Aku berusaha tegar , berusaha untuk tidak menangis saat dalam pelukan Agung . Meski sakit tapi aku tidak boleh lemah di hadapannya, agar tidak lebih membebani dia .
Perlahan tapi pasti Kereta yang saya tumpangi mulai berjalan meninggalkan Agung yang masih berdiri di tempat terakhir dita bersama . Dan meninggalkan semua kenangan yang kita ciptakan selama satu minggu saya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Ho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tiga kabar mengejutkan
Setelah pulang dari basecamp langsung masuk ke kamar dan berbaring di kasur . perasaan gue kembali sakit saat teman teman membicarakan tante Ida yang tidak lama lagi akan melangsungkan pernikahan. gue membayangkan betapa bahagia kalau gue yang jadi pengantin laki lakinya.
tapi apa boleh dikata sekarang tidak ada lagi yang bisa gue lakukan.
Pagi hari seperti biasa gue bangun karena mendengar panggilan telpon dari Haikal.
" Gung di tempat kerja kan? gue kasana ya ini ada titipan buat lo " teriak Haikal di sebrang telepon
" titipan apa dari siap Kal? " jawab gue penasaran.
" Nanti juga lo tau Gung ! " kata haikal
" iya serah lo deh. tapi lo mengantarkannya ke rumah. gue sudah berhenti kerja " jawab gue menjelaskan.
" hah serius lo? " tanya Haikal lagi pemasaran.
" iya gue serius lo jangan banyak tanya deh . Dateng aja buruan ! " kata gue.
setelah panggilan di tutup gue kembali mencari posisi untuk melanjutkan tidur.
belum juga sepuluh menit Haikal sudah datang dan menarik selimut dari badan gue.
" eh monyet udah siang masih molor. mentang mentang sekarang jadi pengangguran lo " Haikal tiba tiba sewot sambil menarik selimut yang gue pake.
" Kal sudah lah lo jangan banyak bacot. mana titipan yang lo maksud? ko kagak bawa ? " jawab gue masih menahan ngantuk.
" sabar " Haikal menyuruh gue untuk bersabar sambil mengelus dadanya.
" Lebih baik sekarang lo mandi dulu baru nanti gue kasih tau titipan yang gue terima " ujar Haikal.
" Ah lo mah ganggu ketenangan gue banget " kata gue sedikit kesal.
dengan terpaksa gue bangun dari tidur kemudian pergi ke kamar mandi. saat gue kembali ke kamar gue lihat Haikal sedang tidur di kasur gue.
" heh anak monyet, baru ditinggal sebentar saja lo sudah molor " kini giliran gue yang sewot
" Ah apaan sih Gung ngantuk gue. lagian lo mandi lama banget kaya anak perawan aja " kata Haikal membela diri.
" mana titipan yang lo maksud ? " tanya gue.
" tuh di tas ambil sendiri gue ngantuk mau tidur lagi " jawab Haikal dengan nada malas.
gue berjalan menuju tas Haikal yang ada di meja. ketika gue membuka tasnya isinya haya ada satu kertas undangan. gue masih berpikir apa mungkin suran undangan ini yang Haikal sebut titipan?
setelah gue ambil gue melihat di kertas undangan ada tertulis nama dan alamat dengan jelas . dengan rasa penasaran gue buka undangannya dan tiba tiba mata gue panas ketika didalam undangan tertulis Hendri Adam & Aida Amalia yang mana gue tau kalau Aida Amalia itu nama panjang tante Ida. selama beberapa saat gue hanya memandangi surat undangan yang masih di tangan. saat itu gue juga meratapi nasib percintaan gue sendiri yang tidak sampai pelaminan.
" woy ngapain lo malah bengong ? " tanya Haikal.
Haikal belum menyadari kalau saat ini air mata gue sudah tidak bisa gue tahan lagi.
" Gung lo nangis? " tanya Haikal Lagi
Haikal yang tidak tau apa apa sangat heran melihat gue tiba tiba menangis karena sebuah undangan . Haikal beberapa kali mencoba menenangkan gue tapi gue masih sulit untuk menghentikan airmata gue.
" Gung ko kenapa tiba tiba nangis sih ? Jangan bikin gue takut lah " Haikal masih berusaha menanyakan apa yang terjadi.
" lo dapat undangan dari mana kal ? tanya gue.
" dari ibu warung basecamp, katanya tadi pagi ada bapak bapak yang menitipkan undangan untuk lo . dia tau mungkin los sering nongkrong di warung itu ." jawab Haikal menjelaskan.
gue tidak merespon ucapan Haikal. pikiran gue sedang bertanya tanya kenapa undangan tidak di kirim langsung ke rumah gue . ketika gue sedang sibuk dengan pikiran gue sendiri tiba tiba Haikal menepuk pundak gue.
" Gung, lo tu kenapa sih? aneh banget. tadi lo nangis sekarang lo melamun . Lama lama gue takut " tanya Haikal mulai khawatir.
