Sinopsis
Mitsugu dipindahkan ke dunia Naruto, menggunakan templat Namikaze Minato. Mitsugu ditugaskan untuk berperan sebagai putra Minato dari dunia paralel!
Sarutobi Hiruzen: {Kau putra Minato dari dunia paralel?}
Mitsugu: {Ya, jadi aku akan mengurus putra ayahku di dunia ini.}
Jiraiya: {Kau juga muridku di dunia itu? Hebat!}
Mitsugu: {Tentu saja, kau bahkan mengajariku Rasengan!}
Naruto: {Kau kakakku…}
Mitsugu: {Ya, aku kakakmu. Panggil aku Mitsugu-nii mulai sekarang.}
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Namikaze Mitsugu (18)
Namikaze Mitsugu (18)
Sasuke merasa tidak puas dengan hasil latihan mereka.
Bola karet itu pecah, dan sama seperti Naruto, pakaian mereka basah kuyup.
Shisui masih menatap Rasengan di tangannya.
Semua ini terasa seperti sebuah awal yang baru baginya.
Sebuah sudut pandang baru, sekaligus pencerahan yang ia dapatkan.
Memikirkan tentang klan dan desa yang tidak bisa hidup rukun membuat Shisui merasa sedih.
Berharap suatu hari Desa Konoha dan klan Uchiha tidak lagi saling bermusuhan.
Shisui sangat ingin menanyakan banyak hal kepada Mitsugu, karena Shisui yakin Mitsugu mengetahui jawaban yang kini sedang Shisui cari, serta jalan untuk membuat pilihan yang benar.
Sementara itu, Sasuke dan Naruto kembali melanjutkan latihan memanjat pohon dengan mengalirkan chakra ke telapak kaki mereka.
Mereka ingin segera menyelesaikan latihan ini dan kembali fokus mempelajari Rasengan!
Shisui dan Itachi memperhatikan bagaimana Mitsugu mengajari Sasuke dan Naruto dengan cara yang paling mudah dipahami oleh seorang anak.
Keduanya berpikir bahwa Mitsugu adalah orang yang baik dan sangat mudah dalam mengajarkan Rasengan kepada orang lain.
{Mitsugu, apa tidak apa-apa begitu saja mengajari mereka berdua? Setahuku, Rasengan adalah teknik yang biasanya diajarkan secara pribadi.}
{Aku tidak tahu bagaimana di sini, tetapi di duniaku siapa saja boleh mempelajari Rasengan… sayangnya tidak semua orang mampu, karena dibutuhkan pengendalian chakra yang kuat, pemahaman, serta bakat.}
Mitsugu melakukan hal itu dengan alasan tersendiri, terutama untuk mendapatkan lebih banyak kepercayaan dari klan Uchiha, termasuk dari Uchiha Shisui.
Saat matahari telah tinggi di tengah langit, seorang gadis dari klan Uchiha pun muncul.
Mereka memandang ke arah gadis remaja yang berjalan mendekat itu, dan Shisui segera mengenalinya.
Uchiha Hana.
Uchiha Hana adalah putri Uchiha Enji, pria yang memiliki toko peralatan ninja di klan Uchiha.
Uchiha Hana datang ke sana karena permintaan ayahnya serta Uchiha Mikoto.
Demi klan Uchiha.
Yang mereka katakan padanya.
Kini Hana tidak lagi memiliki keraguan, karena tidak ada seorang pun yang tidak mengetahui keadaan klan dan desa saat ini.
{Aku datang untuk membawa makan siang untuk Sasuke… dan anak kecil itu… umm, juga untukmu.}
Uchiha Hana menghela napas pelan.
Meskipun Hana telah menghafalkan kata-kata itu sepanjang perjalanan, tetap saja terasa sulit untuk mengucapkannya.
Itachi dan Shisui saling pandang, lalu memberikan alasan, karena memiliki urusan yang harus mereka selesaikan.
Kini yang tersisa di tempat itu hanyalah Mitsugu, Hana, Sasuke, dan Naruto.
Naruto tampak berseri-seri.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Naruto merasakan pengalaman seperti ini.
Makan siang di alam terbuka dengan menu yang tidak sederhana, layaknya sedang piknik.
Tanpa rasa malu, setelah mendapat izin, Naruto langsung makan dengan lahap.
Sasuke melihatnya, menghela napas pelan, lalu ikut makan.
{Enak sekali, aku suka sosis~} Naruto menatap Sasuke, sementara Sasuke hanya menggelengkan kepala dan tetap makan dengan sopan.
Uchiha Hana diam-diam memperhatikan Mitsugu, yang sama sekali tidak memberikan komentar tentang masakannya.
Mengingat kembali rencana pertunangan itu membuat Hana berpikir sepanjang malam.
Ayahnya meminta maaf karena semua keputusan tersebut demi klan Uchiha, dan Hana pun tidak menolak karena hal itu menguntungkan klan mereka.
Hana yang berpikiran dewasa tidak terlalu mempersoalkan Mitsugu yang kelak akan menjadi suaminya.
Lagipula, Uchiha Mikoto juga menikah melalui perjodohan.
{Masakanmu sangat enak, Hana.} Mitsugu tersenyum.
Hana membalas, {Terima kasih.}
mantap 👍👍👍👍👍