NovelToon NovelToon
Saat Miskin Keluarga Menjauh

Saat Miskin Keluarga Menjauh

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Konflik etika / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:466.3k
Nilai: 4.6
Nama Author: Ima susanti

Kita tidak pernah tau takdir apa yang akan menghampiri hidup kita kelak. Semua skenario sudah Allah atur sesuai kapasitas masing - masing.

Saatnya diatas siapapun mengaku saudara,teman atau apalah. Tapi saat kita terpuruk mana tadi yang mengaku saudara. Semuanya perlahan pergi menjauh.
Begitulah kehidupan Keluarga Derel,pasca pendemi merubah segalanya. Saat kedua orang tuanya telah tiada kakak dan adik - adiknya seakan tidak mengenal dirinya lagi.
Dulu waktu ia punya semuanya kakak dan adiknya rajin datang kerumah berkumpul. Itu semua tinggal kenangan. Bagaimana kehidupan Derel dan keluarganya selanjutnya?akankah ia kembali sukses? apa yang terjadi pada orang - orang yang menghina dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Pagi itu rumah almarhum ibu kacau. Gani dan istrinya juga mencak - mencak ga ada sarapan tersedia seperti biasanya.

"Teh kok ga masak sih. Trus kita mau sarapan apa?" tanya Mira seenaknya saja.

"Teteh tadi cuma bikin nasi goreng buat sarapan."jawab Sinta ogah - ogahan.

"Mana nasi gorengnya, teh ?" tanya Mira.

"Udah habis." jawab Sinta enteng.

"Kok ga di sisain, teh. Teteh mah pelit." tuding Mira.

"Kalau mau sarapan masak sana atau kalau malas tinggal beli aja. Gampangkan." ujar Sinta santai.

"Biasanya kan teteh yang masak." ujar Mira tak mau kalah.

"Sekarang luar biasa. Kamu punya suami dan anak, ya urus sendirilah." Sinta memilih pergi meninggalkan Mira yang tengah ngambek. Mulai saat ini Sinta tidak akan mau lagi jadi budak mereka.

"Dari mana kamu ,Mer?" teriak Mira.

"Beli sarapan."jawab Mercy.

"Buat teteh di beliin ga?" tanya Mira.

"Ga." Mercy berlalu begitu saja meninggalkan Mira.

"Pelit." ucap Mira lirih. Karna sudah lapar terpaksa Mira dan suaminya membeli sarapan untuk mereka. Wajah mereka sudah seperti benang kusut. Baru segitu saja sudah lalang kabut.

Siangnya Sinta sudah rapi begitu juga dengan suami dan anak - anaknya. Nanti setelah sholat dzuhur acara akan di mulai. Sinta tetap tidak memasak ia memilih membeli makan untuk mereka berempat saja. Terserah ipar - iparnya mau marah ia sudah tidak peduli.

Derel memastikan semuanya sudah lengkap, ia tidak mau ada yang kurang nantinya.

Acara berlangsung khidmat. Para tamu begitu antusias ikut mendoakan almarhum ibu. Derel sempat meneteskan air mata saat mendengar tausiyah tentang ibu.

Sinta yang berada disampingnya berusaha menguatkan suaminya. Tanganya mengusap punggung suaminya lembut.

Setelah semua tamu pulang, rumah kembali sepi. Yang tersisa hanya keluarga. Tidak ada satu pun kelurga dari almarhum ibu yang datang menghadiri. Derel tidak mengambil pusing yang penting acara sukses tanpa ada kendala.

"Gani, sini duduk." panggil Derel membuat Gani bertanya - tanya ada gerangan abangnya memanggilnya.

"Mercy sini juga." panggil Derel juga.

Semua sudah duduk berkumpul . Derel mèmperhatiak adiknya satu persatu baru berbicara.

"Alhamdulillah acara sudah selesai. Ga usah membenci bila tidak ada satu pun saudara ibu yang datang kemari. Berbaik sangka saja,mungkin mereka ada halangan jadi tidak datang." ujar Derel.

"Dari pertama juga ga ada yang datang,bang. Coba di kala ibu masih ada,ibu bela - belain berangkat naik bus untuk menghadiri acara mereka. Sakit pun ga dirasa, itu demi apa. Demi ga enak sama saudara. Untuk kedepannya cukup tau aja bagaimana perlakuan keluarga ibu terhadap kita. Ga perlu berharap, sebab itu tidak akan mungkin." ujar Rafi yang sangat kesal pada keluarganya sendiri.

"Abang tau kalian pasti sakit hati,abang pun begitu kecewa pada mereka. Tapi daripada berburuk sangka dan menimbulkan penyakit lebih baik anggap saja mereka ga ada." tambah Derel dengan wajah murung.

