Ini Lanjutan lanjutan cerita " Liontin" . Kisah ini adalah dari Putri Leana Anderson. Siapa Leana Anderson ?. kisahnya ada di Cerita Liontin.
Awal mulanya Putri dari Leana yg bernama Safira Anggraeni Anderson, atau sering hanya disebut Safira Anggraeni itu berlibur setelah menyelesaikan studinya. ia mendatangi pengasuhnya dahulu yg sudah mengundurkan diri. Mbak Watik lah yg merawat selama ini, selain kakak sepupunya Daniella serta keluarga engkong Pi'i. Ketika menginap di kos kosan milik mbak Watik di Jogja ia terjebak dengan seorang pemuda yg tak lain adalah Angga Wicaksono. Seorang pemuda dari kota Jakarta sama dengan Safira. Dengan kemampuan meretas dan mencari detail tentang suaminya ini, Safira menunggu kejujuran dari Angga nantinya. Dan menyerahkan semua jalan takdir kepada sang pencipta.
Sementara Angga sendiri sedang dilema dengan dirinya sendiri karena ia dipaksa untuk melanjutkan perusahaan papanya atau melanjutkan cita citanya sebagai Dokter.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjanjian ?
Semetara itu Anggara yg sedang di luar negeri. Angga ingin sekali mendengarkan kabar dari kakaknya. Namun sudah seminggu tidak mendapatkan kabar. Sehingga ia beberapa kali menelepon kakaknya itu. Namun nomor kakaknya selalu tidak aktif. Dan kali ini Angga mencoba menghubungi mamanya. Dan Angga pun menanyakan tentang kartu identitas miliknya. Namun jawaban mamanya tidak sesuai dengan harapannya. Angga juga menanyakan keberadaan kakaknya, Anggi . Ternyata sedang mengikuti event di Singapura."Ah mungkin sudah diterima kak Anggi..."monolog Angga dalam hati. Angga masih begitu berharap jika nantinya Safira datang ke apartemennya. Namun sampai saat ini pun belum ada kabar. Dan yg paling utama, Angga menunggu kakaknya Anggi selesai mengikuti event nanti.
Angga juga mempunyai teman orang Indonesia disana. Namanya Rudi Setiawan. Ia juga satu fakultas dengan Angga. Dan keduanya pun akrab karena setiap hari bertemu. Rudi sendiri juga mengemban tugas dari papanya. Orang tuanya mempunyai perusahaan di Indonesia. Namun perusahaan milik orang tua Rudi tidak terlalu besar. Sehingga untuk kuliah saat ini hanya mengandalkan beasiswa. Ia anak yg cerdas. Sehingga Angga sering belajar bersamanya. Angga juga ingin seperti Rudi. Ada beberapa hal yg ingin Rudi capai saat ini. Perusahaan orang tuanya ingin sekali bekerjasama dengan perusahaan Anderson di Indonesia.
" Tempat papaku sepertinya bekerja sama dengan perusahaan Anderson Rud..." kata Angga. Ia pernah mendengar cerita dari ayahnya.
" Oh ya, perusahaan Anderson yg mana...Ngga...?" tanya Rudi.
" Anderson Ototech Rud..." jawab Angga.
" Wuih, bagus itu. Tapi kalau mau lebih bagus, yg bisa bekerjasama dengan perusahaan Anderson Teknologi Corp. Namun sayangnya begitu susah untuk menjadi koleganya. Karena mereka sangat ketat dalam pengawasan maupun teknologi IT nya. Bisa bisa hancur duluan jika kita ada kesalahan sebelumnya, apalagi pakai sistem tipu tipu..." kata Rudi.
" Tahu dari mana Rud...?"
" Teman papa pernah hancur dengan mereka. Dan kini sudah meninggalkan tanah air. Karena selalu diawasi dimanapun berada...." jawab Rudi.
" Bagaimana bisa ya, perusahaan itu bisa bertahan lama. Bahkan sangat lama sekali. Saat ini sudah menjadi perusahaan terbesar dan menguasai pasar..." kata Angga.
" Tentu karena pemiliknya juga orang cerdas Ngga. Kamu tidak ingin seperti mereka gitu...?" tanya Rudi.
" Ya pingin lah. Cuman gw ga tahu kedepannya. Karena sebenarnya gw pindah dadakan disini. Dulunya gw punya cita cita jadi dokter. Namun papa memaksa gw untuk melanjutkan bisnis perusahaannya..." kata Angga.
" Apa ada alasan ?, papamu begitu memaksamu untuk meneruskan perusahaannya....?"tanya Rudi.
" Dulu papa pernah menolong seseorang. Dan dia membalas dengan membantu papa untuk bangkit dari keterpurukannya. Dan disana sepertinya ada perjanjian. Hingga kini orang itu tidak pernah muncul..."
" Dalam perjanjian itu, jika dalam waktu 20 tahun ke depan, perusahaan tidak ada perkembangannya maka akan di ambil alih oleh anaknya. Saat itu gw berusia 4 tahun. Dan saat ini usia gw 20 tahun. Empat tahun lagi, perusahaan itu akan diambil alih oleh anaknya itu. Dan papa tidak mengenal anaknya...." kata Angga.
" Sehingga memaksa gw untuk belajar disini dan sebisa mungkin lebih cepat dari yg diperkirakan. Karena waktu untuk mengembangkannya semakin sedikit. Dan gw lihat, papa selalu tak kenal lelah untuk memaksa gw meneruskannya dan mungkin itu penyebabnya...." lanjut kata Angga.