" sudah jangan banyak tanya sekarang lo ikut gue nanti gue ceritakan semuanya tapi tidak di sini " gue menjawab pertanyaan Haikal dengan nada ketus.
Haikal yang terus terusan kebingungan melihat gue hari ini tidak banyak berkomentar lagi hanya mengikuti apa yang gue katakan.
motor gue melaju lumayan kencang bahkan sesekali Haikal memperingatkan gue untuk mengurangi kecepatan. tapi gue tidak memperdulikannya. setelah sampai gue memarkirkan motor dan berjalan naik ke atas bukit yang beberapa hari lalu gue datangi bersama Sindi.
" lo mau ceritain apa sih Gung samapi lo bawa gue sejauh ini ? " tanya Haikal penasaran.
" gue bukannya mau cerita tapi gue mau mendorong lo dari sini " kata gue sambil menunjuk jurang di depan.
" hah anjing lo " kata Haikal ketakutan.
" bercanda bercanda Haikal."
akhirnya sambil duduk di atas batang pohon gue mulai menceritakan dari awal gue ketemu dengan tante Ida dan bisa menjadi dekat. bahwa gue pernah liburan hanya berdua . tapu sekarang hubungan kita sudah berakhir.
" jadi ini alasan lo nangis tadi.? Jangan bilang kalau lo berhenti kerja juga karena putus cinta ? " tanya Haikal.
" semua pertanyaan lo jawabannya iya .
mungkin perasaan gue sama tante Ida sudah terlalu dalam Kal. gue juga sudah sayang banget, tapi bapak sama emak tidak menyetujui hubungan gue" jawab gue lemas.
gue kembali tidak bisa menahan tangisan lagi di depan Haikal.
" Gung gue tidak akan menyalahkan lo karena gue tau kita tidak pernah bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta . tapi kalau gue jadi bapak juga akan melakukan hal yang sama , karena gue tidak mau anak gue menikah dengan seorang janda apalagi umurnya jauh diatas lo " ujar Haikal seperti ingin menyadarkan gue.
" terus apa yang harus gue lakukan sekarang Kal.? hati gue masih belum sepenuhnya bisa melupakan dia. " tanya gue emosi.
" kalau sudah benar benar sayang memang kita tidak akan secepat itu bisa melupakan , bahakan kadang kadang tidak pernah bisa kita lupakan.
Sekarang lo hanya harus bisa berdamai dengan takdir , hidup tidak berhenti setelah kepergiannya gung " jawab Haikal menenangkan gue.
" bantu gue Kal "
" hmm kayanya lo harus punya pacar lagi gung , gue yakin cara ini akan sedikit membantu lo . Kira kira ada gak yang menarik menurut lo ? " kata Haikal memberi saran.
" gak ada Kal , tapi beberapa hari yang lalau Sindi nembak gue " jawab gue.
mata haikal tiba tiba melotot terkejut ke arah gue.
" lagi Gung.? terus lo tolak lagi gitu? " tanya Haikal terkejut.
" iyaa Kal. masalahnya dia nembak di bari yang tidak tepat dua hari setelah hubungan gue berakhir dengan tante ida. saat itu gue belum bisa berpikir jernih." jawab gue menjelaskan.
" Agung Agung , padahal Sindi kurang apalagi? Baik , cantik, pinter, Anak kepala sekolah, semuanya sudah nilai positif. masih aja lo tolak " ujar Haikal dengan nada jengkel.
" sudah gue bilang sia nembak gue di waktu yang tidak tepat Kal. " jawab gue membela diri.
" gini deh sekarang lo mending tembak balik sindi. Sebelum dia berubah pikiran. Karena biasanya kalau cewek sudah berubah pikiran akan sulit di dapatkan."
" Sekarang masalahnya tiga bulan lagi gue merantau ke Jakarta "
Lagi lagi mata agung melotot ke arah gue .
" yang bener Gung ? ini ketiga kalainya lo ngasih gue kabar mengejutkan hari ini. "
" iya Kal gue inging pergi sementara dari sini. gue pikir kalau gue tidak berada di sini lagi akan lebih mudah untuk gue melupakan tante Ida."
" sebenarnya gue keberatan kalau lo harus pegi dari sini Gung. gue bakal kehilangan teman li sebagai teman terbaik gue. tapi kalau itu yang terbaik menurut lo gue sebagai teman hanya bisa mendoakan yang terbaik buat lo "
" maafkan gue Kal, sebenarnya gue jua berat harus meninggalkan tempat kelahiran gue, tapi gue sadar tidak mungkin gue terus terusan seperti ini. "
gue mencoba memberi pengertian kepada Haikal dan gue yakin sebagai teman dia pasti bisa mengerti dengan keputusan yang gue ambil.
demi ortu mu kamu tega sm kami, kmu nikah lagi, aq dan 2 anak mu trlantar Gung,, uuuhhg kalo inget masa" itu pingin tak.bejek" kamu Guuunggg... hadeeeuuuhh