"Abang mau tanya sama kamu Rafi. Kapan acara lamaran kamu?" tanya Derel.

"Awal bulan ini,bang. Tapi ga usah bawa kelurga bang. Jauh dan perlu biaya besar untuk kesana." ujar Rafi.

"Itu terserah kamu,abang ga ikut campur. Lakukan apa yang menurut kamu terbaik." ada kemarahan dari nada suara Derel.

"Aku mau tanya bang,aa dan teteh mengenai warisan ibu bagaimana?" Rafi mulai membuka jalan,tadinya Derel juga bermaksud menanyakan itu pada adik - adiknya.

"Sesuai amanat ibulah." celetuk Mercy.

"Ga bisa gitu dong,Mer. Aa minta keadilan. " Sahut Gani.

"Stop. "Derel mengeraskan suaranya sehingga membaut ketiga adiknya terdiam sambil tertunduk. Mereka takut akan kemarahan Derel.

...****************...

Selamat pagi kk,up lagi ya.

Terimakasih sudah menunggu,jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta votenya yang banyak biar thor makin semangat.😉😘🙏🙏💪

1
Inggrianie Sikumbang
kebanyakan typo thor
Ima Susanti: siap kk🙏🙏
total 1 replies
Ilham
lanjut bg
Ima Susanti: siap kk👍
total 1 replies
ByngnHtm
yah udh kuduga tpi knp malah ttp nangis dasar cengeng aku 😭
Ima Susanti: /Kiss//Kiss//Rose/
total 1 replies
Wiwit
pendek banget thor, panjangin dong n tmbah babhbya, biar smangat bacanya
Ima Susanti: Insya Allah kk, klo waktunya cukup😘
total 1 replies
Ima Susanti
makasih koreksinya kk, nanti thor perbaiki👍🙏🙏
Ha Liyah
ma,af thor tulisannya banyak yang salah ma,af3 sekali
Yuliana Tunru
benar2 tak tau malu nih sisi
Ima Susanti: muka tembok 😂🤣😂
total 1 replies
Yuliana Tunru
gila ya sisi sampe tak tau malu gituu..kapan kia hamil thirr biar sisi malu dan coba kasih pelajaran apa gitu biar ndk nekat dekati rafi lagi
Ima Susanti: baik kk, saranya bagus banget. thor rampung dulu ya😘😘🙏👍
total 1 replies
Ha Liyah
ddikit amat thor
Ima Susanti: /Facepalm//Grin/
total 1 replies
Yuliana Tunru
bagus rafi hrs bisa ambil sikap di blokir z atw ganti no baru
Ima Susanti: betul juga ya kk, thor setuju 😘🙏
total 1 replies
Yuliana Tunru
vebar2 pelakor tak tau mslu ya ..tinggal gmn kia yg bisa buat rafi jgn sampai tergoda
Ima Susanti: betul itu kk/Good//Pray/
total 1 replies
Wiwit
pendek banget thor babnya
Ima Susanti: Ga konsen kk, tiap bentar dengar petasan dr yg demo
total 1 replies
Yuliana Tunru
jgn takut kia kamu hrs berani klo tdk ya gmn nasib RT mu atau mau nyerah z biar rafi dgn sisi..typo x thorrt
Ima Susanti: setuju kk👍🙏
total 1 replies
Yuliana Tunru
kia waktu x kamu temui sisi biar paham tp jgn sendiri ya bareng mercy biar kapok jgn lemah berjuang demi RT mu
Ima Susanti: betul juga kk, terimaksih masukannya 😘😘🙏
total 1 replies
Sulfia Nuriawati
selama kamu g tegas y repot jg apa lg wanita spt sisi udah terobsesi, jd pintar² cari akal biar g terjebak atw minta tlng derel sm gibran biar sisi kapok
Ima Susanti: terimaksih saranya kk😘😘🙏
total 1 replies
Yuliana Tunru
wahhj mmg otak pelakor yaaa..ayo vi tutup akses blokir z jgn nau dijadali ingat harta mu milik iia lho ..hrs jujur dgn kkfa mu san kia baru jg baikan ada z krlakuan sisi bagys x kis yg gadapi jg ipar2
Ima Susanti: siap kk👍🙏
total 1 replies
Yuliana Tunru
buat iia hamil thorr agar cinta merrka lbh kuat
Ima Susanti: wah benar juga ya kk, terimakasih masukannya kk. thor rampung dulu ya👍🙏
total 1 replies
Ha Liyah
di amat update thor
Ima Susanti: /Chuckle//Facepalm/
total 1 replies
Wiwit
babnya pendek banget
Ima Susanti: /Chuckle//Facepalm/
total 1 replies
Yuliana Tunru
smoga rafi sadar ya klo kia itu istri yg berharga
Ima Susanti: setuju😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!