" Sepertinya, papamu tidak rela jika nanti perusahaanmu itu di ambil alih olehnya. Siapa sebenarnya orang itu...?" tanya Rudi. Sementara Angga menggelengkan kepala, tidak tahu.
" Apakah keturunan bangsawan atau pengusaha gitu...?" tanya Rudi kembali. Namun Angga masih menggeleng.
" Gw tidak tahu. Namun menurut cerita papa, dia hanyalah orang biasa..." jawab Angga.
" Tapi kalau ditelisik, ini seperti sebuah lingkaran dan keterkaitan satu sama lainnya. Karena tidak mungkin jika perusahaan tidak bisa berkembang terus di ambil alih begitu saja...?" kata Rudi.
" Nyatanya perjanjiannya seperti itu..." jawab Angga. Rudi pun menghela nafas. Ia tidak mengerti jalan pikiran orang orang itu.
" Semoga kamu bisa segera menyelesaikan tugasmu ini..." kata Rudi. Dan Angga pun mengangguk. Angga meyakini satu hal. Tidak mungkin perusahaan milik papanya itu akan diambil begitu saja. Karena perjuangan papanya tidak main main dalam mengelola perusahaan itu dari nol.
Kemudian mereka pun bercengkerama tentang materi yg diberikan dari kampus. Dan mengerjakan tugas tugas hari itu. Angga masih belum bisa fokus. Karena masih menunggu kabar dari kakaknya, Anggi.
********
Safira saat ini sedang berada dirumah Ella. Ella mengajak Safira menuju ruang kerja bawah tanah. Namun bukan ke dalam ruang kaca. Karena disana ada suami dan anak anak remajanya. Ella menanyakan tentang pekerjaan Fira saat ini. Karena sudah hampir satu bulan bekerja di perusahaan Wicaksana. Dan Fira pun bercerita tentang kejadian disana. Tentu saja hal itu sangat mengejutkan bagi Ella. Ella sudah lama tahu tentang perusahaan itu. Dan Ella meminta Fira untuk selalu waspada. Bagaimanapun juga saat ini menjadi bagian dari perusahaan Wicaksana, walaupun hanya sebagai karyawan. Karena dampak dari setiap permasalahan yg Fira temukan. Fira juga bercerita tentang pertemuannya dengan Zahra. Yg ternyata adalah istri dari Ardi, teman satu teamnya. Semula Ella sempat mengerutkan keningnya karena tidak tahu siapa Zahra. Namun setelah dijelaskan oleh Fira akhirnya ia teringat kembali siapa Zahra.
" Lalu bagaimana dengan si Ardi itu Fir...?" tanya Ella.
" Orangnya bisa dipercaya kak. Dan sepertinya ia didik juga oleh om Edo..." jawab Fira. Fira tampak antusias bercerita tentang Ardi dan Zahra.
" Lalu apakah kamu sudah mendapat kabar dari Angga saat ini...?" kata Ella yg menanyakan kabar dari Angga. Fira hanya menggelengkan kepalanya.
" Yah, ngga coba menghubunginya...?" tanya Ella kembali.
" nggak ah. Fira ingin melihat keseriusannya itu...." jawab Fira.
" Kan bisa mendengar kabar dari perusahaan kak. Biasa, di perusahaan kan ada yg jadi biang gosip kak..." lanjut Fira kembali.
" Ardi...?" Ella
" Bukanlah kak, justru malah atasan dari Fira disana. Sama teman wanitanya..." jawab Fira.
" Kirain Ardi atau siapa..." Ella
" Ajaklah main kemari Ardi dan Zahra itu, kakak jadi pingin ngelihat cucunya kak Feli . Sepertinya menggemaskan kalau cucunya seperti yg kamu ceritakan itu..." kata Ella.
" Bikin lagi aja Bun...!" kata seseorang di belakangnya Ella. Yang tak lain adalah Devia.
" Hais, pabriknya sudah ditutup...!" celetuk Ella.
" Yah, kasian ayah..." kata Devia kembali sambil nyengir kuda.
" Devia...!" teriak Ella sambil mencubit Devia. Namun keburu kabur.
" Tahu dari mana anak itu....?" gerutu Ella. Sementara Fira hanya senyum senyum sendiri.
" Media sosial kan banyak kak. Bahkan kadang tidak mendidik anak seusianya. Banyak yg terjerumus malah..." jawab Fira yg tidak begitu banyak nyambung dari maksud Ella. Keduanya justru tertawa bersama.
Kemudian Ella berpesan untuk Fira agar bisa menjaga komitmennya sebagai karyawan disana. Karena hal itu menjadi pembelajaran sendiri untuk Fira. Karena suatu saat ia akan memegang kendali perusahaanya sendiri. Dan setelah lama bercakap cakap akhirnya Ella mengajaknya makan siang terlebih dahulu. Hari sudah sangat siang. Ella pun mengajak suami dan anak anaknya. Mereka berkumpul di meja makan di ruang bawah tanah itu. Sesekali Davin dan Devan menggoda Safira. Karena belum ketemu dengan suaminya. Bahkan Devia menawarkan kepada Fira. Jika tantenya ingin melihat keseharian dari Angga disana, Devia bisa bantu. Gerald dan Ella yg mendengar itu hanya menggelengkan kepala. Melihat tingkah dan polah anak anaknya itu.
good job 👍👍👍👍❤❤❤❤❤
good thor👍👍👍👍❤❤❤❤