tidak bisa dia dapatkan dari Rio.

Namun dia segera menepis pikiran itu dan memutuskan untuk fokus pada kuliah dan masa depannya. Dia mulai bergabung dengan beberapa organisasi mahasiswa dan mengikuti berbagai kegiatan yang bisa mengisi waktu luangnya serta mengalihkan perhatiannya dari Rio.

“Saya harus kuat,” bisik Raisa sendiri saat sedang belajar di perpustakaan kampus. “Kak Rio sudah bahagia dengan kakaknya, dan itu sudah cukup bagiku. Saya harus menemukan kebahagiaan saya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain.”

......................

...****************...

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!