Gadis kaya raya yang lugu dan kurang kasih sayang, harus menikah dengan rekan bisnis papanya, dan ternyata usia keduanya begitu jauh berbeda. Pernikahan paksa itu hanya untuk pernikahan Bisnis.
Akankah Gadis itu menemukan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengejar Cinta Gea
Pagi hari yang dingin, sejuk membuat siapa saja yang merasakan pasti ingin kembali menarik selimut dan melanjutkan tidurnya. Tapi tidak untuk Angga, ia terbangun saat merasakan ada seseorang yang mengeratkan badan di pelukannya. Angga tersenyum saat melihat gea yang sudah menenggelamkan kepalanya didadanya dan memeluknya begitu protect seperti menganggap Angga itu adalah guling kesayangannya.
Angga yang jahil kemudian mencubit hidung gea dan membangunkannya.
"Hey putri kecil, bangun!"
"Awww sakittt" Gea mengusap usap hidungnya dan perlahan membuka matanya.
"Mau sampai kapan pelukannya??"
"Ehh maaf kak" Gea menurunkan kakinya dan mencari boneka yang ternyata boneka itu sudah jatuh di bawah ranjang.
"Kita sholat yuk"
Gea mengangguk dan beranjak ke kamar mandi untuk berwudhu. Setelah itu ia sholat subuh bersama Angga. Karena udara pagi itu begitu sejuk, Angga mengajak Gea untuk jogging di taman kota. Gea pun begitu senang dan segera bersiap.
*************
Sampainya di taman kota, nampak begitu ramai, ini pertama kalinya gea Jogging di taman kota.
"Rame banget ya kak?"
"Iya ge, tapi rame makan haha"
"Hehe jadi kayak kulineran ya"
"Iyahh... tinggal pilih mau makan apa. Yukk kita kesana"
"Ayo kak".
Gea dan Angga berlari perlahan dan beriringan di sela sela orang yang juga ikut berlari pagi. Seorang gadis remaja tak sengaja menyenggol gea dan hampir terjatuh, namun dengan sigap Angga menangkap gea yang hampir tersungkur di lantai.
"Dek kalau lari lihat lihat dong!"
"Ohh maaf om saya gak sengaja. Ini temen saya yang ngajakin cerita terus"
"Udah kak, gea gak papa kok"
"Sekali lagi maaf ya Om, dan mbak nya".
"Iya".
Angga membantu gea berdiri
"Ayo kita lari lagi, apa mau jalan santai aja??"
"Em jalan santai aja kak, itu kayaknya didepan agak padet orang lagi senam"
"Mau ikut senam??"
"Boleh".
Gea dan Angga ikut berbaris di belakang dan mengikuti istruktur senam. Angga sesekali melirik ke arah Gea dan menatap wajah ayunya. Pagi ini, Angga meminta Gea untuk melepas kacamatanya, dan Gea pun menuruti permintaan suaminya itu.
"Kak, gerakan kak angga salah tuh! liatin kedepan bukan liatin gea kak"
"Upsss ketahuan deh" Angga pun cengengesan dan kemudian ia kembali mengikuti gerakan senam hingga selesai, tapi tetep saja, sesekali ia masih mencuri pandangan gea.
Setelah selesai senam, Angga mengajak Gea untuk menikmati sarapan pagi. Gea memesan seporsi mie celor sementara Angga lebih memilih Bubur Ayam.
"Mau coba bubur ayam gak? enak loh"
"Boleh".
Angga pun mengambil sesendok bubur ayam dan menyuapi Gea.
"Gimana enak kan??"
Gea mengangguk angguk
"Boleh coba Mie celornya??"
"Emm boleh, ambil aja kak"
"Kok gak di suapin?? tadikan kak Angga udah suapin gea"
"ihhh malu kak banyak orang"
"Cuek aja kali ge"
Dengan malu malu gea mengambil sesendok mie celor dan menyuapi Angga.
"Memang enak ya, makan dari tangan orang terkasih"
"Eeecciiieeeeeeeeeeee" 2 orang remaja men cie ciekan Angga dan Gea yang bikin baper. Jangan tanya gimana perasaan Gea saat ini. Sudah pasti wajahnya merah dan gak bisa lagi di tutupi.
Setelah selesai sarapan, mereka pun pulang kerumah. Namun saat di parkiran Mereka bertemu Didit dan Dea.
"Angga" Panggil Didit
Angga dan gea menoleh ke sumber suara bersamaan.
"Loh sama Gea to?" sahut Dea.
Mereka melihat Angga dan Gea yang berpegangan tangan pun kaget. Gea akan melepas tangannya namun di tahan oleh Angga.
"Eh Dit, De, kalian disini juga?? tapi tadi gak ketemu ya pas lari"
"Iyaaa kami habis makan batagor di sana tadi. Ehem.... tangannya gak dilepas tuh?"
"Enggak, karena kami sudah resmi pacaran". Angga menjawabnya begitu enteng. Gea, Dea, Didit langaung bengong bersamaan.
"Sejak kapan Ge kamu jadian sama Om mu??" Tanya Dea.
Gea tak mampu menjelaskan apapun saat itu. Pasalnya dia juga bingung kapan kak Angga menyatakan cinta kepadanya.
"Semalam"
"Apa???" Didit begitu kaget
"Biasa aja kali..Kelihat banget patah hatinya!"
"Sumpah, gue kalah cepet!" gusar didit.
"Sorry, sekarang Gea udah jadi milikku. Sooo jangan pernah deket deket lagi yah sama Gea!"
"Terus Mulan?"
Angga melepaskan tangan gea dan mendekati Didit dan berbisik kepadanya.
"Nanti aku ceritain semuanya soal Mulan"
"Oke"
"Doain kami ya bro!"
"Always. Ge, Jaga hati Om mu ya, Dia itu sebenernya cowok melow hahaha"
"Kurang Asem!". Angga menepuk punggung Didit
"Ya udah kami pamit duluan ya. Daaaa"
"Kak Dea, Bang didit gea pamit duluan ya"
"Hati hati ge, kuatkan hatimu jangan sampai kebujuk rayuan gombal Angga!"
"Udah yank, cepetan masuk mobil, jangan dengerin omongan Om Didit!"
Gea dan Angga masuk kedalam mobil kemudian meninggalkan Didit dan Dea yang masih berdiri memandangi mereka.
Sepanjang perjalanan Angga memegang tangan Gea dan terus menyetir menggunakan tangan satu.
.
.
.
.
.
.
. Biar Uni semangat nulis, kasih like dan koment kalian dong buat si manis 😊